Berita Terkini

KPU Kota Semarang Hadiri Rapat Konsolidasi Pasca Pembentukan PPK dan PPS Pilkada 2024

Kabupaten Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Rapat Konsolidasi Pasca Pembentukan PPK dan PPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024, Rabu (19/6). Kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah di Hotel Griya Persada Kabupaten Semarang tersebut menggundang Ketua KPU, Anggota KPU Divisi Sosdiklihparmas dan SDM, Sekretaris KPU, Kasubbag Hukum dan SDM serta operator SIAKBA KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono, dalam sambutannya menekankan pentingnya konsolidasi antara KPU Provinsi dengan KPU di tingkat kabupaten/kota hingga tingkat badan adhoc PPK dan PPS.  "Rapat konsolidasi ini merupakan momentum penting untuk memastikan seluruh tahapan Pilkada 2024 dapat berjalan dengan lancar, dan diharapkan kita semua tetap menjaga kesehatan ditengah padatnya tahapan," ujarnya. Rapat ini juga diisi dengan berbagai sesi diskusi dan pemaparan materi. Narasumber pertama Danang Somantri, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah menjelaskan strategi membangun sinergi elemen pendukung keberhasilan Pilkada tahun 2024. "Pemerintah pusat dan daerah akan memberikan dukungan penyelenggaraan, dukungan keamanan, menjamin ketersediaan anggaran, dan memberikan fasilitasi bagi penyelenggara," jelasnya. Selanjutnya narasumber dari Anggota KPU RI Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Litbang, Parsadaan Harahap menyampaikan materi terkait evaluasi pembentukan PPK dan PPS. "Badan Adhoc merupakan aset serta tulang punggung pelaksanaan pemilihan, maka penting untuk kita jaga, rawat dan kelola agar bisa melaksanakan setiap instruksi/arahan KPU dan menjalankan tugas-tugasnya dengan baik, serta tidak dimanfaatkan oleh kepentingan diluar penyelenggaraan pilkada," tegasnya. Pada hari kedua, rapat konsolidasi ini juga membahas evaluasi pembentukan PPK dan PPS dan strategi untuk kedepannya dalam menghadapi tahapan pilkada yang dipandu oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Sosdiklihparmas dan SDM Mey Nurlela.  Dalam kesempatan tersebut, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Basmar Perianto, Paulus Widiyantoro, dan Muslim Aisha turut memberikan arahan. Dalam penutupan rapat, Paulus Widiantoro kembali menegaskan pasca pembentukan PPK dan PPS diharapkan KPU Kabupaten/Kota dapat mengelola dengan baik PPK dan PPS. "Pastikan PPK dan PPS yang telah selesai direkrut selalu dalam kendali Bapak/Ibu," pungkasnya. (ana/ed. Foto: ana/KPU Kota Semarang)

Penguatan Kelembagaan Penyelenggara Pilgub Jateng & Pilwakot Semarang 2024

Sukoharjo, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan Character Building Penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Serta Walikota dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2024, Jumat (14/6). Kegiatan yang dihadiri oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Ketua, Anggota dan Seketaris KPU Kota Semarang, Otonomi Daerah Setda Kota Semarang, Badan Kesbangpol Kota Semarang, dan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, serta PPK Se-Kota Semarang tersebut dibuka oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda). Dalam sambutannya, Nanda berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang positif kepada seluruh tamu undangan yang hadir terutama kepada PPK se-Kota Semarang.   "Dengan adanya kegiatan Character Building ini, saya berharap seluruh PPK dapat memanfaatkan waktu dalam acara ini dengan baik, menyerap seluruh ilmu-ilmu baru yang nantinya akan diberikan oleh pemateri kita hari ini, jadikan acara ini sebagai ajang manambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang demokrasi, dan kegiatan ini juga bisa dimanfaatkan untuk lebih mengenal satu sama lain karena sepertinya banyak PPK baru," ujar Nanda. Nanda menjelaskan tahapan terdekat saat ini adalah pembentukan pantarlih dan coklit, yang sudah mulai berjalan di PPK dan PPS. "Tahapan pilkada saat ini yang sedang berjalan adalah pendaftaran pantarlih, kemarin tanggal 13 Juni kita sudah lakukan penempelan pengumuman di seluruh kelurahan yang dilakukan oleh para bapak/Ibu PPS. Perekrutan pantarlih ini nantinya membutuhkan sebanyak 4.673 orang yang akan menjadi petugas pantarlih, dan selanjutnya adalah tahapan coklit pada tanggal 24 Juni 2024, coklit sendiri nantinya merupakan tugas wajib yang harus dilakukan oleh pantarlih yang sudah terpilih melalui tahpan rekrutmen,” ujar Nanda. Nanda mengingatkan seluruh jajaran penyelenggara Pilkada 2024 untuk tetap menjaga kondisi kesehatan karena tahapan Pilkada sudah semakin padat. Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Divisi Teknis Muhammad Machruz dalam materi yang disampaikan menerangkan, pada pelaksanaan Pilkada 2024 yang sudah berlangsung adalah pembentukan badan adhoc.  Badan adhoc sendiri merupakan bagian dari KPU yang ada ditingkat kecamatan atau yang disebut PPK, ditingkat kelurahan adalah PPS, dan juga ada Pantarlih. Machruz juga menyampaikan mengenai tahapan krusial penyelenggaraan Pilkada 2024 yang di dalamnya menerangkan bagian dari potensi kerentanan penyelenggraraan dan strategi mengantisipasinya. "Bapak/Ibu yang perlu kita ketahui bahwa tahapan krusial penyelenggaraan Pilkada diantaranya ada pembentukan badan ad hoc, verifikasi pencalonan, pencocokan dan penelitian daftar pemilih, sosialisasi pemilih, distribusi logistik, pungut, hitung, rekap suara, sengketa hasil pilkada, dan potensi keretanannya ada pada intimidasi dan intervensi terhadap penyelenggara, potensi politik uang dan SARA," jelas Machruz. Untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, Machruz menjelaskan penyelenggara pilkada perlu menggandeng stakeholder terkait dan menciptakan kondusifitas keamanan melalui keterlibatan masyarakat setempat. "Strategi mengatisipasi kerentanan tersebut yaitu seperti dukungan stakeholder, pengkondisian keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif agar dapat turut mendukung tahapan, sinergitas agenda kegiatan antar stakeholder dalam mendukung pemberantasan korupsi pada internal kelembagaan, menyampaikan informasi kepada publik kerja-kerja kelembagaan dalam mendukung terciptanya pemilu yang berintegritas," ujar Machruz Selanjutnya Machruz juga menyampaikan kriteria penting dalam perekrutan Pantarlih yang harus dipahami oleh seluruh PPK agar nantinya tidak terjadi salah infomasi maupun hal yang tidak diinginkan. "Sudah kita ketahui bersama pada tanggal 13 Juni 2024 telah dibukanya pendaftaran Pantarlih dan perlu bapak/ibu ketahui pastikan pada saat perekrutan nantinya harus benar-benar jeli dan teliti pastikan para pendaftar bukan dari partisan peserta pilkada atau partai politik, dan salah satu syarat ini merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dengan sangat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," paparnya "Kedua berdomisili pada wiliyah TPS agar memudahkan pada saat proses coklit jika sudah mengetahui daerah lingkungan sekitarnya, ketiga memiliki gawai yang kompatibel dengan aplikasi, dan dapat mengoprasikan aplikasi pada gawai, terakhir memiliki pemahaman terhadap pemilu/pilkada," sambung Machruz. Sementara itu, Tim Pemeriksa Daerah (TPD) DKPP RI Provinsi Jawa Tengah Unsur Masyarakat, Muhammad Hakim Junaidi menjelaskan pentingnya