Rakor Persiapan Pengelolaan Logistik Pemilu 2024
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pengelolaan Logistik pada Pemilu Tahun 2024 yang digelar oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Jumat (6/10). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Griya Persada, Bandungan tersebut diikuti oleh Ketua, Sekretaris, dan Kasubag KUL Sekretariat KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Acara diawali dengan laporan kegiatan dari Kabag KUL KPU Provinsi Jawa Tengah, Eko Supriyono yang menyampaikan bahwa pengelolaan logistik harus tepat waktu , tepat jumlah dan efisien. Selanjutnya pada arahan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono menjelaskan bahwa manajemen pengelolaan logistik melalui pengunaan teknologi perlu dilakukan mitigasi untuk meminimalisir risiko yang mungkin timbul. KPU Provinsi Jawa Tengah menghadirkan narasumber dari Polda Jateng dengan materi pengamanan logistik Pemilu 2024. Narasumber kedua, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, yang menyampaikan materi terkait mitigasi resiko dan evaluasi pengelolaan logistik Pemilu 2019. Narasumber ketiga, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan data pergerakan distribusi logistik. Narasumber keempat, BMKG Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan kondisi cuaca, dan intensitas curah hujan di November 2023 yang mulai meningkat hingga paling tinggi di bulan Februari 2024. Sementara itu, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Perencanaan dan Logistik, Basmar Perianto Amron meminta KPU kabupaten/kota untuk mencermati ulang kebutuhan logistik tahap 1. "Setelah dilakukan klik nasional mohon teman-teman mencermati ulang kebutuhan logistik dan dapat dilakukan survey ke penyedia apabila di perlukan," kata Basmar. Pada kesempatan yang sama, Kabag Logistik Sekretariat Jenderal KPU RI, Suryanto, menyampaikan bahwa dasar penghitungan besaran harga satuan seperti bongkat muat, perakitan kotak, sortir lipat pengesetan, pengepakan disesuaikan dengan UMK di masing-masing daerah. "Dasarnya disesuaikan dan untuk dicek dengan besaran UMK masing masing kabupaten/kota," ujar Suryanto. Untuk distribusi logistik, Suryanto meminta KPU kabupaten/kota untuk menghitung jarak tempuh, waktu tempuh baik daru KPU ke PPK, PPK ke PPS, dan PPS ke TPS sebagai acuan menghitung biaya distribusi dan redistribusi logistik. Menambahkan mengenai persiapan pengelolaan logistik, Sekretaris KPU Provinsi Jawa Tengah, Rudinal memberikan pengarahan untuk segera menyelesaikan sewa gudang bagi yang belum melaksanakan tahapan tersebut. "Selain itu segera saja merencanakan penghitungan anggaran pengadaan ATK untuk TPS, distribusi logistik. Catatan juga sisa anggaran sewa gudang tidak diperbolehkan dialokasikan untuk kegiatan lain selain pembiayaan KJPP," pesan Rudinal. Pada rakor hari kedua Sabtu (7/10) disampaikan materi oleh Kabag KUL KPU Provinsi Jawa Tengah, Eko Supriyono yang mencermati Keputusan KPU RI No 1281 Tahun 2023 tentang Kebutuhan Perlengkapan Pemungutan Suara, Dukungan Perlengkapan Lainnya, dan Perlengkapan Pemungutan Suara Lainnya Dalam Pemilihan Umum. Pada kesempatan tersebut juga diperlihatkan contoh Kotak Suara dan Bilik Suara serta alat kelengkapan TPS yang dilaksanakan proses pengadaannya di Tahap I. (wny/ed. Foto: wny/KPU Kota Semarang)