Berita Terkini

KPU Kota Semarang Hadiri Rakor Evaluasi Pengumuman DCS Anggota DPRD Kabupaten/Kota

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Tanggapan Masyarakat Pasca Pengumuman DCS DPRD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah pada Pemilu 2024, Rabu (6/9). Kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah tersebut mengundang Ketua, Anggota KPU dan Kasubbag TPH KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Dalam pembukaannya, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan tahapan pencalonan dengan baik. "Terima kasih telah melaksanakan tahapan ini dengan baik, kami mengapresiasi kerja-kerja teman-teman semua karena tidak ada sengketa proses atas DCS yang diumumkan," kata Paulus. Lebih lanjut Paulus menghimbau kepada KPU Kabupaten/Kota untuk selalu cermat dalam melaksanakan seluruh tahapan Pemilu 2024.  Selanjutnya kegiatan kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang evaluasi tanggapan masyarakat pasca pengumuman DCS DPRD Kab/Kota Pemilu 2024 oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Putnawati. (tbr/ed. Foto: tbr/KPU Kota Semarang)

Rakor Pelaksanaan Kirab Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang bersama partai politik (parpol) tingkat Kota Semarang melakukan rapat koordinasi (rakor) membahas pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 yang akan berlangsung pada 20 September mendatang, Rabu (6/9). Rakor yang berlangsung di kantor KPU Kota Semarang tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah, dan Ahmad Zaini serta Sekretaris KPU Kota Semarang, Hari Soesilo (Harsoes). Selain mengundang parpol, KPU Kota Semarang juga mengundang Bawaslu Kota Semarang. Dalam paparan yang disampaikan Novi mengatakan bahwa pelaksanaan kirab pemilu merupakan bagian dari sosialisasi. "Kegiatan kirab pemilu ini merupakan bagian dari sosialisasi mengenai pelaksanaan Pemilu 2024, dan bukan termasuk bagian dari kampanye," ujar Novi.  Kirab yang akan berlangsung pada 20 September mendatang dijelaskan oleh Novi tidak hanya dilakukan oleh KPU Kota Semarang tetapi juga melibatkan semua pihak termasuk parpol, masyarakat umum dan badan ad hoc KPU dan Pemerintah Kota Semarang. "Pada pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 ini kita mendapatkan support penuh dari Pemerintah Kota Semarang," kata Novi. Pada kesempatan yang sama, Harsoes mengatakan bahwa acara seremonial akan dilakukan pada tanggal 20 September 2023 dengan acara serah terima bendera parpol untuk pelaksanaan Kirab Pemilu 2024. "Kirab dimulai pukul 14.00 WIB bertempat di halaman Balaikota Semarang dengan acara serah terima bendera parpol, penandatanganan deklarasi pemilu damai," jelas Harsoes. Pasca kegiatan seremonial, acara dilanjutkan dengan proses arak-arakan kirab Pemilu 2024 dari Balaikota Semarang menuju lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. Terkait jumlah peserta dari parpol, Harsoes mengatakan masing-masing parpol diminta untuk mengikutkan peserta kirab dengan jumlah maksimal 100 personil dan menghias mobil bak terbuka. “Terkait jumlah yang akan mengikuti kirab dari masing masing parpol maksimal 100 personil, mohon untuk mengisi berapa jumlah yang akan berpartisipasi," kata Harsoes. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Pelantikan PAW PPS Kelurahan Pudakpayung Kota Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Pelantikan Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Pudakpayung Kota Semarang untuk Pemilihan Umum Tahun 2024, Selasa (5/9). Anggota PPS yang terlantik menggantikan anggota PPS sebelumnya yang mengundurkan diri. Pelantikan tersebut juga mengundang Ketua PPK Banyumanik dan Ketua PPS Kelurahan Pudakpayung untuk menyaksikan pelantikan tersebut. Pelantikan dipimpin oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, dan sebagai saksi Anggota KPU Kota Semarang Heri Abriyanto dan Suyanto. Pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah janji anggota PPS, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah janji dan pakta integritas. Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom (Nanda) dalam sambutannya menyampaikan kepada anggota PPS yang baru saja dilantik agar dapat langsung bersinergi untuk menjalankan tugas, wewenang, dan kewajibannya sebagai anggota PPS dan selalu menjaga loyalitas dan integritas sebagai penyelenggara pemilu. "Selamat kepada anggota PPS yang baru saja dilantik, semoga bisa langsung berbaur dan harapan kami semua hal-hal yang menjadi tugas, wewenang dan kewajiban PPS bisa sama-sama dipelajari serta selalu menjaga loyalitas dan integritas sebagai penyelenggara pemilu," ujar Nanda. (ana/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi P5 Suara Demokrasi di SMA Kesatrian 2 Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri undangan SMA Kesatrian 2 Semarang sebagai narasumber pada kegiatan pendidikan pemilih Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Suara Demokrasi, Selasa (5/9). Hadir pada kegiatan tersebut Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Novi Maria Ulfah. Dalam paparannya, Novi membahas mengenai langkah-langkah agar para pelajar SMA sebagai pemilih pemula dapat terdaftar sebagai pemilih. “KPU sudah menetapkan DPT, nah bagi pemilih pemula perlu melihat apakah teman-teman sudah masuk dalam daftar pemilih atau belum, bisa di cek di dptonline.kpu.go.id dengan memasukan NIK, nanti bisa terlihat apakah sudah masuk atau belum,” kata Novi. Pada prinsip one person, one vote, one value, Novi mengatakan bahwa peran pemula dalam proses demokrasi memiliki nilai yang sama. Novi mengatakan bahwa pemilih pemula memiliki peran yang besar dalam menentukan calon pemimpin dalam Pemilu 2024. Selanjutnya, Novi juga mengatakan bahwa untuk mewujudkan partisipasi pemilih yang rasional dapat dilakukan dengan cara masing-maisng pemuilih memastikan bahwa dirinya terdaftar sebagai pemilih, tidak menyia-nyiakan hak pilih, cari tahu track record atau rekam jejak calon, mengawal janji-janji politik, menolak politik uang untuk menghindari terjadinya korupsi, hindari hoax dan politik sara, serta kawal hasil pemilu.  “Jadikan pemilu sebagai sarana integrasi bangsa. Integrasi diartikan sebagai persatuan bahwa setelah berlangsungnya pemilu diharapkan tetap satu walaupun berbeda pilihan. Seperti diibaratkan Bhineka Tunggal Ika, yaitu berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” kata Novi. Mengenai demokrasi secara umum, Novi menjelaskan hubungan demokrasi dengan pemilu. Demokrasi berasal dari Demos dan Kratos yang memiliki arti kekuasaan rakyat. Dimana demokrasi menurut Abraham Lincoln adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.  "Suatu negara pasti memiliki pemerintahan, nah di Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial dimana pemilu diselenggarakan setiap 5 tahun sekali. Dalam melaksanakan suatu pemilu harus adil dalam demokrasi," papar Novi. (if/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Jambore Kebangsaan, Ganjar Minta Warga Semarang Ikuti Pemilu 2024 Dengan Damai

