Berita Terkini

Peran Masyarakat dalam Menyukseskan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Pendidikan Politik bagi Masyarakat dengan tema Peran Masyarakat dalam Menyukseskan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang, Selasa (13/8). Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi M. A. Agung Nugroho hadir sebagai narasumber dalam acara yang berlangsung di Hotel Grasia Semarang.  Acara tersebut mengundang Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Semarang sebagai peserta. Dalam kesempatan tersebut, Agung memaparkan materi terkait kelembagaan KPU dan tahapan penyelenggaraan Pilkada 2024. Agung mengawali materi dengan menginformasikan bahwa KPU Kota Semarang telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada 2024 pada tanggal 11 Agustus 2024 kemarin. "Sebagai infromasi, perlu diketahui KPU Kota Semarang telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada pilkada 2024 pada tanggal 11, hari Minggu kemarin dengan jumlah pemilih 1.267.308," ujar Agung. Pada kesempatan tersebut Agung manyampaikan perbedaan ketentuan jumlah pemilih pada tiap TPS pada Pilkada. "Pada pemilu 2024 dengan 5 surat suara jumlah pemilih maksimal 300 orang, sedangkan pada pilkada dengan 2 surat suara jumlah pemilih maksimal 600 orang untuk memilih calon gubernur dan calon walikota," jelas Agung. Agung menyampaikan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menyukseskan Pilkada 2024. "Masyarakat memiliki peran penting dalam ikut mensukseskan Pilkada. Diantaranya dengan iku menjadi bagian penyelenggara badan adhoc baik PPK, PPS, pantarlih, maupun KPPS. Serta ikut aktif mengedukasi dan mengajak orang lain untuk menggunakan hak pilihnya," jelas Agung. Agung juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat KPU akan membuka pendaftaran untuk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. "Pendaftaran pasangan calon diumumkan 24 sampai 26 Agustus, dan dibuka pendaftarannya mulai tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus," jelas Agung. (ana/ed. Foto: ana/KPU Kota Semarang)

KPU Beri Pendidikan Politik kepada Pelajar SMA N 13 Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang berikan pendidikan politik dan demokrasi melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 13 Semarang, Selasa (13/8). Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan P5 tersebut anggota KPU KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah. Novi menjelaskan, secara etimologi demokrasi terdiri dari dua kata dalam bahasa Yunani, yakni Demos yang berarti rakyat dan Kratos yang bermakna kekuasaan.   "Menurut Abraham Lincoln, demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," terang Novi. Karena SMA 13 akan menggelar Pemilos untuk memilih ketua Osis, Novi mengatakan momen itu pas untuk mempraktikkan nilai-nilai demokrasi. "Latihan demokrasi dimulai sejak bangku sekolah, supaya nantinya kita sudah memahaminya. Bekal kepemimpinan sudah dimulai sejak sekarang, karena teman-teman disini merupakan calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang," kata Novi. Untuk menjadi pemilih yang baik, Novi menjelaskan, Pemilos dan Pilkada memiliki kesamaan. Oleh sebab itu ia mengajak pelajar SMA 13 untuk melihat sosok calon pemimpin dari visi, misi, dan program yang diusungnya. "Apa saja pertimbangan dalam pemilihan ketua Osis? nah ini harus bisa menjadi pemilih yang melihat calonnya dari visi, misi, dan program kerjanya," jelas Novi. Untuk melaksanakan Pemilos dengan baik, Novi berpesan kepada panitia Pemilos untuk mengatur jalannya pengenalan calon kepada para pemilih. Saat proses itu, Novi berpesan agar kampanye yang dilakukan calon tetap koridor kampanye yang bermartabat, dan meminimalisir black campaign. "Yang tidak boleh dilakukan saat kampanye itu menghina atau menggunakan unsur SARA dan harus dipahami kita semua. Kita tidak boleh menganggap diri kita yang paling benar," ujar Novi. Dalam kegiatan itu, Novipun tidak lupa untuk mengajak siswa siswi bagi yang sudah berusia 17 tahun untuk mengecek apakah sudah terdaftar dalam daftar pemilih melalui cekdptonline.kpu.go.id. "Yang sudah masuk daftar pemilih jangan lupa untuk ikut berpartisipasi dalam Pilkada Serentak Tahun 2024 27 November 2024 besok," sambung Novi. (awh/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Peran Masyarakat dalam Menyukseskan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Pendidikan Politik bagi Masyarakat dengan tema Peran Masyarakat dalam Menyukseskan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang, Selasa (13/8). Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi M. A. Agung Nugroho hadir sebagai narasumber dalam acara yang berlangsung di Hotel Grasia Semarang.  Acara tersebut mengundang Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Semarang sebagai peserta. Dalam kesempatan tersebut, Agung memaparkan materi terkait kelembagaan KPU dan tahapan penyelenggaraan Pilkada 2024. Agung mengawali materi dengan menginformasikan bahwa KPU Kota Semarang telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada 2024 pada tanggal 11 Agustus 2024 kemarin. "Sebagai infromasi, perlu diketahui KPU Kota Semarang telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada pilkada 2024 pada tanggal 11, hari Minggu kemarin dengan jumlah pemilih 1.267.308," ujar Agung. Pada kesempatan tersebut Agung manyampaikan perbedaan ketentuan jumlah pemilih pada tiap TPS pada Pilkada. "Pada pemilu 2024 dengan 5 surat suara jumlah pemilih maksimal 300 orang, sedangkan pada pilkada dengan 2 surat suara jumlah pemilih maksimal 600 orang untuk memilih calon gubernur dan calon walikota," jelas Agung. Agung menyampaikan bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam menyukseskan Pilkada 2024. "Masyarakat memiliki peran penting dalam ikut mensukseskan Pilkada. Diantaranya dengan iku menjadi bagian penyelenggara badan adhoc baik PPK, PPS, pantarlih, maupun KPPS. Serta ikut aktif mengedukasi dan mengajak orang lain untuk menggunakan hak pilihnya," jelas Agung. Agung juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat KPU akan membuka pendaftaran untuk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang. "Pendaftaran pasangan calon diumumkan 24 sampai 26 Agustus, dan dibuka pendaftarannya mulai tanggal 27 sampai dengan 29 Agustus," jelas Agung. (ana/ed. Foto: ana/KPU Kota Semarang)

