Berita Terkini

KPU Kota Semarang Hadiri Bimtek Pengamanan Siber 

Purwokerto, kota-semarang.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Bimbingan Teknis Pengamanan Siber KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, Senin (23/10). Bimtek tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan data pemilih Pemilu 2024 di lingkungan KPU se Provinsi Jawa Tengah. Bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara, acara tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Sulistyo dan Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat, Deputi III, Tjatur Pudji Handojo, Perwakilan dari Pusdatin KPU RI, Anggota KPU Kabupaten/Kota Divisi Perencanaan, Data dan Informasi berserta staf yang membidangi data dan informasi. Acara dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Data dan Informasi, Paulus Widiyantoro. Dalam sambutannya beliau mengatakan agar KPU kabupaten/kota senantiasa untuk menjaga kebersihan siber serta mengantisipasi adanya serangan-serangan siber yang akan datang.  Dalam kesempatan tersebut, Paulus menyampaikan terima kasih kepada Pusdatin KPU RI dan BSSN atas kerjasama yang terjalin antara dua pihak sehingga acara ini dapat terlaksana.  Acara dilanjutkan dengan sambutan Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Sulistyo. Dalam sambutannya ia mengatakan untuk senantiasa menjaga diri dari serangan siber sehingga tidak berimbas kepada organisasi. (ion/ed. Foto: ion/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Rakor untuk Penampungan Dana Hibah Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) untuk Penampungan Dana Hibah Penyelenggaraan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2024, Senin (23/10). Rakor tersebut diikuti oleh perwakilan BRI, Bank Mandiri, Bank Jateng, BTN, BSI dan Bank Muamalat. Acara dibuka oleh Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom (Nanda), menyampaikan banhwa penampungan dana hibah berdasarkan PKPU Nomor 1373 Tahun 2023 Tentang Pedoman Penatausahaan Seleksi Bank Penampung Dana Hibah Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota di Lingkungan KPU.  "KPU akan melaksanakan Pilkada pada bulan November 2024, sehingga membutuhkan Bank Penampung atas penyimpanan dana hibah. Sebagai informasi saat ini Proses NPHD hanya tinggal menunggu administrasi termasuk di dalamnya bank penampung dana yang akan digunakan di Tahun 2024," ujar Nanda.  Nanda menjelaskan untuk Pilkada 2024 KPU Kota Semarang akan mengelola dana yang diterima dari Pemerintah Kota Semarang sebesar kurang lebih 79 Milyar.  Nanda menambahkan bahwa dana Pilkada akan masuk pada akhir November, sedangkan tahapan Pilkada akan dimulai bulan Februari/Maret.  "Nantinya dana tersebut akan dicairkan dalam 2 (dua) tahap, tahap 1 (satu) sebesar 40% selanjutnya tahap 2 (dua) sebesar 60%.  Sementara itu, Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin dalam penjelasan mekanisme pengelolaan dana hibah menjelaskan bahwa proses tersebut harus memperhatikan prinsip good governance dan memprioritaskan kebutuhan operasional KPU dalam melakukan penyelenggaraan Pilkada.  "Termasuk mekanisme pencatatan barang, jasa dan dana yang diterima dari bank penampung dana hibah harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Tobi. (wny/ed. Foto: aff/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi P5, Suara Demokrasi SMA Negeri 10 Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memberikan sosialisasi melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Suara Demokrasi" guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta didik di SMA N 10 Semarang tentang konsep demokrasi, Senin (23/10). Hadir sebagai Narasumber pada kegiatan tersebut Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto yang menjelaskan mengenai prinsip-prinsip pelaksanaan Pemilu yang demokratis. "Pemilu yang dilaksanakan tiap 5 tahun sekali ini dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil berdasarkan Pancasila dan UUD 45," kata Suyanto. Suyanto juga mengatakan, para pemilih akan menerima lima surat suara pada bahwa Pemilu 2024. "Pemilu 2024 nanti memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD kabupaten/kota," lanjut Suyanto.  