Berita Terkini

Rakor Persiapan Tahapan Kampanye Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri rapat koordinasi (rakor) persiapan pelaksanaan tahapan kampanye dan bidang partisipasi masyarakat serta kehumasan Pemilu 2024, Senin (16/10).  Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor KPU Kabupaten Semarang tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosparmas, Novi Maria Ulfah.  Acara dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Akmaliyah. Sebelum rakor, peserta mengikuti materi KPU RI secara daring tentang pelaksanaan nonton bareng film "Kejarlah Janji". Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal KPU RI, Cahyo Ariawan memaparkan petunjuk teknis KPU goes to pesantren dan KPU goes to campus.  Kegiatan tersebut akan dilaksanakan untuk memperingati Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2023 dan peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2023.  Sasaran pemilih untuk kegiatan tersebur yaitu pemilih pemula dan muda, rentang usia 17 tahun sampai dengan 40 tahun. "Bentuk kegiatan sosialisasi yaitu nonton bareng film "Kejarlah Janji". Waktunya disesuaikan dengan masing-masing kabupaten/kota dan ponpes/kampus tersebut," terang Cahyo. Selanjutnya rakor tersebut juga membahas tentang kesiapan pelaksanaan kampanye di masing-masing kabupaten/kota di Jawa tengah. Selain kesiapan kampanye, juga dibahas tentang hasil penilaian SAQ di masing-masing KPU kabupaten/kota dari Komisi Informasi Publik Jawa Tengah. Hasil penilaian SAQ tersebut KPU kabupaten/kota diberikan kesempatan untuk melakukan masa sanggah ke KIP Jateng. Diharapkan KPU kabupaten/kota patuh untuk input penilaian SAQ. Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro menyampaikan bahwa terdapat enam satker yang memenuhi syarat penilaian KIP Jateng. "Terdapat 6 kabupaten/kota yang memenuhi syarat penilaian SAQ KIP Jawa Tengah. Diharapkan yang belum lolos, untuk mengajukan permohonan masa sanggah," kata Paulus. (nmu/ed. Foto: nmu/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi Pemilos SMK Negeri 6 Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri undangan sebagai narasumber dalam rangka kegiatan Pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 6 Semarang, Senin (16/10). Hadir sebagai narasumber, Anggota KPU Kota Semarang, Heri Abriyanto. Sebelum menyampaikan materi tentang teknis pemungutan suara dan penghitungan suara, Heri sedikit menjelaskan garis besar tentang Pemilu kepada peserta sosialisasi di SMK Negeri 6 Semarang. “Jadi sebelum membahas mengenai Pemilos adik-adik di sini harus paham dulu apa itu Pemilu dan syarat-syarat pemilih untuk dapat menggunakan hak pilihnya, begitupun dengan tahapan persiapan pemilu juga,” Kata Heri. Heri mengatakan penyusunan daftar pemilih untuk Pemilu berbeda dengan daftar pemilih pada pemilos. Jika pada Pemilu salah satu syarat pemilih adalah berusia minimal 17 tahun, sedangkan di SMK Negeri 6 Semarang, daftar pemilih pemilos seluruh warga SMK Negeri 6. Dalam paparan selanjutnya Heri menjelaskan tahapan apa saja yang perlu disiapkan oleh MPK SMK Negeri 6 Semarang, agar nantinya pemilos berjalan dengan lancar dan demokratis. “Untuk adik-adik MPK nantinya bisa membentuk panitia kecil terlebih dahulu untuk mengatur tata tertib pemilos. Seperti bagaimana kampanye harus berjalan, penyiapan logistik pemilos seperti surat suara, alat coblos, bilik suara dan sebagainya, bagaimana tahapan pemilos berlangsung,” kata Heri. Pada sesi selanjutnya Heri akan menjelaskan bagaimana proses pemilos melalui kegaiatan praktik proses pemilos di TPS. “Kita praktekan langsung saja bagaimana teknis pada saat di TPS, teknis pencoblosan, teknis pemungutan dan penghitungan suara, cara membedakan surat suara sah dan tidak sah, agar lebih dalam melalui praktek di lapangan,” kata Heri. (ina/ed. Foto: ina/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Sosialisasikan Sistem Pemilu Indonesia di SMA Daniel Creative