Mitigasi Kerawanan Hari H Pilkada, KPU Minta Badan Adhoc Patuhi Aturan untuk Cegah PSU

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Ahmad Zaini meminta anggota PPK se-Kota Semarang untuk menjalankan peraturan terkait pemungutan dan penghitungan suara secara rigid untuk mengantisipasi pelanggaran proses Pilkada Tahun 2024 di Kota Semarang, Senin (12/8). "Ada hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh teman-teman, terutama mengenai aktivitas di TPS yang bisa menyebabkan pemungutan suara ulang (PSU). Ini harus ditaati, tidak ada tawar menawar, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh," kata Zaini. Zaini mengatakan, KPU akan membuat checklist mengenai apa saja yang dapat menyebabkan PSU sebagai pegangan KPPS saat hari pemungutan suara. "Nanti kita bareng-bareng ya, mitigasi bersama mengenai regulasi tungsura ini, terus kita buat apa yang boleh dan yang tidak boleh, nanti bisa di tempel di TPS agar semua bisa lihat. Karena ini penting," tandas Zaini. Selain itu, ia juga mewanti-wanti agar saat melakukan bimtek kepada PPS dan KPPS, hal-hal mengenai regulasi yang krusial ini bisa disampaikan dengan sebaik-baiknya. Zaini meminta di internal KPU harus bersikap profesional dan menjaga integritas saat melaksanakan tugas meskipun memiliki background yang berbeda. "Jangan karena pengawas diam dan tenang-tenang saja saat di TPS bukan berarti aman. Kita harus bisa menjaga diri kita sendiri. Jangan akrobat membuat aturan-aturan sendiri. Jangan menjadi oknum yang menjual kekompakan PPK. Apapun informasi keluar harus berdasarkan hasil pleno dan sepengetahuan bersama," pesan Zaini. Hal tersebut disampaikan oleh Zaini pada kegiatan Rakor Penanganan Pelanggaran Kode Etik Badan Adhoc Pilkada 2024 yang berlangsung di Quest Hotel Simpang Lima Semarang. Ia menambahkan, menjelang pelaksanaan Pilkada 2024 akan ada pihak-pihak yang berusaha menawar integritas penyelenggara dengan cara apapun, oleh sebab itu dirinya meminta PPK untuk fokus pada pelaksanaan tahapan pilkada sebagaimana diatur dalam regulasi. "PPK dijaga dengan baik, PPS nya dijaga dengan baik. Teman-teman fokus saja ke tahapan jangan ke yang lain. Karena ini bisa dimanfaatkan oleh oknum untuk memperkeruh suasana, dan nanti efeknya sangat tidak baik, untuk bapak/ibu, ke KPU atau bahkan ke keluarga njenengan. Jadi harus bisa menjaga diri. 24 jam harus berintegritas," sambung dia. Meskipun memiliki hubungan baik dengan berbagai pihak, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosparmas dan SDM, Novi Maria Ulfah meminta anggota PPK untuk tetap memedomani regulasi dan memberikan perlakuan yang sama baiknya. "Harus bersikap sesuai normanya. Meskipun bapak/ibu dekat dengan partai misalnya, tidak boleh membedakan pelayanan, harus adil kepada semua. Entah itu parpol, pemkot, bahkan kepada pemilih ini harus sama," kata Novi. Pada materi yang disampaikan, Novi juga meminta masing-masing PPK membuat mitigasi mengenai tahapan rekrutmen KPPS dan kondisi wilayah masing-masing yang dapat menambah tingkat kerawanan pelaksanaan tahapan Pilkada 2024 di Kota Semarang. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi di CFD, KPU Gelar Lomba 17an dan Senam Aerobik

