Berita Terkini

KPU Kota Semarang Selenggarakan Upacara Peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2023

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar upacara untuk memperingati Hari Pahlawan, 10 November 2023, Jumat (10/11). Upacara yang diikuti Ketua, Anggota, Sekretaris, pejabat struktural dan staf sekretariat KPU Kota Semarang tersebut dilaksanakan di gudang logistik KPU Kota Semarang untuk Pemilu 2024. Dalam amanat upacara yang disampaikan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda), pada penyelenggaraan Pemilu 2024, dibutuhkan kerjasama dan kekompakan tim yang baik. Karena telah memiliki bekal tersebut, Nanda meminta seluruh personil KPU Kota Semarang untuk menjaga serta meningkatkan kebersamaan, dan kekompakan tersebut. "Pemilu 2024 sudah kian dekat, untuk itu, mari kita semua bersama-sama menjaga hal-hal positif yang sudah kita miliki untuk meningkatkan kerja sama serta kekompakan bersama," pesan Nanda. Pada upacara peringatan Hari Pahlawan tersebut juga dibacakan Amanat Menteri Sosial untuk memperingati Hari Pahlawan ke 78 dengan tema "Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan". Selain itu dibacakan pula pesan-pesan Pahlawan Bangsa Indonesia yang disampaikan untuk membakar semangat juang seluruh Warga Negara Indonesia. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Pemkot dan KPU Kota Semarang Teken NPHD untuk Pilwakot Semarang 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) tentang Pelaksanaan Dana Hibah Penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2024, Kamis (9/11). Bertempat di Balaikota Semarang, proses penandatanganan tersebut dilakukan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom dengan Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita). Proses penandatanganan tersebut disaksikan oleh pimpinan OPD, Kapolrestabes, Dandim 0733, Kajari Semarang, Anggota dan pejabat sekretariat KPU Kota Semarang, serta Ketua, Anggota dan sekretariat Bawaslu Kota Semarang. Dalam sambutannya, Walikota Semarang mengatakan bahwa Pemkot Semarang menginginkan penandatanganan NPHD dilakukan sesegera mungkin agar pembiayaan yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan tahapan Pilwakot Semarang Tahun 2024 dapat terfasilitasi sedini mungkin. Ita menjelaskan, penandatanganan NPHD itu merupakan wujud nyata bahwa Pemkot Semarang siap memberikan dukungan dan fasilitasi yang memadai untuk penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024. "Kami (Pemkot) ingin penandatanganan ini tidak mepet dengan batas akhir, karena ini merupakan komitmen bahwa dari awal Pemkot sudah berkomitmen untuk siap, dan telah menyiapkan anggaran untuk Pilwakot Semarang 2024," kata Ita. Ita menambahkan dengan melakukan penandatanganan NPHD di awal, antara KPU dan Pemkot Semarang masih memiliki waktu leluasa jika dalam prosesnya masih terdapat kelengkapan administratif yang harus dilengkapi. "Selain sebagai komit kami, proses ini sebagai langkah jika nanti ternyata masih ada yang kurang, kita masih ada waktu untuk melengkapi bersama," tandas Ita. Dalam NPHD yang diteken oleh Pemkot dan KPU Kota Semarang disebutkan bahwa anggaran penyelenggaraan Pilwakot Semarang Tahun 2024 berjumlah Rp. 79,7 Miliar yang bersumber dari APBD Kota Semarang Tahun Anggaran 2023 dan 2024. Sementara itu, untuk proses pencairan dana hibah akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 40 persen dari total anggaran dilakukan paling lambat 14 hari kerja setelah penandatanganan NPHD, dan tahap kedua sebesar 60 persen dilakukan paling lambat 4 bulan sebelum hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2024. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Rakor Sosialisasi Pemilu dan Pilkada Desk Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) yang membahas mengenai rencana sosialisasi Pemilu, Pilkada dan pembentukan Desk Pilkada 2024, Kamis (9/11). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Ex Saber Pungli Lantai 6 Gedung Moch. Ichsan, Kompleks Balaikota Semarang. Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tersebut mengundang OPD Pemerintah Kota Semarang, KPU Kota Semarang, dan Bawaslu Kota Semarang. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Zaini. Dalam Pembahasan yang disampaikan, masing-masing OPD memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda terkait pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024. Dengan dukungan dari masing-masing OPD Kota Semarang, diharapkan pelaksanaan tahapan Pemilu dan Pilkada 2024 dapat berjalan secara optimal, khususnya dalam melakukan sosialisasi dan fasilitasi informasi Pemilu dan Pilkada 2024 kepada masyarakat Kota Semarang. (awh/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Bimtek Sistem Informasi Kampanye dan Dana Kampanye Pemilu 2024

