Berita Terkini

KPU Kota Semarang Ikuti Bimtek SEHATI

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengikuti bimbingan teknis (bimtek) e-Register Sistem Aplikasi Pengelolaan Hibah Terintegrasi (SEHATI) diselenggarakan secara daring oleh Bagian IPK Biro Keuangan KPU RI, Selasa (30/8) Kegiatan yang diikuti oleh satker KPU penerima dana hibah tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai administrasi pengelolaan hibah dan bimbingan teknis terkait penggunaan modul e-Register pada Aplikasi SEHATI. Selain pemaparan materi, bimtek tersebut juga melakukan simulasi pembukaan akun SEHATI oleh Choirul Rijal, narasumber dari Dirjen Perbendaharaan.   Bimtek Aplikasi SEHATI tersebut mengusung Tata Kelola Hibah Jadi Mudah, Cepat Dan Fleksibel”. Nantinya SEHATI akan dikembangkan untuk mengintegrasikan seluruh data pengelolaan hibah yang terdapat di beberapa sistem aplikasi yang ada.  Harapannya SEHATI dapat digunakan sebagai salah satu tools untuk monitoring pengelolaan hibah secara komprehensif. (wny/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Pendidikan Pemilih: Suara Demokrasi di Lingkungan Sekolah

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Ahmad Zaini, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan pendidikan pemilih dan demokrasi yang digelar oleh SMP Al-Irsyad, Semarang, Senin (29/8) Kegiatan pendidikan pemilih yang digagas oleh SMP Al-Irsyad tersebut dilakukan sebagai project sekolah dengan tema Suara Demokrasi terkait Pemilihan Umum di Lingkungan sekolah. Selain memberikan materi mengenai pengertian demokrasi, sejarah demokrasi di Indonesia, praktik pemilu di Indonesia, Ahmad Zaini juga mencontohkan praktik berdemokrasi di lingkungan sekolah yang dapat diterapkan sehari-hari. Praktik berdemokrasi yang dicontohkan berupa mekanisme pengambilan suara terbanyak atau voting, kebebasan penyampaian pendapat, serta musyawarah mufakat. Kegiatan yang diikuti oleh 35 siswa kelas VII itu berlangsungg interaktif, banyak siswa dan siswi yang mengajukan pertanyaan mengenai konsep demokrasi.  Selain dihadiri oleh Anggota KPU, Kasubbag Program dan Data KPU Kota Semarang, Rahadi Wijaya juga turut menghadiri kegiatan pendidikan pemilih kepada siswa-siswi SMP Al-Irsyad. (rhd/ed. Foto: ion/KPU Kota Semarang)

Menciptakan Pemilu Yang Demokratis

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Bagaimana menciptakan pemilu yang demokratis dikupas tuntas pada sosialisasi Program DP3 (Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan) edisi keempat di Kelurahan Miroto, Semarang Tengah, Jumat (26/8). Hadir pada kegiatan itu Ketua KPU Kota Semarang, Lurah Miroto, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Perwakilan Lembaga pemerintah seperti LPMK, Ketua RT dan RW se Kelurahan Miroto. Bertindak sebagai moderator sosialisasi DP3 yaitu Hery Abriyanto (Anggota KPU Kota Semarang). Narasumber hadir dari dua perguruan tinggi yaitu UIN Walisongo Semarang (Dr. Ahwan Fanani) dan Universitas Diponegoro (Dr. Nuswantara Dwiwarno). Henry Casandra Gultom (Ketua KPU Kota Semarang) pada pembukaan menyampaikan bahwa program DP3 merupakan upaya KPU untuk memperbaiki kualitas demokrasi pada Pemilu 2024 mendatang, khususnya di Kelurahan Miroto dan Kota Semarang. Sementara itu, dalam penyampaian materi pentingnya pemilu dan partisipasi masyarakat, Nuswantara mengatakan bahwa pemilu yang demokratis dapat dicapai jika penyelenggara pemilu mengedepankan independensi, mekanisme pemilu berdasar undang-undang, adanya dukungan dari semua elemen warga negara dan masyarakat, serta hasil pemilu yang bisa diterima oleh semua pihak. “Pemilu adalah lambang bagaimana demokrasi dijalankan. Tolak ukur pelaksanaan demokrasi yang baik diantaranya penyelenggara yang independen, regulasi berdasarkan undang-undang, didukung oleh semua elemen masyarakat, dan yang tidak kalah penting hasil pemilunya bisa diterima, baik oleh peserta, pengawas, dan semua pihak,” terangnya. Mengenai tema panduan dan identifikasi mengatasi hoax, Ahwan Fanani (Akademisi dari UIN Walisongo Semarang) mewanti-wanti warga Kelurahan Miroto yang hadir di DP3 untuk waspada terhadap penyebaran berita bohong/hoax. Meski mewanti-wanti untuk waspada terhadap berita bohong, Ahwan berpesan kepada warga Miroto untuk tidak takut beropini, karena mengemukakan pendapat dengan cara yang benar dan tepat merupakan salah satu esensi dari demokrasi, yakni kebebasan berpendapat. Ahwan menambahkan, momen pemilu akan banyak bermunculan berita hoax, dan itu harus diantisipasi. Berdasarkan data, saluran hoax paling tinggi adalah media sosial yang mencapai presentase 92,40%. “Kurangnya literasi digital membuat masyarakat kurang bisa memberikan opini, terutama di era media sosial sekarang, maka budaya literasi, membaca, tidak mudah percaya cerita, dan melakukan cek keabsahan informasi sebagai upaya memerangi hoax agar masyarakat tidak mudah terpengaruh,” katanya. (dr/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Ikuti Rakor Dukungan Pelaksanaan Tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024

