Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024
Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024
KPU Kota Semarang mengikuti simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan desain surat suara dan formulir yang disederhanakan untuk pemilu 2024, melalui kanal youtube KPU RI. KPU Kota Semarang menyimak di ruang audio visual hadir kala itu, anggota KPU, kasubag TPH dan staf KPU Kota Semarang, Rabu (15/12).
Hadir Ilham Saputra (Ketua KPU Republik Indonesia) beserta anggota KPU RI ( Arif Budiman, Evi Novida Ginting, I Dewa Raka Sandi), Ketua Bawaslu (Abhan) Sekjen KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno, ketua dan anggota dan sekretaris KPU dan Bawaslu Sumatra Utara beserta undangan yang hadir langsung. Simulasi yang dilakukan adalah simulasi dengan tiga surat suara dan simulasi dengan dua surat suara. Urutan pelaksanaan simulasi dijelaskan oleh Melgia Carolina Van Harling (Kepala biro teknis KPU RI) yaitu coblos satu kali pada nomor atau tanda gambar atau nama atau nomor urut calon setelah itu memasukan surat suara ke kotak suara yaitu kotak suara satu, untuk surat suara pemilihan presiden dan DPR RI. Kotak suara dua DPD RI, Kotak suara tiga untuk surat suara DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota.
Setelah itu peserta diminta ke TPS dua dimana pemilih mendapatkan dua lembar surat suara. Pertama daftar pemilu presiden dan wakil presiden, DPR RI, pemilu anggota DPRD provinsi dan pemilu anggota DPRD kabupaten/kota.
Surat suara kedua berisi atau memuat daftar peserta pemilu anggota DPD RI, pemberian suara dilakukan dengan mencoblos. Tatacara pemberian suara di TPS dua sama dengan di TPS satu setelah melipat surat suara dimasukan kedalam dua kotak suara, kotak pertama untuk surat suara presiden dan wakil presiden, surat suara anggota DPR RI, DPRD provinsi dan kabupaten kota, sementara kotak kedua untuk surat suara DPD RI.
Selanjutnya pemilih menyelesaikan pemberian suara di TPS dua , akan di survey oleh tim survey dengan menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan untuk mengetahui pendapat mereka dalam penggunaan surat suara di TPS yang sudah disederhanakan.
Abhan menyampaikan harapan jika simulasi berjalan lancar, maka pemilu 2024 pasti sukses. Terkait penyederhanaan surat suara dan formulir menjadi bagian dari ikhtiyar KPU agar kedepan pada pemilu 2024 bisa sukses dan simulasi harus terus dilakukan sampai menemukan formula pemilu yang lebih baik.
Ilham Saputra memberikan sambutan dan membuka secara resmi simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan desain surat suara dan formulir yang disederhanakan untuk pemilu 2024. “Simulasi dilakukan untuk observasi penggunaan surat suara yang didesain untuk pemilu 2024”
Lebih lanjut, Ilham Saputra mengatakan bahwa pentingnya dilaksanakan simulasi, salah satu sebabnya adalah banyaknya surat suara yang tidak sah pada pemilu 2019, menjadi riset bagi KPU. Simulasi oleh KPU RI menekankan pada solusi beban kerja yang begitu luar biasa penyelenggara di level bawah.
KPU sudah melaksanakan tiga kali simulasi baik secara internal maupun eksternal. Sulawesi Utara, Bali dan Sumatera Utara. Simulasi mengundang tidak hanya penyelenggara tapi juga dari partai dan pihak lain yang ikut partisipasi dalam simulasi.
Selanjutnya Ilham menegaskan bahwa setelah simulasi, semua akan diwawancarai oleh petugas, terkait bagaimana pengalaman melaksanakan simulasi dan jenis surat suara yang dirasa paling pas untuk pemilu 2024, bagaimana keadaan di TPS jawaban-jawaban akan digunakan untuk evaluasi pelaksanaan.
Beberapa hal yang menjadi fokus dari simulasi adalah pelaksanaan protokol kesehatan, lama waktu penggunaan hak pilih, kerepotan atau kesulitan dalam proses penggunaan hak pilih, dan efisiensi jenis pemilihan.
Simulasi dilaksanakan di halaman KPU Provinsi Sumatra Utara, dilakukan menyesuaikan dengan protokol kesehatan. (Didin)