Berita Terkini

Rakor Persiapan Pembentukan KPPS Pemilu 2024 di Jawa Tengah

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024 di Jawa Tengah yang digelar oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Senin (4/12). Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Khas Semarang itu berlangsung selama 2 (tiga) hari tanggal 4 dan 5 Desember 2023, dengan menggundang Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosdiklihparmas dan SDM, Novi Maria Ulfah beserta Kasubbag Hukum dan SDM, Riza Setiawan dan opertor SIAKBA. Dalam sambutan yang disampaikan kepada KPU kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Ketua KPU Provinsi Jateng, Handi Tri Ujiono menyampaikan kegiatan ini diselenggarakan untuk mempersipakan satker KPU sebelum melaksanakan seleksi KPPS. "Kita gelar untuk setidaknya mempersiapkan diri teman-teman sebelum melaksanakan rekrutmen PPS untuk Pemilu 2024," jelasnya. Acara kemudian dilanjutkan pengarahan umum oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Muslim Aisha dan Basmar Perianto Amron dan dipandu oleh Mey Nurlela, Ketua DIvisi SDM dan Litbang. Dalam kesempatan tersebut, Muslim menyampaikan pentingnya identifikasi dalam seleksi 7 anggota KPPS, sehingga kapasitas dan kemampuannya dapat saling melengkapi dalam melaksanakan tugasnya. "Saya ingin menegaskan bapak/ibu sekalian, perlunya untuk profiling 7 anggota kpps, sehingga kapasitasnya kemampuannya, kemudian psikologinya itu saling melengkapi," tegas Muslim. Kemudian Basmar Perianto Amron dalam arahannya menyampaikan, dalam rangka mendukung kinerja KPPS dalam pelaksanaan Pemilu, diawali dengan meningkatkan kemampuan KPU dalam memahami proses pemungutan dan penghitungan suara. Pada hari kedua disampaiakan materi dan diskusi mengenai potensi masalah hukum dalam seleksi KPPS yang diisi oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah Divisi Hukum dan Pengawasan, Muslim Aisha. Muslim memberi arahan kepada KPU kabupaten/kota untuk mengkoordinasikan dengan baik dengan pihak-pihak yang mendukung serta mefasilitasi terpenuhinya kebutuhan KPPS. Muslim juga berpesan kepada satker KPU untuk selalu berpedoman dengan mekanisme yang telah ditentukan dalam proses rekutmen. (ana/ed. Foto: ana/KPU Kota Semarang)

