Berita Terkini

Sosisalisasi Keterlibatan Publik Dalam Pemilu Sebagai Sarana Konsolidasi dan Integrasi Bangsa

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih yang diinisiasi oleh Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Tengah di ruang Badan Anggaran DPRD Jawa tengah, Rabu (26/7). Hadir sebagai narasumber kegiatan itu, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) yang menyampaikan materi mengenai Keterlibatan Publik Dalam Pemilu Sebagai Sarana Konsolidasi dan Integrasi Bangsa. Pada kesempatan itu Nanda menyampaikan bahwa kelompok umur yang masuk dalam generasi milenial dan generasi z mendominasi daftar pemilih untuk Pemilu 2024. Ia mengatakan bahwa karakteristik generasi tersebut memiliki rasa ingin tahu yang tinggi mengenai informasi terkini di media sosial, dan internet. "Karakteristik gen z dan gen milenial yang selalu up to date mengenai isu yang tersebar di media massa, internet, dan jejaring sosial," kata Nanda. Karena karakteristik generasi tersebut memiliki literasi teknologi yang lebih baik, maka kelompok umur tersebut memiliki kecakapan yang baik dalam menilai informasi yang berasal dari sumber yang benar atau tidak. Oleh sebab itu Nanda meminta peran generasi muda untuk terlibat dalam memberikan informasi yang benar, dan tidak masuk dalam percakapan di media sosial yang bertujuan untuk mengaburkan informasi yang benar dan salah. "Teman-teman ini memiliki kemapuan untuk memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Apalagi semakin banyak parpol dan bacalon yang menggunakan media sosial untuk kampanye. Dengan kecakapan teknologi, gen Z dan millenial diharapkan bisa meluruskan efek berita bohong dan tidak terlibat dalam praktik tidak terpuji tersebut demi terpilihnya pemimpin baik itu eksekutif maupun legislatif yang peduli akan rakyat," terang Nanda. Selain Nanda, kegiatan tersebut juga mengundang narasumber lain, yakni Anggota DPRD Prov. Jateng DAPIL I Fraksi PKS, Agung Budi Margono yang menerangkan tentang hak asasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat, dan Anggota Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini yang memberikan materi mengenai konsolidasi demokrasi dalam Pemilu 2024. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Pendidikan Pemilih Pemula Bagi Pelajar Islam Kota Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri kegiatan Pendidikan Pemilih dengan tajuk Sosialisasi Menjadi Pemilih Pemula Bagi Pelajar Islam di Wilayah Kota Semarang, Sabtu (15/7). Kegiatan yang diinisiasi oleh Koordiator HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Komisariat Bahasa Sultan Agung Cabang Semarang itu dilaksanakan di Balaikota Semarang. Hadir sebagai narasumber kegiatan, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Gultom (Nanda), dan Sekretaris Kesbangpol Kota Semarang, Joko Hartono. Pada sesi pertama, Joko menyebutkan bahwa pemilu merupakan ilmu atau seni untuk meraih kekuasaan secara legal. Dalam arti luas pemilu dapat memiliki makna keterlibatan warga negara terhadap proses pengambilan keputusan dalam bidang politik dan pemerintahan "Dalam arti sempit dapat diartikan sebagai ilmu dan seni untuk meraih kekuasaan secara konstitusional sesuai dengan aturan. Dalam arti luas luas bisa kita maknai bagaimana kita memahami tentang kita hidup bernegara, apa tujuan kita hidup bernegara, bagaimana hubungan antar negara dengan warga negaranya." terang Joko. Mengenai perilaku memilih, Joko mengatakan bahwa perlunya rasionalitas agar dapat menentukan pilihan secara lebih bijak. "Perilaku pemilih adalah pertimbangan seseorang ketika menjatuhkan pilihannya pada pemilu nanti. Rasional artinya menggunakan akal sehatnya, melihat secara objektif, sebelum menentukan pilihan," terang Joko. Pada sesi selanjutnya Nanda menjelaskan, pada Pemilu 2024 akan ada banyak parpol yang menggunakan media sosial untuk mengkampanyekan visi, misi dan program pembangunan yang diusung. Sementara itu, aktivitas antar pengguna di media sosial rawan terhadap penyebaran ujaran kebencian dan praktik kampanye hitam. "Akan semakin banyak parpol dan calon menggunakan media sosial untuk kampanye, media sosial rawan praktik kampanye hitam, ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong," kata Nanda. Untuk mengurangi dampak buruk tersbeut, Nanda mengatakan bahwa kaum muda, baik kelompok generasi Z dan milenial yang memiliki literasi teknologi lebih tinggi diharapkan tidak terlibat dalam praktik-praktik politik yang tidak baik tersebut. "Nah karena generasi muda memiliki kecakapan teknologi, maka generasi Z dan milenial diharapkan bisa meluruskan efek berita bohong dan tidak terlibat dalam praktik tidak terpuji tersebut," Pesan Nanda. (awh/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi Lewat Radio, KPU Kota Semarang Jelaskan Proses Logistik dan Rekapitulasi Suara Pada Pemilu

