Webinar Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan Seri Lima
Webinar Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan Seri Lima
Semarang, Jumat (8/10) https://kota-semarang.kpu.go.id, KPU Kota Semarang mengikuti Webinar Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan Seri Ke 5 yang diselenggarakan oleh KPU Republik Indonesia secara daring. Tampak hadir seluruh Ketua dan Anggota KPU RI, Ketua dan Anggota KPU Provinsi /KIP Aceh, Ketua dan Anggota KPU/KIP Kabupaten Kota.
Dalam webinar pada siang hari ini mengambil tema Teknis dan Metode Identifikasi Berita Hoaks dalam Pemilu dan Pemilihan, dengan 4 (empat) narasumber yaitu : KBP Rizki Agung Prakoso (Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri), Abdul Gaffar Karim (Pakar Ilmu Politik UGM), Viola Reininda (Plt Ketua Kode Inisiatif) dan Sasmito (Ketua Umum Aliansi Jurnalis Indonesia) dengan dipandu moderator Priskilla Dauhan (jurnalis).
Dalam pembukaan yang disampaikan oleh Ketua KPU RI (Ilham Saputra) bahwa berita hoaks ada dan yang sering menyerang KPU disaat tahapan Pemilihan Umum maupun Pemilihan. Oleh sebab itu, kami mohon untuk narasumber bisa memberikan pengetahuan yang sangat luar biasa di siang hari ini sehingga kami dan seluruh jajaran kami di provinsi dan Kabupaten/Kota bisa paham, untuk KPU Provinsi dan Kabupaten Kota gunakan Media Sosial, gunakan kanal-kanal yang ada untuk menangkal hoaks”, tegas Ilham.
"Hoaks merupakan salah satu bentuk konten negatif yang menimbulkan kekacauan informasi, yang dilakukan secara sengaja untuk membuat orang mengambil sikap dan melakukan tindakan yang salah. Ragam konten negatig disinformasi : informasi yang sengaja dibuat salah hoax, Misinformasi : informasi yang tidak sengaja salah, karena sumber tidak akurat atau tidak lengkap, MalInformasi merupakan informasi benar tapi disampaikan dengan cara atau frame yang salah, " tandas Gaffar.
"Pemanfaatan media sosial dalam pemilihan ada 3 yaitu perjanuari 2021 sebanyak 202,6 juta dari 274,9 juta penduduk di Indonesia menggunakan media sosial dengan penetrasi sebesar 73,7 %. Angka pengguna aktif media sosial di Indonesia tumbuh sebesar 27 Juta atau 15,5 5 dari Januari 2020, " tegas Violla.
"Cekfata.com adalah salah satu proyek kolaboratif fakta dibangun atas API Yudistira dan MAFINDO dan bekerja sama dengan beberapa media online yang bergabung di AJI dan AMSI serta didukung oleh Google News Intiative dan Internews serta FirstDraft, "tegas Sasmito.
Hoaks memang sekarang menjadi industri dan dapat digoreng yang biasanya dilakukan by manual maupun mesin. "Salah satunya sejumlah orang menjalankan isu hoaks, membuat akun-akun pasif dan disebar melalui kanal-kanal media sosial saat ini” tegas Rizki