Berita Terkini

Gelar Konferensi Pers, KPU Paparkan Tahapan Pilkada 2024 di Kota Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar konferensi pers untuk menyampaikan pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Kota Semarang, Senin (8/7). Pada kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 kantor KPU Kota Semarang, Jalan Dr. Cipto Nomor 115 tersebut dihadiri oleh awak media yang tergabung dalam Forum Wartawan Balai Kota (Forwakot) Semarang.  Plt. Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini yang membuka kegiatan menyampaikan bahwa saat ini KPU Kota Semarang sedang melaksanakan tahapan penyusunan daftar pemilih untuk Pilgub Jateng dan Pilwakot Semarang tahun 2024. Zaini menjelaskan, hingga tanggal 24 Juli 2024 mendatang, petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) Kota Semarang yang berjumlah 4.673 personil akan melakukan kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) dengan cara datang dari rumah ke rumah. Lebih lanjut mengenai penyusunan daftar pemilih, Zaini mengatakan bahwa proses tersebut akan melewati beberapa tahapan sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Nanti setelah coklit itu masih ada tahapan penyusunan DPS (Daftar Pemilih Sementara) mulai 25 Juli sampai 17 Agustus, penyusunan DPT mulai 18 Agustus sampai 23 September 2024," papar Zaini. Mengingat proses penyusunan daftar pemilih yang berlangsung bertahap, Zaini berharap warga Kota Semarang bisa proaktif untuk memastikan dirinya telah terdaftar dalam daftar pemilih. Untuk pendaftaran pasangan calon, Zaini mengatakan tahapan tersebut akan dimulai pada 27 Agustus hingga 21 September 2024 sebelum ditetapkan sebagai pasangan calon pada hari Minggu, 22 September 2024. "Nah setelah itu baru akan proses kampanye selama 60 hari mulai 25 September hingga 23 November 2024. Masa tenang selama 3 hari dan pada hari Rabu 27 November 2024, hari pemungutan suara," tutur Zaini. Mengenai progres pemutakhiran data pemilih, Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin), M. A. Agung Nugroho menjelaskan bahwa selama dua minggu proses coklit, pantarlih se-Kota Semarang sudah mencoklit lebih dari setengah dari seluruh daftar pemilih hasil sinkronisasi DP4 yang diserahkan Kemendagri kepada KPU. "Tahapan coklit sudah berlangsung dua minggu. Sampai hari ini 8 Juli 2024, berdasarkan data kami lebih dari separuh pemilih di Kota Semarang sudah tercoklit, tepatnya 58 persen atau 742.638 pemilih dari 1.280.079 pemilih," kata Agung. KPU Kota Semarang mentargetkan coklit tersebut tuntas dalam waktu 3 minggu, sehingga pada minggu terakhir masa tugas pantarlih, PPK, PPS dan pantarlih dapat fokus pada proses pencermatan data pemilih hasil coklit. "Target kami, dalam waktu 1 minggu ini sudah mendekati 100 persen, jadi tidak perlu 1 bulan full coklit agar di sisa waktu masa kerja pantarlih kita bisa melakukan pencermatan data lebih baik lagi," sambung Agung. Sementara itu, Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Novi Maria Ulfah menjelaskan kegiatan sosialisasi yang akan dilakukan oleh KPU Kota Semarang dalam waktu dekat. "Yang terdekat, besok kita akan melakukan pendidikan pemilih dengan cara tatap muka dengan LSM, Ormas, sekolah, dan perguruan tinggi di Kota Semarang," kata Novi. Pada kegiatan tersebut, Novi mengatakan, KPU akan bekerjasama dengan lembaga terkait agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakat. "Ini akan dilakukan dengan cara kerjasama, ada dengan LSM/Ormas, KPU goes to School, dan KPU goes to campus. Nanti akan mengundang, kami pilih dari berbagai elemen agar semua segmen mendapat informasi Pilkada 2024 secara merata," kata Novi. Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Teknis Penyelenggaraan, Agus Supriyono, dan Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Rakernis Keuangan Periode Juli 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyelenggarakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Keuangan dengan mengundang Ketua, Sekretaris dan Staf Keuangan PPK Pilkada Serentak Tahun 2024 se-Kota Semarang, Sabtu (6/7). Plt. Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini dalam sambutannya menegaskan bahwa PPK dan PPS dalam pelaporan administrasi harus diselesaikan dengan baik. "Pada bulan Juli ini, PPK melakukan monitoring Pencoklitan kepada PPS dan PPS kepada Pantarlih agar Pencoklitan dilakukan secara regulasi dan sesuai dengan SK," tutur Zaini. Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin menegaskan agar tahapan harus berjalan dengan timeline yang sudah ada. RAB dan Output SPJ PPK dan PPS bulan Juli dipaparkan oleh Sekretaris KPU Kota Semarang didampingi oleh Weny Diah Astuti sebagai Kasubag Keuangan, Umum dan Logistik. (mia/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Talkshow Sosialisasi Pilkada 2024 USM Jaya Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri talkshow radio USM Jaya Semarang 101,6 FM untuk sosialisasikan tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang tahun 2024, Jumat (5/7). Hadir dalam siaran on air tersebut, Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Perencanaan Data dan Informasi, M. A. Agung Nugroho. Dalam talkshow tersebut, Agung menyampaikan bahwa Pilwakot Kota Semarang menggunakan maskot berupa warak ngendog yang merupakan binatang imajiner yang menjadi ikon khas Kota Semarang dengan bentuk perpaduan naga, kambing, dan buraq (hewan tunggangan Rasulullah SAW). "Maskot itu dinamai Padewaras yang merupakan kepanjangan dari Paku Demokrasi Warga Kota Semarang . Warak Ngendog dipilih karena warga kota Semarang terdiri dari berbagai macam etnis, suku bangsa, juga berbagai macam pemikiran masyarakatnya, jadi bisa menggambarkan heterogenitas yang ada di Kota Semarang," jelas Agung. Sedangkan untuk pelaksanaan Pilwakot dan Pilgub dilaksanakan secara serentak se-Indonesia pada tanggal 27 November 2024.  Agung juga mengatakan bahwa saat ini KPU Kota Semarang memasuki tahapan coklit yaitu pencocokan dan penelitian data pemilih. "Pantarlih datang ke rumah warga untuk mendata bagi yang sudah mempunyai hak pilih. Pada proses itu dimohon menyiapkan KK dan KTP," kata Agung. Pada proses coklit yang berlangsung sejak 24 Juni sampai dengan 24 Juli 2024 itu, Agung berharap warga Kota Semarang secara proaktif melaporkan apabila belum masuk dalam daftar pemilih. "Bagi masyarakat yang belum terdaftar bisa menyampaikan kepada petugas pantarlih/PPS agar nantinya bisa didaftarkan sebagai pemilih," sambungnya. Agung melanjutkan, tahapan pendaftaran pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang dilaksanakan mulai tanggal 27 s.d 29 Agustus 2024. "Untuk syarat-syaratnya nanti akan diupdate atau silahkan datang ke kantor KPU Kota Semarang dengan alamat di Jalan Dr. Cipto 115 Semarang, hari Sabtu dan Minggu tetap ada yang jaga," papar dia. (mur/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Sosialisasi Peran Masyarakat Sukseskan Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadiri kegiatan Pendidikan Politik kepada Masyarakat dengan tajuk Peran Penggiat Seni Kota Semarang dalam Menyukseskan Pilkada 2024, Kamis (4/7). Kegiatan yang digelar oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang itu dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Novi Maria Ulfah sebagai narasumber. Dalam acara yang berlangsung di Supermoom Ballroom, Room Inc Semarang