Gebangsari Siap Tingkatkan Partisipasi
Gebangsari Siap Tingkatkan Partisipasi #TemanPemilih Selasa(21/6) KPU Kota Semarang mengunjungi Kelurahan Gebangsari Kecamatan Genuk Kota Semarang. Tujuan utama untuk sosialisasi dan evaluasi kelurahan dengan tingkat partisipasi pemilih rendah pada pemilihan walikota dan wakil walikota semarang tahun 2020. Tim Sosialisasi KPU Kota Semarang yang hadir kala itu Ahmad Zaini (Anggota KPU Kota Semarang) Tobirin (Kasubag TPH) beserta staf sekretariat KPU Kota Semarang disambut Lurah Gebangsari, Sekretaris kelurahan dan staf kelurahan Gebangsari serta perwakiran dari elemen tokoh masyarakat, pengurus PKK, LPMK, Karangtaruna dan penyelenggara pemilu di Gebangsari. Tujuan utama tim dari KPU Kota Semarang adalah mendatangi langsung masyarakat di Kota Semarang untuk berdiskusi permasalahan yang terjadi dan mungkin terjadi pada penyelenggaraan pemilihan umum untuk menemukan jalan keluar dari masalah, sehingga pada even pemilu serentak 2024 mendatang, partisipasi masyarakat di kelurahan Gebangsari bisa lebih tinggi. Dra Sugiarti (Kepala Kelurahan Gebangsari) mengatakan bahwa karakteristik masyarakat Gebangsari adalah masyarakat pekerja yang dan banyak perumahan kelas menengah, secara KTP dan KK masih beralamat di Gebangsari dan rumah masih ada namun berdomisili di tempat lain tanpa merubah administrasi kependudukan. “Banyak warga yang alamat rumah disini (Gebangsari) namun tinggal di rumah lain, tanpa merubah administrasi kependudukan, sedangkan rumah disini disewakan untuk kos karyawan pabrik” tegasnya. Hal tersebut membuat daftar pemilih di Gebangsari dan jumlah pemilih yang datang ke TPS selisih relatif banyak. Kedepan harapan Sugiarti, siap bekerja maksimal, dengan persiapan maksimal dari sekarang ini, kedepan bisa meningkatkan partisipasi di Gebangsari. Ahmad Zaini (Anggota KPU Kota Semarang) mengatakan bahwa prosentase pemilih di Kota Semarang pada Pilwakot 2020 pada anagka 68,30 %, Kecamatan Genuk 70,45 % dan kelurahan Gebangsari 62,91 % tertinggi di Genuk 85,82 %. Penyebab partisipasi belum maksimal relatif sama dengan kelurahan lain, adanya pandemi covid 19, memilih kerja, dan domisili di tempat lain dan tidak kembali ke Gebangsari untuk menggunakan hak pilih. Nining Susanti (narasumber Anggota Bawaslu Kota Semarang) pada paparannya mengatakan Tingkat partisipasi pemilih menurun, maka akan berpengaruh pada kualitas demokrasi dan legitimasi para kontestan dalam pemilu, para kepala daerah terpilih dalam pilkada, partisipasi dan peran serta masyarakat adalah nyawa dalam proses penyelenggaran dan pengawasan Pemilihan Umum dan Pilkada. Pemilu dan Pilkada membutuhkan penyelenggara yang netral, berintegritas , profesional dari banyak unsur masyarakat, dengan melibatkan banyak orang, potensi mencegah pelanggaran akan semakin maksimal. “Menjaga nilai demokrasi akan terjaga dan Pemilu benar-benar menghasilkan sosok yang bisa dipertanggungjawabkan melalui proses demokrasi dengan partisipasi maksimal, harapannya masyarakat Gebangsari bisa melaksanakan peran itu” tegas Nining.