Berita Terkini

KPU Kota Semarang Gelar Simulasi Pemungutan & Penghitungan Suara Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melaksanakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Tahun 2024, Selasa (26/12). Simulasi yang dilaksanakan di basement Gedung Galeri Sentra Batik Gunungpati tersebut mengusung tema back to 90's untuk meningkatkan minat para pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Hadir membuka kegiatan, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menjelaskan bahwa kegiatan simulasi yang dikuti oleh 188 pemilih itu dilakukan sebagai uji coba untuk mengetahui berapa lama proses pemungutan dan penghitungan suara. Nanda juga menjelaskan, kegiatan tersebut digunakan untuk mencatat dinamika yang terjadi di TPS, sebagai langkah antisipasi di hari pemungutan suara, Rabu, 14 Februari 2024 mendatang. "Simulasi ink dengan TPS real, ada 188 pemilih, akan ada DPTb, dan DPK juga. Nanti rekapitulasi dan prosesnya akan dilakukan senatural mungkin agar kita bisa mengetahui bagaimana KPPS bertugas dan untuk mengetahui berapa lama proses ini dilakukan hingga nanti proses rekap," kata Nanda. Mengenai penataan TPS dan tema yang dipilih, Nanda mengatakan bahwa proses tersebut sebagai simbol bahwa KPPS di masing-masing TPS nantinya boleh berkeasi sebaik mungkin untuk meningkatkan partisipasi pemilih. "Kami mendesain KPPS ini dengan tema era 90 an. Ini juga sebagai contoh KPPS boleh kok berkeasi sebaik mungkin. Tujunnya agar Pemilu ini dapat berlangsung menarik, gembira dan menyenangkan buat semua," sambung Nanda. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang hadir pada acara simulasi meminta penyelenggara Pemilu hingga level TPS untuk menjaga prinsip kesetaraan nilai suara (one man, one vote, one value). "Selain yang dijelaskan mas ketua tadi, proses ini juga sebagai sosialisasi kepada penyelenggara Pemilu PPK, PPS dan KPPS. Karena simulasi ini langkah penting untuk memastikan bahwa setiap surat suara memiliki nilai yang sama dan dihitung secara sama, adil," papar Iswar. Iswar juga meminta seluruh pihak untuk ikut serta menjaga kualitas penyelenggaraan dan keamanan Pemilu 2024 khususnya di Kota Semarang. "Pelaksanaan Pemilu ini bukan hanya tanggung jawab panitia, tetapi juga kita semua untuk menjaga keamanan ketertiban pelaksanaan pemungutan suara. Mari bersama-sama wujudkan Pemilu 2024 di Kota Semarang yang damai, lancar dan aman," ujarnya. Selain Sekda Kota Semarang, kegiatan simulasi tersebut dihadiri pula oleh Anggota dan Sekretaris KPU Kota Semarang, Bawaslu, Forkopimda Kota Semarang, dan Forkopimcam Gunungpati. (rap/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Rakor Sinkronisasi Kegiatan dan Anggaran Pemilu dan Pilkada 2024

Banjarnegara, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Sinkronisasi Kegiatan dan Anggaran Pemilu dan Pilkada Tahun 2024 yang digelar oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Minggu (24/12). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Fox Harris Hotel & Convention Banjarnegara tersebut dihadiri oleh Ketua, Anggota, Sekretaris, dan Kasubag KPU Kota Semarang dan pimpinan pada 34 satker KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Handi Tri Ujiono, membuka secara resmi acara tersebut. Dalam sambutannya, Handi menegaskan komitmen KPU untuk selalu berkoordinasi dalam setiap pelaksanaan tugasnya.  "Maka maksud dari penyelenggaraan Rapat Koordinasi Sinkronisasi Kegiatan dan Anggaran Pemilu dan Pilkada Tahun 2024 ini adalah dalam rangka membangun koordinasi dan sinergi yang kuat," terang Handi. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah. Pimpinan KPU Provinsi Jawa Tengah memberikan arahan sebelum dilaksanakannya diskusi panel yang melibatkan narasumber dari Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Haerudin. