Berita Terkini

Proses Vermin KPU Kota Semarang Capai 76,57 Persen

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Memasuki hari ketujuh pelaksanaan verifikasi administrasi (vermin) keanggotaan Partai Politik (Parpol) calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang telah rampungkan sebanyak 29.265 ribu (76,57%) dari total keanggotaan parpol tingkat Kota Semarang sebanyak 38.218 ribu, Senin (22/8). Progres tersebut diraih KPU Kota Semarang per Senin (22 Agustus 2022) pukul 19.00 WIB. Jumlah parpol yang telah rampung 100% sebanyak 11 parpol dari total parpol 23 parpol yang memiliki perwakilan di Kota Semarang. Sementara itu, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Teknis Penyelenggaraan, Hery Abriyanto mengatakan, target penyelelesaian vermin tingkat KPU Kota Semarang adalah Hari Selasa (23 Agustus 2022). "Kita saat ini masih terus melakukan vermin, sejauh ini berjalan lancar, target kita selesai 100% besok (Selasa, 23 Agustus 2022), semoga saja tidak ada kendala," tutur Hery. Hery mengatakan, bagi parpol di Kota Semarang yang proses verminnya telah 100% dapat segera mengakses Sipol untuk menindaklanjuti hasil vermin yang telah dilakukan oleh KPU Kota Semarang. "Untuk parpol yang sudah 100% bisa melihat di Sipol, karena sudah banyak yang selesai, ada 11 parpol, bisa segera melihat Sipol untuk mengetahui hasil vermin, karena ada tahap selanjutnya yang harus dilakukan," lanjut Hery. Untuk proses vermin, KPU Kota Semarang melakukan proses tersebut sejak 16 Agustus 2022, dengan jumlah verifikator sebanyak 16 personil. (rap/ed. Foto: sm/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Doa Bersama Untuk Suksesnya Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar doa bersama sebagai ikhtiar untuk suksesnya seluruh tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 yang saat ini telah berlangsung, Senin (22/8). Kegiatan tersebut diikuti seluruh pegawai KPU Kota Semarang di Lobi Kantor KPU Kota Semarang, Jalan Pemuda Nomor 175, Semarang. Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom dalam sambutannya mengatakan, doa bersama tersebut dilakukan sebagai ikhtiar atas upaya dan kerja KPU Kota Semarang dalam melaksanakan tahapan Pemilu 2024. "Doa bersama ini sebagai upaya kami dalam bekerja melaksanakan tugas tahapan pemilu yang sudah berlangsung, termasuk juga ikhtiar memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar tahapan yang dilaksanakan ini dapat berjalan lancar, tanpa kendala-kendala yang berarti," kata Nanda. Selain melakukan doa bersama, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng dan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk rasa syukur atas rahmat yang diberikan oleh Tuhan YME terhadap pelaksanaan tahapan Pemilu 2024, khususnya di wilayah Kota Semarang. (rap/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Warga Kuningan Berharap Pemilu 2024 Hasilkan Partisipasi Tinggi dan Kerawanan Rendah

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang kembali melakukan pendidikan pemilih melalui program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) yang dilaksanakan di kelurahan Kuningan, Semarang Utara, Jumat (19/8). Hadir pada kegiatan itu antara lain Ketua KPU Kota Semarang, Lurah Kuningan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Perwakilan lembaga pemerintahan kelurahan, LPMK, karang taruna, PKK, Babinkamtibmas, Babinsa, dan penyelenggara pemilu. Sesi materi dipandu oleh Anggota KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini yang bertindak sebagai moderator.  Dua narasumber yang hadir antara lain Dr. I Made Bayu Dirgantara, SE., MM. (Akademisi Universitas Diponegoro Semarang), dan Muhammad Arif Agung Widodo, SH., MH. (Akademisi Universitas Wahid Hasyim). Sukarjono (Lurah Kuningan) menyambut peserta kegiatan dan memberikan arahan untuk mengikuti dan menyimak dengan baik agar bisa menyebarluaskan informasi kepada masyarakat Kuningan. Henry Casandra Gultom (ketua KPU Kota Semarang) pada sambutannya mengatakan bahwa kegiatan DP3 hari ini merupakan salah satu kegiatan yang sebenarnya sangat spesial karena di Indonesia yang melaksanakan kegiatan DP3 hanya beberapa kota saja dan salah satunya adalah Kota Semarang. "Untuk Kecamatan Semarang Utara hanya ada dua kelurahan yang melaksanakan, yang pertama Kelurahan Kuningan, kedua Kelurahan Bandarharjo," kata Nanda (sapaan ketua KPU). Untuk penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan 2024, Nanda mengatakan event itu akan dilaksanakan 14 Februari 2024 dan 27 November 2024. Nanda berharap untuk pelaksanaan dua event yang dilaksanakan serentak itu akan menghasilkan partisipasi yang tinggi, dengan tingkat kerawanan yang rendah. “Semoga pada Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024, Kelurahan Kuningan menjadi kelurahan yang partisipasinya juga paling tinggi dan juga tingkat kerawanannya paling rendah,” kata Nanda. (dr/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Diskusi Regulasi Pembentukan Badan Penyelenggara Pemilu Tahun 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengikuti Diskusi Regulasi Pembentukan Badan Penyelenggara Pemilu Serentak Tahun 2024 Sesi III, Jumat (19/8).  Kegiatan yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah tersebut dilakukan secara daring melalui aplikasi zoom meeting.  Kegiatan tersebut diikuti oleh Divisi SDM KPU provinsi, serta kabupaten/kota se-Jawa Tengah, dan dibuka oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Divisi SDM, M. Taufiqurrohman. Pada sambutannya Taufiq mengatakan, KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu perlu mempersiapkan tahapan rekrutmen badan penyelenggara ad hoc berdasarkan regulasi yang berlaku.  "Kita perlu mencatat kendala yang dihadapi di lapangan, dari pelaksanaan yang lalu, serta solusi dari setiap permasalahan yang dilakukan saat itu," kata Taufiq.  Materi yang dibahas antara lain mengenai apa saja persyaratan yang harus dipenuhi bagi calon badan ad hoc seperti usia, status pendaftar yang tidak sebagai anggota parpol, pendidikan, surat pernyataan yang harus dipenuhi, serta kelengkapan administrasi lainnya. (sev/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Seri Advokasi Hukum Kepemiluan V: Masalah Hukum dalam Tahapan Sosialisasi dan Antisipasinya

