Berita Terkini

Sosialisasi Peran Generasi Milenial Dalam Pemilu Serentak Tahun 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan pendidikan pemilih di SMA Negeri 4, Semarang melalui sosialisasi peran generasi milenial dalam Pemilu 2024, Senin (11/9). Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Hukum dan Pengawasan, Suyanto yang menyampaikan mengenai pelaksanaan event tersebut tiap 5 tahun sekali. Suyanto juga menjelaskan bahwa Pemilu dilaksanakan sebagai sarana kedaulatan rakyat untuk memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota DPRD. "Dalam pelaksanaan Pemilu, KPU harus mempersiapkan tahapan-tahapannya berdasarkan prinsip yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber, Jurdil) dalam NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD," jelas Suyanto.   Untuk melaksanakan prinsip luber jurdil, Suyanto mengatakan bahwa penyelenggara Pemilu harus menerapkan prinsip aksesibiltas, yakni setiap informasi kepemiluan harus bisa diakses oleh masyarakat umum. "Selain tahapan-tahapan harus bisa diakses masyarakat, penyelenggara Pemilu juga harus memberikan pelayanan bagi semua masyarakat secara adil, tanpa terkecuali termasuk bagi para penyandang disabilitas," terangnya. Lebih lanjut mengenai keterlibatan publik, Suyanto berharap siswa dan siswi SMA N 4 Semarang bisa menjadi pemilih yang cerdas dengan cara mengenali dan mencari tahu jejak rekam calon. "Ini salah satu hal yang penting untuk memastikan bahwa calon tersebut merupakan orang yg bersih, pantas, memenuhi kriteria dan orang yang amanah dalam menjalankan tugas," ujarnya.  Sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Semarang tersebut disambut baik dan hangat oleh para siswa siswi dengan aktif mengajukan pertanyaan. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Pelantikan PAW PPS Kelurahan Plamongansari Kota Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Pelantikan Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Plamongansari Kota Semarang untuk Pemilihan Umum Tahun 2024, Jumat (8/9). Anggota PPS yang terlantik menggantikan anggota PPS sebelumnya yang meninggal dunia. Acara tersebut juga mengundang Ketua PPK Pedurungan dan Ketua PPS Kelurahan Plamongansari untuk menyaksikan pelantikan. Pelantikan dipimpin oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, dan sebagai saksi Anggota KPU Kota Semarang Ahmad Zaini dan Novi Maria Ulfah. Pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah janji anggota PPS kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah janji dan pakta integritas. Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) dalam sambutanya menyampaikan kepada anggota PPS yang baru saja dilantik agar dapat langsung berbaur dengan anggota PPS di wilayah kerjanya. "Selamat kepada anggota PPS yang baru saja dilantik, semoga bisa langsung berbaur dengan anggota PPS yang lain," ujar Nanda. Nanda juga meminta PPS terlantik untuk dapat memahami pakta integritas yg sudah ditandatangani serta apa yang menjadi hak dan kewjibannya sebagai penyelenggara pemilu. "Harapan kami agar dapat memahami pakta integritas yang sudah ditandatangani serta apa yang menjadi hak dan kewjibannya sebagai penyelenggara pemilu," lanjut Nanda. (ana/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Rakor Pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 Bersama Stakeholder Pemkot Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melakukan rapat koordinasi (rakor) pelaksanaan Kirab Pemilu tahun 2024 dengan Polrestabes, Kodim, Kesbangpol, Bapenda, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Diskominfo, serta OPD lain di Kota Semarang, Jumat (8/9).  Dalam pembukaannya, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menyampaikan harapannya agar pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 mendapatkan dukungan sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan baik.  "Acara ini merupakan inisiasi KPU RI, dan salah satu rute kirab akan melewati Kota Semarang, sehingga tanpa dukungan bapak/ibu semua, tentu kegiatan ini tidak akan berjalan lancar dan baik," ujar Nanda. Sementara itu, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah menjelaskan bahwa rangkaian Kirab Pemilu 2024 di Kota Semarang akan diselenggarakan pada 20 hingga 26 September 2023. "Penyelenggaraan kirab akan diselenggarakan tanggal 20 hingga 26 September 2023. Kirab ini merupakan kegiatan Sosialisasi dalam bentuk kirab bendera partai politik, secara bergilir diserahterimakan antar kabupaten/kota yang terpilih," ujar Novi. Pada tanggal 20 September akan dilaksanakan serah terima dan arak-arakan bendera parpol dan mobil hias. Pada tanggal 21 hingga 25 KPU akan melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di 16 kecamatan Kota Semarang. Sementara itu Sekretaris KPU Kota Semarang, Hari Soesilo (Harsoes) menjelaskan bahwa untuk peserta pendukung pelaksanaan kirab, yakni paskibra dan marching band SMP 1 Kota Semarang dapat menggunakan ruang transit di bagian rumah tangga Pemkot Semarang. "Ya, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Semarang yang telah membantu kami, termasuk mempersiapkan ruang transit bagi pendukung acara kirab. Semoga pelaksanaan kirab ini bisa berjalan lancar dan baik, sehingga dapat mencerminkan bahwa kita semua guyub rukun dan bisa saling support," kata Harsoes. (if/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Rakor Persiapan Kirab Pemilu 2024 Dengan PPK

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan rapat koordinasi persiapan Kirab Pemilu Tahun 2024 dengan PPK se-Kota Semarang, Kamis (7/9). Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua, Anggota dan Kasubbag TPH Sekretariat KPU Kota Semarang di aula kantor KPU Kota Semarang. Dalam penjelasannya, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) mengatakan bahwa Kirab Pemilu 2024 merupakan kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh KPU RI. "Jadi ini adalah kegiatan sosialisasi yang diinisiasi oleh KPU RI. Dan dilakukan melalui kolaborasi antara KPU RI dengan KPU kabupaten/kota," kata Nanda. Terhadap updating informasi kepemiluan melalui media sosial, Nanda mengapresiasi upaya dan pembuatan konten media sosial yang dibuat oleh PPK di Kota Semarang. "Media sosial teman-teman sudah sangat baik, saya sering di tag, dan ini saya apresiasi sebagai upaya untuk ikut mensosialisasikan Pemilu 2024," ujarnya. Atas upaya tersebut Nanda mempersilahkan kepada anggota PPK untuk berkreasi melalui konten-konten di media sosial selama tetap mengutamakan netralitas penyelenggara pemilu. "Silahkan berkreasi tapi tolong dijaga agar tetap menampakkan netralitas kita sebagai penyelenggara pemilu, misal tidak foto dengan peserta, atau ngelike postingan yang bisa diasosiasikan dukungan terhadap peserta," lanjut Nanda. Terkait Kirab Pemilu 2024, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah mengatakan bahwa KPU Kota Semarang akan menggelar kegiatan seremonial pada 20 September 2023 mendatang. "Kirab dimulai tgl 20 mulai jam 14.00 siang, melibatkan pemerintah kota sekarang, parpol, masyarakat, PPK bahkan PPS," ujar Novi. Novi mengatakan, kegiatan kirab akan dibarengkan dengan acara Semarjamu (Semarang Jelajah Musik) 2023 yang berlangsung pada sore hingga malam hari di Balaikota Semarang. "Kita mendapat dukungan dari Pemkot Semarang sehingga kirab nanti dibarengkan dengan acara musik pada malam hari di Balaikota Semarang yang merupakan kegiatan rutin Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pariwisata dengan tajuk Semarang Jelajah Musik," kata Novi. Karena kegiatan tersebut melibatkan banyak pihak, Novi meminta PPK dan PPS untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut sehingga dapat menyemarakkan kegiatan Kirab Pemilu 2024. "Nah saat arak-arakan kami minta PPK dan PPS dan sekretariat untuk ikut ya, jadi sama-sama kita meriahkan baik sebagai pengunujung ataupun peserta kirab," lanjut Novi. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Webinar Koordinasi dan Sinkronisasi Meningkatkan Keamanan Siber pada Pemilu 2024

