KPU Jateng Dorong Digitalisasi Arsip, Jawab Tantangan SDM dan Keterbatasan Penyimpanan
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - KPU Kota Semarang mengikuti kegiatan Ngopi Asli (Ngobrol Pinter Arsip dan Logistik) yang diselenggarakan KPU Provinsi Jawa Tengah secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (9/6). Kegiatan ini menjadi sarana peningkatan kapasitas pengelolaan arsip sekaligus memperkuat pemahaman tentang strategi digitalisasi arsip di lingkungan KPU. Kegiatan tersebut mengangkat tema Strategi Kolaborasi KPU dengan Indoarsip untuk Penguatan Pengelolaan Kearsipan. Hadir sebagai narasumber Abdurrahman Faiz, Manajer Arsip Elektronik Indoarsip, dengan moderator Indah Kusumawati, Kepala Sub Bagian Keuangan, Umum, dan Logistik KPU Kabupaten Demak. Dalam forum tersebut, peserta dari KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah, termasuk KPU Kota Semarang, memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan arsip sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola kelembagaan yang akuntabel dan tertib administrasi. Diskusi juga mengulas sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pengelolaan arsip, di antaranya keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan serta keterbatasan ruang penyimpanan arsip fisik. Untuk menjawab tantangan tersebut, narasumber menekankan pentingnya digitalisasi arsip dan penerapan sistem arsip elektronik guna meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kemudahan akses terhadap dokumen. Selain itu, kolaborasi dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan, seperti Indoarsip, dinilai dapat mendukung peningkatan kualitas pengelolaan arsip di lingkungan KPU. Seluruh satuan kerja juga didorong untuk membangun budaya tertib arsip melalui peningkatan kapasitas SDM, penataan arsip secara berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi informasi. Bagi KPU Kota Semarang, keikutsertaan dalam Ngopi Asli menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan arsip yang efektif, aman, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antar KPU kabupaten/kota dalam memperkuat tata kelola kearsipan di lingkungan KPU. (ayu/ed. Foto: dok KPU Kota Semarang) ....
HMI dan KPU Kota Semarang Bahas Pelaksanaan Pemilu 2024 dan Persiapan Pemilu 2029
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id – KPU Kota Semarang menerima audiensi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Semarang dalam rangka menjalin silaturahmi dan memperkuat komunikasi kelembagaan, Selasa (9/6). Kegiatan ini berlangsung di Kantor KPU Kota Semarang dan dihadiri oleh jajaran KPU Kota Semarang serta perwakilan HMI Kota Semarang. HMI Kota Semarang diwakili oleh Nabil Muallif, Alfarizi dan Listianisa, sementara dari KPU Kota Semarang hadir Ketua, Ahmad Zaini dan Anggota, Novi Maria Ulfah yang didampingi oleh jajaran Sekretariat KPU Kota Semarang. Dalam pertemuan tersebut, KPU Kota Semarang menjelaskan berbagai hal terkait kondisi pasca Pemilu 2024 serta langkah-langkah awal dalam mempersiapkan tahapan menuju Pemilu 2029. KPU Kota Semarang juga menyampaikan sejumlah program pendidikan pemilih yang telah dan akan dilaksanakan sebagai upaya menjaga serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Salah satu program yang disampaikan adalah kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di 16 kelurahan dengan kategori tingkat partisipasi pemilih yang masih rendah. Selain itu, KPU Kota Semarang juga telah menginisiasi kegiatan podcast yang disiarkan melalui kanal YouTube dengan menghadirkan narasumber dari KPU Provinsi Jawa Tengah dan partai politik peserta pemilu sebagai sarana edukasi politik bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Kota Semarang pada Pemilu 2024 tergolong cukup tinggi. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa wilayah yang memerlukan perhatian khusus agar tingkat partisipasi masyarakat dapat terus meningkat pada penyelenggaraan pemilu mendatang. Audiensi ini merupakan silaturahmi pertama antara HMI Kota Semarang dan KPU Kota Semarang. Kedua pihak berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari kerja sama dan komunikasi yang berkelanjutan. Melalui silaturahmi ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin baik dalam mendukung pendidikan politik dan peningkatan partisipasi masyarakat. Pada sesi diskusi, muncul gagasan untuk mengagendakan kegiatan talkshow bersama antara KPU Kota Semarang dan HMI Kota Semarang sebagai wadah edukasi serta pertukaran informasi mengenai kepemiluan. Selain itu, KPU Kota Semarang juga menyampaikan kesiapan untuk menerima mahasiswa yang ingin mengikuti program magang sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas generasi muda dalam bidang demokrasi dan kepemiluan. Melalui audiensi ini, KPU Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan, guna mewujudkan demokrasi yang semakin partisipatif dan berkualitas di Kota Semarang. (ybc/rhd/ed. Foto: ayu/KPU Kota Semarang) ....