etika dalam penyelenggara pemilu. "Setiap penyelenggara pemilu wajib bekerja, bertindak, menjalankan tugas, wewenang dan kewajiban sebagai penyelenggara lemilu dengan berdasarkan kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara lemilu, serta sumpah/janji jabatan," ujar Hakim Hakim juga menerangkan potensi pelanggaran etika yang sering terjadi dikalangan PPK dan Sekretariat PPK. "Potensi pelanggaran di kalangan PPK dan sekretariat PPK pasti ada, seperti tidak optimal dalam menjalankan tugas, wewenang dan kewajiban penyelenggara pemilu," ujar Hakim. Hakim menambahkan potensi pelanggaran kode etik yang terjadi dalam relasi dengan peserta pemilu, seperti menerima tamu peserta Pemilu di luar kantor, di luar kelayakan jam kerja, memakai pakaian yang mirip dengan “warna” peserta Pemilu, mengucapkan jargon, tagline, semboyan yang menjadi ciri khas khusus peserta Pemilu. Hari kedua pelaksanaan kegiatan, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Diana Ariyanti menyampaikan tahapan pengawasan pemilihan 2024 berdasarkan PKPU 2 tahun 2024. "Jadi perlu diluruskan juga bahwa tugas Bawaslu bukanlah mengawasi KPU, tetapi bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilihan yang sedang berlangsung," ujar Diana. Diana juga menjelaskan tentang apa saja tugas fungsi pokok dari Bawaslu selain melakukan upaya pencegahan pelanggaran. Diana juga berharap bahwa antara KPU dan Bawaslu sampai jajaran ke bawah agar memliki satu kesatuan fungsi yang saling bersinergi agar nantinya jika ada masalah atau problematik dalam teknis pelaksaan tahapan Pilkada dapat mencari solusi bersama atau pemecahan masalah bersama. Sementara, Brilliani Navida Yana Wibowo, dari Penggiat Media Sosial menerangkan materi mengenai bagaimana berpengaruhnya kekuatan media sosial untuk kesuksesan penyelengaaran Pilkada. "Perlu teman-teman semua ketahui bahwa layanan informasi dan edukasi melalui media sosial mejadi salah satu indikator kesuksesan Pilkada, dengan secara konsisten dan profesional dari PPK dan PPS untuk menyampaikan informasi tentang Pilkada kepada masyarakat akan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai tahapan apa saja yang sedang berlangsung," ujar Brilliani. Brilliani menambahkan apa saja yang perlu dilakukan untuk menarik minat masyarakat dalam melihat informasi yang kita buat melalui media sosial. "Para penyelenggara pemilu bisa lebih menggali tentang potensi yang dapat menarik masyarakat dalam mengakses informasi yang kita buat di media sosial caranya aktif membuat dan mengunggah konten, buat tagar untuk mempermudah pencarian, kerjasama antar penyelenggara, promosikan link di whatsapp," ujar Brilliani. (ina/ed. Foto: rap/e1/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Sosialisasi Pilkada 2024 kepada Masyarakat Pedurungan

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Sosialisasi kepada Masyarakat Kecamatan Pedurungan dengan tema 'Peran Masyarakat Dalam Mensukseskan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024', Rabu, (12/6). Kegiatan yang berlangsung di Balai Kantor Kelurahan Tlogosari Wetan, Jalan Perum Dolog Lor I tersebut digelar oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang. Hadir sebagai narasumber pada acara itu, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Zaini, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, dan Kabid Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol, Suparman. Pada sambutan yang disampaikan, Lurah Tlogosari Wetan R. Kamto Warsono, menjelaskan bahwa pasca Pemilu 14 Februari lalu, selanjutnya pada Rabu, 27 November 2024 warga masyarakat Kota Semarang akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, dan Walikota dan Wakil Walikota Semarang. "Karena masih ada agenda pemilihan di tahun 2024 ini, jangan sampai golput ya pastikan gunakan hak suaranya dalam memilih pemimpin yang sesuai," kata Kamto. Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Zaini dalam materi yang disampaikan menerangkan, pada pelaksanaan Pilkada 2024 KPU Kota Semarang telah membentuk badan adhoc, membuka lembaga pemantau dan membuka pendaftaran pasangan calon dari jalur perseorangan. "Berdasarkan tahapan yang sudah dilakukan, bisa dipastikan tidak ada pasangan calon yang mendaftar melalui dukungan masyarakat, atau melalui jalur perseorangan," jelas Zaini. Untuk pendaftaran pasangan calon melalui jalur parpol atau gabungan parpol, Zaini menambahkan tahapan tersebut akan dimulai pada bulan Agustus mendatang. "Kalau bapak/ibu melihat spanduk-spanduk di jalan, itu bukan pasangan calon nggih, karena pendafataran pasangan calon dari parpol atau gabungan parpol baru akan dimulai pada bulan Agustus mendatang," sambungnya. Mengenai tahapan Pilkada 2024 terdekat, pada bulan Juni, KPU Kota Semarang mulai merekrut Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) untuk menyusun daftar pemilih. "Di bulan Juni ini akan ada pembentukan Pantarlih. Nanti petugas ini akan datang dari rumah ke rumah untuk mengecek dan meng-update data pemilih, tujuannya agar daftar pemilih kita ini mutakhir dan valid," terang Zaini. Untuk mempermudah pelaksanaan tugas pantarlih, Zaini berharap masyarakat bisa mempersiapkan data kependudukan pada saat proses coklit berlangsung. "Satu TPS di pilkada paling banyak 600 pemilih, jadi agar mempercepat proses coklit oleh pantarlih, mohon nanti petugas kita diterima dan bapak ibu mempersiapkan KTP elektronik, atau KK atau surat kependudukan lain," sambungnya. Serupa dengan Pemilu, pada Pilkada 2024 KPU masih menerima pindah memilih bagi masyarakat yang tidak bisa nyoblos sesuai alamat yang tertera dalam DPT. "Bisa nanti misalnya warga Kota Semarang yang pindah domisili setelah DPT ditetapkan ke Purwokerto, maka dia masih dapat surat suara Pilgub Jateng, tetapi tidak akan menerima surat suara Pilwakot," kata Zaini. Zaini berharap, partisipasi pemilih Kota Semarang pada Pilkada 2024 meningkat, mengingat warga Kota Semarang akan memilih Walikota dan Wakil Walikota yang akan menghasilkan kebijakan-kebijakan untuk warga Kota Semarang. "Jadi ayo kita dukung bersama, datang ke TPS untuk nyoblos calon pemimpin di kota kita, kalau pemilu partisipasinya mencapai 85 persen, masak untuk kota kita sendiri tidak bisa menyamai partisipasinya kan nanti kebijakan yang diambil akan berdampak langsung kepada kita semua," terang Zaini. Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman memberikan materi mengenai partisipasi masyarakat pada proses pengawasan pilkada dan Kabid Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol, Suparman memberikan materi mengenai fasilitasi yang diberikan Pemkot Semarang kepada penyelenggara pemilu dan unsur-unsur pengamanan di Kota Semarang. (if/rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Rakor Pembentukan Pantarlih Pilkada 2024 bersama Stakeholder