itu, Novi menjelaskan saat ini tahapan Pilkada 2024 sudah sampai pada proses pemutakhiran data pemilih. Novi menjelaskan, proses pemutakhiran data pemilih dikakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) yang melakukan pengecekan dari rumah ke rumah. Novi mengimbau, penggiat seni yang mengikuti kegiatan itu agar dapat menerima pantarilh secara baik dan sebelumnya mempersiapkan KTP elektronik dan Kartu Keluarga. Data tersebut yang akan digunakan oleh pantarlih untuk mengecek dan melakukan peremajaan data apabila terdapat elemen data yang berubah. "Saat ini sedang memasuki kegiatan coklit (pencocokan dan penelitian) data pemilih. Diimbau para penggiat seni untuk menerima petugas pantarlih yang sudah dilengkapi dengan atribut (topi, rompi, tanda pengenal) supaya dapat diterima dengan baik," jelas Novi.  "Bapak/ibu cukup menyiapkan dokumen yaitu KTP dan KK. Untuk masa kerja pantarlih dimulai tanggal 24 Juni sampai dengan 24 Juli 2024," sambungnya menjelaskan waktu coklit. Karena Pilkada 2024 membutuhkan keikutsertaan masyarakat Kota Semarang, Novi mengajak peserta yang hadir agar mengabarkan informasi yang telah diterima melalui kegiatan tersebut. Novi berharap banyak warga Kota Semarang yang terlibat menyukseskan Pilkada 2024. Termasuk bergabung menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas di Hari Rabu, 27 November 2024 mendatang. "Kalau ada anggota keluarga yang menginginkan menjadi penyelenggara pemilu supaya diijinkan nggih, dan didorong agar bisa ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan pilkada, menjadi KPPS misalnya karena kita memang mebutuhkan banyak sumber daya manusia," tutur Novi. (mur/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Talkshow Sosialisasi Pilkada 2024 PAS FM

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri talkshow PAS FM untuk sosialisasikan tahapan Pilkada 2024, Rabu (3/7). Hadir dalam kegiatan on air tersebut, Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Hukum dan Pengawasan, Henry Casandra Gultom (Nanda). Dalam kegiatan tersebut, Nanda menjelaskan bahwa persiapan Pilkada 2024 sudah dipersiapkan sejak 2022. Di tahun 2024 tahapan pilkada mulai dilaksanakan pada bulan Februari lalu. "KPU sudah mulai mempersiapan Pilkada 2024 pada tahun 2021 dan 2022. Mulai dari anggaran, teknis pelaksanaan dan sebagainya. Di Tahun 2024 ini lah mulai berjalan tahapannya, sudah dari bulan Februari 2024 secara resmi pertama kali adalah tahapan pendaftaran pemantau pilkada 2024.  Nanda melanjutkan, pada saat ini KPU Kota Semarang sedang melakukan tahapan penyusunan daftar pemilih melalui kegiatan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih). "Pantarlih sendiri adalah petugas pemutakhiran data pemilih. Pantarlih ini melakukan coklit ke rumah-rumah warga untuk melukan verifikasi kebenaran data secara real. Hal tersebut dilakukan oleh pantarlih untuk memastikan bahwa daftar pemilih yang akan disusun berdasarkan data penduduk terbaru atau mutakhir. "Contoh sederhananya semisal dalam KK (Kartu Keluarga) ada anggota keluarga yang sudah meninggal maka oleh petugas akan dilakukan pendataan ulang, inilah gunanya coklit agar nantinya jika ada data yang tidak sesuai bisa melakukan pendataan ulang. Singkatnya seperti melakukan pengkinian data," ujar Nanda. Pada proses coklit, Nanda menginformasikan kepada pendengar mitra bisnis PAS FM hanya perlu menyiapkan dokumen seperti KTP dan KK, jika pada saatnya didatangi pantarlih untuk kegiatan coklit. "Bapak/Ibu pendengar silahkan mulai siapkan dokumen seperti KK dan KTP, agar pada saat petugas lapangan datang ke rumah, Bapak/Ibu sudah siap untuk dicoklit," jelas Nanda. Diakhir pemaparannya, Nanda