Berita Terkini

Divisi Sosdiklih Memiliki Nilai Guna Tinggi Bagi Satker KPU

Tangerang, kota-semarang.kpu.go.id - Dalam Rapat Koordinasi Nasional Kehumasan dan PPID yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI), Anggota KPU RI, Parsadaan Harahap mengatakan bahwa divisi sosialisasi dan pendidikan pemilih (sosdiklih) memiliki nilai guna yang tinggi bagi satker KPU di masing-masing daerah, Senin (25/9). "Divisi sosdiklih mempunyai ruang terbuka untuk bisa memberikan makna dalam konteks tugas kepemiluan, sehingga berdaya guna yang tinggi di masing masing satker," kata Parsadaan. Hal tersebut karena divisi sosdiklih bisa melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai seluruh tahapan. Berbeda dengan divisi lain yang bekerja sesuai dengan tahapan yang dihadapinya. "Divisi sosparmas bisa melintasi semua batas, ruang dan waktu. Misal SDM, mengurus SDM di masing masing satker. Datin ngurusi data. Hukum bergerak jika ada masalah, kalau sosparmas memiliki banyak ruang terbuka," lanjutnya. Sementara itu, Anggota KPU RI, August Mellaz meminta kepada seluruh satker KPU yang hadir untuk segera mempersiapkan diri. Pasalnya tantangan Pemilu 2024 akan semakin kompleks. "KPU sebagai organisasi harus bersiap diri untuk menghadapi tantangan 2024 yang semakin komplek," kata August. Meski demikian, ia mengatakan bahwa satker KPU tidak perlu berkecil hati, karena KPU memiliki tugas yang mulia, serta KPU sudah banyak mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. "Hendaknya tantangan tersebut jangan membuat kecil hati. Karena KPU secara umum bisa menjawab keraguan publik dengan baik, selain itu KPU juga mendapatkan apresiasi dari pihak luar, antara lain; Tahun 2022 KPU meraih peringkat 1 anugerah keterbukaan informasi publik dengan nilai 98,8  diberikan oleh Komisi Informasi Pusat, KPU meraih penghargaan sebagai lembaga terpopuler di media cetak dan online/sosial media dari Publik Relation Indonesia, dan Survey jajak pendapat Litbang Kompas menempatkan KPU sebagai lembaga yang paling dipercaya oleh publik sejak awal Januari 2023," papar nya. Sementara itu Deputi Teknis Setjen KPU RI, Eberta Kawima mengatakan bahwa kehumasan dan PPID merupakan etalase lembaga, oleh sebab itu etalase tersebut perlu dibuat menarik agar bisa menarik atensi publik terhadap KPU. “Apa yang ada di dalam KPU, terpampang di etalase KPU. Jika etalase menarik maka akan menarik pengunjung untuk masuk ke dalamnya. Maka melalui kanal media KPU, onine maupun media sosial perlu dikelola dengan baik," kata dia. Lebih lanjut Eberta berpesan agar KPU menginformasikan ke masyarakat tentang hari dan tanggal pemungutan suara serta cekdptoline.kpu.go.id. Hadir pada rakor tersebut Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah, dan Kasubbag TPPH Sekretariat KPU Kota Semarang, Tobirin. (tbr/ed. Foto: tbr/KPU Kota Semarang)

Hari Keenam Kirab Pemilu 2024, KPU Kota Semarang Kunjungi Pemilih di 3 Kecamatan

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Pada hari keenam pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang para pemilih yang berada di 3 (tiga) kecamatan, Senin (25/9). Ketiga kecamatan tersebut adalah Kecamatan Ngaliyan dengan basis pemilih pemula yang terdiri dari pelajar SMA Negeri 8, basis pemilih disabilitas di Kecamatan Semarang Barat, dan basis pemilih komunitas di Kecamatan Semarang Selatan. Hari kelima pelaksanaan kirab dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini, Heri Abriyanto, dan Suyanto. Saat memberikan materi kepada pemilih disabilitas, terdapat pertanyaan kepada KPU yang menyarankan pendampingan yang dilakukan oleh anggota keluarga.  Merespon hal tersebut, PPK Semarang Barat yang memberikan materi sosialisasi menjelaskan bahwa secara umum, KPU memang menyarankan kepada pemilih yang memiliki kebutuhan khusus untuk didampingi oleh anggota keluarga, karena anggota keluargalah yang lebih mengetahui sifat pemilih tersebut. Petugas KPU siap memberikan bantuan dan pendampingan ketika pemilih yang bersangkutan datang sendiri dan tidak didampingi oleh anggota keluarga. "Petugas KPU dipastikan pasti akan membantu bapak/ibu yang membutuhkan perlakuan khusus jika para pemilih berkebutuhan khusus tidak didampingi anggota keluarga. Kami pastikan KPU akan tetap berintegritas, menjaga rahasia para pemilih," jelas Soesanto, Ketua PPK Semarang Barat. Terkait daerah pemilihan (dapil), Anggota KPU Kota Semarang, Heri Abriyanto mengatakan bahwa tidak semua pemilih akan mendapatkan 5 (lima) surat suara. "Kalau bapak terdaftar di TPS di Semarang Selatan, kemudian pada hari pemungutan suara bapak mendapat tugas pekerjaan di tempat lain, misalnya di Pucang Gading, maka bapak hanya akan mendapat 2 surat suara, yakni surat suara pilpres, dan DPD RI," papar Heri. Heri melanjutkan, bagi pemilih yang mengajukan pindah memilih, ia mengatakan bahwa ada kemungkinan yang bersangkutan tidak mendapat 5 (lima) jenis surat suara. "Jadi begitu ya, jika mengajukan pindah memilih, nanti bapak tidak perlu kaget jika tidak diberi 5 jenis surat suara karena ada pembagian dapil tersebut," tambahnya. Mengenai warna surat suara dalam Pemilu 2024, Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto mengatakan bahwa warna yang berbeda digunakan oleh KPU untuk mempermudah pemilih. "Abu-abu untuk pilpres, kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD RI, biru untuk DPRD Provinsi, hijau untuk DPRD Kabupaten/Kota. Warna yang beda ini biar bapak/ibu mudah memasukkan surat suara ke dalam kotak suara, karena lima surat suara, maka ada 5 kotak suara juga," kata Suyanto. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang Kunjungi Pemilih Basis Perempuan, Disabilitas, dan Komunitas