Melalui Pendidikan Pemilih, KPU Kota Semarang Perkuat Kesadaran Demokrasi Warga Gebangsari
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang terus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih yang digelar di Kelurahan Gebangsari, Kecamatan Genuk, Selasa (9/6). Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi warga untuk memahami hak, peran, serta tanggung jawab mereka dalam setiap proses demokrasi. Sosialisasi menghadirkan Anggota KPU Kpta Semarang, Agus Supriyono, Anggota Bawaslu Kota Semarang, Euis Noor Faoziah, dan dosen Universitas Wahid Hasyim, Muchammad Shidqon Prabowo, sebagai narasumber. Keduanya memberikan pemahaman mengenai regulasi kepemiluan, pencegahan pelanggaran pemilu, hingga pentingnya literasi demokrasi yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Lurah Gebangsari, Mudzakir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pendidikan pemilih menjadi langkah penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam kehidupan demokratis. “Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kota Semarang atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Harapannya, masyarakat Gebangsari semakin memahami pentingnya partisipasi dalam demokrasi dan dapat berperan aktif pada pemilu mendatang,” ujarnya. Anggota KPU Kota Semarang, Agus Supriyono, mengatakan pendidikan pemilih merupakan bagian penting dalam membangun demokrasi yang sehat. Ia mengapresiasi dukungan Kelurahan Gebangsari dan antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut, khususnya pemilih perempuan yang dinilai memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kelurahan Gebangsari atas fasilitasi kegiatan ini, serta kepada para peserta yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti sosialisasi. Peran perempuan sangat penting karena perempuan adalah tiang negara,” kata Agus. Dalam pemaparannya, Euis Noor Faoziah menjelaskan bahwa pelanggaran pemilu merupakan setiap tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan pemilu. Karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara bersama-sama melalui pengawasan aktif, baik oleh penyelenggara, masyarakat, maupun dukungan publikasi media. “Pencegahan pelanggaran pemilu merupakan upaya untuk menghindari terjadinya pelanggaran maupun sengketa proses pemilu melalui pengawasan aktif dan partisipasi masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, Muchammad Shidqon Prabowo menekankan bahwa sosialisasi kepemiluan tidak hanya dilakukan saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, semakin baik pemahaman masyarakat terhadap proses demokrasi, semakin kuat pula kualitas partisipasi yang akan terbangun. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi merupakan proses penyampaian informasi terkait pemilu atau pemilihan yang dihasilkan selama tahapan maupun di luar tahapan penyelenggaraan. Melalui kegiatan yang berkesinambungan, masyarakat diharapkan semakin memahami hak dan perannya sebagai warga negara dalam kehidupan demokrasi. Melalui pendidikan pemilih yang terus dilakukan, KPU Kota Semarang berharap masyarakat tidak hanya hadir sebagai pemilih saat hari pemungutan suara, tetapi juga menjadi warga negara yang memahami, peduli, dan turut mengawal proses demokrasi secara aktif. Dengan demikian, demokrasi tidak hanya diukur dari tingkat kehadiran pemilih, melainkan juga dari tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kualitasnya. (awh/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang) ....