Bandung, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Kampanye dan Dana Kampanye yang berlangsung di Ibis Bandung Trans Studio Hotel, Kamis (9/11). Kegiatan yang digelar oleh KPU RI tersebut berlangsung sejak Rabu 8 November hingga 11 November 2023 dengan mengundang Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggra, Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat dari seluruh satker di Indonesia sebanyak 514 Kabupaten/Kota dan 38 Provinsi. Pembukaan dihadiri oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari, Anggota KPU RI, Parsadan Harahap, dan Deputi Bidang Dukungan Teknis Sekretariat Jenderal KPU RI, Eberta Kawima.  Dalam arahan yang disampaikan, Sistem Informasi Kampanye dan Dana Kampanye (Sikadeka) dibuat untuk memberikan kemudahan bagi peserta Pemilu. Aplikasi tersebut digunakan untuk pengelolaan informasi kampanye. Sikadeka juga digunakan untuk pengelolaan dana kampanye peserta Pemilu, yang sebelumnya menggunakan Sistem Informasi Dana Kampanye (Sidakam). Selama tahapan kampanye Pemilu 2024 yang akan berlangsung selama 75 hari, Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari meminta seluruh satker KPU untuk harus memberikan pelayanan yang profesional dan setara kepada seluruh peserta Pemilu. Selain itu Hasyim juga meminta satker KPU untuk memberikan fasilitasi terhadap penggunaan Sikadeka Pemilu 2024. "KPU harus memberikan pelayanan dan fasilitasi setiap tahapan termasuk penggunaan Sikadeka. Kita harus optimis terhadap tahapan yang akan berjalan. Tahapan kampanye yang kurang dari 20 hari lagi, oleh karena itu setiap satker wajib memberikan pelayanan yang baik kepada peserta Pemilu," ujar Hasyim. (ybc/ed. Foto: ybc/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Doa Bersama untuk Negeri dalam Rangka Pemilu Damai

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri kegiatan Doa Bersama untuk Negeri dalam Rangka Pemilu Damai bertempat di halaman Mapolda Jawa Tengah (Jateng), Rabu (8/11). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Polda Jateng itu mengundang para tokoh agama dan masyarakat sebanyak 2.000 personel. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini didampingi Kasubbag Rendatin Sekretariat KPU Kota Semarang, Rahadi Wijaya beserta staf. Kegiatan diawali dengan sholat Isya berjamaah di halaman Mapolda Jateng kemudian dilanjutkan Istighosah yang dipimpin oleh Ketua MUI Jateng KH. Ahmad Darodji dan doa bersama lintas agama yang dipimpin oleh FKUB (Forum Keukunan Umat Beragama) Jateng. Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutannya menyampaikan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024 dilaksanakan di tahun yang sama sehingga membutuhkan konsentrasi bagi para aparat kemananan, terutama TNI dan Polri. "Pemilu tahun ini adalah lain dari pada yang lain, dimana Pileg dan Pilpres dilakukan bersamaan, kemudian Pilkada kita lakukan serentak di seluruh Republik Indonesia, dan ini membutuhkan suatu konsentrasi bagi kita aparat keamanan, terutama TNI Polri," katanya. Ahmad Luthfi menambahkan bahwa jajaran Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro siap memberikan jaminan keamanan dalam pelaksanaan Pemilu dan berpesan kepada semua elemen masyarakat agar mengikuti Pemilu dengan damai sehingga tidak terjadi pelanggaran hukum. "Mau tidak mau suka dan tidak suka masyarakat kita kita akan berhadap-hadapan tetapi tidak boleh terjadi adanya suatu pelanggaran hukum. Oleh karena itu kami jajaran Polda Jateng dan Kodam IV/Diponegoro memberikan jaminan keamanan dalam pelaksanaan kegiatan Pemilu ini," tambahnya. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan Bapak K.H. Supandi. Dalam kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat tersebut juga dihadiri PJ Gubernur Jawa Tengah, Kodam IV/Diponegoro, jajaran Forkompinda Jawa Tengah, Ketua KPU Prov. Jateng, Ketua Bawaslu Jateng, Walikota Semarang, para Kiai, tokoh lintas agama, dan tokoh dan elemen masyarakat lainnya. (ana/ed. Foto: rs/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri P5 SMP Negeri 30

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMP Negeri 30 Semarang, Senin (06/11). Tema yang diangkat oleh SMP Negeri 30 Semarang adalah Pemilos sebagai Sarana Pendidikan Demokrasi dan Mengembangkan Integritas Siswa Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto. Sebelum memulai kegiatan pemaparan materi kepada siswa-siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 30 Semarang, Suyanto menayangkan sebuah video social experiment yang dibuat oleh KPU Kota Semarang mengenai Pengertian KPU dan Pemilu 2024. Dalam paparannya, Suyanto mengatakan bahwa KPU bertugas sebagai lembaga penyelenggara pemilu dan pilkada di Indonesia. “KPU Komisi Pemilihan Umum yang bertugas sebagai badan penyelenggara pemilihan umum di Indonesia," kata Suyanto. Selanjutnya Suyanto menjelaskan mengenai tips bermedia sosial yang baik dan benar di tengah semakin merebaknya mengenai berita-berita hoax yang sering bermunculan. “Jadi penggunaan medsos itu juga perlu menerapkan tentang etika dalam bermain medsos, sepeti gunakanlah medsos sesuai kebutuhannya, menjaga sikap dan etika ketika berinteraksi dengan sesama pengguna mendsos, menyaring seluruh informasi yang didapat dari medsos,” kata Suyanto. (ina/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)