Berita Terkini

Monitoring Pelaksanaan Tes Wawancara Calon PPS Kota Semarang untuk Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melakukan monitoring pelaksanaan tes wawancara calon anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kota Semarang untuk Pemilu 2024, Kamis (19/1). Monitoring tersebut dilaksanakan pada 18 dan 19 Januari 2023 kepada seluruh kantor kecamatan di Kota Semarang. Pada Hari pertama, monitoring dilakukan di 14 Kecamatan yakni Semarang Tengah, Semarang Timur, Candisari, Semarang Selatan, Semarang Barat, Gayamsari, Genuk, Pedurungan, Gunungpati, Tembalang, Banyumanik, Tugu, Mijen, Ngaliyan.  Selanjutnya pada 19 Januari 2023 KPU Kota Semarang melakukan monitoring ke Kecamatan Gajahmungkur dan Semarang Utara. Proses monitoring tersebut dilaksanakan oleh Ketua dan Anggota KPU Kota Semarang, dan Sekretaris KPU Kota Semarang, Hari Soesilo serta seluruh sekretariat KPU Kota Semarang. Dalam kunjungannya, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) bersyukur karena pelaksanaan tes wawancara dapat berjalan dengan baik. "Aman pelaksanaannya, yang terpenting itu, terima kasih kepada sekretariat PPK, bapak/ibu camat dan sekcam," kata Nanda saat melakukan kunjungan ke Kantor Kecamatan Semarang Tengah. Nanda berharap seluruh calon anggota PPS yang mengikuti tes wawancara dapat menyampaikan kemampuan dan kecakapan dalam bidang kepemiluan, sehingga KPU Kota Semarang dapat melakukan penilaian secara objektif. "Semoga semua peserta dapat mengikuti tes wawancara ini dengan optimal agar kami bisa memberikan penilaian yang lebih objektif. Kami juga berharap hasil tes wawancara ini bisa menghasilkan anggota PPS yang lebih baik," ujar Nanda. Berdasarkan pengumuman tentang perpanjangan pendaftaran seleksi calon anggota PPS, hasil wawancara dan seleksi PPS akan diumumkan pada tanggal 21 hingga 23 Januari 2023.  Untuk penetapan anggota PPS akan dilakukan pada 23 Januari 2023, sementara itu pelantikan anggota PPS terpilih akan dilaksanakan pada 24 Januari 2023. (mir/ed. Foto: Dok KPU Kota Semarang)

