Berita Terkini

Rakor Pemantauan & Evaluasi Coklit Data Pemilih Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pemantauan dan Evaluasi Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih pada Pilkada Serentak Tahun 2024, Rabu (10/7). Kegiatan yang berlangsung di Kantor KPU Kota Semarang tersebut mengundang Disdukcapil, Ketua PPK dan divisi Mutarlih di 16 Kecamatan. Hadir pada kegiatan tersebut, Plt. Ketua KPU, Ahmad Zaini, Anggota KPU, Agus Supriyono, Novi Maria Ulfah, Agung Nugroho dan Henry Casandra Gultom. Membuka rakor, Plt. Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini menyebutkan bahwa proses coklit perlu dilakukan lebih maksimal sehingga dapat memenuhi target penyelesaian coklit di minggu ketiga masa kerja pantarlih. "Kerja pantarlih yang sudah berjalan 2 minggu untuk lebih semangat lagi agar bisa mencapai target di minggu ketiga," kata Zaini. Sementara itu, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, M. A. Agung Nugroho menambahkan, untuk progres coklit di kecamatan yang masih di bawah 75%, maka proses coklitnya perlu dilakukan pendampingan dan monitoring oleh PPK/PPS setempat. "Nah untuk itu perlu didampingi. Agar langsung turun ke kelurahan untuk membantu dan mencarikan solusinya agar coklitnya berjalan dengan baik dan tepat waktu," kata Agung. (rhd/ed. Foto: ion/KPU Kota Semarang)

Pelantikan PAW Anggota PPS Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Pelantikan Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota  PPS Kelurahan Sampangan, Tembalang, Kemijen, dan Tlogosari Kulon untuk Pilkada Tahun 2024, Rabu (10/7). Adapun PPS yang dilantik menggantikan anggota sebelumnya yang mengundurkan diri. Pelantikan tersebut juga mengundang Ketua PPK dan Ketua PPS dari masing-masing wilayah yang mengikuti pelantikan PAW. Pelantikan dipimpin oleh Plt. Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini, dan sebagai saksi Anggota KPU Kota Semarang M. A. Agung Nugroho dan Novi Maria Ulfah. Pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah janji dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah janji dan pakta integritas oleh anggota PPS yang dilantik. Ahmad Zaini, dalam sambutannya menyampaikan kepada anggota PPS yang baru saja dilantik untuk segera berbaur mengikuti jalannya tahapan Pilkada 2024 yang berlangsung. Zaini juga berpesan agar selalu meningkatkan koordinasi antar anggota demi kelancaran pelaksanaan tugas-tugasnya. "Selamat bekerja kepada anggota  PPS yang telah dilantik, kami harap bisa langsung mengikuti tahapan pilkada yang sedang berlangsung, dan saya berpesan untuk ditingkatkan koordinasi antar anggota baik dengan PPK atau PPS," ujar Zaini. (ana/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Talkshow Sosialisasi Pilkada 2024 Thomson Semarang 106.8 FM 

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan on air Talkshow Sosialisasi Tahapan Pilkada 2024 yang digelar di radio Thomson Semarang, 106.8 FM, Rabu (10/7). Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Teknis Penyelenggaraan, Agus Supriyono yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa pada Pilkada 2024 warga Kota Semarang masih bisa membuat surat pindah memilih. Meski demikian, fasilitas pindah memilih tersebut tidak bisa digunakan seleluasa sebagaimana penggunaannya pada Pemilu 2024 yang lalu. Karena pilkada merupakan event demokrasi regional, maka fasilitas pindah memilih tersebut hanya dapat digunakan oleh warga yang melakukan pindah memilih di dalam wilayah penyelenggaraan pilkada. "Pindah memilih bisa, tetapi tidak seperti pemilu. Kalau pilkada, katakanlah Pilwakot Semarang, misalnya ada warga Kota Semarang pindah ke Demak maka dia nanti tidak dapat surat suara Pilwakot Semarang, dapatnya