Berita Terkini

Sosialisasi Pendidikan Pemilih KPU Kota Semarang di Tawangsari

Sosialisasi Pendidikan Pemilih KPU Kota Semarang di Tawangsari

Semarang (Selasa 21/9). https://kota-semarang.kpu.go.id  Partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum atau Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang sangatlah penting dan  sebagian  menganggap sebagai tolak ukur suksesnya  pesta demokrasi.Oleh karena itu, KPU Kota Semarang melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Untuk Daerah  dengan Tingkat Partisipasi Pemilih Rendah di Kota Semarang, untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang tahun 2020. Sekitar 30 orang peserta yang hadir di Balai Kelurahan Tawangsari dari unsur  kelompok masyarakat, RT dan RW sekelurahan, Tokoh Masyarakat, perangkat kelurahan, dan penyelenggara pemilu.

“Sosialiasi pada kesempatan kali ini merupakan bagian dari kegiatan kami yang ingin mendapat  masukan dari masyarakat dalam hal pelaksanaan kegiatan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2020 untuk bahan evaluasi kami dalam melaksanakan persiapan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024,” sebut Henry Casandra Gultom (Ketua KPU Kota Semarang) dalam sambutan pembukaan.

Narasumber antara lain Henry Casandra Gultom (Ketua KPU Kota Semarang) dan Mohamad Amin (Ketua Bawaslu Kota Semarang) 
Menurut nanda, Harapannya,  kami bisa memperoleh informasi yang sebanyak-banyaknya tentang hal-hal apa yang telah dilakukan dan yang akan dilakukan oleh penyelenggara pemilihan untuk kedepannya sehingga bisa diperoleh kata sempurna. Berdasarkan data KPU Kelurahan Tawangsari terkategori daerah dengan partisipasi rendah. "Kami disini bukan untuk mengevaluasi mana yang salah tetapi kita akan membangun bagaimana kedepannya kegiatan Tahapan Pemilihan Umum dan Pemilihan yang di Tahun 2024 akan dilaksanakan secara serentak sehingga kami butuh masukan yang banyak untuk pelaksanaan kegiatan tahapan tersebut. “ Tegas Nanda

Mohamad Amin menyoroti bagaimana pengawasan terhadap pelaksanaan pemilihan dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan demi mensukseskan pemilihan umum. "Potensi permasalahan pemilu serentak 2024 adalah Covid 19, law, beban kerja penyelenggara, Pemilih kesulitan dalam menggunakan hak pilih, pemutakhiran data pemilih yang tidak efektif, irisan tahapan Pemilihan Umum dan Pemilihan dan Penyelenggara adhoc pada pemilu. Ada beberapa faktor yaitu diantaranya  mendorong partisipasi politik dalam pemilu  akan menentukan pemimpin yang akan turut menentukan nasib masyarakat selama lima tahun, partai politik seharusnya meningkatkan perannya dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, Para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah seharusnya  melakukan   kampanye  dengan   cara-cara   yang   lebih   inovatif   dan   melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat, civil society seharusnya memaksimalkan pergerakannya kepada masyarakat,” tandas Amin.(tph/kpukotasemarang/foto e-one, @W/NMU)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 135 kali