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah harus dapat memetakan agar dapat mendukung baik dari segi pendanaan, dukungan sarana dan prasarana serta penyiapan SDM.  Dengan pelaksanaan koordinasi ini diharapkan dapat saling komunikasi dan diskusi dalam pelaksanaanya sehingga diharapkan Pemilihan Umum dan Pemiilihan Kepala Daerah serentak tahun 2024 dapat sukses, berjalan lancar dan aman serta tertib administrasi keuangannya. Haerudin menambahkan, terkait dengan peran pemerintah daerah dalam pemilu, pihaknya memang berkewajiban untuk membantu dan mendukung pelaksanaan pemilu.  Dalam rapat koordinasi ini telah disampaikan beberapa hal terkait peran SKPD, diantaranya memberikan bantuan dukungan, fasilitasi terkait hal-hal yang diatur dalam undang-undang, seperti terkait personil di kesekretariatan yang dibutuhkan, termasuk di tingkat kecamatan dan kelurahan, seperti kesekretariatan PPK dan PPS, juga terkait pengamanan distribusi logistik, tempat TPS dan lain-lain. (rhd/ed. foto: rhd/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Sosialisasi Penyusunan Laporan Dana Kampanye Peserta Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan Sosialisasi Penyusunan Laporan Dana Kampanye pada Pemilu 2024, Minggu (24/12). Kegiatan yang dilaksanakan di Room Inc Hotel tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang,  Novi Maria Ulfah, Agus Supriyono, dan M.A. Agung Nugroho, dan Kasubbag TPH Sekretariat KPU Kota Semarang, Y.B. Chrismayoga.  Hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut Pengurus Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Korwil Jawa Tengah, Yulianti yang membahas mengenai kaidah-kaidah pembukuan, regulasi, serta aturan kampanye pada Pemilu 2024. Dalam sambutan yang disampaikan oleh Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan agar partai politik peserta Pemilu 2024 di Kota Semarang mendapatkan informasi terbaru mengenai mekanisme laporan awal dana kampanye. "Seminggu yang lalu kami diundang oleh KPU Provinsi Jawa Tengah mengenai tahapan penyusunan laporan kampanye, nah tahapan ini sudah dimulai pada 17 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024 mendatang, jadi pada 7 Januari 2024 nanti parpol berkewajiban submit laporan awal dana kampanye (LADK)," kata Novi. Novi melanjutkan, pada proses pelaporan kegiatan dan dana kampanye, KPU Kota Semarang mengundang praktisi agar dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai proses dan kaidah-kaidah pelaporan berdasarkan regulasi. "Kami undang Ibu Yuli agar bapak/ibu ada gambaran awal mengenai tahapan ini, karena memang tahapan ini membutuhkan ketelitian," ujar Novi. Mengenai apliksi Sikadeka yang digunakan oleh peserta Pemilu 2024, Novi meminta parpol agar melakukan inputing rencana dan realisasi kegiatan kampanye secara berkala. Hal tersebut disampaikan Novi agar kerja parpol nantinya tidak terlalu berat dalam melakukan kegiatan pelaporan di akhir-akhir masa tahapan. "Nah untuk rencana dan realisasi mohon untuk dapat mencicil, karena antara kegiatan kampanye dan laporan dana kampanye jadi satu dalam sikadeka, maka kegiatan yang akan dikakukan dan yang sudah dilakukan agar sudah dimulai dari sekarang, jadi nanti di ending sudah tidak terlalu berat," sambung Novi. Novi juga berharap parpol bisa memanfaatkan helpdesk yang dimiliki oleh KPU Kota Semarang sebagai fasilitas untuk membantu menjelaskan proses input data melalui aplikasi sikadeka. "Silahkan optimalisasikan helpdesk KPU Kota Semarang, kami tidak bosan-bosan menghaturkan kepada ibu/bapak, silahkan datang ke kantor, nanti kami akan senang membantu. Ini semata-mata agar tahapan yang menjadi kewajiban bapak/ibu bisa berjalan lancar," ujarnya. (rap/ed. Foto: e1/awh/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Election Fest 2023 untuk Sosialisasikan Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan sosialisasi Pemilu 2024 dalam tajuk Election Fest 2023 dengan kegiatan Election Run For Indonesia #pemilusaranaintegrasibangsa, Minggu (24/12). