Berita Terkini

Pastikan Prosesnya Tuntas, KPU Kota Semarang Lakukan Monitoring Coklit

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melaksanakan monitoring pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk memastikan kinerja pantarlih segera rampung 100 persen, Kamis (18/7). Monitoring tersebut dilakukan dengan langsung mengunjungi kelurahan yang ada di enam belas kecamatan di Kota Semarang.  Pada saat melakukan monitoring, Ketua KPU Kota Semarang mengatakan bahwa coklit merupakan rangkaian kegiatan penyusunan daftar pemilih Pilkada 2024. Karena pentingnya proses coklit, Zaini ingin memastikan kerja para personil pantarlih sudah berlangsung dengan baik. "Lumayan panjang, iya memang begitu. Karena proses coklit ini merupakan salah satu sub tahapan dari tahapan pemutakhiran data, dan ini penting karena personil KPU secara langsung mengecek data di lapangan," kata Zaini. Zaini melanjutkan karena proses coklit akan berakhir pada 24 Juli 2024, ia berharap seluruh warga Kota Semarang mengecek apakah yang bersangkutan sudah masuk daftar pemilih atau belum. "Bagi warga Kota Semarang yang merasa hingga minggu terakhir pelaksanaan coklit (18-24 Juli 2024) rumahnya belum didatangi oleh pantarlih, silahkan lapor ya, mumpung masa kerja petugas kami belum berakhir," sambung Zaini. Caranya, Zaini melanjutkan, warga Kota Semarang dapat mengunjungi ketua RT setempat atau lewat pengecekan daftar pemilih secara onilne. "Dapat mengecek melalui RT atau bertanya PPS di kantor kelurahan setempat, atau dapat mengecek data pemilih secara online melalui cekdptonline.kpu.go.id. Berdasarkan hasil monitoring, Zaini membeberkan bahwa mayoritas pantarlih sudah menuntaskan proses coklit kepada warga Kota Semarang. "Alhamdulillah, kegiatan coklit di kelurahan yang ada di enam belas kecamatan berjalan dengan baik, yang mana mayoritas sudah mencapai 100 persen," kata Zaini. Selain Zaini, kegiatan monitoring tersebut juga dilakukan oleh seluruh anggota KPU, dan Sekretaris KPU Kota Semarang. (rhd/ed. Foto: dok KPU Kota Semarang)