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Pantarlih untuk Pilkada Serentak Tahun 2024 Bersama Stakeholder, Rabu (12/06). Kegiatan yang diselenggarakan di hotel Dafam Semarang mengundang Camat se-Kota Semarang, Bawaslu, Dinas Kesehatan, Ormas dan LSM, dan instansi terkait lainnya. Dalam sambutan yang diberikan Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menyampaikan, dalam rangka pembentukan pantarlih, KPU Kota Semarang akan melibatkan masyarakat yang ada di wilayah kelurahan sejumlah kurang lebih 4673 orang untuk mengisi 2.354 TPS. Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosparmas dan SDM, Novi Maria Ulfah sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi terkait proses seleksi pantarlih, persyaratan calon pantarlih, dan ketentuan dalam pembentukan Pantarlih. "Dalam proses rekrutmen pantarlih, perlu untuk mempertimbangkan beberapa hal yaitu keterlibatan masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan keterampilan calon Pantarlih terutama dalam menggunakan teknologi informasi," jelas Novi. Novi juga menyampaikan ketentuan jumlah Pantarlih dalam setiap TPS. "Pantarlih yang dibutuhkan satu orang untuk TPS dengan pemilih sejumlah kurang dari 400 pemilih, dan dua orang pantarlih untuk TPS dengan jumlah lebih 400 Pemilih," sambung Novi.  Untuk Pilkada 2024 di Kota Semarang, jumlah pemilih per TPS yang kurang dari 400 pemilih hanya ada 35 TPS, selebihnya jumlah pemilih per TPS lebih dari 400 pemilih.  "Dari 2.354 TPS, hanya ada 35 TPS yang pantarlihnya cuma satu. Selebihnya 2 orang pantarlih yang dibutuhkan pada tiap TPS," lanjut dia. Turut Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota KPU Kota Semarang, Muchamad Arif Agung Nugroho dan Agus Supriyono serta Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin. (ana/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Sosialisasi Pilkada 2024 dengan Pemilih Perempuan 

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota semarang memberikan sosialisasi penyelenggaraan Pilkada 2024 kepada kelompok pemilih perempuan yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Semarang, Selasa (11/6). Kegiatan yang berlangsung di Aston Inn Pandanaran tersebut diikuti oleh 58 peserta perempuan dari 27 organisasi wanita di Kota Semarang dan Bawaslu Kota Semarang. Hadir pada kegiatan tersebut, Ketua KPU, Henry Casandra Gultom, Anggota KPU, M.A. Agung Nugroho, Agus Supriyono, dan Ahmad Zaini serta Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin. Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) dalam pembukaan kegiatan memberikan apresiasi kepada peserta kegiatan yang hadir.  Ia mengatakan, untuk kegiatan sosialisasi, KPU membutuhkan support dari semua pihak, salah satunya organisasi perempuan yang ada di Kota Semarang. "Tentu pada pelaksanaan Pilkada 2024, KPU Kota Semarang membutuhkan bantuan dari semua pihak, karena tidak mungkin KPU bisa menjangkau semua masyarakat. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu yang sudah berkenan hadir pada kegiatan ini," papar Nanda. Dalam materi yang disampaikan, Dosen UIN Walisongo yang juga Anggota KPU Kota Semarang periode 2008 - 2018, Siti Prihatiningtyas sebagai narasumber mengatakan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam proses demokrasi. "Dari jumlah pemilih saja dapat dilihat kan, jumlah kita sebenarnya lebih banyak. Artinya perempuan ini memiliki andil yang besar," ujarnya. Ia menambahkan, posisi wanita dalam proses demokrasi di Indonesia kian besar karena ada regulasi yang mengharuskan adanya sosok perempuan dalam jabatan-jabatan politik. "Value kita ini sudah besar dan dilindungi oleh regulasi. Di pemilu ada sistem zipper yang mengharuskan adanya keterwakilan perempuan. Jadi dalam daftar calon terpilih misalnya nomor 1 laki-laki, nomor 2 harus ada perempuan, nomor 3 laki-laki, nomor 4 nya harus perempuan, dan seterusnya," lanjut Siti. Dengan sistem zipper, Siti mengatakan hal itu dapat meningkatkan peluang kaum permpuan untuk hadir dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan publik. Meski memiliki peluang besar dalam menduduki jabatan politik dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan, Siti