Mengenai partisipasi pemilih pemula pada Pemilu 2024, Suyanto mengatakan para pelajar bisa ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2024 dengan cara mencari informasi kepemiluan yang akurat dan terpercaya. Suyanto juga mengatakan bahwa pelajar bisa menjadi pihak yang memberikan penerangan kepada masarakat serta pengguna media sosial mengenai informasi yang benar dan informasi yang diviralkan untuk memecah belah persatuan bangsa. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi P5 Suara Demokrasi SMA Negeri 8 Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melakukan sosialisasi mengenai Pemilu 2024 kepada siswa dan siswi SMA Negeri 8 Semarang melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Suara Demokrasi, Senin (23/10). Hadir pada kegiatan tersebut, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah dan Ketua PPK Ngaliyan, Khoiri untuk memberikan informasi kepemiluan kepada 360 siswa dan siswi SMA Negeri 8 Semarang. Dalam paparannya, Novi menjelaskan bahwa Pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat untuk memilih calon pemimpin di suatu negara yang menerapkan sistem demokrasi. "Pemilihan umum yang selanjutnya disebut pemilu adalah sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota DPR, DPD, presiden dan wakil presiden, dan untuk memilih anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota," kata Novi. Dalam melaksanakan Pemilu, Novi mengatakan bahwa proses tersebut harus dilaksanakan berdasarkan prinsip luber, jurdil. "Nah ini dilaksanakan berdasar prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil atau luber jurdil berdasarkan Pancasila dan UUD RI Tahun 1945," lanjut Novi. Pada kesempatan tersebut Novi juga menerangkan asas-asas lain dalam penyelenggaraan Pemilu seperti kesetaraan, kebebasan individu dalam berkarya, kebebasan dalam beragama, kebebasan dalam menyatakan pendapat, kebebasan memperoleh pendidikan yang layak, kebebasan pers, kebebasan dalam berorganisasi. Dalam materi yang disampaikan, Novi menjelaskan bahwa pada hari pemungutan suara Pemilu, Rabu 14 Februari 2024 mendatang, para pemilih akan mendapatkan 5 (lima) jenis surat suara. Kelima surat suara tersebut untuk memilih presiden dan wakil presiden (pilpres), anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) RI, anggota dewan perwakilan daerah (DPD), anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) provinsi dan anggota DPRD kabupaten/kota. Kegiatan dalam bentuk seminar tersebut dilaksanakan sepenuhnya oleh para siswa, baik pembawa acara, moderator, dan panelis. Proses tersebut menurut pengajar yang mendampingi siswa dan siswi SMA Negeri 8 merupakan cara agar murid-murid dapat belajar cara berorganisasi, bekerja sama dan proses berdemokrasi dengan baik. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Suluk Senen Pahingan: Pemilu di Mata Milenial

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menghadiri undangan sebagai narasumber dalam kegiatan Suluk Senen Pahingan dengan tema Pemilu Dimata Milenial yang diselenggarakan di Joglo Pondok Pesantren Al Itqon Semarang, Minggu (22/10). Pondok Pesantren Al Itqon sering mengadakan kegiatan-kegiatan diskusi untuk membahas isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat dan mendatangkan narasumber-narasumber terpercaya. Kegiatan diawali dengan mengaji bersama Kyai Ubaid sebagai Pengasuh Pondok Pesantren AL Itqon Semarang.  Adapun Band Serambi asal Semarang mengisi kegiatan malam itu untuk menghibur para tamu undangan dengan lirik-lirik lagu yang masih seputar kondisi demokrasi bangsa Indonesia. Narasumber dalam diskusi tersebut antara lain, aktivis muda, Adetya Pramandira, Ketua BEM Unnes, Fajar Rahmat Sidik, dan aktivis serta mantan Ketua BEM Fakultas Hukum USM, Teguh Dwi Laksono. Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) mengatakan bahwa negara Indonesia terbentuk atas perjuangan panjang para pejuang bangsa. Mengenai proses demokrasi melalui Pemilu, Nanda mengatakan hal tersebut merupakan salah satu perjuangan untuk menegakkan demokrasi. Sehingga menurutnya pemilih pemimpin melalui Pemilu menjadi salah satu hal yang penting dalam suatu negara. Sementara itu, menurut aktivis serta mantan Ketua BEM Fakultas Hukum USM Teguh Dwi Laksono, para milenial harus terlibat dalam proses demokrasi, salah satunya adalah ikut Pemilu dan ikut mengawasi. Teguh juga mengatakan para milenial juga harus pintar memilih pemimpin-pemimpin yang akan menduduki kursi eksekutif dan kursi-kursi legislatif, dengan mencari sebanyak mungkin informasi latar belakangnya, jejak politiknya.  "Para Milenial juga harus pandai menyerap informasi, harus tahu sumber informasi dan kebenarannya secara utuh. Tetap percaya bahwa dengan Pemilu sangat berpengaruh baik untuk Indonesia," kata dia. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Peringati Hari Santri, KPU Kota Semarang Goes to Pesantren Tayangkan Film Kejarlah Janji

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Untuk memperingati Hari Santri, 22 Oktober 2023, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengunjungi Pondok Pesantren Askhabul Kahfi untuk melalukan sosialisasi Pemilu 2024 melalui penayangan film Kejarlah Janji, Minggu (22/10). Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua, Henry Casandra Gultom, Anggota, Ahmad Zaini dan Novi Maria Ulfah, dan Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin. Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menjelaskan bahwa penayangan film Kejarlah Janji merupakan kegiatan sosialisasi dari KPU RI yang dilaksanakan di seluruh satker KPU. Nanda melanjutkan, santri Ponpes Askhabul Kahfi menjadi penonton pertama di Kota Semarang yang menyaksikan film tersebut, mengingat film Kejarlah Janji tidak ditayangkan di bioskop. "Untuk peringatan Hari Santri 2023, jadi teman-teman ini menjadi yang pertama nonton fil Kejarlah Janji, karena film ini tidak ditayangkan di bioskop," ujar Nanda. Melalui tanyangan film sosialisasi itu, Nanda mengatakan bahwa KPU hendak memastikan para santri dapat memahami pentingnya menggunakan hak pilih untuk masa depan Bangsa Indonesia. "Kami ingin memastikan bahwa teman-teman mampu dan mengetahui tata cara memilih kapan, dan memilih siapa saja, tetapi juga betapa pentingnya hak pilih yang teman-teman miliki untuk menentukan masa depan dan kebijakan-kebijakan bangsa," papar Nanda. Lebih lanjut Nanda mengatakan bahwa penggunaan hak pilih dalam Pemilu tidak hanya mencoblos di TPS, tetapi juga untuk menentukan arah pembangunan yang lebih baik untuk publik. "Pemilu prosesnya mungkin bagi teman-teman hanya dua menit, tetapi dari segi penyaluran hak pilih, teman-teman ini juga memiliki peran terhadap perkembangan pendidikan yang berkualitas, murah dan lain sebagainya, Pemilu juga akan menentukan arah ekonomi dan lainnya," urainya. Mengenai pelaksanaan tugas KPU dalam Pemilu 2024, Nanda menjelaskan kepada para santri bahwa KPU berusaha melayani masyarakat secara adil dan merata "KPU Kota Semarang selalu berusaha untuk melayani seluruh masyarakat secara adil, san profesional," katanya. Sementara itu, pengurus Ponpes Askhabul Kahfi, Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa sosialisasi KPU melalui film Kejarlah Janji merupakan konsep yang menarik sehingga lebih cocok dan mudah diterima oleh pemilih muda. KPU melalui nobar film ini dapat dikatakan telah dikonsep dengan indah, sehi.gga bisa pas dalam menyampaikan pesan-pesan mengenai penggunaan hak pilih kalian, anak-anak muda yang telah memiliki hak pilih," kata Fauzi. Menurut Fauzi, pemilih pemula memerlukan media sosialisasi yang menarik agar dapat diterima dengan baik. "Anak-anak ini sangat membutuhkan sosialisasi semacam ini, menarik bagi pemilih pemula berusia 17 tahun," tambah dia. Melalui metode-metode sosialisasi KPU, Fauzi berharap santri Ponpes Askhabul Kahfi mampu menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024 secara merdeka dan berdaulat  "Nalian nanti akan tahu kalian punya kewajiban, hak pilih dan berhak memilih siapapun yang kalian kehendaki. Harapannya hak pilih yang kalian miliki secara pribadi bisa menentukan sosok yang kalian sendiri pilih, bukan karena orang lain," ujar dia. Dalam penayangan fil Kejarlah Janji, sebanyak 150 santri nampak antusias dan terhibur dengan kegiatan nonton bareng tersebut. (rap/ed. Foto: e1/rap/KPU Kota Semarang)