KPU Gandeng Ormas dan LSM Kota Semarang Untuk Tingkatkan Partisipasi Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Dalam upaya peningkatan partisipasi pemilih Pilkada Serentak Tahun 2024, KPU Kota Semarang bekerjasama dengan sejumlah ormas dan LSM untuk menggelar kegiatan sosialisasi secara tatap muka, Kamis (18/7). Program tersebut digagas oleh KPU karena jumlah dan wadah ormas dan LSM di Kota Semarang cukup banyak dan variatif. Selain itu ormas dan LSM tersebut memiliki jumlah anggota yang dapat mereplikasi pesan ajakan memilih kepada massa yang lebih luas. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, Novi Maria Ulfah saat menjadi narasumber dalam podcast IMTV Semarang. "Dalam waktu dekat, ya minggu-minggu ini kita sedang menggandeng LSM/Ormas dalam hal Sosialisasi Pilkada 2024. Karena jumlah anggotanya itu banyak mas, jadi kami rasa ini bisa menjadi sarana KPU dalam menggaungkan ajakan memilih kepada masyarakat yang lebih luas lagi," terang Novi. Sebagai upaya untuk menggenjot kehadiran pemilih di TPS pada 27 November 2024 mendatang, KPU Kota Semarang juga menyasar pemilih pemula melalui program KPU goes to school, goes to pesantren, dan KPU goes to campus. "Karena harapan kami, angka partisipasi pilkada di Kota Semarang bisa lebih dari 77 persen, jadi KPU menggunakan berbagai cara. Selain mengajak ormas/LSM, kami juga membuat kegiatan KPU goes to school dan KPU goes to campus," sambung Novi. Meskipun angka partisipasi bukan satu-satunya variabel sukses atau tidaknya penyelenggaraan pilkada, faktanya partisipasi pemilih di Kota Semarang belum menyentuh angka 70 persen. "Di Pilwakot 2020 saja angka partisipasinya 68 persen, tentu kami bersyukur, tetapi angka di bawah 70 persen itu memang menjadi PR kita bersama," ujar dia. Pada kesempatan tersebut Novi secara khusus mengundang warga Kota Semarang untuk berpartisipasi dalam Pilkada 2024 sebagai anggota KPPS. Ia berharap banyak kaum muda yang menaruh atensi pada tema demokrasi dan kepemiluan. "Ayo anak-anak muda berkontribusi dalam menyukseskan Pilkada 2024 ini dengan menjadi anggota KPPS, selain untuk regenerasi, tentu kami senang ya jika banyak anak muda yang peduli terhadap pilkada kita," sebutnya. Mengenai tahapan Pilkada yang tengah berlangsung di Kota Semarang, Novi mengatakan saat ini masih dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemiih. "Saat ini pantarlih se-Kota Semarang sedang dalam proses coklit dari rumah ke rumah. Ini nanti sampai 24 Juli 2024. Kalau ada warga yang belum didatangi oleh petugas kami silahkan lapor ya, bisa ke PPS, PPK atau KPU Kota Semaranng," tutur Novi. (awh/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Ajak Denok Kenang Kota Semarang Jadi Pemilih Cerdas dalam Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Melalui kegiatan Sosialisasi Peran Masyarakat Dalam Menyukseskan Pilkada 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengajak anggota denok dan kenang Kota Semarang yang hadir untuk menjadi pemilih cerdas sebelum memilih sosok calon pemimpin, Kamis (18/7). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini saat menjadi narasumber pada kegiatan yang digelar oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang di Hotel Grand Arkenso Semarang. "Harapannya teman-teman semua bisa menjadi pemilih yang cerdas sebelum menentukan pilihan," kata Zaini. Zaini melanjutkan, pemilih cerdas dapat dilakukan dengan cara mengenali paslon melalui visi, misi dan program yang ditawarkan untuk pembangunan daerah. "Yang bisa diterapkan dengan cara melihat visi misinya dan bagaimana program yang ditawarkan untuk menjadikan Kota Semarang menjadi lebih baik," sambungnya. Zaini juga meminta peserta yang hadir untuk membantu KPU Kota Semarang untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tahapan Pilkada 2024. Ia menjelaskan, tinggi rendah partisipasi pemilih dalam Pilkada bukan hanya tugas penyelenggara, melainkan menjadi tugas seluruh masyarakat Kota Semarang. "Tingkat partisipasi pemilih meningkat menjadi tanggung jawab kita bersama, tidak hanya KPU sebagai penyelenggara tapi juga masyarakat, tokmas, parpol serta ormas/LSM," papar Zaini. Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang, Joko Hartono pada sambutan kegiatan menyampaikan bahwa kesuksesan pelaksanaan Pilkada dinilai dari proses dan outputnya. "Pilkada Serentak Tahun 2024 ini bisa dikatakan sukses di sini itu jika sukses dalam proses dan sukses dalam hasilnya, jadi semua berpengaruh," kata Joko. Oleh sebab itu ia berharap seluruh warga Kota Semarang dapat mendukung jalannya tahapan Pilkada 2024.  Selain mengundang anggota denok dan kenang, pada kegiatan tersebut Badan Kesbangpol juga mengundang perwakilan Badan Arsip Kota Semarang, anggota Bunda Literasi dan Komunitas Gender Kota Semarang. (mur/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Undang Caleg Terpilih, KPU Minta Segera Sampaikan LKHPN

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mengundang caleg terpilih hasil Pemilu Anggota DPRD Kota Semarang Tahun 2024 untuk segera menyampaikan  Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Kamis (18/7). Hal tersebut dilakukan oleh KPU Kota Semarang sebagai langkah preventif. Pasalnya sesuai PKPU Nomor 6 Tahun 2024, caleg terpilih diharuskan untuk menyerahkan tanda terima pelaporan harta kekayaan paling lambat 20 hari sebelum pelantikan yang rencananya akan jatuh pada 14 Agustus 2024 mendatang. "Berdasarkan regulasi, caleg terpilih itu paling lambat harus menyerahkan LHKPN pada 23 atau 24 Juli ini," kata Agus Supriyono, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Teknis Penyelenggaraan. Agus melanjutkan, konsekuensi bagi caleg terpilih yang tidak menyerahkan laporan kekayaan hingga batas waktu, maka caleg tersebut tidak bisa dilantik. "Sayang sekali bagi caleg yang tidak bisa menyerahkan tanda terima LHKPN, karena konsekuensinya berat ya, yakni nama yang bersangkutan tidak masuk dalam caleg yang dilantik," jelas Agus pada saat menyampaikan ketentuan tersebut kepada caleg dan LO parpol peserta Pemilu 2024. Pada pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Lantai 2, Kantor KPU Kota Semarang, Jalan Dr. Cipto Nomor 115 tersebut, Agus juga menyampaikan bahwa langkah preventif tersebut diambil oleh KPU untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jelang pelantikan calon terpilih Anggota DPRD Kota Semarang hasil Pemilu 2024. "Ini upaya KPU Kota Semarang, semata-mata untuk memastikan nanti pada saat pelantikan itu berjalan lancar. Dengan begini kita sama-sama sudah saling memahami regulasi ini," terang Agus. Berdasarkan data KPU Kota Semarang, dari 50 caleg terpilih anggota DPRD Kota Semarang ada 8 orang yang belum menyampaikan LHKPN.  Selain untuk menyampaikan regulasi tersebut, Agus juga mengatakan bahwa forum tersebut juga bertujuan untuk melakukan klarifikasi terhadap proses penyampaian laporan harta kekayaan caleg terpilih. "Tujuannya agar kita juga mengerti mengapa LHKPN ini belum disampaikan, jadi kalau ada kendala atau hambatan dalam proses ini, kami bisa membantu," sambungnya. (rap/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Minggu Terakhir Coklit, KPU Ajak Warga Cek Daftar Pemilih

