Berita Terkini

KPU Kota Semarang Hadiri Serah Terima Kirab Pemilu KPU Kota Salatiga

Salatiga, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri acara undangan Serah Terima Kirab Pemilu 2024, sesuai dengan surat undangan KPU Kota Salatiga Nomor 1338/PP.06.1-Und/3374/2023 tertanggal 24 Oktober 2023, Sabtu (28/10). Hadir dalam acara serah terima tersebut Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto. Serah terima Kirab Pemilu diawali dan dibuka dengan penampilan drumblek oleh komunitas warga Ngentak Salatiga, kemudian disusul dengan tarian Lereng Gunung Merbabu. Selanjutnya prosesi serah terima kirab dilakukan pembacaan deklarasi Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa oleh Ketua KPU Kota Salatiga, Syaemuri diikuti oleh semua peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Pasca pembacaan, Syaemuri memimpin penandatangan deklarasi Pemilu diikuti oleh Ketua Bawaslu Kota Salatiga, Penjabat Walikota Salatiga, Kapolres Kota Salatiga, Komandan Kodim Kota Salatiga, perwakilan Kejaksaan Negeri Salatiga dan Pimpinan Partai Politik peserta Pemilu tingkat Kota Salatiga. Pada sesi akhir acara dilakukan Kirab Bendera Partai Politik Peserta Pemilu tahun 2024 dengan naik mobil Jeep mulai dari halaman kantor Walikota Salatiga, keliling lapangan Pancasila, Jalan Osamaliki kembali lagi finish Halaman Kantor Balaikota Salatiga. (syt/ed. Foto: syt/KPU Kota Semarang)

