Rombongan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang Sapa Pemilih di 4 Kecamatan
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Hari kedua pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang mengunjungi kelompok pemilih di 4 (empat) kecamatan di Kota Semarang, Kamis (21/9).
Seraya menyampaikan sosialisasi Pemilu 2024 kepada warga masyarakat Kota Semarang di sepanjang jalan protokol, mobil bak terbuka yang berisi bendera merah putih dan pataka KPU serta bendera 18 partai politik peserta Pemilu 2024 berturut-turut menghampiri kelompok pemilih yang berada di Kecamatan Semarang Tengah, Semarang Utara, Semarang Timur, dan Gayamsari.
Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang melakukan pemberhentian pertama untuk menyapa pemilih basis keagamaan yang berada di area Klenteng Ling Hok Bio Kranggan, Semarang Tengah.
Pada pukul 10.00 WIB, mobil Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang kembali bergerak ke aula Kecamatan Semarang Utara untuk menyapa kelompok pemilih berbasis komunitas, menyampaikan materi sosialisasi mengenai pentingnya mengenali calon pemimpin pada Pemilu 2024. Kemudian pada pukul 13.30 mobil Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang menuju aula Kecamatan Semarang Timur untuk memberikan materi sosialisasi kepada pemilih basis perempuan.
Pada lokasi terakhir, yakni di aula Kantor Kecamatan Gayamsari pada pukul 15.00 WIB mobil Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang menghadiri kelompok pemilih berbasis lansia.
Selain memberikan materi sosialisasi, rombongan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang juga memperkenalkan maskot Pemilu, sepasang jalak bali dengan nama Sura dan Sulu, serta memperkenalkan 18 bendera partai politik peserta Pemilu 2024.
Dalam materi yang disampaikan, Anggota KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini berpesan agar pemilih Kota Semarang bisa mengenali dan mempelajari kandidat pemilu sebelum datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara).
"Kenali dulu calonnya, jangan sampai setelah sampai di TPS, buka surat suara bingung mau milih siapa. Jadi ini penting untuk membuka web KPU membaca berita untuk mempelajari track record dan visi misinya," ujar Zaini.
Mengenai praktik politik yang tidak berintegritas, Anggota KPU Kota Semarang, Heri Abriyanto berharap pemilih Kota Semarang menghindari praktik politik yang justru merugikan bagi perkembangan pembangunan bangsa.
"Jangan mau jika suara dan hak pilih kita dihargai dengan sejumlah uang, karena nilainya tidak bermakna jika dibandingkan dengan 5 tahun kepemimpinan figur yang kita pilih. Jadi mohon kenali dan pelajari visi calon sebelum memilih, jangan mau jika ada iming-iming dari orang lain," ujar Heri.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom menjelaskan bahwa pemilih perempuan dalam Pemilu 2024 memiliki peran yang besar untuk mendorong partisipasi pemilih lainnya.
"Ibu-ibu ini memiliki peran yang besar untuk memastikan suami dan putra-putrinya nyoblos di Pemilu 2024 nanti. Jadi pastikan bapak-bapak pada 14 Februari 2024 tidak mancing, tetapi nyoblos dulu, Ibu juga harus mengingatkan anaknya yang kuliah dan yang kerja bisa tetap memilih meskipun tidak berada di domisili tempat tinggal," kata dia.
Pasca memberikan materi sosialisasi, rombongan Kirab Pemilu 2024 juga melakukan sesi quiz berhadiah bagi warga Kota Semarang yang mampu menjawab pertanyaan seputar Pemilu 2024.
"Apa kepanjangan dari KPPS ibu?," ujar Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah.
"Betul, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara. Sudah tahu juga ternyata bagaimana cara melihat apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum. Terima kasih sudah mengikuti informasi kepemiluan, kami berharap informasi ini bisa disampaikan juga kepada keluarga, tetangga dan masyarakat lain jika ada yang belum mengetahui informasi ini," tambah Novi.
Pada proses penyampaian ajakan memilih kepada masyarakat umum di jalan-jalan protokol, warga Kota Semarang tampak ingin tahu dan tertarik pada mobil kirab, ada beberapa warga yang ikut membarikan jalan dan memfoto kegiatan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)