Satker KPU se-Jateng Didorong untuk Perkuat Aktivitas Post Election dan Layanan Publik
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah mendorong KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah untuk terus menjalankan berbagai kegiatan kepemiluan pada masa pascapemilu (post election) guna memastikan informasi kepemiluan tetap tersampaikan kepada masyarakat, Rabu (3/6). Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Pembinaan Koordinator Wilayah (Korwil) untuk KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua dan Anggota KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, termasuk KPU Kota Semarang yang tergabung dalam Korwil IV. Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap personel KPU memiliki kewajiban melaksanakan tugas dan kegiatan yang kemudian dituangkan dalam laporan secara berjenjang. Menurutnya, rapat pembinaan ini juga menjadi sarana untuk menggali berbagai persoalan yang dihadapi KPU Kabupaten/Kota dalam menjalankan tugas kelembagaan. Handi memberikan apresiasi kepada KPU Kabupaten/Kota yang tetap berupaya melaksanakan berbagai kegiatan pascapemilu meskipun saat ini tidak berada dalam tahapan pemilu maupun pemilihan. “Kami menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten/Kota untuk tetap berusaha melaksanakan kegiatan post election sehingga informasi kepemiluan bisa tersampaikan ke masyarakat. Kegiatan yang sudah dilaksanakan menunjukkan bahwa KPU jika tidak ada pemilu tetap ada pekerjaan dan kegiatan yang dilaksanakan,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Handi juga menekankan pentingnya kehadiran pimpinan KPU pada hari dan jam kerja sebagai bentuk representasi eksistensi lembaga di tengah masyarakat. Menurutnya, pelayanan dan aktivitas kelembagaan harus tetap berjalan optimal meskipun tidak sedang memasuki tahapan pemilu. Ia mengingatkan agar keberadaan pimpinan di kantor tetap terjaga sehingga tidak menghambat proses kerja maupun pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan. Selain sebagai sarana pembinaan, rapat ini juga menjadi forum berbagi pengalaman, gagasan, dan permasalahan yang dihadapi masing-masing KPU Kabupaten/Kota selama masa pascapemilu. Berbagai peserta turut mendiskusikan pelaksanaan program pendidikan pemilih dan kegiatan kepemiluan lainnya, termasuk peluang penyelenggaraan kegiatan dengan dukungan sumber pendanaan di luar anggaran tahapan pemilu maupun pemilihan. Melalui kegiatan ini, KPU Provinsi Jawa Tengah berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dalam menjaga keberlanjutan pendidikan pemilih, pelayanan publik, serta eksistensi kelembagaan di tengah masyarakat pada masa non-tahapan. (rza/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang) ....
KPU Kota Semarang Ikuti Rakor Mutarlih, Kebut Pembersihan Data Pemilih Ganda dan Luar Negeri demi Perkuat Akurasi Pemilu
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Ikuti Rapat Koordinasi Penyelesaian Data Ganda, Tidak Padan, Invalid, dan Data Luar Negeri yang digelar secara daring oleh KPU Provinsi Jawa Tengah untuk mempercepat pembersihan data pemilih ganda, data tidak padan, data invalid, hingga data pemilih luar negeri, Rabu (3/6). Rapat koordinasi tersebut diikuti jajaran komisioner KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, termasuk KPU Kota Semarang. Kegiatan ini difokuskan pada pemutakhiran dan peningkatan kualitas daftar pemilih guna memastikan data pemilih semakin akurat, transparan, dan akuntabel. Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono dalam arahannya menegaskan bahwa validitas data pemilih merupakan fondasi utama legitimasi pemilu. Oleh karena itu, berbagai temuan seperti data ganda antardaerah, data yang tidak padan dengan sistem administrasi kependudukan nasional, hingga status pemilih yang berada di luar negeri perlu segera disinkronkan dan ditindaklanjuti. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meminimalkan potensi permasalahan maupun sengketa yang dapat muncul pada tahapan pemilu mendatang. Selain membahas tindak lanjut penyelesaian data bermasalah, rapat koordinasi juga bertujuan menyamakan persepsi antara KPU Provinsi Jawa Tengah dan KPU Kabupaten/Kota dalam penanganan data ganda serta data tidak padan. Kesamaan pemahaman dinilai penting agar proses pemutakhiran data pemilih dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan data yang berkualitas. Forum tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana koordinasi untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi daerah dalam proses pencocokan dan penelitian data pemilih. Berbagai masukan dari KPU Kabupaten/Kota menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan langkah perbaikan bersama. Melalui kegiatan ini, KPU Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas data pemilih melalui proses pemutakhiran yang berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terselenggaranya pemilu yang akurat, kredibel, dan berintegritas, sekaligus menjamin hak pilih masyarakat terlindungi dengan baik. (rhd/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang) ....