hanya surat suara untuk Pilgub Jateng," tutur Agus. Jika terdapat penduduk yang pindah antar provinsi, maka yang bersangkutan tidak mendapatkan surat suara untuk pemilihan bupati/walikota dan pemilihan gubernur. "Sama halnya kalau pindahnya ke luar provinsi. Misalnya warga Kota Semarang yang pindah ke Jogja, nah berarti tidak bisa mendapatkan surat suara pilwakot dan surat suara pilgub," sambung Agus. Meskipun memberikan fasilitas pindah memilih, Agus meminta sahabat thomson yang mengikuti siaran radio tersebut untuk memastikan bahwa dirinya terdaftar sebagai pemilih sesuai dengan domisili pada saat hari pemungutan suara, 27 November 2024 mendatang. "Pindah memilih itu bisa dibuat pasca penetapan DPT. Makanya pada proses penyusunan daftar pemilih, kita perlu pastikan bahwa sudah terdaftar sesuai domisili," kata Agus. Pada proses pencocokan dan penelitian (coklit) yang tengah dilakukan, Agus berharap pendengar Thomson bisa bersikap proaktif dengan cara melaporkan kepada ketua RT setempat apabila belum dikunjungi oleh pantarlih. "Nah sahabat Thomson ini harus nih memastikan dirinya dan keluarga sudah dicoklit, karena ini sudah sampai minggu ketiga. Maka yang belum dicoklit, tanya saja. Biasanya ke pak RT, pak ini saya kok belum dicoklit gimana," kata Agus. Hal tersebut perlu dilakukan oleh warga Kota Semarang sebagai bentuk partisipasi aktif untuk memastikan pantarlih melakukan proses coklit sesuai dengan aturan yang berlaku. "Karena ini untuk memastikan para pantarlih bekerja sesuai standarnya. Jadi sesuai regulasi dan SOP, para petugas ini melakukan coklit dengan cara mendatangi tiap KK dari rumah ke rumah," lanjutnya. Mengenai baliho dan banner tokoh yang bertebaran di Kota Semarang, Agus mengatakan bahwa tokoh tersebut belum berstatus sebagai pasangan calon yang resmi akan mengikuti Pilkada 2024. "Kalau ada banner, baliho atau spanduk tokoh-tokoh, itu belum calon ya. Karena tahapan pencalonan itu baru akhir Agustus nanti. Dan, pasangan bisa disebut calon itu jika telah mendaftarkan diri, terus KPU sudah melakukan verifikasi. Dan jika semua sudah memenuhi syarat, baru itu bisa disebut pasangan calon," papar Agus. Meski demikian, Agus mengatakan bahwa hal itu memiliki nilai positif bagi masyarakat, karena warga Kota Semarang dapat semakin mudah mempelajari background dan track record tokoh-tokoh tersebut. "Artinya masyarakat bisa semakin dini mengenal tokoh-tokoh yang muncul ini. Jadi kita bisa mempelajari track record, background pendidikannya sambil menunggu tahapan pencalonan dimulai," terang Agus. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Sosialisasikan Demokrasi Partisipatif Pilkada Serentak 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan sosialisasi dengan tajuk Demokrasi Partisipatif dalam Pilkada Tahun 2024, Rabu (10/7). Kegiatan yang berlangsung di Khas Hotel Semarang tersebut mengundang anggota dari Ormas dan LSM di Kota Semarang. Hadir pada kegiatan tersebut, Plt. Ketua, Ahmad Zaini, Anggota KPU, Agus Supriyono, Novi Maria Ulfah dan M. A. Agung Nugroho. Membuka kegiatan, Plt. Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini menyebutkan bahwa dalam menyosialisasikan Pilkada 2024, penyelenggara pemilu/pilkada membutuhkan bantuan dari berbagai lapisan masyarakat. "Dalam melakukan sosialisasi, tentu KPU tidak bisa sendiri, oleh sebab itu, kami mengundang panjenengan semua agar bersama-sama dengan KPU bisa memberikan informasi kepemiluan kepada warga Kota Semarang secara lebih luas," tutur Zaini. Dalam kegiatan sosialisasi kepada LSM/Ormas tersebut, KPU Kota Semarang menghadirkan Dosen Undip Semarang, Drs. Turtiantoro, M.Si. dan Dosen Unnes, Dani Muhtada, S.Ag., M.Ag., Ph.D. Dalam materi yang disampaikan, Dosen