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Pada minggu terakhir masa kerja petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih pada Pilkada 2024, KPU Kota Semarang mengajak masyarakat mengecek status yang bersangkutan dalam proses coklit yang telah dilakukan, Rabu (17/7). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini saat menghadiri siaran on air 87.8 Gaul FM Radio dalam kegiatan Talkshow Sosialisasi Tahapan Pilkada Tahun 2024. Bagi warga Kota Semarang yang merasa hingga minggu terakhir pelaksanaan coklit (18-24 Juli 2024) rumahnya belum didatangi oleh pantarlih, Zaini berharap warga tersebut secara proaktif mengecek melalui RT atau bertanya PPS di kantor kelurahan setempat. "Warga Kota Semarang yang rumahnya belum didatangi pantarlih bisa bertanya ke pak RT, karena biasanya pantarlih itu warga sekitar, atau mendatangi kelurahan terdekat," kata Zaini. Selain mengecek di RT atau kelurahan, Zaini menambahkan, yang bersangkutan juga dapat mengecek data pemilih secara online melalui cekdptonline.kpu.go.id. "Bisa juga dengan mengakses pengecekan data pemilih secara online lewat cekdptonline.kpu.go.id atau tanya saja lewat media sosial KPU Kota Semarang, pasti nanti dikroscek dengan petugas kami," sambung Zaini. Pada tahapan Pilkada 2024, Zaini mengatakan bahwa KPU Kota Semarang akan melakukan serangkaian kegiatan sosialisasi. Diantaranya KPU goes to school, goes to campus, goes to pesantren. "Kami juga bekerjasama dengan ormas/LSM di Kota Semarang untuk kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, selain KPU goes to school dan KPU goes to campus," kata Zaini. Hal tersebut dilakukan oleh KPU Kota Semarang agar semua lapisan masyarakat mendapatkan informasi kepemiluan, khususnya pelaksanaan Pilgub Jateng dan Pilwakot Semarang Tahun 2024. "Hal ini bertujuan agar semakin banyak warga Kota Semarang yang mengetahui dan berpartisipasi pada Pilkada kita. Kepada para pendengar Gaul FM di Kota Semarang pilkada yang akan berlangsung pada 27 November 2024 adalah pesta demokrasi kita bersama, maka dari itu siapa lagi yang akan mensukseskan kalau bukan kita bersama," terang Zaini. (aff/ed. Foto: aff/KPU Kota Semarang)

Kejar Target Parmas Di Atas 70 Persen, KPU Kota Semarang Beri Materi Public Speaking Pada PPK

