Berita Terkini

Sosialisasi Pemilih Pemula: Suara Pemuda Untuk Negara Demokratis Sesi 2

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri undangan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sebagai narasumber kegiatan sosialisasi dengan tajuk Suara Pemuda Aktif Untuk Negara yang Demokratis, Jumat (12/5). Forum tersebut merupakan sesi kedua dari kegiatan yang sebelumnya telah digelar oleh mahasiswa Fisip Undip di SMA N 1 Semarang. Untuk sesi kedua ini, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMA Negeri 3 Semarang dan dihadiri oleh siswa dan siswi SMA N 3 Kota Semarang. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA N 3 Semarang, Drs.Yuwana, M.Kom. Pada sesi pertama diisi oleh perwakilan dari Mafindo  Kota Semarang, Fiskal Purbawan. Dalam paparannya ia menjelaskan mengenai pentingnya anak muda melawan penyebaran informasi bohong atau hoaks yang banyak beredar di media sosial. Kemudian pada sesi berikutnya, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosparmas, Novi Maria Ulfah menjelaskan kelembagaan KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu. Novi juga menjelaskan langkah-langkah yang harus ditempuh sebagai pemilih baru.  Novi menjelaskan partisipasi pemilih muda dalam pemilu merupakan hal yang penting, oleh sebab itu ia mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa Fisip Undip Semarang. Sama seperti kegiatan sesi pertama mahasiswa Fisip Undip mengadakan kuis berhadiah bagi peserta yang mengajukan pertanyaan dan dapat menjawab pertanyaan seputar penyelenggaraan Pemilu 2024. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Terima Pengajuan Bacaleg Partai Nasdem, PDI Perjuangan, dan Demokrat

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang secara resmi menerima bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD Kota Semarang untuk Pemilu 2024 yang diajukan oleh pimpinan Partai Nasdem, PDI Perjuangan dan Partai Demokrat Kota Semarang, Kamis, (11/5). Ketiga partai politik (parpol) tersebut menjadi peserta pemilu kedua, ketiga dan keempat yang mendaftarkan bacalegnya ke KPU Kota Semarang.  Pada pukul 11.43 WIB sebanyak 50 bacaleg yang diajukan oleh Partai Nasdem diterima oleh KPU Kota Semarang, pada sore harinya (15.50 WIB) KPU Kota Semarang menerima pengajuan 50 bacaleg yang disampaikan oleh PDI Perjuangan, tidak berselang lama, 50 bacaleg yang diajukan oleh Partai Demokrat juga diterima oleh KPU Kota Semarang pada pukul 16.53 WIB. Kedatangan rombongan dari Partai Nasdem, PDI Perjuangan, dan Partai Demokrat ke kantor KPU Kota Semarang tersebut diterima oleh Ketua dan Anggota KPU, dan Sekretaris serta para pejabat struktural Sekretariat KPU Kota Semarang. Dalam proses pemeriksaan dokumen, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) mengatakan proses tersebut berjalan lancar. Ia bersyukur pada penerimaan tersebut aplikasi Sipol dapat berjalan optimal sehingga mempermudah kerja petugas penerimaan berkas KPU Kota Semarang. "Alhamdulillah tidak ada kendala, semua sudah sesuai ya. Intinya, KPU melaksanakan pemeriksaan berdasarkan payung hukum," kata Nanda. Terkait mekanisme selanjutnya, KPU Kota Semarang akan melaksanakan verifikasi dokumen dari masing-masing bacaleg yang diajukan parpol pada 15 Mei hingga 23 Juni 2023. "Kita akan sesuaikan dengan aturan PKPU, jadwalnya 15 Mei sampai 23 Juni. Jika nanti memang ada perubahan tentu kami juga akan lakukan penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku," terangnya. Pada momen tersebut, Ketua DPD Nasdem Kota Semarang, Suryanto mengatakan Partai Nasdem telah memenuhi kuota keterwakilan perempuan sebanyak 30 persen dari pengajuan bacaleg yang didaftarkan. "Kami mendaftarkan secara utuh 100 persen, 50 bakal caleg, keterwakilan perempuan sudah memenuhi kuota 30 persen," ujar Suryanto. Senada dengan Suryanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan PDI Perjuangan mengajukan 50 bacaleg. Dirinya mengatakan PDI Perjuangan siap mengikuti tahapan pencalonan sesuai dengan regulasi yang berlaku. "Hari ini kami mendaftarkan 50 Bacaleg ke KPU Kota Semarang. Dokumen sudah kami lengkapi dan jika ada yang kurang lengkap akan kami lengkapi lagi kekurangannya sesuai dengan regulasi," kata dia.  Sementara itu, Ketua DPC Partai Demorkat Kota Semarang, Wahyoe Winarto berharap seluruh bacaleg yang diajukan bisa lolos pada tahap verifikasi yang akan dilakukan oleh KPU Kota Semarang. Partai Demokrat mendaftarkan 50 orang sebagai bacaleg. Insya allah, semua pemeriksaan nanti bisa lancar dan diterima dengan baik," ujarnya. (rap/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi Pemilih Pemula: Suara Pemuda Untuk Negara Demokratis

