Berita Terkini

Sosialisasi Dapil dan Alokasi Kursi dalam Pemilu 2024 

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota semarang mengelar sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Republik Indonesia (RI) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Daerah Pemilihan (Dapil) dan Alokasi Kursi dalam Pemilu 2024, Kamis (16/3) Pada kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mahima itu, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) mengatakan bahwa tahapan Pemilu 2024 akan tetap berjalan sesuai dengan amanat undang-undang. "Alhamdulillah coklit Kota Semarang 100%. Seratus persen juga kita akan tetap menggelar tahapan Pemilu 2024 sesuai dengan Amandemen UUD 1945 pasal 22 huruf e," ujar Nanda. Senada dengan Nanda, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita) yang hadir dalam kegiatan itu juga mengatakan bahwa pemilu akan tetap dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ada. "Abaikan gugatan gugatan itu pemilu harus berjalan," kata Ita. Menanggapi hasil coklit yang telah dilakukan oleh KPU dan jajarannya, ia mengucapkan terima kasih karena dengan demikian proyeksi daftar pemilih untuk Pemilu 2024 semakin ketara. "Terimakasih coklit sudah selesai jadi kita tahu jumlah pemilih di Kota Semarang," lanjutnya. Mengingat pemilu yang tidak dapat lepas dari potensi konflik, Ita meminta seluruh pihak yang hadir untuk menguatkan jajaran, dengan memberikan informasi yang benar dan ikut melakukan upaya untuk meminimalisir munculnya gesekan. "Kita tahu tahun ini tahun politik, gesekan pasti akan ada, mari kita kuatkan di jajaran masing-masing, jangan diperkeruh, sehingga gesekan akan kita bisa meminimalisir," pesan dia. Untuk menggenjot partisipasi pemilih Pemilu 2024, Ita meminta KPU Kota Semarang untuk melakukan inovasi dan kerja sama dengan instansi terkait agar informasi kepemiluan dapat diterima oleh masyarakat luas.  "KPU gunakan inovasi dalam menyuarakan pemilu ini, kerja sama dengan banyak pihak agar banyak masyarakat bisa hadir di TPS," tambah Ita. Pada pemaparan materi dapil, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Teknis Penyelenggaraan, Heri Abriyanto memperinci regulasi dan Dapil Pemilu 2024 untuk Kota Semarang. Selain partai politik di Kota Semarang, kegiatan itu juga dihadiri oleh LSM, Ormas, Bawaslu, dan Forkompimda Kota Semarang. (tbr/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Rakernis Keuangan KPU Kota Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Keuangan yang membahas penyaluran dana operasional PPK dan PPS bulan Maret 2023, Kamis (16/3). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua, Anggota, serta Sekretaris KPU Kota Semarang dan mengundang seluruh ketua PPK se-Kota Semarang. Untuk memfasilitasi kebutuhan PPK dan PPS, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) meminta PPK yang hadir untuk segera mengisi daftar sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Pengisian tersebut sebagai bahan KPU Kota Semarang untuk melakukan tindak lanjut serta pemetaan kebutuhan, dan koordinasi dengan lembaga terkait. "Segera ya yang belum mengisi link ceklist kebutuhan sarana dan prasarana Badan Adhoc Pemilu 2024, agar Kasubag KUL KPU Kota Semarang dapat segera menindaklanjuti," katanya. Kegiatan rakernis terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama membahas RAB operasional PPK dan PPS bulan Maret 2023.Kemudian juga dilakukan pengecekan kelengkapan data terkait pembukaan rekening BRI bagi PPK dan PPS se Kota Semarang dan kelengkapan sarpras bagi Badan Adhoc Pemilu 2024. Sementara pada sesi kedua membahas panduan teknis pembukuan dan pertanggunggungjawaban badan adhoc sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan KPU Nomor 53 Tahun 2023. (wny/ed. Foto: dnp/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi Pemilu 2024 Perlu Kerjasama Antar Lembaga

Brebes, kota-semarang.kpu.go.id- Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Eni Misdayani menjelaskan kegiatan sosialisasi mengenai Pemilu 2024 perlu melibatkan lembaga lain agar materi lebih luas sebarannya, Rabu (15/3). "Kita perlu berkoordinasi dengan pemerintah di jajaran masing-msing agar pelaksanaan sosialisasi Pemiliu 2024 bisa maksimal dan sinergi," kata Eni. Hal itu dikatakan Eni saat mengisi acara rapat kerja mengenai sosialisasi di kantor KPU Kabupaten Brebes. Hadir dalam kegiatan itu, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah, dan Sekretaris KPU Kota Semarang, Hari Soesilo. Sementara itu Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro mengatakan bahwa sosialisasi tentang Pemilu 2024 merupakan hal yang penting. Selain mengabarkan tahapan pemilu, sosialisasi yang dilakukan oleh KPU dapat menangkal hoaks dan penyebaran informasi yang tidak benar. "Penting kita mengabarkan tahapan pemilu yang sedang dilaksanakan, sehingga masyarakat tahu, mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar," ujar Paulus. Di sela-sela kegiatan rapat kerja, peserta juga mengunjungi pembutik bawang merah di Desa Luwunggragi, Kabupaten Brebes.  Pada momen itu banyak peserta yang bertanya informasi kepemiluan kepada pengrajin, sebagai evaluasi bagaimana respon atas sosialisasi yang dilakukan oleh KPU kepada masyarakat. (tbr/ed. Foto: tbr/KPU Kota Semarang)

