Berita Terkini

Sosialisasi Pemilihan Harus Sampai ke RT RW

Sosialisasi Pemilihan Harus Sampai ke RT RW

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, sosialisasi dapat dilakukan sampai tingkat RT dan RW. Hal tersebut mencuat pada evaluasi sosialisasi untuk kelurahan dengan tingkat partisipasi rendah pada Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2020 di kelurahan Ngesrep Kecamatan Banyumanik.
Sosialisasi mengundang ketua RW, pengurus LPMK, unsur PKK, penyelenggara pemilu, pemilih pemula dan staf pemerintahan kelurahan Ngesrep.
Dari KPU Kota Semarang tampak hadir Suyanto, Hari Soesilo (sekretaris KPU Kota Semarang), beserta jajaran staf KPU Kota Semarang.
Sambutan dari Bambang Saputro SH (Kasi Pemerintahan Kelurahan Ngesrep Banyumanik), menyebut bahwa kesadaran masyarakat terhadap Pemilihan kepala daerah dalam hal ini pemilihan walikota da wakil waliota Semarang tahun 2020 relatif cukup baik. Kotak kosong menjadi alasan pemilih tidak menggunakan hak pilih. Tetap di rumah karena sudah yakin bahwa pasangan calon pasti terpilih. 
“Mereka tidak datang mencoblos karena sudah yakin bahwa pasangan calon yang ada pasti terpilih” katanya.
Jumlah RW di Ngesrep ada 11, dan 82 RT dengan jumlah pemilih 10,519    laki-laki 5,057    perempuan 5,462 tersebar di 29 TPS. Partisipasi Pemilih  pada pemilihan Walikota dan Walikota Semarang Tahun 2020, sebesar 68,30%. Sementara nNgesrep hanya mencapai  59,65 %
Suyanto (anggota KPU Kota Semarang) mewakili ketua KPU, membuka jalannya sosialisasi, mengatakan jika KPU melakukan sosialisasi di 16 kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan se kota semarang. Tahap pertama dilakusanakan pada 8 kelurahan. 
“Sosialisasi di kelurahan Ngesrep ini adalah putaran kelima, dari delapan putaran sosialisasi pada kelurahan dengan tingkat partisipasi rendah di kota semarang”
Lebih lanjut Suyanto menjelaskan bahwa tujuan sosialisasi bertujuan untuk peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 mendatang.
“Sosialisasi sejak dini agar informasi tentang pemilihan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat warga Kota Semarang demi menyiapkan diri untuk tahapan pelaksanaan pemilu serentak tahun 2024.
Suyanto menyebutkan bahwa meskipun calon tunggal, kehadiran pemilih atau warga kota semarang memiliki peran sangat penting untuk kredibilitas peimpin yang terpilih. 
“Dalam catatan KPU, di kecamatan Banyumanik, prosentase tertinggi adalah kelurahan Jabungan dengan 73,70 % sementara terendah adalah kelurahan ngesrep 59,65 %, dengan sosialisasi ini semoga  pemilihan serentak 2024 partisipasi pemilih mencapai angka 75 %, semua bisa tercapai dengan peranan semua elemen masyarakat dan pemerintahan di kelurahan Ngesrep”
Sesi diskusi dipandu oleh Riza Setiawan, beberapa harapan dan pertanyaan diutarakan oleh peserta antara lain terkait rekrutmen penyelenggara, politik uang dan pemutakhiran data pemilih. 
“Terkait politik uang sudah menjadi semacam tradisi dari dulu, bagaimana KPU dan Bawaslu memberikan sanksi bagi pelaku, dan juga perlindungan terhadap mereka yang melaporkan terjadinya praktek politik uang ?” ujar Sumardi (ketua RW 6)
Ali (ketua RW 3) meminta pada tahapan pemilu selanjutnya agar sosialisasi sampai ke tingkat RT dan RW agar bisa menjangkau masyarakat di level bawah.
Suyanto membarikan jawaban bahwa terkait sosialisasi, KPU siap hadir bahkan sampai di tingkat RW silahkan bisa berkoordinasi dengan RW-RW lain dan bersurat kepada KPU.
Untuk proses hukum adanya praktek politik uang, Naya Amin Zaini memberikan arahan bahwa  Bawaslu bersama jajaran kepolisian, pengadilan negeri dan kejaksaan sudah membentuk setra penegakan hukum terpadu (Gakumdu) untuk pengaduan, pelaporan tentang tindak pidana pemilu.
“Semua kasus hukum kami proses bersama di sentra gakumdu, mohon masyarakat bisa berperan aktif sehingga praktek-praktek kecurangan pemilu dalam hal ini politik uang bisa dilaporkan kepada KPU atau Bawaslu” tegas Amin. (Didin R)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 288 kali