RAPAT SINKRONISASI DPB SEMESTER I & SOSIALISASI SPBE SERTA CYBER CRIME
RAPAT SINKRONISASI DPB SEMESTER I & SOSIALISASI SPBE SERTA CYBER CRIME
#TemanPemilih KPU Provinsi Jawa Tengah mengundang Koordinator Divisi Data dan Informasi, beserta Kasubbag Perencanaan, Data dan Informasi dan Operator Sidalih dalam rangka Rapat Singkronisasi DPB (Daftar Pemilih Berkelanjutan) Semester I & Sosialisasi SPBE serta Cyber Crime, Kamis (30/6).
Kegiatan ini dilaksanakan untuk sinkronisasi DPB Semester 1 dan Sosialisasi Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik atau SPBE serta Cyber Crime.
“Maksud dan tujuan kegiatan hari ini adalah untuk Sinkronisasi DPB semester 1 yang akan dilakukan KPU Provinsi dan KPU pusat. Tidak lupa juga untuk SPBE yang akan di kelola oleh divisi perencanaan, data, dan informasi kedepannya harus di persiapkan mulai dari sekarang, apalagi penting untuk mengantisipsi juga cyber crime, dimana saat ini sudah memasuki masa tahapan sampai dengan 2024 dan banyak sekali perangkat atau data yang harus dijaga.” ujar Ketua KPU Provinsi Jateng, Paulus Wdiantoro saat membuka kegiatan.
Dilanjutkan pengarahan oleh Anggota KPU Provinsi Henry Wahyono. Beliau menjelaskan mengenai data dari Ditjen Dukcapil.
“Data yang di turunkan kemaren adalah data dari Dirjen Dukcapil, kemudian KPU melakukan pemadanan data, mengingat KPU melakukan DPB setiap bulannya dan terakhir adalah bulan Juni tahun 2022, sedangkan dari Dukcapil adalah data Semester II bulan Juni 2021-Desember 2021” tegasnya.
Lebih lanjut, Henry Wahyono memberikan pemahaman posisi DPB yang akan digunakan pada pemilu 2024.
“DPB akan dilakukan terakhir sampai September Tahun 2022, dimana DPB ini akan disamakan dan disandingkan dengan DPT terakhir tahun 2020 yang lalu ”, tuturnya.
Terakhir dijelaskan mengenai implementasi SPBE dan penanggulangan Cyber Crime oleh Oka, Pusdatin KPU RI.
“SPBE sendiri dilakukan untuk mewujudkan tata kelola dan manajemen yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel dan di tambah meningkatkan kualitas dan kepercayaan pelayanan publik dengan memberikan jangkauan kepada masyarakat. Selanjutnya dengan menggunakan perangkat yang bijak, tidak lagi memasukan flashdisk atau sejenisnya serta penggantian password berkala secara konsisten, akan menanggulangi adanya kebocoran data oleh hacker dalam pengelolaan data yang ada, ujarnya.