Penandatanganan Berita Acara TPS Khusus Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang siapkan TPS Khusus pada Pemilu 2024 mendatang. Untuk itu KPU melakukan penandatanganan berita acara TPS Khusus untuk Pemilu 2024, Rabu (15/3). Kegiatan itu mengundang Badan Kesbangpol Kota Semarang, Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIA Semarang, SMKN Jawa Tengah, Rumah Pelayanan Lanjut Usia Pucang Gading serta disaksikan oleh Bawaslu Kota Semarang. TPS khusus ini dibentuk agar pemilik hak pilih yang berada pada lembaga tersebut bisa menyalurkan suaranya pada Pemilu 2024 mendatang. Selain juga demi meningkatkan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024 yang menjadi prioritas program kerja KPU.   “Penandatanganan berita acara terkait tentang pembentukan tempat khusus pada Pemilu 2024, tentunya merupakan upaya-upaya KPU bersama lembaga terkait, agar mereka bisa bisa menyalurkan hak pilih,” kata Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda). Lebih jelas Nanda mengatakan bahwa KPU sudah mensosialisasikan beberapa kali terkait pelayanan TPS khusus pada lembaga sosial, SMK Jawa Tengah, serta pimpinan perguruan tinggi. “Butuh persiapan dan kerjasama antara KPU dan juga para pimpinan yang mengampu di tempat-tempat khusus tersebut, karena memang tentunya kita tetap harus mempersiapkan data pemilih dan sebagainya agar dapat dipertanggungjawabkan sesuai regulasi,” paparnya. (dr/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Sosialisasi Pelayanan Pindah Memilih dan TPS di Lokasi Khusus Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar Sosialisasi Pelayanan Pindah Memilih dan TPS di Lokasi Khusus pada Pemilu 2024 kepada Perwakilan Perguruan Tinggi di Kota Semarang, Selasa (14/3).  Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua, Anggota, dan Sekretaris KPU Kota Semarang, ini mengundang perwakilan universitas, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di Kota Semarang.  Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom (Nanda) menyampaikan bahwa KPU akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengakomodir hak pilih yang dimiliki masyarakat. Salah satu upaya KPU dalam Pemilu 2024 adalah opsi untuk membuat TPS khusus bagi ribuan pemilih yang ada di lingkungan kampus, terutama bagi pelajar yang jauh dari kampung halamannya. Untuk fasiitasi tersebut, KPU Kota Semarang mengajak universitas yang ada di Kota Semarang saling berkoordinasi dalam pembentukan TPS khusus. "KPU membuat kebijakan tersebut agar mahasiswa dari daerah lain bisa pindah memilih, agar hak pilih warga kampus tidak hilang," kata Nanda.  Terkait hal itu, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ahmad Zaini menjelaskan bahwa pembentukan TPS khusus diserahkan kepada kebijakan kampus. "Apakah nanti akan ada TPS khusus atau tidak kami kembalikan kepada kebijakan masing-masing universitas, tetapi sebagai penyelenggara pemilu, KPU telah memfasilitasi jika akan dibentuk TPS khusus itu," kata Zaini. Zaini melanjutkan, karena hari pemungutan suara dilaksanakan di hari libur atau hari yang diliburkan, ia mendorong kepada perwakilan universitas yang hadir untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk menyalurkan hak pilihnya. "KPU mendorong para pimpinan di perguruan tinggi agar pada tanggal 14 Februari 2024 kegiatan-kegiatan perkuliahan bisa ditiadakan, dan juga pada tanggal 13 dan tanggal 15, sehingga mahasiswa, bisa kembali ke wilayah masing-masing untuk kemudian menyalurkan hak pilihnya," tambahnya. Sebagai gambaran, pada Pemilu 2019 lalu jumlah mahasiswa di Kota Semarang sebanyak 17.000 orang. KPU berharap perguruan tinggi bisa membuat kebijakan yang mengakomodir kalangan mahasiswa dapat menggunakan hak pilihnya. (dr/wrh/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Rakor Evaluasi Verfak Dukungan DPD Tahap Kesatu dan Vermin Perbaikan Dukungan Tahap Kedua

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri rapat koordinasi evaluasi verifikasi faktual (verfak) dukungan bakal calon anggota DPD tahap kesatu dan pelaksanaan verifikasi administrasi (vermin) perbaikan dukungan tahap kedua, Senin (11/3).  Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat KPU Kabupaten Wonosobo itu dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Divisi Hukum dan Pengawasan. Rapat tersebut bertujuan untuk melakukan konsolidasi KPU se-Jawa Tengah dalam menghadapi tahapan pemilu khususnya pencalonan anggota DPD Jawa Tengah. Dalam paparannya, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Muslim Aisha mengatakan, pencalonan merupakan salah satu tahapan pemilu yang krusial karena rawan gugatan. Oleh sebab itu ia meminta KPU kabupaten/kota untuk mempersiapkan tahapan itu dengan baik dan melakukan dokumentasi terhadap kronologis yang terjadi selama tahapan. "Mengingat tahapan pendaftaran ini rawan, kemarin kita baru menyelesaikan gugatan di Bawaslu Jawa Tengah, maka perlu kita simpan dengan baik dokumen-dokumen pencalonan, agar kita siap," kata Muslim. Terkait Vermin perbaikan tahap 2, disampaikan bahwa KPU Kota Semarang memiliki tugas untuk mengecek data sebanyak 93 dukungan atas nama bakal calon Joko Dalmadyo, dan 52 data dukungan atas nama bakal calon Taj Yasin. (tbr/ed. Foto: tbr/KPU Kota Semarang)