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri undangan RRI Pro 2 untuk kegiatan sosialisasi mengenai tahapan Pemilu tahun 2024, Jumat (14/7). Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) yang menghadiri siaran radio tersebut mengatakan bahwa untuk tahapan logistik pada Pemilu tahun 2024 belum banyak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan pelaksanaan tahapan tersebut di pemilu-pemilu sebelumnya. "Logistik yang digunakan masih sama, seperti surat suara, bilik suara, kotak suara, alat coblos, bantalan coblos, tinta, daftar hadir, SDPT, DCT," terang Nanda. Nanda mengatakan hingga saat ini, KPU Kota Semarang masih menunggu arahan dan kebijakan KPU Provinsi Jawa Tengah, dan KPU RI untuk menghadapi tahapan logistik Pemilu 2024. "Nantinya akan dilakukan penyederhanaan jika ditemukan yang kurang efektif, mengenai detail revisi, sampai saat ini belum diinformasikan KPU Provinsi," tambah dia. Mengenai bahan kotak suara, Nanda menjelaskan bahwa pada 2024, KPU masih akan menggunakan kotak suara berbahan karton duplex seperti pada Pemilu 2019. Nanda mengatakan kotak suara tersebut telah dilakukan uji ketahanan sehingga masih layak untuk digunakan.  "Menjawab opini negatif dari logistik berupa kotak suara tahun lalu yang katanya kualitasnya kurang bagus, kotak suara ini berbahan karton duplek yang kedap air, KPU juga telah melakukan serangkaian pengujian-pengujian lain untuk menjaga kualitas kotak suara ini," paparnya. Pada tahap rekapitulasi suara Pemilu 2024, Nanda mengatakan bahwa tahapan tersebut akan berlangsung lebih lama karena adanya prinsip keterbukaan. "Maksud dari terbuka adalah siapapun bisa melihat prosesnya, pengawas atau saksi boleh komplain saat itu juga jika ada pihak yg merasa kurang puas dengan proses yang berjalan, sehingga hal itu membuat proses tersebut lebih lama," ujar Nanda. Karena unsur keterbukaan tersebut juga, Nanda mengatakan bahwa praktik kecurangan akan sulit untuk dilakukan. "Pada proses itu kan ada banyak pihak yang terlibat, tidak hanya petugas saja, ada pengawas, saksi, masyarakat umum, aparat keamanan juga, saya kira kemungkinannya sangat kecil adanya kecurangan karena disaksikan semua orang dan di tempat terbuka," jelasnya. Pada bagian akhir, Nanda mengajak pendengar setia Pro 2 FM untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Tahun 2024 pada hari Rabu, 14 Februari 2024 mendatang. "Untuk teman Pro 2 FM Kami dari KPU Kota Semarang mengingatkan pastikan datang ke TPS, salurkan hak pilihmu karena suaramu akan menentukan kebijakan dan perkembangan kota semarang untuk minimal 5 tahun ke depan," kata Nanda. (ina/ed. Foto: ina/KPU Kota Semarang)

Getar Pemilu 2024: Meningkatkan Partisipasi Politik Pemilih Muda

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Getar Pemilu 2024: Meningkatkan Partisipasi Politik Pemilih Muda yang digelar oleh radio Elshinta untuk memperingati 23 tahun stasiun berita Elshinta News and Talk, Rabu (12/7). Hadir dalam kegiatan itu Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) dan Direktur Trust Indonesia Research and Consulting, Ahmad Fadhli. Kegiatan daring yang juga disiarkan secara langsung melalui Youtube Radio Elshinta tersebut membahas bagaimana meningkatkan partisipasi publik pada Pemilu Tahun 2024. Berkat keterbukaan informasi dan akses masyarakat terhadap informasi semakin mudah, dalam paparannya Nanda mengatakan bahwa saat ini informasi mengenai kepemiluan lebih mudah didapat oleh masyarakat. Berkaca dari partisipasi pemilih dalam Pilpres 2019 di Kota Semarang yang mencapai 83%, jumlah pemilih muda yang mendominasi daftar pemilih, dan kemudahan akses informasi kepemiluan, Nanda mengatakan bahwa KPU memiliki bekal yang cukup baik. "Jumlah pemilih di DPT lebih 50 persen masih didominasi oleh pemilih muda, dan kemudahan mengakses informasi pemilu di berbagai platform media sosial menjadi bekal, terlebih lagi di tahun 2019 partisipasi pemilih di Kota Semarang melampaui 83 persen, ini menjadi bekal yang baik," kata Nanda. Meski demikian, aspek tersebut bukan merupakan faktor determinan yang memastikan bahwa partisipasi publik di tahun 2024 akan tinggi, pasalnya aktivitas antar pengguna di media sosial rawan akan penyebaran isu hoaks. "Di media sosial masih rawan akan penggunaan isu sara, misinformasi dan penyebarluasan berita bohong, maka peran generasi muda diperlukan untuk memberikan informasi yang benar," kata Nanda. Nanda menjelaskan, peran generasi muda diperlukan untuk memberikan informasi yang benar, mengingat generasi muda memiliki literasi digital yang lebih baik. "Dalam hal ini arus informasi di media sosial sangat cepat, apa saja bisa viral, nah generasi z ini perlu terlibat untuk memberi informasi yang akurat dan positif terhadap Pemilu 2024, ini menjadi kunci bersama," kata Nanda. (tbr/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Dialog Interaktif Bijak Bermedia Sosial di Tahun Politik