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Pada hari kelima pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang mengunjungi basis-basis pemilih di 3 (tiga) kecamatan di Kota Semarang, Minggu (24/9). Ketiga basis pemilih tersebut diantaranya basis pemilih disabilitas di Kecamatan Gunungpati, basis pemilih perempuan Kecamatan Mijen, dan basis pemilih komunitas di Kecamatan Tugu. Dalam kesempatan tersebut hadir Anggota KPU Kota Semarang Suyanto, dan Novi Maria Ulfah yang memberikan materi sosialisasi dan quiz berhadiah. KPU Kota Semarang berkolaborasi dengan PPK di kecamatan tersebut untuk ikut memberikan materi sosialisasi berupa pindah memilih, jumlah dan jenis surat suara, daerah pemilihan (dapil) dan informasi Pemilu 2024 lainnya. Saat mengunjungi basis pemilih disabilitas, Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto menjelaskan bahwa pemilih yang berkebutuhan khusus boleh didampingi oleh anggota keluarga, dan akan mendapatkan bantuan dari anggota KPPS saat berada di TPS. "Bagi bapak/ibu yang membutuhkan pendampingan bisa didampingi oleh anggota keluarga. Nanti petugas KPPS juga pasti akan memberikan bantuan kepada bapak/ibu semua," terang Suyanto. Mengenai tata cara memilih di TPS, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah mengatakan bahwa nanti KPU Kota Semarang akan memberikan materi bimbingan teknis yang lebih rinci mengenai tata cara pemungutan suara di TPS. "Pada Pemilu 2024 nanti kami akan memberikan bimtek yang lebih rinci kepada PPK dan PPS, jadi nanti bapak/ibu pasti akan diberikan informasi yang lebih rinci, menggunakan alat peraga, dan ada simulasi juga," papar Novi. Pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang di hari kelima ini berlangsung dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.45 WIB.  Di sepanjang jalan menuju lokasi pembemberian materi sosialisasi, mobil kirab pemilu menggunakan alat pengeras suara untuk mengingatkan warga Kota Semarang yang melintas di jalan protokol untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024, hari Rabu, tanggal 14 Februari 2024 mendatang. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Senam Bersama Meriahkan Kirab Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Untuk menyemarakkan Kirab Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar senam bersama yang dilaksanakan di area Car Free Day (CFD) Jalan Pahlawan, Minggu (24/9). Kegiatan yang diikuti oleh anggota dan sekretariat PPK, dan PPS berlangsung meriah dengan senam aerobik bernuansa dangdut koplo. Selain diikuti oleh penyelenggara adhoc, warga Kota Semarang nampak ikut melakukan senam dan mengikuti quiz kepemiluan berhadiah. Di sela-sela kegiatan senam, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah mengajak warga Kota Semarang untuk menyalurkan hak konstitusinya pada Rabu, 14 Februari 2024. "Selamat pagi warga Kota Semarang, selamat datang di rangkaian Kirab Pemilu 2024, di sebelah kanan saya ada mobil kirab berisi bendera parpol peserta pemilu, silahkan dilihat dan dikenali, jangan sampai golput, ayo gunakan hak pilih teman-teman semua besok Rabu, 14 Februari 2024," kata dia. Sementara itu, Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto mengajak warga Kota Semarang memanfaatkan teknologi informasi yang diterapkan oleh KPU untuk memberikan memperoleh informasi kepemiluan. "Mudah bu sekarang, untuk cek DPT bisa diakses lewat HP atau laptop melalui cekdptonline.kpu.go.id, nah kalau untuk melihat apa saja parpolnya, siapa saja calonnya bisa melalui infopemilu.kpu.go.id," ujar Suyanto. Selain memberikan materi sosialisasi secara verbal, KPU Kota Semarang juga membagi-bagikan stiker, flier, mug, tumbler, dan kaos melalui quiz kepemiluan. Sosialisasi tersebut berhasil menarik warga Kota Semarang yang hadir untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dan berinteraksi dengan KPU Kota Semarang. Kegiatan yang dimulai pada pukul 06.00 WIB tersebut rampung pada pukul 08.30 WIB. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Lewat Kirab Pemilu 2024, KPU Kota Semarang Ajak Pelajar Lakukan Perekaman KTP Elektronik