Undip Semarang, Turtiantoro mengatakan bahwa warga Kota Semarang perlu fokus dalam penyelenggaraan pilkada yang sesuai azas pemilu. "Partisipasi masyarakat itu merefleksikan kehadiran kita dalam proses politik, ada yang mengikuti proses demokrasi dengan baik, ada juga sebaliknya, itu refleksi masyarakat. Tapi partisipasi yang ingin saya sampaikan adalah agar kita bisa berpartisipasi secara otonom, kita bersama menjaga bahwa proses demokrasi ini sesuai asas pemilu, langsung, umum, bebas, rahasia dan jurdil," kata Turtiantoro. Turtiantoro menambahkan, berdasarkan data demografi, saat ini Indonesia berada pada fase yang disebut bonus demografi dimana penduduk Indonesia yang masuk dalam usia produktif jumlahnya lebih banyak dibanding kelompok usia lain. Bonus demografi tersebut, sambung Turtiantoro, perlu dikelola dengan baik agar negara Indonesia bisa mendapatkan manfaat baik dari kelebihan tersebut. Oleh sebab itu, ia mengatakan, proses politik yang saat ini terjadi perlu dilaksanakan sebaik mungkin agar berdampak pada kebijakan untuk mendukung bonus demografi tersebut. "Saat ini kita masuk dalam era bonus demografi. Jumlah usia produktif lebih banyak daripada usia tidak produktif, pada era ini jika tidak dikelola dengan baik, ini bahaya. Maka di Pilkada 2024 anak-anak muda ini harus terlibat," jelas Turtiantoro. Sementara itu, untuk mencapai tahap demokrasi partisipatif, Dosen Unnes, Dani Muhtada menyampaikan bahwa proses demokrasi melalui pemilu/pilkada harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan inklusif. "Bagaimana mencapai itu? maka pilkada kita harus transparan, akuntabel, inklusif dan ada partisipasi aktif warga negara. Jadi harus ada proses dimana pembangunan dan penyusunan kebijakan ini diketahui masyarakat, tidak ujuk-ujuk diundangkan, dan diterapkan," jelas Dani. Untuk mencapai tahap tersebut, Dani mengatakan KPU membuat kegiatan sosialisasi untuk menyampaikan bahwa partisipasi politik merupakan tanggung jawab dari semua pihak "Untuk mencapai itu, peran pemuda ini sangat penting. Ini juga mengapa KPU Kota Semarang membuat berbagai kegiatan sosialisasi KPU goes to school dan campus untuk memberikan informasi bahwa persoalan politik ini permasalahan kita bersama, untuk bersama-sama dipecahkan," papar Dani. Dani menambahkan, pada tahap demokrasi partisipatif, tema-tema diskusi di masyarakat sudah tidak pada level siapa yang akan memimpin tetapi lebih kepada program apa yang akan dilakukan untuk pembangunan. "Nah makanya mulai sekarang kita tidak boleh hanya 'suk walikotane sopo', tetapi kita ingin kota ini dibawa ke mana. Kalau sudah begitu kita bisa memilih calon itu berdasar bagaimana visi dan misi calon, bukan hanya kedekatan sesama organisasi yang sama, dari suku yang sama apalagi karena politik uang," jelas Dani. Ia mengutarakan hal tersebut agar warga Kota Semarang tidak terjebak pada strategi politik untuk meningkatkan elektabilitas kandidat.  "Ya tujuannya agar kita tidak terjebak pada gimmick politik, misalnya wong ganteng pilih wong ireng, dan sebagainya. Sebenarnya boleh-boleh saja, tetapi kita perlu lebih mengutamakan pengenalan program, serta visi dan misinya," kata Dani. (rap/ed. Foto: e1/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi Pilkada 2024 kepada Organda Kota Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Hadiri Kegiatan Pendidikan Politik dengan tema Peran Masyarakat dalam Menyukseskan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 yang melibatkan para Organisasi Angkutan Darat (Organda) di Kota Semarang, Selasa (9/7). Bertempat di Diamond Ballroom Hotel Quest Semarang, hadir sebagai narasumber dari KPU Kota Semarang Ahmad Zaini selaku Plt. Ketua KPU Kota Semarang. Acara