Berita Terkini

Logistik Pemilu 2024 Butuh Perencanaan Matang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro mengatakan, tahapan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan menjadi tantangan tersendiri, oleh sebab itu, Paulus meminta KPU kabupaten/kota untuk melakukan pemetaan dan perencanaan pengelolaan logistik secara matang, Minggu (6/11). Paulus menambahkan, perencanaan yang matang merupakan langkah awal yang sangat baik untuk memetakan dan mengelola tahapan logitik Pemilu 2024. "Perencanaan yang baik akan menjadi awal yang baik dalam pelaksanaan tahapan, terutama logistik," kata Paulus. Hal itu disampaikan oleh Paulus saat dirinya memberikan pengarahan pada rapat koordinasi persiapan logistik Pemilu 2024 yang berlangsung di aula satu lantai 3 kantor KPU Provinsi Jawa Tengah, Jalan Veteran Nomor 1A, Semarang. Kompleksitas logistik Pemilu 2024 menurut Paulus, semakin meningkat karena persiapan pengadaan logistik pemilu harus mengikuti masa kampanye Pemilu 2024 yang hanya berlangsung selama 75 hari. Selain pengadaan logistik yang harus dilakukan secara cepat, Paulus juga menyoroti cuaca yang tidak menentu belakangan ini. Karenanya ia meminta KPU kabupaten/kota yang hadir untuk menyiapkan pos anggaran guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem tersebut terhadap logistik yang akan didistribusikan. "Logistik pemilu menghadapi tantangan yang berat dengan pemadatan masa kampanye, dan juga cuaca ekstrem yang butuh penanganan yang khusus terutama untuk daerah yang rawan bencana," ujar Paulus. Senada dengan Paulus, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Divisi Perencanaan dan Logistik, Ikhwanudin juga meminta KPU kabupaten/kota untuk melakukan pemetaan, dan membuat simulasi terkait peta distribusi logistik, sejak logistik diterima dari KPU RI hingga nantinya akan bermuara ke level TPS. "Perlu disusun peta distribusi logistik seperti peta wilayah distribusi, jarak tempuh dari gudang KPU ke kecamatan, ke desa dan nanti hingga ke TPS, termasuk waktu yang dibutuhkan," papar Ikhwan. Disamping itu, Ikhwan juga meminta KPU kabupaten/kota untuk segera mencari gudang logistik yang strategis, baik dari segi fungsi ataupun letak yang efisien untuk menjangkau seluruh wilayah kabupaten/kota masing-masing. Untuk keamanan, Ikhwan menyarankan agar gudang logistik tersebut memiliki sarana kamera yang dapat memantau aktivitas di gudang logistik tersebut secara optimal. "Estimasi anggaran yang dibutuhkan ini perlu agar dapat gudang logistik yang berkualitas, yang cukup untuk kegiatan setting dan penyimpanan logistik, termasuk gudang di kecamatan. Perlengkapan gudang logistik juga sangat diperlukan, termasuk di dalamnya fungsi pengamanan seperti adanya cctv di gudang tersebut," papar Ikhwan. Terkait kerjasama dengan stakeholder pemilu, Rusdi Hendra Sanjaya dari PT POS Indonesia yang hadir dalam rakor itu menyampaikan bahwa KPU dan PT Pos Indonesia sudah melakukan MoU tentang fasilitasi tahapan logistik Pemilu 2024. Rusdi mengatakan MoU itu juga mencakup jasa keuangan seperti pembayaran honorarium badan adhoc KPU. "PT POS Indonesia sudah melaksanakan MoU dengan KPU RI terkait distribusi logistik dan dokumen. Yang ditangani oleh PT POS Indonesia meliputi pos logistik, jasa keuangan, yaitu penyaluran pembayaran honorarium badan adhoc, dan juga termasuk properti," kata Rusdi. (wny/ed. Foto: wny/KPU Kota Semarang)