Bali, kota-semarang.kpu.go.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, Anggota KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini bersama kurang lebih 2.400 peserta KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kota se-Indonesia mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Dukungan Pelaksanaan Tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 Bidang Perencanaan, Sarana dan Prasarana Serta Pengelolaan Keuangan yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (24/8) Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan KPU RI, diantaranya Ketua, Hasyim Asy’ari, Anggota, Yulianto Sudrajat, Betty Epsilon Idroos, Mochammad Afifuddin, August Mellaz, Parsadaan Harahap, Idham Holik, bersama Sekjen KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno. Rakor Dukungan Pelaksanaan Tahapan Pemilu dan Pilkada Serentak Tahun 2024 tersebut berlangsung dari tanggal 23 - 25 Agustus 2022. Dalam sambutannya, Hasyim Asy’ari meminta satuan kerja (satker) KPU untuk berkonsentrasi penuh dalam membahas perencanaan keuangan agar proses perencanaan anggaran menjadi lebih akurat, cermat, dan efektif. "Proses perencanaan, khususnya di bidang anggaran harus dikerjakan secara cermat, akurat, efektif, efisien, tertib dan berdasarkan aturan, karena memang tahap itu krusial dalam memberi fasilitasi kepada seluruh tahapan pemilihan," kata Hasyim. Sementara itu, Bernad menyampaikan bahwa terdapat anggaran yang akan diserahkan ke satuan kerja awal September, oleh sebab itu satker perlu melakukan pencermataan terhadap anggaran yang akan digunakan hingga 31 Desember 2022. (rhd/ed. Foto: rhd/KPU Kota Semarang/repost kpu_ri)

KPU Kota Semarang Terima Kunjungan KPU Provinsi Jateng Terkait Proses Vermin

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Semarang menyampaikan hasil verifikasi administrasi (vermin) keanggotaan partai politik (parpol) calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 kepada KPU Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Rabu (24/8). Kunjungan tersebut dilakukan oleh Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan, Putnawati, Kasubbag Teknis Penyelenggaraan, Dimas Narotama, dan beberapa staf KPU Provinsi Jawa Tengah. Meskipun telah menyelesaikan proses vermin, Puput (sapaan Putnawati) berpesan kepada KPU Kota Semarang untuk tetap melakukan pengecekaan Sipol secara berkala, karena parpol sudah dapat melakukan perbaikan data paska proses vermin sudah diselesaikan oleh KPU kabupaten/kota. "Jangan lupa cek Sipol berkala, dan pastikan lembar pemeriksaan Sipol sudah terisi lengkap, khususnya indikator pemeriksaan poin ke tujuh, yaitu kegandaan identik atau potensi ganda, karena poin itu kan muncul di tengah proses vermin berlangsung," ujar Puput. Karena batas waktu vermin masih menyisakan dua hari, (25 dan 26 Agustus 2022) Puput meminta KPU Kota Semarang untuk memastikan pengisian lembar kerja Sipol telah dilakukan sesuai dengan pedoman yang berlaku. "Pastikan saja agar pengisian lembar kerja dan pemberian status kepada seluruh anggota parpol telah sesuai ketentuan, karena waktunya masih ada, harap melakukan recheck," lanjut Puput. Kunjungan KPU Provinsi Jawa Tengah itu diterima oleh Anggota KPU, Hery Abriyanto, Suyanto dan Novi Maria Ulfah, serta Sekretaris KPU, Hari Soesilo dan Kasubbag TPH, Tobirin di Ruang Rapat Anggota KPU Kota Semarang. Selain melakukan monitoring, Puput juga mengunjungi ruang vermin yang berada di RPP, serta Aula KPU Kota Semarang.  Usai mengunjungi KPU Kota Semarang, rombongan KPU Provinsi Jawa Tengah rencananya akan bertolak ke KPU Brebes dengan agenda serupa. (tbr/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Bereskan Vermin Keanggotaan Parpol Calon Peserta Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang sukses membereskan proses verifikasi administrasi (vermin) keanggotaan partai politik (parpol) tingkat Kota Semarang calon Peserta Pemilihan umum (Pemilu) Tahun 2024 yang dilakukan melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), Selasa (23/8). Tercatat pukul 16.29 WIB, KPU Kota Kota Semarang berhasil menyelesaikan proses vermin sebanyak 38.208 keanggotaan parpol calon peserta Pemilu 2024 untuk wilayah Kota Semarang. Meskipun telah menyelesaikan seluruh data keanggotaan parpol yang ada di Sipol, tetapi persentase penuntasan vermin itu tidak bisa mencapai 100%, mengingat dari total data keanggotaan parpol sebanyak 38.218, KPU Kota Semarang hanya dapat memproses 99,97% atau sebanyak 38.208, karena sebanyak 10 data keanggotaan dari Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) tidak muncul di Sipol. Terkait anomali data itu, KPU Kota Semarang telah melaporkannya kepada KPU Provinsi Jawa Tengah untuk kemudian diteruskan kepada KPU RI sehingga dapat segera mendapatkan solusi atas persoalan tersebut. Sejak 16 Agustus hingga 23 Agustus 2022, KPU Kota Semarang melakukan vermin kepada 23 parpol yang memiliki perwakilan di Kota Semarang, diantaranya Perindo, Partai Ummat, Parsindo, PSI, Partai Republiku, Republik, Prima, PPP, NasDem, PKN, PKB, PKS, PKP, Hanura, Golkar, Partai Gerindra, Gelora Indonesia, Partai Garuda, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Buruh, PBB, dan PAN. (rap/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)