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengikuti Seri Advokasi Hukum Kepemiluan V dengan tema Masalah-masalah Hukum dalam Tahapan Sosialisasi dan Antisipasinya yang digelar secara daring melalui zoom meeting oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, dan diikuti oleh 35 KPU kabupaten/kota di Jawa Tengah, Kamis (18/8). Seri Advokasi Hukum Kepemiluan kali ini menghadirkan narasumber Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Sukoharjo, Ita Eviyati, dan Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Klaten Samsul Huda. Acara dipandu oleh Kasubbag Hukum dan SDM KPU Kabupaten Sukoharjo, Anton Praptono. Kegiatan ini diikuti juga oleh Kasubbag Hukum dan SDM, serta staff Subbagian Hukum dan SDM KPU Kota Semarang. Kedua narasumber memaparkan tentang identifikasi permasalahan-permasalahan hukum yang muncul pada tahapan sosialisasi dan identifikasi terhadap potensi permasalahan yang muncul pada tahapan sosialisasi. Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Divisi Hukum dan Pengawasan, Muslim Aisha menyampaikan bahwa di Pemilu 2019 lalu masih banyaknya surat suara yang tidak sah di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah.  Oleh sebab itu Muslim meminta KPU kabupaten/kota untuk melakukan evaluasi dan menyempurnakan mekanisme sosialisasi kepada masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Pemilu Tahun 2024. (akm/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Sampaikan Progres Vermin Keanggotaan Parpol Calon Peserta Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menjelaskan progres pelaksanaan verifikasi administrasi (vermin) keanggotaan partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024 saat menerima kunjungan Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Henry Wahyono, di Aula Kantor KPU Kota Semarang, Jalan Pemuda Nomor 175, Kamis (18/8). Kasubbag TPH Kota Semarang, Tobirin menjelaskan, sejak 16 Agustus hingga 18 Agustus (Kamis pagi), tim verifikator Kota Semarang sudah menyelesaikan vermin keanggotaan untuk 2 (dua) parpol, diantaranya Perindo dan Partai Republiku. Tobirin menilai, progres yang kurang maksimal tersebut disebabkan karena server Sipol yang kurang responsif. Menanggapi hal itu, Henry Wahyono mengatakan, kondisi tersebut perlu diantisipasi oleh KPU Kota Semarang dengan membuat shift tim verifikator agar pelaksanaan vermin tetap memiliki progres. "Ya ini indikasi ya, jika sampai tujuh hari begini terus kan sulit untuk kita, bisa diantisipasi dengan membuat shift tim agar kita tetap progres, artinya sebagai bukti kita sudah siap sumber dayanya," kata Henry. Henry menilai, perangkat yang dimiliki oleh KPU Kota Semarang dinilai siap untuk menghadapi vermin lewat Sipol. "Kalau dibandingkan dengan satker lain, jika dilihat jumlah PC, spek nya tinggi, jaringan juga bagus, sepertinya yang paling kencang di Jawa Tengah," lanjut Henry. Sementara itu Sekretaris KPU Kota Semarang, Hari Soesilo meminta kepada KPU Provinsi Jawa Tengah untuk dapat mendorong agar server KPU RI diperkuat, mengingat satker KPU kabupaten/kota diberi target untuk menyelesaikan vermin dalam waktu yang cukup singkat. "Kondisi ini mohon disampaikan kepada KPU RI agar jaringan dan server ini diperkuat, karena kita (satker) kan diberi target untuk menyelesaikan ini," kata Harsoes (sapaan Sekretaris KPU). Kunjungan KPU Provinsi Jawa Tengah itu diterima oleh Henry Casandra Gultom (Ketua KPU Kota Semarang), Hery Abriyanto, Ahmad Zaini, dan Novi Maria Ulfah (Anggota KPU Kota Semarang). (rap/ed. Foto: awh/KPU kota Semarang)