Berita Terkini

Sosialisasi P5 Suara Demokrasi Kepada Pelajar SMA Islam Hidayatullah

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memberikan sosialisasi melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Suara Demokrasi" guna meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta didik kelas XI SMA Islam Hidayatullah Semarang tentang konsep demokrasi, Rabu (11/10). Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut Anggota KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini. Zaini menjabarkan bahwa berdasarkan regulasi Pemilu disebutkan bahwa praktik demokrasi ditujukan untuk memberikan kebebasan bagi setiap warga negara dalam berpendapat. Selain itu pelaksanaan Pemilu yang dilaksanakan berdasar asas Luber, Jurdil dilakukan untuk memberikan keamanan serta mendorong rakyat untuk aktif dalam praktik politik dan dalam proses pengambilan keputusan pemerintahan. "Melalui Pemilu itu bahwa semua masyarakat, Warga Negara Indonesia bisa dan sangat mungkin untuk terlibat dalam upaya untuk membentuk suatu pemerintahan yang demokratis," kata Zaini. Pada kesempatan tersebut Zaini juga menerangkan asas-asas lain dalam penyelenggaraan Pemilu seperti kesetaraan, kebebasan individu dalam berkarya, kebebasan dalam beragama, kebebasan dalam menyatakan pendapat, kebebasan memperoleh pendidikan yang layak, kebebasan pers, kebebasan dalam berorganisasi. "Kebebasan yang dijamin itu akan tetapi harus sesuai UU dan hukum yang berlaku di Indonesia," tambah Zaini. Sebagai negara yang menganut sistem demokrasi, Zaini mengartikan konsep tersebut bahwa masyarakat memiliki peran sentral dalam membuat suatu kebijakan. "Perannya sangat besar karena aspirasi yang disampaikan masyarakat itu merupakan hasil musyawarah dan suara terbanyak. Yang nantinya akan dijadikan keputusan bersama dalam membangun negara," kata Zaini. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Group Discussion Competition Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri acara Group Discussion Competition dengan tema Pemilu 2024 dari sudut pandang Generasi Z, Rabu (11/10).  Kegiatan yang berlangsung di Hotel Candi Indah Semarang tersebut, dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Novi Maria Ulfah. Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang tersebut bertujuan memberikan wawasan untuk generasi muda tentang Pemilu yang adil, jujur dan bermartabat, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, dan menampung aspirasi dari kelompok pemilih terbanyak (generasi Z).  Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan dari jumlah DPT yang sudah ditetapkan oleh KPU Kota Semarang, separuh lebih pemilih adalah generasi Z dan milenial.  Ia berpendapat jumlah tersebut memiliki pengaruh besar sebagai penentu suksesnya Pemilu 2024.  Karena hal tersebutlah Kesbangpol Kota Semarang mengajak Gen-Z dari empat Universitas di Kota Semarang untuk saling berdiskusi di Group Discussion Competition (GDC).  "Menurut data dari KPU 56% data pemilih adalah dari generasi Z dan milenial itu artinya banyak pemilih-pemilih pemula. Sudah saatnya kita ikut berkontribusi dalam menentukan arah perkembangan negara kita ini melalui mekanisme demokrasi yaitu pemilihan umum," kata Sapto. Dalam pembukaannya, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menerangkan bahwa gagasan dan buah pikir dari Gen-Z perlu didengarkan, karena nantinya mereka akan menjadi generasi penerus yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini.  "Ini adalah contoh bagaimana bisa memfasilitasi dari Gen-Z. Acara-acara ini pasti akan berlanjut, tetapi disesuaikan lagi dengan tema-temanya," ujarnya.  Kompetisi ini diikuti Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dalam bentuk tim beranggotakan 5 mahasiswa. (ina/ed. Foto: ina/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri P5 Ekspresi Cinta Negeri Melalui Demokrasi SMP Negeri 13