Rapat Pemetaan & Pembentukan TPS Lokasi Khusus Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengikuti Rapat Pemetaan & Persiapan Pembentukan TPS di Lokasi Khusus untuk Pemilu Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Rabu (18/1). Rapat tersebut menggundang Bawaslu, Kanwil Kemenkuham, Kanwil Kemenag, BPBD, dan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Selain itu KPU Provinsi Jawa Tengah juga mengundang Ketua Divisi Data dan Informasi beserta operator Sidalih dari 35 KPU kabupaten/kota Se-Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro menyampaikan informasi mengenai pemetaan & persiapan pembentukan TPS di lokasi khusus untuk penyusunan daftar pemilih Pemilu 2024. “Pemetaan TPS adalah langkah awal yang sangat krusial, kita selalu menghadapi regulasi dan keadaan yang baru, di samping itu PKPU 7 ini mengatur TPS lokasi khusus, jika biasanya pemilih mengurus A5 pindah memilih sekarang tidak harus, sehingga kemudian pemetaan TPS ini dapat maksimal nantinya," kata Paulus. Ia menambahkan, TPS khusus ini untuk mengakomodir tempat-tempat yang memiliki potensi berkumpulnya pemilih dalam jumlah besar.  "TPS khusus ini untuk mengakomodir tempat-tempat seperti LP, perusahaan, panti, pondok pesantren, dll sehingga dapat melayani pencoblosan tanpa harus mereka mengurus A5 tadi atau kembali ke tempat asal," tegasnya. Kepala Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Tengah, Henry Wahyono menyampaikan kepada KPU kabupaten/kota untuk memperhatikan batasan maksimal 300 orang per TPS, dan jika tiap TPS sudah melebihi 300 orang, maka harus membuka TPS baru. Ia meminta untuk memedomani aturan pada Surat KPU RI Nomor 13/TIK.04-SD/14/2023 perihal Data Hasil Sinkronisasi Dalam Negeri untuk Pemilu Tahun 2024. "Surat KPU RI Nomor 13 kemarin, teman-teman KPU kabupaten/kota hanya melakukan pemetaan TPS melalui Excel dan tidak melakukan perubahan elemen data kecuali kolom nomor TPS sampai dengan nanti proses coklit dilaksanakan,” tandasnya. Sebagai informasi, hasil penyandingan Daftar Penduduk Potensi Pemilih Pemilihan (DP4) dengan Data Pemilih Berkelanjutan (DPB) untuk penyusunan daftar pemilih Pemilu 2024 di Kota Semarang sejumlah 1.281.855 orang. Dalam rapat tersebut, KPU Provinsi Jawa Tengah dan KPU kabupaten/kota yang hadir juga mengikuti rapat dengan KPU RI secara daring.  Rapat daring ini membahas teknis dan cara kerja Sidalih, seperti cara pembuatan akun oleh admin KPU kabupaten/kota kepada operator PPK, unggah data DP4 yang telah dilakukan pencermatan, serta pemetaan TPS reguler & TPS lokasi khusus. (yts/ed. Foto: yts/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Persiapkan Tes Wawancara Calon Anggota PPS Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan PPK Kota Semarang untuk mempersiapkan tes wawancara calon anggota PPS Pemilu Tahun 2024, Senin (16/1). Kegiatan yang berlangsung di Aula KPU Kota Semarang tersebut mengundang Ketua dan Anggota PPK Divis Hukum dan SDM Kota Semarang. Dalam pembukaan rakor, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) mengatakan, tes wawancara calon anggota PPS Pemilu 2024 akan dilakukan oleh PPK di masing-masing kecamatan.  Nanda meminta PPK Kota Semarang untuk mempersiapkan tahapan tersebut dengan baik. Selain itu ia juga meminta PPK untuk menjaga integritas saat menggelar tes wawancara, sehingga dapat menghasilkan anggota PPS yang berkualitas. Sementara itu, Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Novi Maria Ulfah mengatakan, antara PPK dan PPS perlu kerjasama yang solid agar tahapan Pemilu 2024 dapat berjalan dengan baik. "Perlu ada kerjasama antara PPK dan PPS supaya pemilihan dapat berjalan dengan lancar dan aman, perlu juga saling berkolaborasi dalam kegiatan untuk kelancaran pelaksanaan Pemilu," kata Novi. Terkait pendalaman wawancara, Novi menjelaskan bahwa anggota PPK yang akan menggelar tahapan tersebut perlu menggali kecakapan calon anggota PPS, diantaranya mengenai pengetahuan kepemiluan, komitmen, serta rekam jejak. "Perlu digali pemahaman calon mengenai pengetahuan kepemiluan, seperti teknis penyelenggaraan, kelembagaan, pengetahuan kewilayahan, dan administrasi kepemiluan. Selanjutnya mengenai komitmen, integritas, profesionalisme, loyalitas, visi. Selain itu mengenai rekam jejak calon, riwayat dan pengalaman kepemiluan, pengalaman organisasi, pengalaman kerja, dan riwayat pendidikan," ujar Novi. Pelaksanaan tes wawancara calon anggota PPS akan digelar di masing-masing kantor kecamatan pada tanggal 18 dan 19 Januari 2023. (sar/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Penandatanganan Perjanjian Kinerja KPU Kota Semarang Tahun 2023

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) Tahun Anggaran 2023 di aula Kantor KPU Kota Semarang, Jalan Pemuda Nomor 175, Jumat (13/1). PK tersebut ditandatangani oleh seluruh pegawai KPU, yakni, ketua dan anggota, sekretaris dan kasubag, serta staf KPU Kota Semarang. Penyusunan dan penandatanganan PK itu sebagai tindak lanjut atas Keputusan KPU RI Nomor 5/PR.03-1-Kpt/03/KPU/I/2018 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja dan Pelaporan Kinerja di Lingkungan KPU. Selain menindaklanjuti Keputusan KPU RI, penandatanganann PK itu juga sebagai wujud pelaksanaaan Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah (SAKIP) dan menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja KPU Kota Semarang. Terkait penyusunan PK, butir indikator kinerja KPU Kota Semarang mengacu pada Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Berdasarkan Keputusan KPU RI, penyusunan PK tersebut harus dilakukan paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender setelah disahkannya Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). (teks: rap/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Sarasehan Pendidikan Demokrasi Untuk Pelajar

