Berita Terkini

Sosialisasi Pemilu bagi WBPP LPP Kelas IIA Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memberikan Sosialisasi bagi WBPP LPP Klas IIA Semarang yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jawa Tengah, Rabu (15/11). Hadir sebagai Narasumber, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Teknis Penyelenggaraan, Agus Supriyono. Kegiatan tersebut merupakan inisiasi dari PKBI Daerah Jawa Tengah untuk memberikan sosialisasi Pemilu bagi warga binaan permasyarakatan perempuan dengan materi antara lain prosedur pemilihan umum dan pemungutan suara. Dalam materi yang disampaikan Anggota KPU Kota Semarang Divisi Teknis Penyelenggaraan, Agus Supriyono berpesan agar warga binaan menyalurkan hak pilihnya sesuai hati nurani, tanpa paksaan dari pihak manapun. "Pilih sesuai hati nurani tanpa adanya paksaan dari pihak manapun," Ujar Agus. Agus juga menerangkan bahwa setiap warga negara Indonesia yang telah berusia 17 tahun maka telah memiliki hak pilih. "Setiap warga negara yang telah berusia 17 tahun atau yang pernah menikah, maka dirinya sudah mempunyai hak pilih dan terdaftar di dalam DPT," sambungnya. Dalam Pemilu 2024, Agus menjelaskan bahwa terdapat 3 kategori pemilih yang bisa menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilu 2024. "Ada 3 kategori daftar pemilih, Daftar Pemilih Tetap, kemudian Daftar Pemilih Tambahan, kondisi dimana pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar dan memberikan suara di TPS lain. Daftar Pemilih Khusus, Daftar pemilih yangg memiliki identitas kependudukan tetapi belum terdaftar dalam DPT dan DPTb," papar Agus. Pada akhir sesi, Agus mengajak warga binaan untuk mengecek apakah sudah terdaftar sebagai pemilih melalui DPT online yang diakses melalui cekdptonline.kpu.go.id. (awh/ed. Foto: e1/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Beri Sosialisasi Suara Demokrasi pada Pelajar SMK Negeri 2 Semarang 

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang berikan sosialisasi kepada para pelajar SMK Negeri 2 Semarang melalui kegiatan Suara Demokrasi, Rabu (15/11). Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Anggota KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini. Zaini menjelaskan bahwa Indonesia sudah melalui banyak masa-masa Demokrasi, baik dari awal-awal Bangsa Indonesia berdiri, terbentuknya Sistem Demokrasi Parlementer, keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Demokrasi Pancasila era Orde Baru, hingga Demokrasi Pancasila era Reformasi. Pentingnya Demokrasi bagi bangsa Indonesia adalah untuk mengembangkan dan menyalurkan bermacam-macam kepentingan warga negara dan juga wadah untuk memecahkan persoalan bersama. Zaini menambahkan, penyelenggaraan Pemilu di Indonesia menggunakan azas LUBER JURDIL, Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil. Hal itu Tertuang dalam Pasal 2 UU No 7 Tahun 2017.  "Azas itu memberikan rasa aman karena dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, khususnya untuk pemilih pemula," kata Zaini. Zaini juga menghimbau bagi para siswa yang sudah 17 Tahun dan memiliki KTP berhak memberikan suaranya, untuk masa depan Bangsa Indonesia 5 tahun ke depan. "Jadi bagi teman-teman yang sudah berumur 17 tahun atau sudah memiliki hak pilih, harus menggunakan hak pilihnya besok Rabu, 14 Februari 2024 ya. Karena suara teman-teman semua memiliki arti yang penting untuk menentukan masa depan bangsa," pesan Zaini. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Beri Sosialisasi P5 Suara Demokrasi SMA Laboratorium Upgris