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri undangan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang sebagai narasumber kegiatan sosialisasi dengan tajuk Suara Pemuda Aktif Untuk Negara yang Demokratis, Kamis (11/5).  Kegiatan yang menyasar pemilih pemula dalam pemilu dan pemilihan itu dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kota Semarang.  Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMA N 1 Semarang, Dr. Kusno, S.Pd. M.Si. mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiwa Undip. Ia mengatakan kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan keaktifan siswa SMA dalam proses demokrasi. "Menjadi pemuda yang aktif dalam pemilihan pemimpin di Indonesia itu penting sehingga dapat dipahami bagaimana proses demokrasi yang terjadi, khususnya bagi siswa SMA," kata Kusno. Kusno menambahkan semakin aktif keterlibatan siswa dalam proses demokrasi, maka siswa akan semakin paham mengenai pentingnya partisipasi anak muda dalam pemilu. Selanjutnya pada penyampaian materi, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosparmas, Novi Maria Ulfah yang hadir sebagai narasumber membahas mengenai langkah-langkah agar siswa SMA sebagai pemilih pemula dapat terdaftar sebagai pemilih. "KPU sudah menetapkan DPS, nah bagi pemilih pemula perlu melihat apakah teman-teman sudah masuk dalam daftar pemilih atau belum, bisa di cek di dptonline.kpu.go.id dengan memasukkan NIK, nanti bisa terlihat apakah sudah masuk atau belum," kata Novi. Novi mengatakan, siswa SMA perlu aktif mengikuti tahapan pemilu agar memahami bagaimana proses demokrasi yang diterapkan di Indonesia. Novi juga mengatakan, siswa SMA dapat belajar mengenai proses pemilu melalui pemilos. Ia mengatakan proses pemilu dan pemilos memiliki banyak kesamaan. "Teman-teman juga bisa belajar proses pemilu melalui pemilos, dengan menjadi penyelenggara pemilos bisa bejalar bagaimana tahapan-tahapan pemilu dilakukan. Pada kesempatan tersebut Novi juga menjelaskan kelembagaan KPU kepada para siswa, dan pentingnya pemahaman mengenai tahapan pemilu. Hal tersebur dikarenakan saat ini pemilih di Indonesia didominasi oleh para pemilih pemula dan muda (generasi milenial dan gen Z) yang belum memahami betul proses pemilu. Para siswa peserta sosialisasi nampak antusias dengan materi yang disampaikan, beberapa diantara siswa-siswi mengajukan beberapa pertanyaan seputar Pemilu 2024. Untuk meningkatkan antusias para siswa peserta sosialisasi, mahasiswa Fisip Undip mengadakan kuis berhadiah bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan seputar Pemilu 2024. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Persiapan Penetapan DPSHP Tingkat KPU Kabupaten/Kota