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadir sebagai narasumber pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA Daniel Creative Semarang dengan tema "Sistem Pemilu di Indonesa", Senin (16/10). Hadir sebagai Narasumber Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda). Pada kesempatan tersebut Nanda mengawali kegiatan dengan mengajukan pertanyaan kepada para siswa SMA Daniel Creative, untuk membuka wawasan seputar arti dan fungsi penting Pemilu bagi masyarakat, dan juga landasan Bangsa Indonesia. Nanda juga menjelaskan bahwa perbedaan sosial tidak membatasi masyarakat untuk memberikan suara bagi Bangsa Indonesia.  "Perbedaan itu hal yang wajar dalam demokrasi, asalkan kita sebagai masyarakat Indonesia tidak bersikap apatis atau bahkan tidak mau Tthu dengan kondisi bangsa kita akhir-akhir ini," kata Nanda. Pada sesi tanya jawab, beberapa murid mengajukan beberapa pertanyaan yang cukup kritis mengenai kondisi politik dan demokrasi di Indonesia. Dari beberapa pertanyaan tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kepedulian mereka cukup baik atas kondisi politik bangsa ini.  Dalam materi yang disampaikan mengenai pemilihan ketua Osis, Nanda mengatakan para murid yang terlibat dalam kegiatan itu telah belajar mengenai praktik demokrasi yang terjadi di Indonesia Ia berharap para murid yang terlibat dalam pemilos dapat berpartisipasi aktif sehingga bisa mengetahui bagaimana praktik demokrasi dalam lingkungan sekolah. "Para murid yang terlibat, baik dalam simulasi atau nanti dalam kegiatan pemilihan ketua OSIS silahkan menikmati proses ini karena dari situ masuk pembelajaran mengenai nilai-nilai demokrasi," ujar Nanda. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Sosialisasikan Pemilu 2024 kepada Pelajar SMA Negeri 9

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri kegiatan sosialisasi mengenai Pemilu Tahun 2024 melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Suara Demokrasi kepada 396 siswa dan siswi pelajar kelas XI SMA Negeri 9 Semarang, Senin (16/10). Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan P5 tersebut, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Hukum dan Pengawasan, Suyanto. Dalam materi yang disampaikannya, Suyanto menjelaskan, siswa dan siswi SMA N 9 yang berusia 17 tahun telah memiliki hak pilih pada Pemilu 2024. "Berdasarkan syarat pemilih di Pemilu 2024, adik-adik yang telah berusia 17 tahun berarti sudah memiliki hak pilih dan memiliki hak untuk nyoblos nanti di Hari Rabu, 14 Februari 2024," kata Suyanto. Lebih lanjut mengenai hak pilih para pelajar SMA, Suyanto menambahkan bahwa menurut regulasi penyusunan daftar pemilih, pelajar yang saat ini masih berusia 16 tahun, tetapi pada saat hari pemungutan suara Pemilu 2024 (14 Februari 2024) dirinya berulang tahun, maka pelajar tersebut sudah memiliki hak pilih dan terdaftar dalam daftar pemilih KPU. "Yang saat ini masih 16 tahun, tetapi tahun depan ulang tahun siapa? sebelum 14 Februari 2024. Nah adik-adik ini tetap memiliki hak pilih di Pemilu 2024. Adik-adik ini menurut regulasi sudah masuk dalam daftar pemilih," terang Suyanto. Suyanto meminta para pelajar yang telah memiliki hak pilih di Pemilu 2024 untuk mengecek melalui website cekdptonline.kpu.go.id agar mengetahui status hak pilih, dan lokasi TPS di mana yang bersangkutan akan menyalurkan hak pilihnya. "Nah adik-adik bisa lihat melalui cekdptonline.kpu.go.id. yang bawa KTP dan bawa HP sini, dibuka lewat browser. Jadi teman kita ini belum berusia 17 tahun, tetapi karena Januari tahun depan berulang tahun maka sudah masuk dalam daftar pemilih, ini bisa dilihat di aplikasi ini," ujar Suyanto. Pada Pemilu 2024 mendatang, Suyanto menjelaskan bahwa para pelajar yang telah memiliki hak pilih akan menerima lima jenis surat