KPU RI Beri Ilmu Pengamanan Kantor Pada Jagad Saksana KPU Kota Semarang 

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Kepala Bagian (Kabag) Pengamanan Dalam (Pamdal) Sekretariat Jenderal (Setjen) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ashari Kautsar membagikan ilmu pengamanan kantor kepada personil Jagad Saksana KPU Kota Semarang, Rabu (2/11). Hal itu dikatakan oleh Ashari ketika dirinya melakukan kunjungan kerja ke kantor KPU Kota Semarang. Sekretaris KPU Kota Semarang, Hari Soesilo turut mendampingi Ashari, ketika Kabag Pamdal KPU RI itu memberikan pengarahan kepada personil jagad saksana KPU Kota Semarang. Sebagai tindakan preventif, Ashari mengatakan bahwa APAR (Alat Pemadam Api Ringan) perlu ditempatkan di posisi yang strategis, diantaranya mudah terlihat, dan mudah diakses. "Dari penempatan APAR saja itu harus tepat ya, di posisi yang strategis, yaitu mudah diambil dan posisinya dapat dilihat oleh semua orang," kata Ashari. Selain itu, Ashari juga mengatakan bahwa APAR tersebut perlu dirawat secara berkala, agar ketika diperlukan, dapat difungsikan sebagaimana mestinya. "Jangan lupa juga APAR itu dicek secara berkala tekanannya masih normal tidak, jangan karena APAR sudah ada, kemudian tidak dicek. Jadi APAR harus dicek berkala, sehingga kalau sewaktu-waktu diperlukan, alat itu berfungsi secara normal," tambah Ashari. Pada kesempatan tersebut, Ashari juga meminta setiap personil jagad saksana untuk menyimpan nomor-nomor penting di wilayah personil tersebut bertugas. "Nah setiap jagad saksana harus punya nomor kontak instansi penting seperti pemadam kebakaran, kepolisian, dan unit ambulans gawat darurat di kota masing-masing," tambahnya. Karena KPU RI tengah menggelar kegiatan pendidikan dasar (diksar) pengamanan kantor, Ashari juga melakukan monitoring kesiapan personil yang akan diikutkan oleh KPU Kota Semarang. Ashari menjelaskan, diksar akan dilaksanakan selama 21 hari. Oleh sebab itu Ashari meminta KPU Kota Semarang untuk menyiapkan dan memfasilitasi personil yang akan mengikuti diksar. "Karena diksar ini akan dilaksanakan selama 21 hari, maka perlu menyiapkan personil dan juga memberikan fasilitas yang baik, agar usai diksar nanti, personil jagad saksana sudah siap bertugas di kantor," pesan Ashari. (rap/dr/ed. Foto: e1/KPU Kota Semarang)

Diskusi Kelompok Terarah: UU Perlindungan Data Pribadi Pada Pemilu Tahun 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menjadi peserta dalam diskusi kelompok terarah dengan tajuk tantangan penerapan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi pada Pemilu 2024 via zoom meeting di Aula KPU Kota Semarang, Selasa (1/11).   Diskusi diikuti oleh KPU provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.  Perwakilan KPU Kota Semarang yang mengikuti zoom meeting tersebut antara lain Anggota, Ahmad Zaini, Heri Abriyanto, Suyanto, dan Novi Maria Ulfah, serta Kasubag Rendatin Sekretariat KPU Kota Semarang, Rahadi Wijaya.   Bety Epsilon Idroos (Anggota KPU RI) membuka dan mematik diskusi terkait diterapkannya Undang-Undang nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.   “Diskusi ini menjadi upaya persiapan kegiatan pemutakhiran data pemilih pada Pemilu 2024 yang akuntabel. Pada proses ini akan banyak menginventarisir data pribadi kependudukan, ini menjadi upaya KPU tetap bisa menjaga kerja dan hasil kerja proses pemutakhiran data pemilih,” katanya. Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, Dr. Abdul Kharis Almasyhari yang turut hadir sebagai narasumber menyinggung mengenai harapan dan target perlindungan data peribadi dalam Pemilu 2024. Sementara itu narasumber kedua, Wahyudi Djafar, dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) menjelaskan materi bagaimana penerapan keamanan informasi dalam pengelolaan data pribadi. Sesi selanjutnya membahas bagaimana tantangan implementasi perlindungan data pribadi dalam Pemilu 2024 dan Eksploitasi dan Pengamanan Data Pribadi. KPU Kota Semarang menyimak dan mengikuti dinamika diskusi dengan seksama dan berharap kedepannya dalam pelaksanaan tahapan yang menyangkut data pribadi bisa lebih siap dan matang dalam perencanaan dan pelaksanaan. (dr/ed. Foto: dr/KPU Kota Semarang)