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif dengan tajuk Bijak Bermedia Sosial di Tahun Politik yang digelar DPRD Kota Semarang, Selasa (11/7). Kegiatan yang berlangsung di Studio Jawa Pos Semarang itu menghadirkan narasumber Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda), Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman (Pilus), Kepala Departemen Ilmu Politik UNDIP, Nur Hidayat Sardini.  Pada kesempatan awal, Kadar Lusman berpendapat bahwa brutalisme medsos harus dijaga di semua kalangan masyarakat. Ia menambahkan, agar interaksi antar pengguna tetap kondusif, maka perlu regulasi dan literasi mengenai penggunaan media sosial yang baik. "Sebenarnya untuk menggunakan media sosial harus ada aturan-aturan dalam bermedsos. Karena kita tidak pernah tahu apakah postingan-postingan bisa berupa motivasi atau provokasi," kata Pilus. Senada dengan Pilus, Nanda mengatakan bahwa pada saat masyarakat diterpa euforia penggunaan media sosial yang bebas dan tidak terbatas, banyak masyarakat yang belum dapat membedakan mana yang baik atau tidak baik. Namun, Nanda melanjutkan, semenjak ada regulasi mengenai interaksi di media sosial, masyarakat secara bertahap dapat memahami mengapa interaksi antar pengguna media sosial perlu diatur.  "Di awal-awal adanya medsos mungkin kita sebagai masyarakat tidak tahu mana yang boleh atau tidak boleh untuk di posting, sehingga semua kalangan bisa melihat dan membaca, dan itu menimbulkan pro dan kontra. Tetapi semenjak ada regulasi dari pemerintah ini dapat membuat masyrakat lebih bijak dalam bermedsos," kata Nanda.  Sementara itu, Nur Hidayat Sardini berpendapat bahwa makna dari pemilu adalah proses perebutan kekuasaan yang legal.  Pada proses tersebut media sosial menjadi salah satu media yang dapat digunakan untuk beradu gagasan dan visi pembangunan. Bagi calon pemimpin yang akan terjun di dunia politik, NHS menyebutkan bahwa media sosial dapat digunakan untuk mengkampanyekan visi, misi yang diusungnya agar masyarakat dapat mengenali calon dan program-program yang diusungnya. (if/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)

Pelantikan PAW PPS Kelurahan Tambangan Kota Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Pelantikan Penggantian Antarwaktu (PAW) Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tambangan Kota Semarang untuk Pemilihan Umum Tahun 2024, Selasa (11/7). Anggota PPS yang terlantik menggantikan anggota PPS sebelumnya yang mengundurkan diri. Pelantikan tersebut juga mengundang Ketua PPK Kecamatan Mijen dan Ketua PPS Kelurahan Tambangan untuk menyaksikan pelantikan tersebut. Pelantikan dipimpin oleh Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, dan sebagai saksi Anggota KPU Kota Semarang Suyanto dan Ahmad Zaini. Pelantikan diawali dengan pengambilan sumpah janji anggota PPS kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sumpah janji dan pakta integritas. Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom (Nanda) dalam sambutanya menyampaikan kepada anggota PPS yang baru saja dilantik agar dapat langsung berbaur dan bersinergi dengan PPK dan PPS yang ada di wilayah kerjanya. Nanda juga berharap PPS Kelurahan Tambangan menjadi semakin solid, kuat dan dapat memberikan hal-hal positif untuk penyelenggaraan pemilu khususnya yang ada di Kecamatan Mijen. "Selamat kepada PPS yang baru saja dilantik, semoga bisa langsung berbaur dengan PPS yang lain dan semoga ke depan kelurahan Tambangan menjadi semaikin solid, kuat, dan bisa terus memberikan hal-hal positif untuk penyelenggaraan pemilu khususnya yang ada di kecamatan Mijen," pesan Nanda. (ana/ed. Foto: if/KPU Kota Semarang)