berharap bahwa Pilkada 2024 dapat berjalan dengan lancar dan ceria. "Pelaksanaan Pilkada 2024 akan berlangsung pada Rabu Pon, 27 November 2024, saya berharap bahwa pelkasanaan Pilkada 2024 nantinya harus berlangsung dengan ceria karena yang namanya pesta rakyat harus berlangsung dengan suka cita," kata Nanda. (ina/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Sosialisasi Peran Pegiat Seni Pada Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat dalam tajuk Peran Pegiat Seni Dalam Menyukseskan Pilkada Serentak Tahun 2024, Selasa (2/7). Pada kegiatan yang digelar di Ballroom Astina Hotel Grasia tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang, M. A. Agung Nugroho. Selain mengundang KPU, sosialisasi yang digelar oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang tersebut juga mengundang Anggota Bawaslu Kota Semarang Maria Goreti, dan Kabid Poldagri Badan Kesbangpol Kota Semarang, Suparman. Dalam pembukaannya, Kabid Poldagri Badan Kesbangpol Kota Semarang, Suparman yang mewakili Kepala Kesbangpol Kota Semarang mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi yang digelar itu bertujuan untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024. Selain itu, Suparman juga mengatakan, forum tersebut berfungsi untuk memperluas terpaan informasi kepemiluan kepada warga Kota Semarang. "Harapannya nanti tingkat partisipasi pemilih akan lebih meningkat lagi di Pilgub Jateng dan Pilwakot Semarang tahun 2024. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi serta pemahaman kepada masyarakat Kota Semarang mengenai sejauh mana persiapan pilkada ini sudah dipersiapkan," papar Suparman. Dalam materi yang disampaikan, Anggota KPU Kota Semarang, M. A. Agung Nugroho mengatakan, tahapan Pilkada 2024 di Kota Semarang masih dalam proses penyusunan daftar pemilih. "Tahapan yang sedang dilaksanakan oleh KPU adalah pemutakhiran data pemilih. Kemarin KPU sudah melantik pantarlih untuk melakukan coklit kepada seluruh warga Kota Semarang dengan cara mengunjungi tiap KK dari rumah ke rumah," kata Agung. Pada pendaftaran pasangan calon, Agung mengatakan tahapan tersebut baru akan dilakukan pada bulan Agustus mendatang. Sementara itu proses kampanye Pilkada 2024 akan berlangsung selama dua bulan. "Nanti pendaftaran paslon baru akan dilakukan di Bulan Agustus. Kampanye selama 2 bulan dari September sampai November setelah itu masa tenang dan setelah itu baru coblosan," kata Agung. Agung juga mengatakan bahwa penyelenggaraan Pilkada 2024 masing-masing daerah menonjolkan unsur daerah. "Kita diperintah KPU RI agar menonjolkan tema dan unsur daerah. Kalau di Kota Semarang itu ada sosok warak ngendog namanya Padewaras, Pilgub Jateng ada Semarbot," kata Agung. Momen tersebut jelas Agung merupakan saat yang baik bagi pegiat seni di masing-masing daerah untuk tampil menunjukkan partisipasi pegiat pada pilkada. "Nah ini agar menjadi perhatian, biar nanti tidak terlewat. Jadi tiap akan ada pilkada itu pasti ada sayembara, entah itu musik, pembuatan maskot, dan lainnya, makanya ayo pegiat seni Kota Semarang perlu terlibat untuk menonjolkan budaya Semarang. Itu bisa nanti dipikirkan dulu dikreasikan saat ini buat pilkada ke depan," ujar Agung. Bagi pegiat seni yang memiliki ide dan konsep sosialisasi dengan unsur seni, Agung mempersilahkan untuk datang ke KPU Kota Semarang agar dapat berkoordinasi mengenai konsep seni budaya yang diusung. "Silahkan kepada pegiat seni dari Kota Semarang jika ada ide kolab dan konten kreatif atau kegiatan bisa ngobrol-ngobrol dengan KPU agar bisa dikombinasikan kegiatan apa yang bisa kita lakukan bersama," sambung Agung. (rap/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)