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang berupaya mendekati target partisipasi pemilih di atas 70 persen pada Pilkada 2024 dengan cara memberikan materi public speaking kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Semarang, Rabu (17/7). Materi public speaking tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas anggota PPK divisi sosialisasi dan divisi SDM saat mengajak warga Kota Semarang di masing-masing kecamatan untuk menggunakan hak pilihnya di Hari Rabu, 27 November 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini saat membuka kegiatan rapat kerja pembahasan materi, bentuk, strategi, dan sasaran sosialisasi yang digelar di Pandanaran Hotel Semarang. "Tugas kita untuk meningkatkan partisipasi masyarakat masih harus mencapai 70 persen lebih, ini tidak mudah. Kemarin Pilkada 2020 kita mencapai partisipasi tertinggi sepanjang pelaksanaan pilkada itupun di 68 persen, maka KPU mengupayakan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas bapak/ibu PPK," kata Zaini. Selain public speaking, Zaini mengatakan bahwa raker tersebut juga membahas materi mengenai teknik penulisan berita agar PPK dapat membuat konten-konten media sosial menggunakan angle yang menarik. "Semua kegiatan yang kita lakukan dalam hal penyelenggaraan pilkada ini memiliki nilai berita, maka kami juga memberikan materi penulisan berita agar muncul ide-ide kreatif," ujarnya. Ide kreatif tersebut, lanjut Zaini, dibutuhkan untuk mendongkrak partisipasi pemilih dan kepercayaan publik kepada KPU Kota Semarang dalam Pilkada 2024. "Nah ide kreatif inilah yang dibutuhkan kita untuk mendongkrak partisipasi dan kepercayaan masyarakat kepada KPU," sambung dia. Zaini berharap, kegiatan raker dengan materi tersebut bisa memberikan ilmu yang bermanfaat sehingga meningkatkan semangat kepada PPK dalam proses sosialisasi kepada warga Kota Semarang. "Jadi baik yang sudah memiliki background public speaking dan jurnalistik maupun yang belum bisa mendapatkan manfaat dan ilmu, agar teman-teman PPK media sosialnya memiliki konten yang menarik bagi publik dan juga saat sosialisasi ke warga bisa lebih mudah diterima dan tepat sasaran," papar Zaini. Sementara itu, dalam materi yang disampaikannya, Direktur TVKU Semarang, Hery Pamungkas menjelaskan bahwa dalam public speaking, kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh pembicara adalah mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing sebelum berbicara. "Pertama kita lihat dulu, kita punya kelebihan apa, background apa yang kita miliki yang bisa membantu. Jika tidak percaya diri, maka kita harus banyak mendengar agar semakin banyak informasi dan ilmu yang kita terima. Kalau kita sudah menguasai materi, maka kepercayaan diri bukan lagi hal yang paling penting," papar Hery. Selain harus memiliki ilmu yang memadai, Hery juga menekankan pentingnya rendah hati bagi seorang pembicara yang akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. "Kemudian yang penting, kita harus punya rasa humble, bersahaja, bisa memanusiakan rekan kerja kita dan lawan bicara. Ilmu ini perlu dimiliki agar kita bisa menempatkan diri," lanjut Hery. Hery juga meminta agar PPK memiliki kemampuan analytics, critical dan creative thinking agar bisa menyampaikan materi sosialisasi secara tepat. "Analytical ini agar kita bisa membuat suatu persoalan yang kelihatan kompleks menjadi mudah dipahami. Critical agar kita bisa berpikir logis, siapa lawan bicara kita, dan creative thinking dibutuhkan agar kita bisa melihat berbagai sudut pandang sebelum menyampaikan sesuatu," papar dia. Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Edi Faisol menjelaskan bahwa pemilihan angle dalam penulisan berita memegang peran penting untuk menarik minat pembaca. "5W 1H itu sudah standar baku penulisan berita. Nah bagi lembaga memang sering terjebak pada pemberitaan normatif. Maka pemilihan angle itu menjadi penting," terang Faisol. Pasca pemilihan angle maka tugas penulis berita kemudian adalah menuangkan hal itu menjadi judul dan lead berita yang menarik. Dengan judul dan lead yang menarik, pembaca akan lebih tertarik untuk membaca keseluruhan berita atau mengklik konten yang dibuat oleh PPK. "Judul itu identitas berita, intinya harus menarik. Karena ini kesan pertama untuk menarik publik. Jadi diantara keseluruhan isi berita pilih satu hal yang paling menggigit, yang paling substantif untuk ditampilkan di awal," lanjut dia. Proses tersebut, kata Faisol disebut dengan teknik piramida terbalik dalam penulisan sebuah berita. Di mana satu hal yang paling menarik atau substansial untuk ditampilkan di judul dan lead berita, untuk kemudian dijabarkan ke dalam body atau isi berita secara keseluruhan. Layaknya konten viral media sosial yang menarik banyak perhatian publik, pemberitaan dan konten yang dibuat oleh lembaga perlu mengutamakan isu yang menarik dalam bentuk feature. "Feature news ini bisa digunakan untuk mem-branding teman-teman agar publik semakin tertarik. Maka bisa mengambil unsur yang menarik, misalnya bagaimana pemilih disabilitas dalam menggunakan hak pilihnya, bangun pagi siap-siap memilih, nah kemudian dalam prosesnya dia dibantu penyelenggara pilkada, TPS datang ke rumahnya misalnya, dilayani, dan yang bersangkutan merasa puas dengan bantuan KPU," jelas Faisol. Raker tersebut dihadiri pula oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM, Novi Maria Ulfah, Anggota KPU Kota Semarang Hukum dan Pengawasan, Henry Casandra Gultom dan Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)