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Zoom Meeting Rapat Koordinasi persiapan akhir menjelang penetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) tingkat KPU kabupaten/kota untuk Pemilu 2024 yang diselenggarakan oleh KPU RI, Rabu (10/05). Zoom Meeting diselenggarakan dengan menggundang Anggota KPU Divisi Data dan Informasi seluruh KPU kabupaten/kota di Indonesia.  Dalam pembukaan dan arahannya, Anggota KPU RI Ketua Divisi Data dan Informasi Betty Epsilon Idroos menjelaskan mengenai tahapan Pemutakhiran Data Pemilih dan Penyusunan Daftar Pemilih. “Pada pelaksanaan Penyusunan Daftar Pemilih pada Pemilu Tahun 2024 khususnya DPSHP sampai dengan sekarang, seluruh KPU se-Indonesia diberikan apresiasi oleh pemerintah dan setiap elemen masyarakat, karena kerja teman-teman KPU Kab/Kota se-Indonesia yang sangat luar biasa dalam menyediakan data sehingga sudah menunjukan progres yang signifikan" kata Betty. Terkait persiapan rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan PSHP tingkat kabupaten/kota Betty menjelaskan, perlu adanya ketelitian dan pencermatan kembali yang merujuk pada aturan terupdate. (rsu/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Penyandang Disabilitas Dalam Penyelenggaraan Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri KPU Goes to Public dengan segmen pemilih disabilitas yang digelar oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Rabu (10/5). Kegiatan dihadiri oleh Anggota KPU, Divisi Sosparmas kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Selain itu juga di hadiri anggota PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro menyampaikan, "Saat ini tahapan pemilu yaitu penerimaan pendaftaran Bakal calon legislatif di KPU RI, Provinsi dan Kabupaten/ Kota sejak tanggal 1-14 Mei 2023. Selain itu juga tahapan pemutakhiran daftar pemilih, kampanye dan logistik. Setiap tahapan diupayakan ramah disabilitas sehingga bisa terwujudnya pemilu ramah disabilitas." kata Paulus. Selanjutnya pemaparan materi disampaikan oleh Sugeng Widodo (Ketua perkumpulan Penyandang Disabilitas Provinsi Jawa Tengah.   Ia menyampaikan tentang definisi penyandang disabilitas, ragamnya, jumlah penyandang disabilitas serta kontribusi penyandang disabilitas di setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan.  Narasumber selanjutnya yaitu Eni Misdayani, selaku anggota KPU Provinsi Jawa Tengah. Ia menyampaikan tentang demokrasi, pemilu, partisipasi politik, hak penyandang disabilitas dan lainnya. Menurut Eni, hambatan disabilitas dalam pemilu antara lain hambatan hukum terutama pemahaman hukum; hambatan informasi (terbatasnya informasi untuk diakses oleh disabilitas); hambatan fisik yaitu lokasi dan desain TPS yang tidak aksesibel; serta hambatan sikap yaitu stigmatisasi terhadap penyandang disabilitas. Di akhir pemaparan, Eni menghimbau agar KPU kabupaten/kota bisa sinergi dengan komunitas disabilitas di masing masing masing daerah dala. Hal kegiatan sosialisasi dan pelibatan penyelenggaraan pemilu 2024. (nmu. Foto: nmu/KPU Kota Semarang)

Rakernis Keuangan KPU Kota Semarang Periode Mei 2023

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengadakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Keuangan yang dilaksanakan di aula kantor KPU Kota Semarang, Selasa (9/5).  Acara tersebut dihadiri oleh Ketua PPK, Anggota PPK Divisi Keuangan dan Logistik, Sekretariat PPK serta pihak Kesbangpol Kota Semarang. Dalam rakernis tersebut, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menyampaikan bahwa PPK perlu segera mengumpulkan SPJ setelah kegiatan yang dilaksanakan.  Penyampaian SPJ yang disampaikan tepat waktu tersebut berkaitan dengan honor yang akan diterima oleh badan adhoc. "Terkait dengan honor, jangan sampai hal ini menjadi suatu hal yang dapat mengganjal di kemudian hari yang dikarenakan ada permasalahan keterlambatan di dalam pengumpulan SPJ tersebut," kata Nanda. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris KPU Kota Semarang, Hari Soesilo (Harsus) menyampaikan bahwa PPK dan PPS perlu berkoordinasi mengenai penyusunan SPJ.  Ia menyampaikan KPU Kota Semarang menerapkan prinsip kehati-hatian, sehingga dalam laporan pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh KPU Kota Semarang dapat dilakukan dengan segera dan sesuai regulasi yang berlaku. "KPU tidak mempersulit proses penyusunan SPJ tetapi sebaliknya, ini upaya mempercepat proses penyusunan. Agar tidak berlarut-larut dan lupa. Kalau cepat dapat segera ditindaklanjuti," kata Harsus. Selanjutnya mekanisme teknis penyusunan SPJ disampaikan oleh Kasubag Keuangan, Umum dan Logistik KPU Kota Semarang, Weny Diah Astuti. Dalam materinya, ia menyampaikan bahwa dalam penyusunan SPJ perlu dilakukan sesuai dengan urutan BKU dan RAB. Pembayaran honor PPK dilakukan setelah hardcopy diserahkan.  "Hal ini sebagai bentuk atau wujud pelaksanaan kerja, tugas dan tanggung jawab badan adhoc pemilu/pemilihan di tingkat kecamatan dan kelurahan," terang Weny. Sebelum acara ditutup, kegiatan dilanjutkan pembagian buku rekening tenaga pendukung sekretariat PPK Pemilu tahun 2024 yang dilakukan oleh BRI Cabang Pandanaran. (mia/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)