suara yang berbeda. "Ada berapa surat suara yang akan diberikan? ya benar 5 (lima). jadi adik-adik yang sudah memiliki hak pilih nanti waktu akan nyoblos akan diberi lima surat suara. Warna abu-abu untuk pilpres, kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, biru untuk DPRD provinsi, dan hijau untuk DPRD kabupaten/kota," papar dia. Menjawab pertanyaan siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai informasi kepemiluan di media sosial, Suyanto menjelaskan bahwa para pelajar perlu kritis terhadap konten-konten yang diberedar di dalamnya. Ia berharap para pelajar bisa mengidentifikasi keabsahan informasi yang beredar di media sosial sebelum berkomentar, memposting ulang, atau mengabarkan kepada orang lain. "Adik-adik harus kritis terhadap informasi yang diterima ya, jangan langsung di share, cek dulu sumbernya, bagaimana isi informasinya, jangan langsung percaya terhadap semua informasi yang disampaikan," ujarnya. Suyanto mengapresiasi para pelajar yang teliti dengan konten-konten viral di media sosial saat ini, karena pada tahapan kampanye Pemilu 2024, penyebarluasan informasi tersebut bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. "Betul bahwa tidak semua informasi di media sosial itu mencerahkan. Bagus jika adik-adik sudah menyadari itu, karena ada juga yang menyebarkan berita bohong, atau kampanye yang tidak berintegritas dan ini harus adik-adik antisipasi ya," kata Suyanto. Kegiatan P5 Suara Demokrasi SMA N 9 yang diikuti oleh seluruh pelajar kelas XI tersebut dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Selain dihadiri oleh pelajar, guru, tenaga pendidik, dan mahasiswa magang di SMA N 9 juga turut hadir dan menyaksikan sosialisi P5 Suara Demokrasi. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Serah Terima Kirab Pemilu 2024 KPU Kabupaten Klaten kepada KPU Kabupaten Sleman

Sleman, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri proses serah terima Kirab Pemilu 2024 "Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa" dari KPU Kabupaten Klaten kepada KPU Kabupaten Sleman, Jumat (13/10). Serah terima tersebut menandai rampungnya pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 jalur III yang berlangsung melewati 4 satker KPU kabupaten/kota di Jawa Tengah . KPU Kabupaten Klaten memungkasi pelaksanaan sosialisasi KPU kepada masyarakat umum melalui Kirab Pemilu 2024 jalur III di Provinsi Jawa Tengah sebelum pada Jumat, 13 Oktober 2023 diserahterimakan kepada KPU Kabupaten Sleman untuk melakukan kegiatan sosialisasi Pemilu 2024 di DIY. Berlangsung di Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman, Ketua KPU Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi mengatakan bahwa Kirab Pemilu 2024 dilakukan secara gembira untuk menggambarkan bahwa pemilu dilakukan sebagai sarana integrasi bangsa. "Pemilu tidak hanya melembagakan persaingan politik, tetapi juga sebagai simbol bahwa Pemilu itu dilakukan dan dirajut dengan sukacita agara sesuai dengan slogan kita, yaitu Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa. Penuh dengan keriangan," kata Trapsi. Selain itu Trapsi juga berharap bahwa seluruh PPK dan PPS siap melaksanakan tahapan Pemilu 2024 secara profesional dan berintegritas. "Siap teman-teman PPK, dan PPS? Oke, terima kasih, mari kita laksanakan tahapan Pemilu dengan baik, penuh kegembiraan, tanggung jawab dan berintegritas sampai seluruh tahapan Pemilu selesai," kata Trapsi. Serah terima Kirab Pemilu 2024 dari KPU Kabupaten Klaten ke KPU Kabupaten Sleman dihadiri oleh Deputi Bidang Teknis Sekretariat Jenderal KPU RI, Eberta Kawima. Dalam sambutannya, Eberta mengatakan bahwa Kirab Pemilu 2024 yang sebelumnya diawali dari 7 lokasi bergerak secara bersama-sama untuk memberikan sosialisasi Pemilu 2024 kepada masyarakat. "Bukan serentaknya, tetapi bagaimana proses Kirab Pemilu 2024 ini dilakukan dengan support