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang digelar oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Kota Semarang dengan tema Ekspresi Cinta Negeri Melalui Demokrasi, Selasa (10/10). Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa dan siswi Kelas VII dan VIII tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang Novi Maria Ulfah. Dalam materi yang disampaikan, Novi menjelaskan bahwa pada hari pemungutan suara Pemilu, Rabu 14 Februari 2024 mendatang, para pemilih akan mendapatkan 5 (lima) jenis surat suara. Kelima surat suara tersebut untuk memilih presiden dan wakil presiden (pilpres), anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) RI, anggota dewan perwakilan daerah (DPD), anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) provinsi dan anggota DPRD kabupaten/kota. Kepada siswa dan siswi yang hadir, Novi meminta agar informasi tersebut dapat disampaikan kepada teman, saudara dan anggota keluarga yang lain agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan informasi kepemiluan, terutama mengenai Pemilu Tahun 2024. "Nanti sampaikan ya ke teman-teman yang lain, ayah, ibu kalau nanti Rabu 14 Februari 2024, pemilih akan mendapat 5 jenis surat suara yang berbeda, kalau abu-abu untuk pilpres, merah untuk DPD RI, hijau DPRD kabupaten/kota, kuning DPR RI, dan biru untuk DPRD provinsi," papar Novi. Mengenai Pemilos yang akan digelar oleh SMP Negeri 13, Novi menjelaskan bahwa antara tahapan Pemilu dan Pemilos tidak banyak berbeda. "Pada prinsipnya Pemilos dan Pemilu sama. Sarana demokrasi yang dilaksanakan prisip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber, Jurdil). Nah persiapannya juga sama, sebelum hari pemungutan suara banyak hal yang harus dipersiapkan. Kalau untuk Pemilu 2024, KPU Kota Semarang sudah membentuk PPK pada Januari 2023 lalu, kemudian menyusun daftar pemilih, menetapkan peserta pemilu, dan lainnya," jelas dia. Agar pelaksanaan Pemilos SMP Negeri 13 lebih menarik dan calon pemilih lebih mengenal siapa saja calon ketua Osis, Novi menyarankan agar dilakukan tahapan kampanye berupa pemaparan visi dan misi serta debat antar kandidat. "Nanti untuk kampanye bisa dirancang agar calon ketua Osis ini bisa menyampaikan visi, misi, adu gagasan dan debat yang positif mengenai tema tertentu agar pemilih di SMP 13 ini tahu seperti apa visi dan misi para calon," ujar Novi. Dengan cara tersebut, para pemilih ketua Osis bisa lebih mengenali serta mendalami visi dan misi, sekaligus karakter para calon ketua Osis. "Ini akan menarik, jadi para calon pemilih lebih mengenali siapa sih calon nya, bagaimana visi misinya," tambah dia. Cara tersebut merupakan salah satu cara bagaimana seorang pemilih menjadi pemilih cerdas dalam pemilu, yakni mempelajari visi dan misi kandidat sebelum menggunakan hak pilihannya. Pada kesempatan tersebut, Novi juga berharap agar para pelajar SMP Negeri 13 untuk tidak menerapkan praktik-praktik politik yang tidak bertanggung jawab.  "Tidak boleh menjelekkan satu pihak dengan yang lainnya, adik-adik jangan sampai terlibat. Nah karena sudah mengetahui kalau kampanye hitam itu dilarang, maka adik-adik nanti bisa memberi tahu ke teman-teman dan keluarga kalau hal itu bisa memecah belah persatuan bangsa," kata Novi. Kegiatan P5 SMP Negeri 13 berjalan interaktif dan meriah karena pada proses tanya jawab banyak siswa yang memberikan pertanyaan seputar kepemiluan, serta sorak sorai, dan tepuk tangan saat KPU Kota Semarang memutar video parpol peserta Pemilu 2024. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi Demokrasi, P5 SMA Nasima Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang berikan sosialisasi dan pengetahuan tentang demokrasi melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang diselenggarakan oleh SMA Nasima, Selasa (10/10). Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan P5 tersebut anggota KPU KPU Kota Semarang, Heri Abriyanto. Heri menjelaskan, secara etimologi demokrasi terdiri dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni Demos yang berarti rakyat dan Kratos yang bermakna kekuasaan.   "Menurut Abraham Lincoln, demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," terang Heri. Kemudian Heri menerangkan perkembangan sistem demokrasi di Indonesia. "Sistem demokrasi parlementer ditandai dengan sistem pemerintahan parlementer, di Indonesia terjadi pada tahun 1945 terbentuknya kabinet pertama kalinya yang dipimpin oleh Soetan Sjahrir," Ujar Heri. Heri menjelaskan, Indonesia merupakan negara demokrasi di mana setiap keputusan diambil secara musyawarah. Hal tersebut menurutnya dapat diambil melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang berguna untuk menumbuhkan jiwa-jiwa demokrasi peserta didik melalui kegiatan-kegiatan organisasi dan lembaga. Pada kesempatan tersebut, Heri menerangkan siapa saja yang diberi amanat untuk proses penyelenggaraan Pemilu. "Ada tiga pihak penyelenggara Pemilu, yaitu KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)," Ucap Heri. Selain intu Heri juga menerangkan tentang Badan Adhoc yang membantu pelaksanaan tugas KPU di tingkat kecamatan, kelurahan, dan di tempat pemungutan suara di dalam negeri maupun luar negeri. "Badan Adhoc adalah anggota dan sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), anggota dan sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kelurahan, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPLN), Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP/Pantarlih), Panitia Pemutakhiran Data Pemilih Luar Negeri (Pantarlih LN) dan Petugas Ketertiban TPS," papar Heri. (awh/ed. Foto: e1/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi P5 SMA Negeri 15 Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Semarang hadir sebagai narasumber dalam rangka Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Suara Demokrasi yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 15 Semarang, Senin (9/10). Hadir sebagai narasumber, Anggota KPU Kota Semarang Heri Abriyanto yang memberikan materi mengenai peran pemilih pemula dalam Pemilu tahun 2024. "Adek-adek SMA N 15 Semarang, mengenai Pemilu bukan hanya sekedar memiliki arti pemilihan umum saja tetapi punya makna dan arti yang luas yaitu sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," ujar Heri. Heri juga menjelaskan kepada siswa-siswi SMA Negeri 15 Semarang bahwa Pemilu nantinya akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024, dan apa saja syarat-syarat pemilih. "tadi sudah tahu tanggal Pemilunya, sekarang syarat agar bisa menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara sudah berusia 17 atau lebih atau sudah/pernah kawin; tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai hukum tetap; memiliki E-KTP; tidak sedang menjadi anggota TNI/Polri; dan terdaftar sebagai Pemilih," ujar Heri. Heri mengajak seluruh siswa-siswi SMA Negeri 15 Semarang untuk  datang ke TPS pada tanggal 14 Februari 2024. "Ayo adek-adek semua yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih untuk bisa menggunakan hak pilihnya, pada Rabu 14 Februari 2024. Jangan sampai golput," tambah Heri. (ina/ed. Foto: ina/KPU Kota Semarang)