KPU RI Terima Rekor Muri Pemrakarsa dan Penyelenggara Nobar Serentak oleh Santri dan Mahasiswa Terbanyak di Fisip Undip Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas pemrakarsa dan penyelenggara kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Serentak Film Kejarlah Janji, Sabtu (28/10). Tidak hanya menerima satu penghargaan, pada kegiatan nobar yang digelar di auditorium lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro (Undip), KPU RI mencatatkan dua rekor sekaligus. Kedua rekor tersebut yakni Pemrakarsa dan Penyelenggara Nonton Film Bareng Serentak oleh Santri Terbanyak dan Pemrakarsa dan Penyelenggara Nonton Film Bareng Serentak oleh Mahasiswa Terbanyak. Menurut perwakilan Muri, Sri Widayati dijelaskan bahwa dua rekor tersebut didapatkan setelah satker-satker KPU berhasil melaksanakan kegiatan nobar serentak dengan peserta sebanyak 336.532. "Penghargaan ini dicatatkan oleh KPU karena pada 22 Oktober 2023, saat peringatan Hari Santri, KPU melaksanakan nobar di 38 provinsi, 460 pondok pesantren dan diikuti oleh 119.767 santri. Kemudian rekor kedua didapatkan pada 28 Oktober 2023 pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, KPU melakukan nobar di 36 provinsi, 435 perguruan tinggi, dan diikuti oleh 216.765 mahasiswa," ujar Sri. Pada sambutannya, Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari yang hadir bersama Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat mengatakan bahwa kegiatan nobar merupakan salah satu cara agar pemilih muda lebih mudah menerima informasi kepemiluan melalui sketsa-sketsa sosial yang mencerminkan kegiatan berpolitik dan berdemokrasi di Indonesia. "Sebelum menentukan, kami sempat ngobrol, kira-kira bagaimana bahasa KPU bisa teman-teman terima, bisa berinteraksi dengan KPU, dan sama-sama bisa mengetahui situasi kompetisi di era demokrasi ini seperti apa," kata Hasyim. Hasyim melanjutkan, melalui film Kejarlah Janji, KPU berharap para pemilih muda bisa mendapatkan value yang bermakna terhadap proses demokrasi. "Maka kami membuat film ini agar bisa jadi tontonan dan tuntunan bagi kita semua, khususnya bagi teman-teman mahasiswa ini," ujar Hasyim. Mengenai pemilihan pondok pesantren dan perguruan tinggi, Hasyim menjelaskan bahwa lembaga pendidikan tersebut merupakan dua tempat di mana pemuda dididik menjadi pribadi yang peka terhadap persoalan sosial "Pesantran menjadi salah satu temoat yang dipilih karena di pondok teman-teman dini dididik untuk menjadi dimana panutan, ulana, dan romo, dan perguruan tinggi digunakan untuk mengajarkan sifat-sifat kritis peka, dan cerdas," tambah dia. Senada dengan Hasyim, Wakil Dekan I, Fisip Undip Semarang, Teguh Yuwono mengatakan bahwa kampus merupakan sumber yang mencerahkan dan mampu memberikan gagasan-gagasan modern dan rasional. Oleh sebab itu, Teguh berharap, antara KPU dan perguruan tinggi dapat terus menjalin kerjasama untuk bisa menghasilkan pemikiran masyarakat yang cerdas, rasional, terutama dalam bidang demokrasi dan kepemiluan. "Semoga kerjasama KPU, daru jajaran pusat hingga daerah bisa berjalan dengan baik, dan bersinergi, karena kampus sumber cahaya untuk memberikan gaasan modern dan rasional agar pemilih Indonesia semakin cerdas, baik, dan rasional," kata Teguh. Menurutnya, dengan sinergi antara KPU dan perguruan tinggi, praktik demokrasi di Indonesia dapat mengalami perbaikan kualitas. "Karena tentu kita ingin tingkat demokrasi di negara kita ini semakin berkembang dari waktu ke waktu, semoga dengan cara ini kita bisa saling berkontribusi," tambahnya. Hadir dalam pelaksanaan nobar di Kampus Undip Semarang tersebut, ketua, anggota dan sekretaris KPU Provinsi Jawa Tengah, ketua, anggota dan sekretaris KPU Kota Semarang, anggota PPK dan PPS setempat, dan ratusan mahasiwa dan mahasiswi Undip Semarang. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Sosialisasikan Informasi Kepemiluan dalam Acara Pemilos SMK Negeri 3 Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang sosialisasikan informasi kepemiluan kepada para pelajar SMK N 3 Semarang dalam acar pemilos dengan tema "Pemimpin Intelektual Untuk Stemga yang Lebih Potensial," Kamis (12/10). Kegiatan yang diikuti siswa dan siswi SMK 3 Semarang tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Zaini. Zaini menjelaskan bahwa pemilu di Indonesia dilaksanakan secara Luber Jurdil. "Pemilu dilakukan secara langsung artinya tidak boleh diwakilkan, umum artinya siapa saja yang telah memenuhi syarat berhak memilih, dijamin kerahasiaannya dan bebas menentukan pilihan kita tanpa paksaan dan dilakukan secara jujur dan adil," jelas Zaini. Selain itu, Zaini juga berpesan kepada panitia pemilos untuk bersikap adil kepada semua pelajar dalam menggukan hak pilihnya, dan berpesan kepada semua calon kandidat ketua osis untuk mendukung siapapun yang nanti terpilih.  Zaini mengapresisasi kepada panitia pemilos karena proses pemungutan suara yang dilakukan sudah secara digital menggunakan aplikasi, serta dimeriahkan dengan tarian dan hiburan musik saat acara Pemilos berlangsung. (ana/ed. Foto: ana/KPU Kota Semarang)

Webinar Kemajuan Teknologi dan Tantangan Disinformasi dalam Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengikuti Webinar dengan topik Kemajuan Teknologi dan Tantangan Disinformasi dalam Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh KPU RI secara daring, Kamis (26/10). Webinar diselenggarakan selama satu hari dan menggundang KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota se-Indonesia. Dalam pembukaan dan arahannya, Ketua Divisi Data KPU RI, Betty Epsilon Idroos menjelaskan mengenai Kemajuan Teknologi dan Tantangan Disinformasi dalam Pemilu 2024. "Maraknya disinformasi di dunia maya berakibat negatif bagi masyarakat yang mengandalkan media sosial untuk memperoleh informasi dan berpotensi memperburuk polarisasi politik di Indonesia dan kita sebagai badan penyelenggara pemilu sangat rentan terkena imbasnya," kata Betty. Sementara itu, Fahmi Ismail, pengembang aplikasi Drone Emprit menyampaikan bahwa kecerdasan buatan (AI) sudah digunakan dalam membuat konten oleh para partai politik pada Pemilu. "Teknologi kecerdasan buatan (AI) sekarang banyak dimanfaatkan oleh para partai politik maupun peserta Pemilu 2024 dalam hal pembuatan konten-konten seperti visi misi calon, pembuatan caption, video promosi dan hal-hal yang berkaitan tentang pemilu," kata Fahmi.  Selanjutnya, Lisa Reppell dari International Foundation For Electoral Systems (Washington DC, Amerika Serikat) memberikan paparan mengenai Elections, Technology and Disinformation: A Global Perspective. "Wacana publik seputar Pemilu yang memberi pengaruh global dan terdapat campur tangan asing, kami menemukan bahwa di seluruh dunia paling sering menargetkan orang-orang di negara mereka sendiri atau peserta pemilu yang bersangkutan. Faktanya, dua pertiga dari operasi yang telah kami teliti sejak 2017 berfokus sepenuhnya atau sebagian pada orang-orang yang ada dalam negara tersebut dalam membuat konten negatif dan positif demi keuntungan sebagian kelompok," kata Lisa. Dalam akhir kegiatan ini dilakukan forum diskusi dengan peserta terkait penanggulangan dan pencegahan Disinformasi dalam Pemilu 2024 dalam kemajuan teknologi Kecerdasan Buatan(AI). (yts/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Optimalisasi Patroli Perintis Presisi Polrestabes Semarang Berbasis Digital