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Melalui kegiatan Jambore Kebangsaan Kawal Pemilu Damai 2024 yang digelar oleh Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo minta warga Kota Semarang untuk mengikuti seluruh tahapan Pemilu 2024 dengan damai dan aman, Minggu (3/9). "Sayang jika kita bersama-sama menggunakan hak pilih untuk menentukan masa depan negara, lalu memunculkan perselisihan. Jadi mari kita bareng-bareng menjaga agar pelaksanaannya bisa damai," kata Ganjar. Ganjar juga meminta agar masyarakat kota semarang tidak ikut dalam penyebaran berita bohong yang dapat memicu perdebatan. Pada Pemilu 2024, Ganjar mengatakan bahwa hak pilih yang dimiliki tiap warga Kota Semarang memiliki nilai yang sama.  Oleh sebab itu Ganjar meminta kepada warga Kota Semarang yang menghadiri jambore kebangsaan untuk bersama-sama menghindari potensi konflik yang mungkin muncul dalam tahapan Pemilu, agar masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya secara aman, damai, tenang dan senang. "Jadi sepakat ya saya dan panjenengan semua dan semua pihak harus berkomitmen menjaga perdamaian, menghindari konflik, dan kekerasan agar masyarakat bisa menyalurkan suara dengan aman, tenang, dan senang," ujar Ganjar. Kegiatan yang digelar di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang tersebut dihadiri oleh perwakilan pelajar, OPD, KPU Provinsi dan Kota Semarang, Bawaslu Provinsi dan Kota Semarang, perwakilan partai politik, dan LSM, serta warga umum Kota Semarang. Acara tersebut dimeriahkan dengan live music, deklarasi mengawal Pemilu damai 2024.  KPU Kota Semarang yang mengikuti kegiatan tersebut menghadirkan seluruh ketua, anggota, dan sekretariat KPU Kota Semarang, anggota PPK dan anggota PPS untuk memeriahkan kegiatan. (rap/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Berikan Sosialisasi Tentang Pemilos ke Siswa-Siswi SMA N 1 Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi mengenai tata cara Pemilihan Ketua Osis (Pemilos) SMA Negeri 1 Semarang, Jumat (1/9). Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda), dan tim pemateri dari Sekretariat KPU Kota Semarang. Dalam paparan yang disampaikan, Nanda mengatakan bahwa proses Pemilos tidak hanya proses pemungutan suara, tetapi lebih kepada penerapan proses demokrasi yang jujur dan adil. "Sebenarnya Pemilos itu tidak hanya memilih Ketua Osis, tetapi juga sebagai sarana teman-teman semua untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi yang baik, jujur, dan adil," kata Nanda. Nanda menambahkan, melalui Pemilos, siswa dan siswi SMA Negeri 1 dapat belajar berorganisasi, menyepakati aturan main, dan menjalankan aturan tersebut dengan penuh tanggung jawab. "Ini forum yang baik untuk kita dapat membuat suatu payung hukum, melaksanakan, dan menjaga agar semua pihak bisa melaksanakan aturan yang ada," lanjut Nanda. Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan SMA Negeri 1 Semarang, Budi Handoyo mengatakan bahwa Calon Ketua Osis yang nanti akan berkompetisi dalam Pemilos merupakan wajah perwakilan dari SMA Negeri 1 Semarang, oleh sebab itu ia menghimbau panitia Pemilos untuk merancang tahapan pencalonan yang baik, agar dapat menghadirkan calon-calon yang berkualitas. Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Semarang, Kusno berharap Pemilos SMA Negeri 1 dapat menjadi pelaksanaan Pemilos yang dapat dijadikan rujukan bagi Pemilos di sekolah-sekolah Kota Semarang lainnya. (rap/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)