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan sosialisasi Pilkada 2024 di area car free day (CFD) Jalan Pahlawan yang dimeriahkan dengan senam aerobik dan lomba menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus 2024 berhadiah handphone dan sepeda lipat, Minggu (11/8). Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut diikuti oleh ratusan pengunjung CFD yang ikut melakukan senam aerobik di depan Kantor Disperindag Jawa Tengah. Pengunjung semakin riuh ketika pembawa acara mengumumkan bahwa kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada 2024 itu berhadiah doorprize berupa handphone dan sepeda lipat. Selain dua kegiatan untuk menarik pengunjung CFD, KPU Kota Semarang juga menggelar kegiatan talkshow interaktif yang dihadiri oleh Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini dan Anggota KPU Kota Semarang, Agus Supriyono. Dalam paparan yang disampaikan, Zaini mengatakan bahwa pengunjung bisa mengecek daftar pemilih secara mobile melalui gadget masing-masing. "Sekarang juga bisa dicek, apakah bapak/ibu sudah masuk daftar pemilih atau belum. Melalui cekdptonline.kpu.go.id. Yang sudah mencoba ke depan nanti dapat hadiah," ujar Zaini untuk meningkatkan semangat pengunjung CFD. Sementara itu, Agus menjelaskan bahwa Pilkada 2024 tidak hanya saat warga Kota Semarang datang ke TPS, namun masih ada banyak tahapan sebelum hari pemungutan suara dilakukan. Ketika Agus menanyakan tahapan apa saja selain pemungutan suara, pengunjung cukup mengetahui tahapan-tahapan yang telah dilakukan oleh KPU Kota Semarang. "Betul, nanti pencalonan akan dilakukan mulai tanggal 27 sampai 29 Agustus," respon Agus ketika pengunjung CFD menyebutkan tahapan lain selain pemungutan suara. Menjelang Pilkada 2024, Zaini juga meminta pengunjung CFD untuk mempelajari visi, misi dan program paslon, agar saat di TPS lebih mudah menentukan pilihan. "Jadi harus kenal dulu, siapa nama paslonnya, yang terpenting apa sih visi dan misinya agar kita paham, oh nanti kalau terpilih maka program pembangunan di Kota Semarang akan seperti ini, misalnya," kata Zaini. Kegiatan CFD tersebut dimeriahkan juga oleh live music oleh Ninety Nine Music, dan instruktur senam aerobik Zin Toffa. (rap/ed. Foto: dok KPU Kota Semarang)

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPHP dan Penetapan DPS Pilkada Serentak Tahun 2024 di Kota Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyelenggarakan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) dan Penetapan Data Pemilih Sementara (DPS) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, serta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Tahun 2024, Minggu (11/8). Rapat pleno yang digelar di Hotel Aston Inn Pandanaran, Semarang itu dihadiri oleh Bawaslu, Forkominda, Parpol dan Anggota PPK se-Kota Semarang. Pada kesempatan tersebut setiap tamu undangan diberi kesempatan untuk memberikan masukan dan tanggapan terhadap hasil rekapitulasi DPHP dan penetapan DPS. Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman menyampaikan bahwa Bawaslu telah melakukan uji sampling pada 9 Agustus 2024 lalu untuk memastikan bahwa data temuan sudah ditindaklanjuti. "Hasilnya semua data yang diuji sampling sudah ditindaklanjuti, dan semua temuan hasil pengawasan telah disampaikan kepada KPU Kota Semarang oleh jajaran pengawas secara berjenjang dan telah ditindaklanjuti oleh jajaran KPU kota Semarang," ujar Arief. Acara dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Pleno dan Penyerahan Berita Acara Pleno ke Bawaslu, Forkominda, dan Parpol. (rhd/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)