Berita Terkini

Upaya Mitigasi Partisipasi Pemilih di Kelurahan Pleburan

Upaya Mitigasi Partisipasi Pemilih di Kelurahan Pleburan

Dari 10 kelurahan di Kecamatan Semarang Selatan, Kelurahan Pleburan paling sedikit angka partisipasi pemilihnya. Pada pilwakot 2020, Kelurahan Pleburan mencapai  59,34 %. Hal tersebut  menjadi perhatian dan tanggung jawab moral bagi  penyelenggara,  pemerintahan untuk meningkatkan partisipasi pada pemilu yang akan datang. 
Hal tersebut disampaikan Fatori Adi SE(Kepala Kelurahan Pleburan) saat memberikan sambutan di forum evaluasi sosialisasi pemilihan walikota dan wakil walikota semarang tahun 2020 dengan tingkat partisipasi rendah, Selasa (8/3).
Menurut Fatori Adi beberapa faktor yang menjadi alasan karena adanya pelebaran jalan, ada satu wilayah dengan  70 pemilih yang hadir di TPS hanya dua, ditambah lagi banyak warga yang ber-KTP dan alamat di Kelurahan Pleburan namun domisili di tempat lain. Alasan lain yaitu terkait domisili karena alasan zonasi sekolah agar memudahkan di dalam proses pendidikan putra-putrinya.
“Saya berharap agar kedepan semakin baik dan partisipasi pada pemilu selanjutnya semakin meningkat” tegasnya.
Forum evaluasi dihadiri oleh  elemen pemerintah kelurahan Pleburan, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT dan RW. Menghadirkan narasumber Henry Casandra Gultom (Ketua KPU Kota Semarang) dan Muhammad Amin (Ketua Bawaslu Kota Semarang). Evaluasi dipandu oleh Hari Soesilo (Sekretaris KPU Kota Semarang). 
Paparan pertama oleh Muhammad Amin menyampaikan materi evaluasi kelurahan dengan partisipasi rendah. Pemilu adalah bagian dari proses demokrasi di Indonesia. Evaluasi sebagai salah satu progres demokrasi. 
“ KPU dan Bawaslu berpadu untuk melaksanakan pemilihan, dari pemilihan yang dilaksanakan itulah menghasilkan pemimpin yang saat ini tengah menjabat” katanya.
Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden Wakil Presiden akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 dan Pemilu kepala daerah pada 27 November 2024. Inti dari pemilu adalah partisipasi, mengapa partisipasi bisa rendah bahkan dibawah target partisipasi Kota Semarang.
"Gagasan dari KPU Kota Semarang  luar biasa, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Bagaimana meningkatkan partisipasi yang lebih tinggi pada pemilu 2024 adalah tugas bersama. Sinergitas antara pemerintah dengan penyelenggara pemilu sebagaimana tertera dalam UU no 7 tahun 2017 terkait sosialisasi. Wajib mensosialisasikan kepada masyarakat", kata Amin.

Henry Casandra Gultom saat memaparkan materi, bertanya kepada segenap hadirin, siapkah mensukseskan pemilu 2024, serentak hadirin menjawab siap. Tantangan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemerintahan Kelurahan Pleburan untuk mensukseskan dan meningkatkan partisipasi warganya.
Target nasional sebesar 77,5 persen sementara angka partisipan di wilayah pleburan 59,34 % kenapa demikian, penyebabnya antara lain adalah karena banyaknya pendatang mahasiswa kost, minim informasi pemilu, adanya pandemi, apolitis dimana menggunakan hak pilih atau tidak sama saja.
Langkah strategis KPU menurut Henry Casandra Gultom adalah melalui edukasi pendidikan pemilih, sosialisasi secara berjenjang mengenai informasi kepemiluan yang masif dan partisipasi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan tahapan kepemiluan (menjadi penyelenggara pemilu).
Pada sesi diskusi muncul pertanyaan dari beberapa ketua RW di Pleburan, antara lain langkah apa saja yang akan diambil KPU, wewenang penyelenggara pemilu pada waktu pemungutan suara, dan bagaimana pelaksanaan pencocokan dan penelitian yang lebih akurat utamanya di wilayah Pleburan.
Henry Casandra Gultom menyampaikan bahwa evaluasi kepada kelurahan-kelurahan dengan tingkat partisipasi rendah menjadi upaya KPU Kota Semarang melakukan mitigasi masalah lebih awal terkait problematika yang muncul di Kota Semarang.
Harapanya adalah Pemilu dan Pemilihan serentak tahun 2024 bisa terlaksana aman sukses lancar, khususnya di Kota Semarang. (Didin)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 179 kali