Semarang kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengikuti Webinar Koordinasi dan Sinkronisasi dalam Rangka Meningkatkan Keamanan Siber guna Menghadapi Pemilu Tahun 2024, Kamis (7/9). Zoom Meeting diselenggarakan dengan menggundang jajaran KPU baik tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua, Anggota, dan Kasubbag Perencanaan, Data dan Informasi Sekretariat KPU Kota Semarang.  Dalam pembukaan dan arahannya, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Aparatur Marsda TNI, Arif Mustofa, menjelaskan mengenai pentingnya untuk lebih meningkatkan kemampuan serta kewaspadaan diri terhadap penggunaan teknologi informasi dan peningkatan sistem keamanan informasi pada Pemilu tahun 2024. Dalam webinar tersebut, Kepala Bidang Infrastruktur dan teknologi informasi KPU RI, Andre Putra Hermawan menjelaskan mengenai  bahaya insiden serangan kejahatan siber yang cenderung akan meningkat. Oleh sebab itu ia meminta kepada satker KPU untuk mempersiapkan manajemen resiko yang lebih matang serta baik. Beberapa Langkah antisipasi serta jalan keluar juga disampaikan oleh Analis Muda BSSN, Nurul Hasani dan Praktisi Keamanan Siber, Syarif Lumintarjo untuk menggandeng serta bekerjasama dan bersinergi dengan Badan Intelejen Negara,  Badan Siber dan Sandi Negara, Bareskrim Polri dan Kominfo. Upaya tersebut patut dilakukan sehingga penanganan ancaman kejahatan siber dapat segera terdeteksi dan tertangani sejak dini. (rud/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi Peran Pemilih Pemula Pada Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang berikan sosialisasi mengenai peran pemilih pemula pada Pemilu 2024 kepada siswa siswi SMP Maria Goretti, Semarang, Kamis (7/9). Hadir sebagai narasumber di kegiatan tersebut adalah Anggota KPU Kota Semarang, Suyanto. Dalam kegiatan tersebut, Suyanto menjelaskan bahwa pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat untuk memilih calon pemimpin secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. "Pada Pemilu 2024 nanti kita akan memilih anggota DPR, anggota DPD, Presiden dan Wakil Presiden, dan untuk memilih anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Prosesnya dilakukan melalui prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil," terang Suyanto. Lebih lanjut Suyanto mengatakan bahwa penyelenggara pemilu harus mengutamakan prinsip aksesibiltas, yaitu prinsip dimana penyelenggara harus bisa memberikan pelayanan bagi semua masyarakat secara adil, tanpa terkecuali termasuk bagi para penyandang disabilitas.  Suyanto juga mengajak para siswa siswi SMP Maria Goretti untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya, Tanah Airku, Garuda Pancasila serta membaca Pancasila guna menumbuhkan rasa nasionalisme dalam diri masing masing siswa. Sosialisasi ini disambut dengan baik dan hangat oleh para siswa siswi dengan aktif mengajukan pertanyaan. Dalam menjawab pertanyaan Hermin, Suyanto menyampaikan bagi pemilih yang sudah terdaftar di DPT dapat melakukan pindah pemilih karena keadaan tertentu. Pindah memilih itu bisa dilakukan jika yang bersangkutan menjalankan tugas di tempat lain pada saat hari pemungutan suara, menjalani rawat inap, penyandang disabilitas yang menjalani perawatan, pindah domisili, tertimpa bencana alam dan keadaan keadaan lain. Pemindahan pemilih ini dilakukan paling lambat 30 hari sebelum pemungutan suara dengan cara datang langsung ke PPS di kantor kelurahan, PPK di kantor kecamatan atau KPU KabupatenKota serta membawa bukti dukung alasan pindah. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)