Pelantikan PAW PPS Kelurahan Jatingaleh, Karangturi, dan Mangunharjo

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Pelantikan Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota PPS Kelurahan Jatingaleh, Karangturi, dan Mangunharjo  untuk Pemilu Tahun 2024, Senin (4/12). Anggota PPS yang dilantik menggantikan anggota sebelumnya yang mengundurkan diri.  Pelantikan tersebut juga mengundang Ketua PPK Tembalang dan Semarang Timur serta Ketua PPS Kelurahan Jatingaleh, Karangturi, dan Mangunharjo untuk menyaksikan pelantikan tersebut. Pelantikan dipimpin oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, dan sebagai saksi Anggota KPU Kota Semarang M. Arif Agung Nugroho dan Agus Supriyono. Pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah janji dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah janji dan pakta integritas. Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom (Nanda), dalam sambutanya menyampaikan kepada anggota PPS yang baru saja dilantik untuk segera berbaur, bersinergi, dan berkoordinasi dengan PPK dan PPS yang ada di wilayah kerjanya. Nanda juga berpesan kepada PPK dan PPS untuk meningkatkan koordinasi dan memahami tugas, kewajiban, dan wewenangnya demi mensukseskan penyelenggaraan Pemilu 2024. "Selamat kepada anggota PPS yang telah dilantik, saya harap bisa segera berbaur dan berkoordinasi dengan anggota yang lain dan ke depan saya harap PPK dan PPS bisa meningkatkan koordinasi serta memahami tugas, kewajiban, dan wewenangnya sebagai penyelenggara Pemilu," kata Nanda. (ana/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi Persiapan Pembentukan KPPS Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan sosialisasi pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pemilu tahun 2024, Senin (4/12). Kegiatan yang diselenggarakan di hotel MG Setos Semarang tersebut mengundang Camat se-Kota Semarang, Bawaslu, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan instansi terkait lainnya. Dalam sambutan yang diberikan, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menyampaikan bahwa KPU Kota Semarang membutuhkan partisipasi masyarakat sebanyak 32 ribu lebih untuk menjadi anggota KPPS yang mengisi 6.646 jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilu 2024. "Bapak/Ibu kami undang agar dapat memberitahukan dan melibatkan warga terbaik di wilayah Bapak/Ibu semua. Totalnya KPU Kota Semarang membutuhkan kurang lebih 32.522 orang untuk mengisi 4.646 TPS di Kota Semarang," jelas Nanda. Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosparmas dan SDM, Novi Maria Ulfah dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa pada proses seleksi KPPS, perlu untuk mempertimbangkan beberapa hal. Yakni, keterlibatan masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan pelajar/mahasiswa dalam komposisinya, keterwakilan perempuan, dan keterampilan calon Anggota KPPS dalam menggunakan teknologi informasi. "Dalam rekrutmen KPPS penting untuk memperhatikan komposisi masyarakat umum, tokoh masyarakat, dan pelajar/mahasiswa, kemudian keterwakilan perempuan, serta keterampilan calon Anggota KPPS menggunakan teknologi informasi," kata Novi. Pada kesempatan tersebut, KPU Kota Semarang mengundang narasumber yang terdiri dari Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, dan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah yang diwakilkan oleh Rahmad Winarto, Analis Kebijakan Ahli Muda Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah. Melalui paparan yang disampaikan, Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman menjelaskan bahwa Bawaslu berperan untuk memastikan setiap calon anggota KPPS memenuhi syarat dan tidak terikat oleh konflik kepentingan dengan peserta Pemilu.  "Dalam masa seleksi KPPS, tentu Bawaslu ikut berperan dalam memastikan setiap calon anggota KPPS telah memenuhi syarat dan tidak terikat oleh konflik kepentingan dengan peserta Pemilu yang bisa memunculkan masalah," kata Arief. Sementara itu, Rahmad Winarto menyampaikan bahwa pemerintah memiliki fungsi untuk memberikan dukungan kepada penyelenggara, baik KPU maupun Bawaslu. Karena menjadi bagian dari proses untuk merawat demokrasi agar berjalan sebaik-baiknya. "Pada prinsipnya, fungsi kita sebagai pemerintah tentu memberikan support kepada penyelenggara, baik teman-teman dari KPU maupun Bawaslu. Karena ini adalah bagian dari proses kita untuk merawat demokrasi agar berjalan sebaik-baiknya," jelas Rahmad.  Turut Hadir dalam sosialisasi tersebut, Anggota KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini, M. Arif Agung Nugroho, Agus Supriyono dan Sekretaris KPU Kota Semarang, Tobirin. (ana/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Senam Pound Fit di Area CFD Jalan Pahlawan

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan senam pound fit di area car free day (CFD) Jalan Pahlawan Kota Semarang untuk sosialisasikan penyelenggaraan Pemilu 2024, Minggu (3/12). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU, Henry Casandra Gultom, Anggota KPU, Agus Supriyono, Ahmad Zaini, M. Arif Agung Nugroho, Novi Maria Ulfah, Sekretaris KPU, Tobirin, Kasubbag, serta staf sekretariat KPU Kota Semarang. KPU Kota Semarang memilih kegiatan senam pound fit yang unik dan semakin diminati oleh warga Kota Semarang untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi khususnya Pemilu 2024. Kegiatan yang diikuti lebih dari 150 peserta tersebut dimulai pada pukul 06.30 WIB hingga 07.45 WIB. Kegiatan senam tersebut berhasil menarik minat warga Kota Semarang yang melintasi area CFD karena mengkombinasikan gerakan senam energik dengan suara ketukan ripstick yang digunakan sebagai variasi gerakan senam. Pada setiap sesi jeda, warga Kota Semarang diberi materi sosialisasi Pemilu 2024 mengenai hari pemungutan suara, pentingnya menggunakan hak pilih serta proses demokrasi yang baik. Selain memberikan materi tersebut, KPU Kota Semarang juga membuka stand helpdesk pindah memilih dan pengecekan daftar pemilih secara online. (rap/ed. Foto: e1/if/awh/KPU Kota Semarang)