Semarang, semarang.kpu.go.id - Rombongan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang pada hari keempat yang menyapa pemilih pemula MA Al-Ishlah mengajak para pelajar yang telah berumur 17 tahun untuk proaktif melakukan perekaman KTP Elektronik, Sabtu (23/9). "Yang sudah 17 angkat tangan, lumayan banyak ya, sudah melakukan perekaman KTP belum? jika belum harus proaktif ya adik-adik, karena ini penting," kata Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto. Selain sebagai tanda bukti terdaftar dalam data kependudukan, Suyanto mengatakan KTP menjadi bukti bahwa yang bersangkutan merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki hak pilih dalam Pemilu 2024 pada Rabu, 14 Februari 2024 mendatang. Lebih lanjut mengenai kepemilikan KTP, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Hukum dan Pengawasan tersebut menjelaskan bahwa pelajar yang telah memiliki hak pilih tetapi belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan KTP saat hari H coblosan. "KTP ini juga menjadi penting, karena jika adik-adik belum masuk di DPT, masih bisa memilih melalui DPK, tetapi harus menunjukkan KTP, maka adik-adik ini harus proaktif ya, memiliki kesadaran minimal untuk melakukan perekaman KTP dulu," pesan dia. Pada kesempatan tersebut Suyanto meminta MA Al-Ishlah untuk melakukan pendataan pelajarnya yang sudah berumur 17 tahun dan mengirimkan permohonan perekaman KTP ke Dispenduk Kota Semarang. "Nanti bapak/ibu dibantu sama PPK Tembalang untuk mendata siswa-siswinya yang telah berumur 17 tahun tapi belum punya KTP, supaya bisa melakukan perekaman bersama, syukur-syukur nanti Dispenduk Kota Semarang bisa datang ke sini, agar nanti adik-adik ini bisa menyalurkan hak pilih secara lancar," paparnya. Selain mengunjungi basis pemilih pemula di MA Al-Ishlah di Tembalang, rombongan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang juga mengunjungi basis pemilih perempuan di Kecamatan Gajahmungkur. Pada pemberhentain terakhir, yakni di Aula Kecamatan Banyumanik, rombongan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang menyapa pemilih di SMA Negeri 4, SMA Negeri 9, SMK Hidayah, SMK Negeri 11, SMA Hidayatullah, SMA Mardi Siswo, SMK Jaya Wisata, SMA Al-Azhar, dan ibu-ibu pengurus PKK Banyumanik. Pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang hari keempat tersebut berlangsung aktif, peserta sosialisasi yang biasanya interaktif saat acara quiz berhadiah, kali ini banyak yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar Pemilu 2024. Karena para pemilih aktif bertanya dan berdiskusi mengenai informasi kepemiluan, KPU Kota Semarang memberikan souverir kepada para peserta sosialisasi yang proaktif tersebut. Selain memberikan quiz berhadiah kepada pemilih Kota Semarang, rombongan Kirab Pemilu 2024 Kota Semarang juga mengunjungi warga di sekitar untuk memberikan stiker dan leaflet sosialisasi Pemilu 2024. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Seminar Peran Mahasiswa dalam Pesta Demokrasi Indonesia

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri kegiatan Seminar Kebangsaan bertajuk "Peran mahasiswa dalam pesta demokrasi Indonesia" yang digelar oleh Fakultas Hukum Universitas Sultan Agung Semarang, Sabtu (23/9). Dalam sambutannya, Wakil Dekan I Unissula, Dr. Hj. Widayati SH, MH mengajak para mahasiswa yang hadir untuk aktif mengikuti organisasi mahasiswa.  Ia menambahkan semakin aktif berorganisasi maka semakin banyak pengalaman yang akan didapatkan oleh para mahasiswa, terutapa pada topik-topik di luar ilmu hukum. "Seperti seminar yang berlangsung ini, dan mudah mudahan ilmu yg di dapat bisa berguna untuk kita semua," kata Widayati.  Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah sebagai narasumber yang menyampaikan materi pentingnya mahasiswa mengikuti informasi kepemiluan. Sementara itu narasumber lainnya, Dosen Fakultas Hukum Unissula, Dr. Nanang Sudarmaji, S.H., M.H. yang menjelaskan aspek-aspek negara demokrasi, dan narasumber terakhir, former Chairman of BEM KM UGM 2022, Enthusiast on Peaceeducation and Organizational Management, Muhammad Khalid, menyampaikan materi mengenai pentingnya demokrasi untuk gen milenial. (ian/ed. Foto: ian/KPU Kota Semarang)