Berita Terkini

KPU Kota Semarang Hadiri Peluncuran Maskot dan Jingle Pilwakot Pekalongan 2024

Pekalongan, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Peluncuran Maskot dan Jingle Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) Pekalongan Tahun 2024, Minggu (26/5). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Mataram Kota Pekalongan itu dihadiri oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom dan Kasubbag Umum dan Logistik Sekretariat KPU Kota Semarang, Weny Diah Astuti. KPU Kota Pekalongan memilih kelelawar dengan nama Si Kalong sebagai maskot Pilwakot Pekalongan. Ketua KPU Kota Pekalongan, Fajar Randi Yogananda di lokasi peluncuran mengatakan bahwa nama Si Kalong diadaptasi dari klub kebanggaan warga Kota Pekalongan yakni Persib Pekalongan yang dijuluki Laskar Kalong. Fajar berharap dengan nama maskot yang sudah akrab di telinga masyarakat Kota Pekalongan juga dapat meningkatkan antusias warga untuk memberikan hak pilihnya di TPS nantinya. "Filosofi dasar dari maskot Si Kalong itu terinspirasi dari tim bola kebanggaan Kota Pekalongan, Persip Pekalongan yang berjuluk Laskar Kalong. Harapannya, spirit supporter yang antusias datang mendukung tim bola kebanggaannya bisa menular ke masyarakat selaku para pemilih yang diharapkan juga antusias untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS)," kata Fajar. KPU Kota Pekalongan juga memperkenalkan jingle Pilwakot Pekalongan berjudul 'Ayo Podo Milih' yang diciptakan oleh Ketua KPU Kota Pekalongan sendiri. Sementara itu, KPU Kota Pekalongan memilih 'Sengkuyung Demokrasi' sebagai tagline Pilwakot Pekalongan dengan harapan semua masyarakat melalui upaya masing-masing dapat menyukseskan Pilwakot Pekalongan Tahun 2024. "Kami juga berharap masyarakat bisa sadar dan berupaya, untuk bersama-sama menyukseskan Pilwakot Pekalongan Tahun 2024 ini," sambung Fajar. Kegiatan Peluncuran Pilwakot Pekalongan Tahun 2024 juga dimeriahkan dengan tarian flashmob oleh PPK Kota Pekalongan dan Maskot Si Kalong, serta kegiatan jalan sehat sejauh 7,5 KM dengan doorprize yang berhasil menarik ratusan warga Kota Pekalongan. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Ikuti Peluncuran Pilbup Boyolali 2024

Boyolali, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri undangan dari KPU Kabupaten Boyolali dalam rangka peluncuran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Boyolali Tahun 2024, Sabtu (25/5).  Hadir dari KPU Kota Semarang, Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Zaini dan Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin. Sambutan dari Ketua KPU Kabupaten Boyolali menjelaskan bahwa setelah Pemilu yang sukses telah dilalui, berikutnya KPU Kabupaten Boyolali melanjutkan event Pilkada, diharapkan masyarakat ikut mensukseskan. Berikutnya sambutan dari Bupati Boyolali yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Boyolali.  Pada sambutannya ia menyampaikan agar masyarakat Kabupaten Boyolali bersama-sama mendukung dan berpartisipasi dalam Pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati sehingga dapat berjalan aman tertib dan sukses. Berikutnya KPU Kabupaten Boyolali memperkenalkan maskot Lembusumo (Suara Demokrasi Boyolali) kepada masyarakat Boyolali dan jingle berjudul "Boyolali Selalu Tersenyum di Hati". (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Talkshow 95.3 FM PRO 2 Semarang Gerakan Cerdas Memilih

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Hadiri Talkshow 95.3 FM PRO 2 Semarang Gerakan Cerdas Memilih, Jumat (24/5). Hadir sebagai narasumber, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda). Nanda menjelaskan kalau soal pendaftaran walikota melalui jalur perorangan sudah ditutup "Untuk pendaftaran melalui jalur perorangan sudah ditutup, dan tidak ada yang datang ke kantor untuk pengumpulan berkas," kata Nanda. Nanda menambahkan, dalam proses penyelenggaraan Pilkada 2024, KPU Kota Semarang sudah melantik PPK yang bertugas pada 16 kecamatan di Kota Semarang. Dalam waktu dekat, Nanda juga mengatakan KPU Kota Semarang akan melantik PPS dan merekrut petugas pantarlih. "Ada PPK yang baru saja kemarin dilantik, terus nanti ada PPS yang besok Minggu sore akan dilantik juga. Yang terdekat setelah PPS ada Pantarlih, yang bertugas untuk menyensus.  KPPS nantinya pada saat mendekati hari pencoblosan," lanjut Nanda. (awh/ed. Foto: e1/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Pelantikan Panwascam Pilkada 2024

  Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri pelantikan Panwaslu Kecamatan (Panwascam) untuk pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah dan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwakot) Semarang Tahun 2024, Jumat (24/5). Hadir pada pelantikan tersebut, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, Asisten 1 Pemkot Semarang, Mukhamad Khadik, perwakilan Forkompimda Kota Semarang, dan tamu undangan lainnya. Sebanyak 48 Anggota Panwascam dilantik oleh Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman di ballroom Quest Hotel Semarang.  Selain menandatangi surat pelantikan, masing-masing anggota Panwascam juga menandatangani pakta integritas untuk menjaga pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang luber dan jurdil. Dalam arahannya, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman menghimbau Panwascam yang telah dilantik untuk menjaga komunikasi dan koordinasi yang sudah terjalin dengan baik, antara KPU dan Bawaslu Kota Semarang. "Kami harap bisa menjaga komunikasi dan koordinasi yang sebelumnya telah terjalin dengan baik," kata Arief. Ia meminta aparatnya untuk bisa melaksanakan tugas pengawasan partisipatif dengan baik dan penuh tanggung jawab. "Saya juga meminta teman-teman untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan menjaga integritas penyelenggaraan pilkada," sambungnya. Sementara itu, pada materi pembekalan Panwascam, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menyampaikan, personil yang telah dilantik untuk segera mempelajari regulasi pelaksanaan Pilkada 2024. Nanda menyampaikan, pemahaman regulasi merupakan poin krusial bagi Panwascam untuk melaksanakan tugas pengawasan. "Tugas bapak/ibu sebenarnya lebih berat daripada PPK kami, karena Panwascam ini harus mempelajari dan paham dua regulasi, regulasi dari Bawaslu dan regulasi dari KPU. Maka pemahaman peraturan dan regulasi ini harus menjadi pijakan kita," tutur Nanda. Meskipun pelaksanaan Pilkada 2024 memiliki beban pekerjaan yang lebih ringan ketimbang Pemilu sebelumnya, tetapi Nanda tetap mewanti-wanti Panwascam yang telah dilantik untuk menjaga integritas penyelenggara pemu karena Pilkada 2024 memiliki tekanan politik yang lebih tinggi. "Pemilu 2024 banyak kursi yang diperebutkan, DPRD Kota Semarang saja ada 6 Dapil, dan 50 kursi, belum lagi DPRD Provinsi dan DPD, tensi politik cenderung rendah, tapi Pilkada ini tensi politiknya lebih tinggi pak, karena calon kepala derah itu memperebutkan 1 posisi saja," papar Nanda. Oleh sebab itu, Nanda berharap penyelenggara pemilu bisa bekerjasama dan bersinergi untuk memastikan pelaksanaan Pilkada bisa berjalan aman dan lancar. "Karena Pilkada 2024 ini membutuhkan integritas penyelenggara pemilu, maka kita perlu kerjasama dan bersinergi ya. Kami berharap kita bisa sama-sama," kata Nanda. Nanda berharap, komunikasi dan kordinasi antar penyelenggara pemilu perlu dilakukan dengan baik untuk meminimalisir perselisihan antar penyelenggara. "Harapan kami bapak/ibu Panwascam dan jajaran kami bisa dilakukan dengan kekeluargaan, kita sama-sama belajar tidak ada senior, junior, baru, lama, tinggal bagaimana kita bekerjasama. Selama kita masih di wilayah yang sama, lebih enak kalau kita tetap bersaudara, komunikasi baik, tidak ada selisih paham, harmonis lah," pesan dia. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Sosialisasi Peran Ormas Pada Penyelenggaran Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan sosialisasi yang digelar oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang dengan tajuk Peran Ormas Dalam Menyukseskan Penyelenggaraan Pilkada Tahun 2024, Rabu (22/5). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Kota Lama Semarang tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Ahmad Zaini, Anggota Bawaslu, Maria Goreti Jutari dan Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesbangpol, Suparman sebagai narasumber. Suparman mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan awareness kepada warga Kota Semarang bahwa Pilkada Serentak Tahun 2024 akan digelar pada Hari Rabu, 27 November 2024 mendatang. "Kegiatan hasil kerjasama antara Pemkot Semarang, KPU, dan Bawaslu ini semata-mata untuk mengingatkan bahwa tidak hanya Pemilu di Tahun 2024, tetapi ada Pilkada 2024 yang juga membutuhkan sumbangsih dari bapak/ibu sekalian agar berjalan lancar dan sukses layaknya Pemilu di bulan Februari lalu," papar Suparman. Dengan sosialisasi yang cukup, Suparman berharap Pilkada Serentak 2024 dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan benar untuk mendapatkan sosok pemimpin yang mencerminkan aspirasi publik. "Dengan keikutsertaan bapak/ibu semua kita berharap event demokrasi ini berjalan sesuai amanah UU, yaitu melaksanakan Pilkada dengan lancar dan kita mendapat pemimpin yang didukung secara demokratis oleh masyarakat Kota Semarang," katanya. Sementara itu, dalam materi yang disampaikan, Anggota KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini mengatakan, meskipun tahapan Pilkada 2024 sudah dimulai, tetapi tahapan Pemilu 2024 belum sepenuhnya usai mengingat saat ini Mahkamah Konstitusi masih menggelar sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) secara berkala. Kendati demikian, Zaini bersyukur proses PHPU untuk Kota Semarang sudah usai, dan KPU Kota Semarang sudah menetapkan perolehan kursi, dan calon terpilih anggota DPRD Kota Semarang hasil Pemilu 2024. "Alhamdulillah untuk pemilihan anggota DPRD Kota Semarang tidak ada gugatan, jadi penetapan kursi sudah dilakukan. Nah yang ada gugatan, itu di DPRD Provinsi. Kemarin memang ada gugatan di Kota Semarang, tetapi Selasa kemarin (21/5) oleh hakim MK gugatannya sudah selesai atau tidak perlu dilanjutkan ke proses pembuktian," kata Zaini. Hasil tersebut, Kata Zaini merupakan buah dari kerja-kerja yang sudah dilakukan oleh semua pihak untuk menyukseskan Pemilu 2024. "Ini artinya kerja bapak/ibu semua, tidak hanya KPU ya, tetapi juga atas bantuan Pemkot, Kesbangpol dan seluruh pihak dan stakeholder sudah on the track atau sudah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya," lanjut Zaini. Zaini menjelaskan untuk Pilkada 2024, KPU Kota Semarang sudah melaksanakan tahapan sejak bulan Januari 2024. Saat ini KPU sudah memiliki anggota PPK di tiap kecamatan, dan sedang dalam proses rekutmen anggota PPS. "Selain itu, kita juga sudah membuka pengumuman lembaga pemantau, membuka desk pencalonan untuk bakal paslon dari jalur perseorangan, dan kemarin kita sudah melakukan persiapan pemutakhiran data pemilih. Jadi sebentar lagi nanti ada petugas coklit yang sowan ke rumah bapak/ibu semua," kata Zaini. Mengenai partispasi pemilih di Pilkada 2024, Zaini mengatakan KPU membutuhkan support dari ormas di Kota Semarang yang hadir untuk menduplikasi informasi kepemiluan kepada masyarakat luas. "KPU butuh bantuan ormas bapak/ibu, maka kami berharap bapak/ibu bisa menyampaikan informasi tentang Pilkada 2024, bahwa besok Rabu, 27 November 2024 silahkan gunakan hak pilihnya secara cerdas dengan datang ke TPS nggih," ujar Zaini. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Rakor Penerimaan DP4 Pilkada Serentak 2024

Semarang kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Rapat Koordinasi Penerimaan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) Untuk Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024, Selasa (21/5). Kegiatan tersebut diikuti oleh Anggota KPU Kota Semarang, Kasubag dan Staf Sekretariat KPU Semarang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang, serta Ketua dan Anggota PPK Divisi Mutarlih se Kota Semarang.  Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Zaini menyampaikan hal-hal dalam proses pemetaan TPS, seperti tidak boleh memisahkan TPS bagi keluarga dalam satu KK (Kartu Keluarga). Selanjutnya per TPS tidak boleh berisi pemilih yang berbeda kelurahan. Zaini juga menjelaskan per TPS berisi maksimal 600 pemilih, dan mempehatikan letak geografis dan RT dan RW. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo berpesan pada PPK, PPS serta petugas Pantarlih nantinya pada saat melaksanakan tugas menemukan kejanggalan data agar segera berkoordinasi. (rud/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)