Semarang, Kota-semarang.kpu.go.id - Komis Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri kegiatan Sosialisasi Patroli Perintis Presisi Set Samapta Polrestabes Semarang, Kamis (26/10). Hadir sebagai tamu undangan dalam kegiatan tersebut Anggota KPU Kota Semarang Novi Maria Ulfah. Acara inti dimulai dengan beberapa pemaparan oleh Kasatsamapta Polrestabes Semarang, AKBP Asep Supiyanto. Dalam paparannya, Asep menerangkan tentang Optimalisasi Patroli Perintis Presisi sebagai upaya revitalisasi tugas pokok dan fungsi Samapta di bidang pencegahan kejahatan. "Patroli Perintis Presisi merupakan upaya revitalisasi tugas pokok dan fungsi Samapta di bidang pencegahan kejahatan dengan kegiatan patroli yang pro aktif dan responsif dalam rangka terpeliharanya kamtibmas serta pelaksanaan Pemilu berjalan aman dan kondusif," terangnya. Mengenai peningkatan pelayanan publik, ia menjelaskan bahwa konseo digitalisasi yang diusung oleh Polrestabes Semarang ditujukan untuk meningkatkan respon terhadap laporan dan aduan yang dilayangkan oleh masyarakat. "Digitalisasi Patroli Perintis Presisi dalam rangka meningkatkan Quick Respon laporan atau Pengaduan masyarakat" lanjut Asep. Selain untuk meningkatkan respon masyarakat terhadap kejadian-kejadian khusus di Kota Semarang, digitalisasi tersebut juga digunakan untuk meningkatkan kolaborasi antara lembaga. "Meningkatkan Sinergi, kolaborasi dan kerjasama dengan Steakholder terkait guna memanfaatkan Harkamtibmas di Kota Semarang," tambah Asep. Proses tersebut diharapkan bisa meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap potensi tindakan kejahatan melalui aktivitas-aktivitas yang bersifat preventif. "Mengangkap pelaku kejahatan merupakan suatu kebanggaan, tetapi mencegah kejahatan adalah kemuliaan," papar Asep. (awh/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi P5 SMP Islam Hidayatullah Good Government Good Governance

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Islam Hidayatullah Semarang, Rabu (25/10). Tema yang diangkat oleh SMP Islam Hidayatullah Semarang adalah Good Government, Good Governance, untuk meningkatkan pengalaman nilai-nilai Pancasila kepada para pelajar. Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto.  Dalam kesempatan tersebut, Suyanto menjelaskan mengenai prinsip-prinsip pemilu yang demokratis. Suyanto menjelaskan bahwa masyarakat perlu mendukung program pemerintahan sebagai bentuk dari good government, dan good governance, karena keterlibatan masyarakat diperlukan dalam pemenuhan konsep tersebut. Mengenai konsep demokrasi yang baik, Suyanto menjelaskan bahwa publik harus pintar memilih sosok pemimpin-pemimpin yang baik, agar dapat menghasilkan Pemerintahan yang baik juga. Ia melanjutkan bahwa Pemilu adalah wadah bagi masyarakat untuk dapat menentukan masa depan bangsa Indonesia selama 5 tahun ke depan. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)