KPU Kota Semarang Gandeng Parpol Manfaatkan Lumpia untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih Menuju Pemilu 2029
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id – KPU Kota Semarang menggandeng partai politik peserta Pemilu 2024 untuk memanfaatkan media podcast KPU Kota Semarang bertajuk Lumpia, Lapak Diskusi Pemilu dan Pemilihan yang akan ditayangkan live sebagai sarana pendidikan pemilih dan peningkatan partisipasi masyarakat menjelang Pemilu 2029, Selasa (2/6). Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Sosialisasi Pendidikan Pemilih melalui Media Podcast yang digelar di Aula Lantai 3 Kantor KPU Kota Semarang. Kegiatan yang diikuti perwakilan partai politik peserta Pemilu 2024 tersebut merupakan bagian dari strategi KPU Kota Semarang untuk memperluas jangkauan pendidikan pemilih melalui platform digital yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Ketua KPU Kota Semarang Ahmad Zaini mengatakan peningkatan partisipasi pemilih masih menjadi pekerjaan rumah bersama menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, keberhasilan meningkatkan partisipasi masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab KPU, tetapi juga memerlukan dukungan dan keterlibatan partai politik. “Di tahun 2029 kita masih punya pekerjaan rumah bersama untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Tugas ini menjadi milik kita bersama. KPU memiliki tugas sosialisasi dan pendidikan pemilih, sementara ini menjadi kesempatan bagi partai politik untuk memperkenalkan visi, misi, serta berbagai kegiatan yang telah dilakukan kepada masyarakat,” ujar Zaini. Ia menjelaskan, tingkat partisipasi pemilih secara nasional pada pemilu sebelumnya masih berada di kisaran 71 persen, sementara target nasional yang ingin dicapai berada di atas 77 persen. Karena itu, KPU Kota Semarang terus mengembangkan berbagai metode sosialisasi, baik melalui media digital maupun kegiatan tatap muka. Selain podcast, KPU Kota Semarang juga tetap melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih secara langsung, terutama di wilayah yang memiliki tingkat partisipasi masyarakat relatif rendah. Zaini menambahkan, podcast dipilih karena dinilai mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus memberikan ruang bagi partai politik untuk menyampaikan informasi secara langsung kepada publik. “Melalui podcast KPU Kota Semarang, kami ingin memfasilitasi partai politik untuk dapat mengeksplorasi dan memperkenalkan partainya masing-masing kepada masyarakat,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, Novi Maria Ulfah, menjelaskan bahwa program podcast tersebut merupakan pengembangan dari kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan pada 2022. Menurut Novi, pelaksanaan tahun ini memiliki konsep yang lebih interaktif karena disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube KPU Kota Semarang sehingga masyarakat dapat berinteraksi secara real time dengan narasumber. “Kegiatan ini mirip dengan tahun 2022. Bedanya, kalau dulu dilakukan dengan metode rekaman atau taping, sekarang akan dilaksanakan secara live sehingga memungkinkan interaksi langsung dengan para penonton di YouTube,” jelasnya. Novi mengatakan podcast akan menjadi sarana branding sekaligus media edukasi bagi partai politik untuk memperkenalkan visi, misi, dan program kepada masyarakat dalam suasana yang lebih santai namun tetap informatif. Dalam pemaparan teknis, Novi menjelaskan bahwa podcast akan berlangsung selama 30 hingga 60 menit dan menghadirkan narasumber dari unsur partai politik, baik ketua, sekretaris, bendahara, maupun perwakilan lain yang ditunjuk secara resmi. Narasumber juga diharapkan hadir paling lambat 10 menit sebelum siaran dimulai. KPU Kota Semarang menegaskan seluruh materi yang disampaikan dalam podcast harus mengedepankan edukasi publik dan tidak memuat unsur hoaks, ujaran kebencian, maupun narasi yang menjatuhkan pihak lain. Melalui kolaborasi tersebut, KPU Kota Semarang berharap podcast dapat menjadi ruang komunikasi yang sehat antara partai politik dan masyarakat sekaligus memperkuat pendidikan pemilih sejak jauh hari sebelum tahapan Pemilu 2029 dimulai. (awh/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang) ....