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Sosialisasikan Pemilos kepada Siswa Siswi di SMA Laboratorium Upgris Semarang, Selasa (14/11). KPU Kota Semarang melalui komisioner KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah Sosialisasikan soal bagaimana Pemilos yang baik dan benar. "Pemilos ini sebenarnya ialah versi mini dari tahapan Pemilu, dan di dalamnya pun terdapat petugas KPPS, ada saksi dari calon ketua OSIS." Ujar Novi. Novi memaparkan, para pelajar SMA Laboratorium Upgris Semarang perlu menjadi pemilih yang baik dengan cara mempelajari visi dan misi masing-maisng kandidat sebelum menentukan pilihan. Ia menambahkan, dalam proses demokrasi perbedaan pendapat dan pilihan merupakan hal yang wajar, namun perbedaan tersebut tidak boleh menjadi hal yang memecah belah persatuan dan kekeluargaan yang telah terjalin. "Pilihlah calon ketua OSIS yang kita ketahui baik dari pribadinya, visi, misi serta program kerja yang diusungnya. Perbedaan dalam pilihan itu hal yang biasa, akan tetapi perbedaan tersebut janganlah dijadikan hal yang dapat memecah belah siswa siswi sekalian," sambung Novi.  Novipun menanyakan kepada siswa siswi yang telah berusia 17 tahun, apakah namanya telah terdaftar sebagai pemilih ditanggal 14 Februari nantinya. "Buat siswa siswi yang sudah berusia 17 tahun, ayo di cek melalui DPT Online apakah nama kalian sudah terdaftar sebagai pemilih ata belum?," ujarnya. Pada Pemilu 2024, Novi meminta pelajar SMA Laboratorium Upgris Semarang untuk menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab, tidak terlibat penyebarluasan berita bohong. "Kenalilah calon pemimpinnya, jangan mudah terpengaruh oleh berita hoax yang beredar, yang terpenting janganlah kita Golput. Karena suara kita menentukan nasib bangsa Indonesia pada 5 tahun kedepan," pesan Novi. (awh/ed. Foto: e1/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Beri Sosialisasi P5 Suara Demokrasi SMK Pelayaran

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mendapat undangan di SMK Pelayaran "AKPELNI" Semarang, sebagai upaya untuk sosialisasi dan mrningkatkan kompetensi dan karakter prlajar yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Senin (13/11). Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah. Novi menjelaskan bahwa landasan hukum Pemilu tertuang dalam UU No 7 Tahun 2017 dan Perpu No 1 Tahun 2022 dan Perubahan atas UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.   Novi juga menjelaskan bahwa Pemilu adalah wadah bagi masyarakat untuk dapat memilih anggota DPR RI, DPD RI, Presiden dan Wakil Presiden, DPRD. "Dalam proses tersebut Pemilu kita dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," terang Novi. Bagi para siswa yang sudah genap berumur 17 Tahun dan sudah memiliki KTP, Novi menjelaskan bahwa pelajar tersebut sudah bisa memberikan haknya untuk memberikan suara pada Pemilu 2024.  Untuk memperkaya informasi dan menjadi pemilih yang cerdas, Novi meminta pelajar SMK Pelayaran untuk menambah literasi digital dan literasi politik sehigga dapat lebih cermat dalam memilih calon pemimpin. "Para siswa juga wajib memperkaya literasi digital dan literasi politik, agar bisa mendapatkan informasi yang valid mengenai siapa-siapa saja yang akan dipilih, supaya tidak salah pilih," terang Novi. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Rakor Rekapitulasi DPTb Pemilu 2024 & Pelatihan Data Science