menjelaskan untuk dapat memberikan dampak positif, kaum perempuan harus bisa memanfaatkan peluang tersebut dengan baik. "Jadi sudah ada sistem yang dibuat sebagai upaya untuk menghadirkan perwakilan perempuan. Nah bagaimana kita merespon, tinggal bagaimana kita menggunakan kesempatan yang sudah ada ini," sambung dia. Siti juga mengajak peserta yang hadir untuk menjadi pemilih cerdas ketimbang menentukan pilihan karena faktor emosional semata. "Kita harus bisa memilih dengan bijak, kita lihat dulu visi misi dan program kandidat, bagaimana segi kepemimpinannya dan dari rekam jejaknya," pesannya. Sementara itu, narasumber kedua yang hadir, Anggota KPU Kota Semarang periode 2018-2023, Heri Abriyanto berpesan kepada pemilih pemilih perempuan untuk tidak terlalu hanyut dalam persaingan politik menuju pencalonan Pilkada 2024. "Karena memang pendaftarannya masih bulan Agustus nanti. Jadi nanti mohon disampaikan nggih ibu-ibu jangan dulu kita bersinggungan antar pendukung, karena pendaftaran calon saja belum. Lebih baik kita tunggu dulu sampai nanti tahapannya tiba," kata Heri. Heri melanjutkan, sebelum menjadi pasangan calon, banyak tahapan yang perlu dilewati oleh bakal pasangan calon agar dapat ditetapkan sebagai pasangan calon oleh KPU. "Misalnya sudah mendukung salah satu tokoh, tetapi setelah kita dukung beliau tidak lolos pemeriksaan kesehatan, jangan langsung menyalahkan KPU, karena KPU memutuskan sesuatu berdasarkan tahapan yang panjang," ujar Heri. Senada dengan Ketua KPU Kota Semarang, Heri juga mengharapkan keterlibatan organisasi perempuan yang hadir untuk membantu KPU dalam proses sosialisasi kepada lapisan masyarakat Kota Semarang yang lebih luas. "KPU ini butuh kerjasama kita, karena Sekretariat KPU Kota Semarang ini hanya kurang lebih 35 orang personil, jadi ayo kami mohon dibantu proses supaya upaya KPU untuk mensosialisasikan tahapan Pilkada 2024 ini bisa berhasil," sambung Heri. (rap/ed. Foto: e1/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Rakor Persiapan Pembentukan Pantarlih Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Pilkada 2024 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Selasa (11/6). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lantai 3 Kantor KPU Provinsi Jawa Tengah menggundang Anggota KPU Divisi Sosdiklihparmas dan SDM beserta operator SIAKBA dari KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Dalam rapat ini, dibahas mengenai persiapan pembentukan Pantarlih Pilkada Jawa Tengah yang akan dibuka pendaftarannya mulai 13 Juni mendatang. Dalam sambutan yang diberikan, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono menyampaikan pentingnya persiapan dan perencanaan pembentukan Pantarlih oleh setiap KPU Kabupaten/Kota guna memastikan kelancaran pemebentukan pantarlih. Sementara itu, Anggota KPU Provinisi Jawa Tengah Divisi Data dan Informasi, Paulus Widiyantoro menyampaikan dalam proses rekutmen pantarlih, penting untuk memperhatikan kualifikasi, ketelitian dan kemauan calon Pantarlih. Muslim Aisha, Anggota KPU Divisi Hukum dan Pengawasan memberikan arahan bahwa proses rekrutmen SDM yang baik akan memastikan calon Pantarlih memenuhi kualifikasi agar kedepan dapat mencegah masalah hukum yang mungkin timbul karena tidak kompeten dalam melaksanakan tugasnya. Dalam kesempatan tersebut, Anggota KPU provinsi Jawa Tengah Divisi Sosdiklihparmas dan SDM, Mey Nurlela mambahas terkait persyaratan calon Pantarlih, ketentuan dalam pembentukan penatarlih mulai dari pendaftaran, pelantikan, dan bimbingan teknis Pantarlih, serta diskusi dan evaluasi dalam pembentukan pantarlih pada pemilu 2024 sebelumnya. (ana/ed. Foto: ana/KPU Kota Semarang)