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri acara Sarasehan Bincang-Bincang bersama KPU Kota Semarang dengan tema Pendidikan Demokrasi untuk Pelajar di SMK Muhammadiyah 1 Kota Semarang, Jumat, (13/01).  Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1, Lukman Hakim menjelaskan, acara tersebut merupakan ajang pembelajaran penting bagi para siswa, karena praktik-praktik demokrasi sangat erat dengan kehidupan sosial, salah satu praktik demokrasi yang perlu dipelajari oleh para siswa adalah partisipasi memalui pemilihan umum. Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah hadir sebagai pemateri untuk diskusi ini menjelaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pemilu. Dengan materi yang disampikan, diharapkan para siswa dapat menumbuhkan keinginan untuk ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemilu. Novi menyampaikan, pada hari pemungutan suara Pemilu 2024 yang jatuh pada Hari Rabu, 14 Februari 2024, para siswa SMK Muhammadiyah dapat dikategorikan sebagai pemilih pemula.  Karena partisipasi sebagai pemilih pemula merupakan hal yang baru, maka Novi menyarankan para siswa untuk mempelajari visi dan misi serta background kandidat yang akan berkompetisi di Pemilu 2024. Novi juga mendorong para pemilih pemula agar dapat belajar menjadi pemilih yang cerdas melalui partisipasi mereka di kegiatan keorganisasian sekolah, seperti IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) yang ada di SMK Muhammadiyah 1. Selain mengisi kegiatan sarasehan, Novi juga menjadi narasumber dalam podcast "Pod Smart Moehi Media" yang membahas peran pemilih pemula dalam pemilu dan pemilihan. "Pesan saya untuk melibatkan adek-adek pelajar secara aktif bisa melalui organisasi mulai dari organisasi masyarakat, keagamaan, kepemudaan. Belajar tidak hanya di ruang kelas tapi juga bersosialisasi di dalam organisasi tersebut," kata Novi.  Novi menambahkan, dengan bentuk partisipasi tersebut, para siswa dapat mengembangkan kepedulian terhadap keadaan sosial di masyarakat. "Partisipasi mereka itu dapat memunculkan kepedulian terhadap masyarakat dan dalam organisasi. Para siswa juga dapat belajar bagaimana cara manajemen orang dalam organisasi, bahkan belajar mengenai politik," Tambah Ibu Novi Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya partisipasi dalam pemilu dan menjadi pemilih yang cerdas. Ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam Pemilu Serentak Tahun 2024 dan menjadi generasi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. (mir/ed. Foto: mir/str/KPU Kota Semarang)

Persiapkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Kota Semarang Lantik Sekretariat PPK

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Untuk mendukung pelaksanaan tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melantik 48 orang sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Rabu (11/01). Pada pelantikan dan pembekalan sekretariat PPK yang berlangsung di Mahima Hotel Semarang tersebut, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) mengatakan, sekretariat PPK bertugas membantu PPK dalam melaksanakan tahapan pemilu.  "Tugas pokok sekretariat yang telah dilantik adalah membantu PPK selaku kepanjangan tangan dari KPU Kota Semarang dalam setiap tahapan persiapan pemilu," ujar Nanda. Nanda melanjutkan, pelantikan sekretariat PPK itu merupakan salah satu dari sekian banyak tahapan Pemilu 2024 yang harus dilaksanakan oleh KPU. Terkait rekrutmen badan adhoc, Nanda menjelaskan, pasca pelantikan sekretariat PPK, KPU Kota Semarang harus mempersiapakan proses wawancara kepada calon anggota PPS yang lolos pada tahap tes CAT. "Setelah pelantikan sekretariat PPK ini, KPU Kota Semarang masih harus melanjutkan proses seleksi wawancara dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang telah melaksanakan Ujian tertulis pada Senin dan Selasa (09/01 dan 10/01)," tambahnya. Sementara itu, Plt. Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita) yang turut menyaksikan prosesi pelantikan berpesan kepada sekretariat PPK untuk membantu kerja PPK dan ikut mempersiapkan kemungkian cuaca buruk yang berpotensi mengganggu tahapan Pemilu 2024. "Kemungkinan di awal tahun hingga Februari cuaca akan kembali seperti ini, maka harus dipersiapkan bersama. Kita tidak ingin ya ada kendala, tapi hal ini perlu dipersiapkan," kata Ita. Senada dengan Ita, Nanda juga menyampaikan bahwa sekretariat dan PPK perlu melakukan mitigasi atas kerawanan tahapan pemilu dengan lembaga yang berwenang di masing-masing wilayah. Nanda berharap pelaksanaan tahapan Pemilu 2024 khususnya di Kota Semarang dapat berjalan lancar, dapat memberi manfaat positif dan tidak meninggalkan ekses. "Semoga tahapan Pemilu 2024 dapat berjalan lancar, sukses, sehat, berintegritas dan juga memberikan manfaat positif," tutup Nanda. (mir/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)