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Gunungpati, Taman Amongrogo tersebut berlangsung sejak pukul 06.30 WIB hingga pukul 11.00 WIB.  Election Run For Indonesia #pemilusaranaintegrasibangsa diikuti lebih dari 300 pelari yang berasal dari Kota Semarang dan sekitarnya.  Sebelum flag off election run, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah, Agus Supriyono, dan M. A. Agung Nugroho mengajak para pelari untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2024 dengan penuh semangat, dan memilih sosok pemimpin berdasarkan visi dan misi yang diusung. "Semangat yang bapak/ibu, dan teman-teman tunjukkan pada hari ini, pagi-pagi datang ke sini, KPU berterima kasih dan kami apresiasi. Nanti pada Rabu, 14 Februari 2024 teman-teman juga harus bersemangat datang ke TPS, gunakan hak pilihnya, ajak teman yang lain, ajak anggota keluarga menggunakan hak pilih ya," ujar Novi. "Jangan lupa jadilah pemilih cerdas, pelajari visi dan misi calon sebelum menentukan pilihan, jangan terlibat ujaran kebencian," tambah Agus. Election run yang bertema cross country dengan panjang rute 7,4 kilometer tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh Muhammad Ferdiansyah, dengan raihan waktu paling singkat, kurang dari 30 menit, disusul oleh Bian Dhaiva Arkananta di posisi kedua dan, Fajar Zainul Sidiq di posisi ketiga. Ketiga pelari dengan raihan waktu tersingkat tersebut mendapatkan medali emas dan hadiah berupa uang tunai. Sementara itu untuk 50 finisher tercepat lainnya mendapatkan medali perak. Kegiatan Election Fest 2023 yang digelar oleh KPU Kota Semarang dimeriahkan pula dengan pembagian lebih dari 50 doorprize dan penampilan musik dari Augband, The Sidekick dan Pagiboeta. Meski di bawah terik matahari, penampilan band itu bisa membuat peserta dan penonton ikut bernyanyi bersama. Sebagai band penutup, personil Pagiboeta tetap dapat menjaga semangat bahkan meningkatkan antusiasme penonton untuk tetap berada di depan panggung dengan cara turun, menghampiri pengunjung yang berteduh dan mengajak mereka untuk menyanyi bersama. (rap/ed. Foto: e1/if/awh/ybc/KPU Kota Semarang)

Rakor Evaluasi Pengelolaan JDIH Satker KPU se-Jawa Tengah

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pengelolaan dan Penyusunan Laporan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Sabtu (16/12).  kegiatan yang digelar oleh KPU Provinsi Jawa Tengah  di Grand Edge Hotel Semarang tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Hukum dan Pengawasan, M. Arif Agung Nugroho serta Kasubbag Hukum dan SDM, Riza Setiawan dan Operator JDIH Sekretariat KPU Kota Semarang. Kegiatan dibuka Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro yang menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar pengelolaan website dan media sosial JDIH KPU semakin berkualitas. "KPU sebagai penyelenggara Pemilu harus tetap memberikan layanan penuh kepada pihak eksternal. Nah melalui pengelolaan website dan media sosial JDIH perlu dilakukan dengan baik salah satunya melalui produk-produk hukum yang berkala dipublish," ujar Paulus. Dalam penyampaian materi, narasumber dari Kominfo Provinsi Jawa Tengah, Agustinatuti, menjelaskan dalam mengelola informasi ada hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah muatan konten, waktu publish, dan analisis medsos.   "Setiap medsos punya kriterianya masing-masing agar konten dapat menarik perhatian dan diperlukan konsistensi dari KPU kabupaten/kota," terang Tuti. Mengakhiri kegiatan rakor evaluasi JDIH, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Muslim Aisha menghimbau agar tetap konsisten dalam mengelola website dan medsos JDIH.  