banyak pihak, dilakukan secara meriah dan gembira, sehingga benar mencerminkan bahwa Pemilu itu sarana integrasi bangsa," kata dia. Selain Eberta, serah terima kirab tersebut juga dihadiri oleh jajaran Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU DIY, KPU Provinsi Jawa Tengah, KPU Kabupaten Sleman, KPU Kabupaten Klaten, dan satker KPU kabupaten/kota di wilayah sekitar Jawa Tengah dan DIY. Pelaksanaan kirab Pemilu dimulai pukul 13.50 WIB dari kantor KPU Kabupaten Sleman menuju Pendopo Parasamya, Kantor Bupati Sleman. Pada proses serah terima tersebut, selain dilaksanakan proses penandatanganan berita acara serah terima kirab, seluruh perwakilan parpol tingkat Kabupaten Sleman, Bupati Sleman, serta jajaran Forkopimda Sleman juga melakukan pengucapan dan penandatanganan deklarasi Pemilu 2024 secara damai dan berintegritas. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Serah Terima Kirab Pemilu 2024 KPU Kabupaten Jepara kepada KPU Kabupaten Kendal

Kendal, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri proses serah terima Kirab Pemilu 2024 "Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa" dari KPU Kabupaten Jepara kepada KPU Kabupaten Kendal, Jumat (13/10). Hadir sebagai tamu undangan Anggota KPU Kota Semarang Novi Maria Ulfah Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM. Berlangsung di Stadion Utama Kendal yang terletak di Kelurahan Kebon Dalem, Kabupaten Kendal, Acara dibuka oleh sambutan dari Ketua KPU Kabupaten Jepara, Subchan Zuhri. Zuhri mengatakan bahwa Kirab Pemilu 2024 ini bisa menjadi sarana mensosialisasikan pemilu damai dan bisa menjadi pemilu yang berintegritas. "Dengan adanya Kirab Pemilu 2024 ini menjadi sarana bagi kita semua untuk bisa mensosialisasikan pemilu damai, pemilu yang berintegritas dan tentunya pemilu yang bersih," kata Subchan Zuhri. Serah terima Kirab Pemilu 2024 dari KPU Kabupaten Jepara ke KPU Kabupaten Kendal dihadiri oleh Bupati Kabupaten Kendal, Dico Ganinduto. Dalam sambutannya, Dico mengatakan bahwa dengan adanya Kirab Pemilu 2024 ini Dico berharap bahwa kegiatan ini bisa menjadi wadah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat umum mengenai Pemilu dan mengajak Masyarakat untuk tidak golput pada saat Pemilu 2024. “Saya sangat senang dengan adanya kegiatan Kirab Pemilu 2024, karena dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang Pemilu dan bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemilu dan meningkatkan jumlah antusias masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya,” kata Dico. Kemudian Acara dilanjutkan dengan pembukaan dari Plh. Ketua KPU Kabupaten Kendal, Rokhimudin.  Dalam sambutannya KPU Kabupaten Kendal berharap bahwa Kirab Pemilu ini bisa membawa nama baik dari masing-masing partai politik untuk menjunjung Pemilu yang jauh dari isu-isu negatif. Turus serta mengundang PPK se-Kabupaten Kendal dan PPS Dapil I Kabupaten Kendal, Rokhim mengajak seluruh PPK dan PPS yang terlibat dalam persiapan tahapan pemilu untuk bisa ikut serta mensukseskan tahapan Pemilu 2024. "Kepada seluruh PPK se-Kabupaten Kendal, dan PPS Dapil I Kabupaten Kendal apakah siap mendukung semua proses tahapan pemilu 2024 agar berjalan dengan lancar aman dan damai? Oke, terima kasih, mari kita laksanakan tahapan Pemilu dengan aman, damai dan berintegritas  agar seluruh prosesnya berjalan lancar," kata Rokhim. Pelaksanaan kirab dimulai pukul 16.00 WIB dari kantor Stadion Utama Kendal yang di buka oleh Bupati Kabupaten Kendal, Dico Ganinduto. Pada proses serah terima tersebut, selain dilaksanakan proses penandatanganan berita acara serah terima kirab, seluruh perwakilan parpol tingkat Kabupaten Kendal, Bupati Kendal, serta jajaran Forkopimda Kendal juga melakukan pengucapan dan penandatanganan deklarasi Pemilu 2024 secara damai dan berintegritas. (ina/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)