Makassar, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pemilu Tahun 2024 Tahap II dan Pelatihan Data Science yang diselenggarakan oleh KPU RI, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (12/11). Rapat Koordinasi Rekapitulasi DPTb Pemilu Tahun 2024 Tahap II dan Pelatihan Data Science diselenggarakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 10 November 2023 hinga 12 November 2023, menggundang KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Dalam pembukaan dan arahannya, Ketua Divisi Data KPU RI, Betty Epsilon Idroos menjelaskan maksud dan tujuan rakor tersebut. "Rapat Koordinasi Rekapitulasi DPTb di tahun 2023 diharapkan kita dapat menyelesaikan segala sesuatu permasalahan DPTb, memahas masukan dari teman-teman KPU kabupaten/kota kaitannya dengan inventaris masalah yang sudah kita catat dan akan ditindaklanjuti," kata Betty. Mengenai roadmap data pemilih, Betty mengatakan bahwa KPU tengah mempersiapkan hal itu dengan memanfaatkan teknologi informasi. "Kita akan menyiapkan aplikasi lainnya. Untuk hal itu kita fokus kepada keamanan aplikasi yang kita kelola. Sehingga, ke depan juga dapat memberikan informasi yang baik dalam pengelolaan big data satu peta kepemiluan di seluruh KPU kabupaten/kota," tegasnya.  Selanjutnya, Iryan Ariobowo dari Google Indonesia menjelaskan tentang Visualisasi Data dan Prosedur Analisis Data. "Proses pemeriksaan dan pengolahan untuk diubah menjadi informasi bermanfaat dapat membantu dalam menyelesaikan suatu permasalahan dan proses pengumpulan, pemeriksaan, transformasi, dan pengolahan data untuk mendapatkan informasi yang berguna," kata Iryan. Pemaparan materi berikutnya mengenai Penguatan Data Statistik Sektoral yang Berkualitas dalam Penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024 oleh Nona Iriana dari Badan Pusat Statistik. Dalam penjelasannya Sistem Statistik Nasional (SSN) adalah suatu tatanan yang terdiri atas unsur-unsur kebutuhan data statistik, sumber daya, metode, sarana dan prasarana, ilmu pengetahuan dan teknologi, perangkat hukum. Agar dapat membaca dan menyajikan data-data tersebut, Nona mengatakan bahwa dibutuhkan kemampuan analisis agar data yang dimiliki bisa memberikan nilai yang lebih berarti. "Analisis merupakan upaya untuk menemukan fakta atau memberikan arti pada gambaran yang direpresentasikan oleh tabel analisiis. Untuk bisa melakukan analisis dibutuhkan kemampuan dalam membaca data dan menghubungkan berbagai fakta sebagai suatu hubungan sebab akibat atau simultan," paparnya. Dalam akhir kegiatan dilakukan forum diskusi dan pelatihan data science dengan peserta terkait pengelolaan Big Data satu peta kepemiluan di seluruh KPU kabupaten/kota. (yts/ed. Foto: yts/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Terima 3.750 Kotak Suara Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menerima satu truk bermuatan perlengkapan logistik berupa 3.750 buah kotak suara yang belum terakit untuk Pemilu Tahun 2024, Jumat (10/11). Hadir dalam proses penyerahan kotak suara tersebut, Ketua KPU, Henry Casandra Gultom (Nanda), Anggota KPU, M. Arif Agung Nugroho, Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin, Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Semarang, serta perwakilan Polrestabes Kota Semarang. Dalam keterangan yang disampaikan kepada para jurnalis, Nanda menjelaskan bahwa KPU Kota Semarang masih menunggu kekurangan kotak suara untuk Pemilu 2024. "Hari ini kita saksikan bersama kebutuhan logistik berupa kotak suara untuk Pemilu 2024 di Kota Semarang telah tiba, satu truk berisi 3.750 buah, dari total yang dibutuhkan sebanyak 23.262 kotak suara. Sisanya kita masih menunggu," kata Nanda. Sebagai informasi, kotak suara sebanyak 23.262 buah itu dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan di masing-masing TPS yang berjumlah 5 kotak suara, sementara jumlah TPS Pemilu 2024 di Kota Semarang sebanyak 4.646. Selain itu terdapat 2 kotak yang ada di 16 kecamatan Kota Semarang untuk kebutuhan rekapitulasi suara. Nanda menambahkan, spesifikasi kotak suara Pemilu 2024 sama dengan Pemilu 2019, yakni kotak suara berbahan duplex tahan air yang kekuatannya terbukti cukup baik. "Ini sama dengan yang digunakan di Pemilu 2019 dan Pilkada 2020, yaitu berbahan duplex tahan air, saya kira sudah sangat teruji, 2019 kita pakai, 2020 juga kita pakai, dan kualitasnya pun sesuai dengan yang dibutuhkan," papar Nanda. Mengenai perakitan kotak suara, Nanda mengatakan bahwa KPU Kota Semarang masih menunggu kebutuhan logistik berupa segel plastik untuk menambah kekuatan kotak suara. Sehingga pada saat ini kotak suara tersebut disimpan dalam bentuk lembaran belum terakit. "Untuk perakitan belum, karena kita masih butuh semacam segel plastik, yang ditempatkan di beberapa tepat di kotak suara agar lebih kuat, nah untuk ini belum datang, kalau sudah datang baru bisa dilakukan perakitan," terang dia. Pada proses selanjutnya, petugas KPU Kota Semarang akan mengecek jumlah dan kondisi kotak suara untuk kemudian dilaporkan kepada KPU Provinsi Jawa Tengah. "Setelah ini akan kita turunkan, dicek dulu jumlah dan kualitasnya, kita diminta 1 x 24 jam untuk melaporkan apabila ada yang rusak atau ada kendala," tambahnya. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)