Pentingnya Pemahaman Demokrasi Pancasila di Sekolah

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, memberikan materi pemahaman dasar demokrasi kepada siswa SMP Al Hikmah Pedurungan Semarang, Senin (31/10). Materi tersebut disampaikan oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Teknis Penyelenggaraan, Heri Abriyanto. Heri mengajak siswa SMP Al Hikmah memahami dan belajar tentang bagaimana demokrasi diterapkan di sekolah. Kala itu Heri menerangkan demokrasi di sekolah tercermin dari kegiatan pemilihan ketua OSIS, bagaimana dinamika pemilihan ketua OSIS, pemilihan ketua kelas, sampai dengan bagaimana kebebasan berpendapat antar siswa. “Di sekolah kita bisa mengembangkan kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk bisa berpartisipasi secara cerdas dan sehat dalam proses demokrasi. Sekolah bisa mengembangkan kemampuan yang diperlukan itu di ruang-ruang kelas melalui pembelajaran dalam interaksi antara guru dan murid ketika berdiskusi tentang materi pelajaran serta interaksi antarmurid dalam kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler dan organisasi siswa intra sekolah (OSIS)," tegas Heri. Demokrasi di sekolah tercermin dalam suasana yang terbuka dan mendorong siswa untuk berani mempunyai pendapat, berani berpikir sendiri dan menyuarakannya.  Hal ini idealnya terjadi di semua mata pelajaran, tetapi khususnya di mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang idealnya menjadi sumber utama pembelajaran demokrasi di sekolah. Puluhan siswa SMP Al Hikmah menyimak dan aktif berinteraksi terkait materi demokrasi yang disampaikan oleh Heri Abriyanto. Fitriyah dan Mahmudah (Guru SMP Al Hikmah) mengatakan bahwa SMP Al Hikmah Pedurungan bersyukur bahwa KPU bisa secara aktif memberikan pelajaran demokrasi yang mendasar di sekolah. “Materi demokrasi di SMP Al Hikmah menjadi semacam warming up atau pemanasan kepada anak-anak untuk lebih memahami dan mengetahui demokrasi lebih lanjut kedepannya” kata Fitriyah. (dr/ed. Foto: dr/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Verfak Keanggotaan di Kantor Parpol

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar verifikasi faktual (verfak) keanggotaan di 9 kantor partai politik (parpol) calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024, Minggu (30/10). Mekanisme tersebut sesuai dengan Pasal 90,  Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Parpol Peserta Pemilihan Umum Anggota DPR dan DPRD yang menyebutkan bahwa anggota parpol yang tidak berada di tempat tinggal dan tidak dapat dilakukan verfak keanggotaan, maka KPU kabupaten/kota berkoordinasi dengan petugas penghubung tingkat kabupaten/kota untuk menghadirkan langsung anggota di kantor tetap parpol tingkat kabupaten/kota. Untuk melaksanakan verfak di kantor parpol, KPU Kota Semarang membagi personil verifikator ke dalam 5 tim.  KPU Kota Semarang menargetkan proses verfak tersebut rampung sebelum tanggal 4 November 2022, mengingat hasil verfak tersebut harus diupload ke dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol). (rap/ed. Foto: dok KPU Kota Semarang)

Election Fest 2022 Sukses Hibur dan Ingatkan Warga Kota Semarang Terkait Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Pertunjukan Seni Musik dan Budaya yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang dengan tajuk Election Fest 2022 sukses menghibur dan mengingatkan warga Kota Semarang bahwa tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah berjalan, Jumat (28/10). Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) saat membuka acara yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Mijen mengatakan, gelaran Election Fest 2022 itu dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 94 untuk membangkitkan semangat kaum muda Kota Semarang agar berkontribusi kepada nusa dan bangsa, khususnya pada pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang. "Ini acara ketiga yang tujuannya mengenalkan, bahwa kita semua, tidak hanya KPU sedang menjalankan kegiatan besar, yaitu Pemilu 2024 dan sekaligus memperingati Sumpah Pemuda ke 94. Semoga kita makin semangat untuk memberikan kontribusi kepada Kota Semarang dan tentu kepada bangsa dan negara," kata Nanda. Nanda juga berpesan kepada penonton Election Fest 2022 untuk menginformasikan kepada kolega dan keluarga bahwa tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai, serta meminta penonton berperan dalam mensukseskan Pemilu 2024. "Saya titip untuk menyampaikan kepada warga, tetangga depan, belakang, kanan, dan kiri, dan juga rekan kawan-kawan semua bahwa Pemilu 2024 sudah dimulai. Walaupun masih nanti 14 Februari 2024, tetapi tahapan sudah mulai, mari kita sukseskan Pemilu 2024," lanjut Nanda. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang akrab disapa Ita mengingatkan kepada warga Kota Semarang yang mengikuti Election Fest 2022 untuk menggunakan hak pilihnya di 14 Februari dan 27 November 2024 mendatang "Ingat generasi muda yang saat ini masih SMA atau SMP, nanti 2024 mesti memilih ya, jangan sia-siakan hak pilihnya karena itu menentukan siapa yang akan memimpin kita ke depan," ujar Ita. Ita mempersilahkan penonton untuk bersenang-senang dan menikmati Election Fest 2022, tetapi Ita juga mengingtakan untuk tetap menjaga protokol kesehatan, karena virus Covid-19 belum sepenuhnya hilang. "Monggo kita bersenang-senang tapi jangan lupa ya, Covid-19 masih ada, kemarin juga meningkat lagi kasusnya, nah makanya kita sama-sama menjaga nggih, protokol kesehatannya tetap diterapkan," lanjut Ita. Gelaran Election Fest 2022 yang dimeriahkan oleh Resa Lawangsewu, Senggol Tromol, Omega, dan The Five sukses menghibur weekend warga Kota Semarang dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. (rap/ed. Foto: awh/e1/KPU Kota Semarang)

🔊 Putar Suara