dibuka oleh sambutan dari Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol Kota Semarang, Suparman. "Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Kesbangpol Kota Semarang yang berkerja sama dengan KPU dan Bawaslu," Ucap Suparman. Suparman berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilgub Jateng dan Pilwakot Semarang tahun 2024. "Bahwa sebentar lagi warga Kota Semarang akan mengikuti pesta demokrasi yaitu Pilkada pada tanggal 27 November 2024. Harapannya kegiatan ini dapat meningkatkan partisipasi warga Kota Semarang," lanjut Suparman. Pada materi yang disampaikan, Plt. Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini mengatakan bahwa saat ini tahapan yang sedang berjalan  ialah pemutakhiran data pemilih. "Saat ini sedang berlangsung tahapan coklit. Harapannya petugas kami diterima masyarakat. Jadi kenali petugas pantarlih KPU Kota Semarang, petugas mengenakan rompi dengan atribut pantarlih," ujar Zaini. Zaini berharap, warga Kota Semarang dapat menjadi pemilih cerdas dengan cara ikut mewujudkan penyelenggaraan Pilkada yang berkualitas dan bermartabat. "Dengan menjadi pemilih yang cerdas, aktif dan kritis mendorong terwujudnya pemilihan kepala daerah berkualitas dan berintegritas. Yang utama mohon hadir sebagai pemilih di TPS dan juga hindari politik uang dan kampaanye hitam nggih," papar Zaini. (awh/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Pembukaan Sespimmen Polri Dikreg ke-64 TA 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan pembukaan kuliah kerja praktik peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Pendidikan Reguler (Dikreg) ke-64 Tahun Anggaran 2024, Selasa (9/7). Kegiatan yang digelar di Aula Lantai 3 kantor Polrestabes Semarang tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan, Agus Supriyono. Dalam sambutannya, Wakapolrestabes Semarang, AKBP Wiwit Ari Wibisono mengucapkan selamat datang kepada sesdik KKP Sespimmen Polri ke-64 ke Polrestabes Semarang.  Dirinya mewakili Polrestabes Semarang menyatakan siap membantu sesdik dengan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh sesdik selama menjalankan KKP di Kota Semarang. "Dalam rangka mewujudkan pimpinan tingkat menengah Polri yang prediktif, responsibilitas, transparansi, dan presisi, kita siap membantu memberikan informasi yang dibutuhkan di lapangan," kata Wiwit. Sementara itu, Perwira Pendamping (Paping) Sespimmen Polri ke-64, Kombes Pol Agus Dwi Hermawan yang hadir menjelaskan bahwa pada angkatan tersebut terdapat 295 personil yang mengikuti proses pendidikan Polri, dua diantaranya terdapat peserta dari mancanegara. "Peserta sespimma ke-64 ini ada 295 orang, 24 dari TNI, dua dari mancanegara, sisanya dari anggota Polri," papar Agus. Untuk peserta KKP yang bertugas di Polrestabes Semarang, Agus mengatakan ada 13 personil. Dan satu diantaranya berasal dari Malaysia. "Ada 13 anggota yang akan melakukan KKP di Polrestabes Semarang, 11 dari Polri, 1 dari TNI, dan secara spesifik ada satu yang berasal dari Malaysia," sambung Agus. Agus menjelaskan, pada pelaksanaan sespimmen ke-64 TA 2024, Polri mengusung tema Mewujudkan Pimpinan Tingkat Menengah Polri yang Presisi dan Melayani untuk Indonesia Maju. Dengan tema tersebut diharapkan peserta sespimmen dapat menjadi anggota yang menguasai konsep, teori, dan mensinergikannya ke dalam pemecahan masalah di wilayah tempatnya bertugas. "Tujuan pendidikan ini untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, memberikan penguasaan konsep, teori serta metode dalam menjalankan tugas yang bersinergi dengan permasalahan di lapangan sehingga dapat memberikan pemecahan masalah kepada satuan wilayah," terang Agus. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)