Muslim juga menyampaikan agar KPU kabupaten/kota dapat menggandeng pihak lain untuk pengembangan JDIH, serta gencar melakukan sosialisasi melalui website dan media sosial JDIH. (ln/ed. Foto: rs/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Hadiri Sosialisasi Sinergitas dan Kolaborasi Mensukseskan Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadir dalam kegiatan sosialisasi hasil kolaborasi KPU RI dengan Network for Indonesian Democratic Society (Netfid) Indonesia bertajuk Sinergitas dan Kolaborasi Mensukseskan Pemilu 2024, Sabtu (16/12). Hadir sebagai narasumber, Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom (Nanda), Ketua Umum Netfid Indonesia, Muh Afit Khomsani, Manajer Pemantauan Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Aji Pangestu. Pada materi yang disampaikan, Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom (Nanda) meminta peserta sosialisasi agar tidak mudah terpicu dengan narasi yang diposting melalui media sosial. Ia meminta para peserta sosialisasi untuk melakukan pendalaman informasi terlebih dahulu sebelum meyakini informasi yang didapatkan secara parsial. "Saat ini banyak fenomena FYP di media sosial, maka perlu melakukan kroscek, pahami dulu konteksnya," ujar Nanda. Nanda meminta para peserta sosialisasi untuk memahami betul regulasi dan mekanisme mengenai Pemilu 2024 agar tidak mudah terprovokasi atas informasi yang diterima. "Karena ada juga yang masih belum paham, misalnya Pemilu 2024 ini ada sistem dapil, memang teman-teman bisa mengajukan pindah memilih, tetapi karena sistem dapil itu, maka pemilih yang masuk dalam kategori pemilih pindahan, mungkin yang bersangkutan ini tidak mendapatkan lima surat suara secara penuh," papar Nanda. Melalui deskripsi itu, Nanda meminta kepada peserta sosialisasi untuk dapat membantu KPU dengan cara memahami regulasi dan mekanisme pada Pemilu 2024. "Nah saat ini yang lebih penting bagaimana kita memberikan pemahaman kepada publik. Maka pada Pemilu 2024 ini kita butuh sinergi, tidak mungkin KPU bisa menjelaskan ini sendiri," ujarnya. Menurut Nanda, dengan melakukan pendalaman informasi dan tidak mudah terprovokasi, para pemilih telah mengambil peran dalam suksesnya Pemilu 2024, yakni menahan laju dan penyebarluasan informasi yang tidak benar. "Mari kita gunakan peran masing-masing berkontribusi memberikan warna kepada Pemilu 2024 agar bisa berjalan dengan baik. Masing-masing bisa mengabarkan mekanisme Pemilu misalnya, agar tidak mudah terpicu dengan informasi yang belum tentu benar," sambungnya. Senada dengan Ketua KPU, Ketua Umum Netfid Indonesia, Muh Afit Khomsani menjelaskan bahwa interaksi di media sosial saat ini mencerminkan era post truth. "Memang saat ini kita sudah masuk dalam era post truth, dimana informasi tidak benar yang terus menerus dikabarkan akan menjadi informasi yang diyakini sebagai kebenaran, padahal kita tahu informasi itu tidak tepat. Nah ini patut kita waspadai bersama," terang Afit. Untuk mengantisipasi hal itu, Manajer Pemantauan JPPR, Aji Pangestu meminta para peserta sosialisasi untuk mengambil peran lebih ketimbang sebagai konsumen berita semata, tetapi juga melakukan pendalaman atas informasi-informasi yang diterima, dan mengabarkan informasi yang mencerahkan. "Penting sekali teman-teman ini tahu, paham politik, mengerti konsep demokrasi dan regulasi dan mekanisme Pemilu agar kita mengerti betul bagaimana harus betsikap, teman-teman harus menjadi subjek dalam Pemilu, jangan jadi objek," pesan Aji. Kegiatan yang berlangsung di Aston Inn Semarang tersebut dihadiri oleh para mahasiswa dan lembaga pendidikan di Kota Semarang. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)