Hadiri Tular Nalar, KPU Kota Semarang Sosialisasikan Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan yang digelar oleh Tular Nalar untuk memberikan sosialisasi Pemilu 2024 kepada mahasiswa Undip Semarang, Sabtu (2/12). Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Novi Maria Ulfah dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa para pemilih pemula di Pemilu 2024 harus cermat saat menerima informasi kepemiluan melalui media sosial. Karena jumlah pemilih generasi milenial dan generasi z mendominasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024, Novi berharap para pemilih tersebut bisa bijak menggunakan media sosial dan mengutamakan rasionalitas sehingga tidak mudah terprovokasi dengan informasi tidak benar. "Teman-teman ini harus berpartisipasi ya, jadilah pemilih yang rasional, jangan termakan gimmick, cari visi-misi calon dan cek latar belakangnya agar lebih mengenal calon, penting juga mengawal janji-janji kampanye calon," pesan Novi. Senada dengan Novi, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Sosiawan, juga meminta para pemilih pemula untuk mengutamakan rasionalitasnya. Sebab terdapat fakta yang menerangkan bahwa penetrasi informasi melalui media sosial dan internet mencapai 75 persen, sedangkan literasi digital masyarakat Indonesia belum mencapai 5 persen. "Ada potensi kerawanan di dunia maya kita, khususnya di tahapan kampanye karena penetrasi media sosial dan internet sudah mencapai 75 persen, tetapi yang terliterasi secara digital belum ada 5 persen, lainnya bagaimana? tentu tidak bijak menggunakan medsos," ujar Sosiawan. Sosiawan menjelaskan, literasi digital diperlukan agar publik tidak mudah terjebak pada penyampaian gimmick yang bisa mereduksi makna Pemilu sebenarnya. "Jadi anda harus cermat agar tidak terjebak pada penyampaian gimmick yang non substansial, jadi anda harus fokus juga dengan latar belakang calon, visi dan misi paslon," tambah Sosiawan. Mengenai jumlah surat suara yang akan diterima oleh para pemilih di Pemilu 2024, Novi menerangkan bahwa pemilih akan menerima lima surat suara. "Pemilu 2024 nanti teman-teman akan menerima lima surat suara untuk memilih presiden dan wakil presiden, anggota DPD, Anggota DPR RI, Anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota," jelas Novi. Meski bisa menggunakan fasilitas pindah memilih, Novi menghimbau para mahasiswa yang hadir sebisa mungkin untuk menyalurkan hak pilihnya di TPS sebagaimana tertera dalam DPT, sehingga pemilih tersebut bisa mendapatkan lima surat suara. "Nanti 14 Februari 2024, pemungutan suara akan dilaksanakan di hari yang diliburkan, jadi kita sarankan untuk bisa nyoblos di domisili masing-masing. Memang teman-teman bisa menggunakan formulir pindah memilih tapi karena ada sistem dapil, jadi ada kemungkinan tidak mendapat seluruh surat suara," kata Novi. Tular Nalar yang diinisiasi oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) merupakan program untuk memerangi berita hoaks dengan sasaran pemilih pemula, lansia, kelompok disabilitas, dan masyarakat adat. Dengan menyasar kelompok rentan tersebut Tular Nalar berusaha memberikan literasi Pemilu, demokrasi, cara mengidentifikasi berita hoaks, sanksi, hukum yang berkaitan dengan penyebaran informasi hoaks. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Raker Pengelolaan dan Pendistribusian Logistik Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Rapat Kerja (Raker) Pengelolaan dan Pendistribusian Logistik Pemilu Tahun 2024 Dengan Instansi Terkait, Sabtu (2/12). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Inn Semarang tersebut dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Kota Semarang, Kodim 0733 KS Semarang, Bawaslu Kota Semarang, Kabag Otonomi Daerah Setda Kota Semarang, Satpol PP Kota Semarang, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Kesbangpol Kota Semarang, Danramil Se-Kota Semarang, Kapolsek Se-Kota Semarang , Camat Se-Kota Semarang , Ketua PPK Se-Kota Semarang, dan Jajaran Pejabat Struktural dan Staf  Sekretariat KPU Kota Semarang. Dalam paparan yang disampaikan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) meminta PPK untuk berkoordinasi dengan Kapolsek, Danramil dan perwakilan kecamatan untuk memastikan gudang di setiap kecamatan mampu menampung logistik Pemilu dan fasilitasnya. Nanda juga menghimbau agar PPK di masing-masing kecamatan mulai memetakan kawasan yang memiliki kemungkinan terdampak banjir karena faktor cuaca. "Teman-teman PPK di masing-masing wilayah juga perlu memetakan daerah yang terdampak banjir saat musim hujan ini, karena pemilu 2024 ini bertepatan di musim penghujan," kata Nanda. Terkait perakitan dan pendistribusian logistik pemilu, Nanda menjelaskan KPU berencana untuk melakukan pendistribusian logistik berupa bilik suara.  Selain itu, Nanda juga mengetakan bahwa gudang logistik yang tidak menempel atau dekat dengan kantor kecamatan, logistik berupa bilik suara dapat ditempatkan di Kantor Kecamatan terlebih dahulu. Sementara itu, Wakasat Samapta Polrestabes Semarang, Kompol R. Justinus PT menyampaikan bahwa pengamanan logistik Pemilu 2023-2024 dilakukan melalui Operasi Mantap Brata Candi 2023/2024 oleh Polrestabes Semarang. Pemaparan materi yang kedua, yakni Kabag Kerjasama Dan Otonomi Daerah Kota Semarang, Yenuarso menyampaikan bahwa lebih dari 2.000 warga Kota Semarang yang sudah memiliki hak pilih belum melakukan perekaman E-KTP sehingga diperlukan koordinasi lebih lanjut antara KPU Kota Semarang dengan Instansi Terkait untuk pemeliharaan DPT. (aff/ed. Foto: aff/KPU Kota Semarang)