Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang berupaya mendekati target partisipasi pemilih di atas 70 persen pada Pilkada 2024 dengan cara memberikan materi public speaking kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Semarang, Rabu (17/7).
Materi public speaking tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas anggota PPK divisi sosialisasi dan divisi SDM saat mengajak warga Kota Semarang di masing-masing kecamatan untuk menggunakan hak pilihnya di Hari Rabu, 27 November 2024 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini saat membuka kegiatan rapat kerja pembahasan materi, bentuk, strategi, dan sasaran sosialisasi yang digelar di Pandanaran Hotel Semarang.
"Tugas kita untuk meningkatkan partisipasi masyarakat masih harus mencapai 70 persen lebih, ini tidak mudah. Kemarin Pilkada 2020 kita mencapai partisipasi tertinggi sepanjang pelaksanaan pilkada itupun di 68 persen, maka KPU mengupayakan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas bapak/ibu PPK," kata Zaini.
Selain public speaking, Zaini mengatakan bahwa raker tersebut juga membahas materi mengenai teknik penulisan berita agar PPK dapat membuat konten-konten media sosial menggunakan angle yang menarik.
"Semua kegiatan yang kita lakukan dalam hal penyelenggaraan pilkada ini memiliki nilai berita, maka kami juga memberikan materi penulisan berita agar muncul ide-ide kreatif," ujarnya.
Ide kreatif tersebut, lanjut Zaini, dibutuhkan untuk mendongkrak partisipasi pemilih dan kepercayaan publik kepada KPU Kota Semarang dalam Pilkada 2024.
"Nah ide kreatif inilah yang dibutuhkan kita untuk mendongkrak partisipasi dan kepercayaan masyarakat kepada KPU," sambung dia.
Zaini berharap, kegiatan raker dengan materi tersebut bisa memberikan ilmu yang bermanfaat sehingga meningkatkan semangat kepada PPK dalam proses sosialisasi kepada warga Kota Semarang.
"Jadi baik yang sudah memiliki background public speaking dan jurnalistik maupun yang belum bisa mendapatkan manfaat dan ilmu, agar teman-teman PPK media sosialnya memiliki konten yang menarik bagi publik dan juga saat sosialisasi ke warga bisa lebih mudah diterima dan tepat sasaran," papar Zaini.
Sementara itu, dalam materi yang disampaikannya, Direktur TVKU Semarang, Hery Pamungkas menjelaskan bahwa dalam public speaking, kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh pembicara adalah mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing sebelum berbicara.
"Pertama kita lihat dulu, kita punya kelebihan apa, background apa yang kita miliki yang bisa membantu. Jika tidak percaya diri, maka kita harus banyak mendengar agar semakin banyak informasi dan ilmu yang kita terima. Kalau kita sudah menguasai materi, maka kepercayaan diri bukan lagi hal yang paling penting," papar Hery.
Selain harus memiliki ilmu yang memadai, Hery juga menekankan pentingnya rendah hati bagi seorang pembicara yang akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
"Kemudian yang penting, kita harus punya rasa humble, bersahaja, bisa memanusiakan rekan kerja kita dan lawan bicara. Ilmu ini perlu dimiliki agar kita bisa menempatkan diri," lanjut Hery.
Hery juga meminta agar PPK memiliki kemampuan analytics, critical dan creative thinking agar bisa menyampaikan materi sosialisasi secara tepat.
"Analytical ini agar kita bisa membuat suatu persoalan yang kelihatan kompleks menjadi mudah dipahami. Critical agar kita bisa berpikir logis, siapa lawan bicara kita, dan creative thinking dibutuhkan agar kita bisa melihat berbagai sudut pandang sebelum menyampaikan sesuatu," papar dia.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Edi Faisol menjelaskan bahwa pemilihan angle dalam penulisan berita memegang peran penting untuk menarik minat pembaca.
"5W 1H itu sudah standar baku penulisan berita. Nah bagi lembaga memang sering terjebak pada pemberitaan normatif. Maka pemilihan angle itu menjadi penting," terang Faisol.
Pasca pemilihan angle maka tugas penulis berita kemudian adalah menuangkan hal itu menjadi judul dan lead berita yang menarik. Dengan judul dan lead yang menarik, pembaca akan lebih tertarik untuk membaca keseluruhan berita atau mengklik konten yang dibuat oleh PPK.
"Judul itu identitas berita, intinya harus menarik. Karena ini kesan pertama untuk menarik publik. Jadi diantara keseluruhan isi berita pilih satu hal yang paling menggigit, yang paling substantif untuk ditampilkan di awal," lanjut dia.
Proses tersebut, kata Faisol disebut dengan teknik piramida terbalik dalam penulisan sebuah berita. Di mana satu hal yang paling menarik atau substansial untuk ditampilkan di judul dan lead berita, untuk kemudian dijabarkan ke dalam body atau isi berita secara keseluruhan.
Layaknya konten viral media sosial yang menarik banyak perhatian publik, pemberitaan dan konten yang dibuat oleh lembaga perlu mengutamakan isu yang menarik dalam bentuk feature.
"Feature news ini bisa digunakan untuk mem-branding teman-teman agar publik semakin tertarik. Maka bisa mengambil unsur yang menarik, misalnya bagaimana pemilih disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya, bangun pagi siap-siap memilih, nah kemudian dalam prosesnya dia dibantu penyelenggara pilkada, TPS datang ke rumahnya misalnya, dilayani, dan yang bersangkutan merasa puas dengan bantuan KPU," jelas Faisol.
Raker tersebut dihadiri pula oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Novi Maria Ulfah, Anggota KPU Kota Semarang Hukum dan Pengawasan, Henry Casandra Gultom dan Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)