Pelantikan PAW PPK Candisari dan PPS Kelurahan Jerakah, Kaliwiru, dan Terboyo Wetan

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Pelantikan Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota PPK Candisari dan Anggota PPS Kelurahan Jerakah, Kaliwiru, dan Terboyo Wetan untuk Pemilu Tahun 2024, Senin (9/10). Anggota PPK dan PPS yang dilantik menggantikan anggota sebelumnya yang mengundurkan diri.  Pelantikan tersebut juga mengundang Ketua PPK Candisari, Tugu, dan Genuk serta Ketua PPS Kelurahan Jerakah, Kaliwiru, dan Terboyo Wetan untuk menyaksikan pelantikan tersebut. Pelantikan dipimpin oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda), dan sebagai saksi Anggota KPU Kota Semarang Suyanto dan Novi Mari Ulfah. Pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah janji dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah janji dan pakta integritas. Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom, dalam sambutanya menyampaikan kepada anggota PPK dan PPS yang baru saja dilantik untuk segera berbaur dan bersinergi dengan PPK dan PPS yang ada di wilayah kerjanya. Nanda juga berpesan kepada PPK dan PPS untuk solid dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sehingga mampu memberikan hal-hal positif untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 khususnya di Kota Semarang. "Selamat kepada PPK dan PPS yang telah dilantik, saya harap bisa segera berbaur anggota yang lain dan ke depan saya harap dapat bekerja dengan solid dan memberikan hal-hal poistif untukk penyelenggaraan Pemilu di Kota Semarang," kata Nanda. (ana/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)