Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri acara Rapat Kerja Bidang Logistik Pemilu 2024 yang digelar oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Jumat (31/3).
Selain agenda tersebut, KPU Provinsi Jawa Tengah juga melakukan peluncuran Votecast KPU Provinsi Jawa Tengah serta Virtu RJP (Rumah Joglo pemilu) milik KPU Provinsi Jateng.
KPU Kota Semarang yang hadir diwakili oleh Anggota KPU, Heri Abriyanto dan Novi Maria Ulfah, serta dihadiri juga oleh Sekretaris KPU Kota Semarang, Hari Soesilo.
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Ketua, Anggota Divisi Sosparmas dan Sekretaris KPU se-Jawa Tengah itu, Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah, Paulus Widiyantoro menyampaikan bahwa acara itu bertujuan agar persiapan tahapan logistik pemilu menjadi lebih baik.
"Tentu agar persiapan logistik kita lebih baik pada Pemilu 2024, dan juga menyampaikan inovasi KPU Provinsi Jawa Tengah yaitu, Virtu dan Votecast KPU Provinsi Jateng," kata Paulus.
Mengenai persiapan tahapan logistik, Anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat menyampaikan bahwa persiapan dan pemenuhan kebutuhan logistik dan perlengkapan pungut hitung tetap akan menggunakan Silog.
Ia meminta satker KPU dapat memaksimalkan penggunaan aplikasi tersebut, mengingat aplikasi tersebut sudah digunakakan sejak 2009.
"Silog bukan barang baru, sejak 2009 sudah ada. Pemilu 2024, silog sebagai alat bantu untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya," kata Yulianto.
Yulianto menambahkan Silog akan digunakan KPU sejak tahap perencanaan, pengadaan, proses distribusi, sampai penghapusan logistik.
Dengan adanya Silog, Yulianto berharap aplikasi tersebut dapat meminimalisir human error.
"Silog untuk meminimalisir human error dalam pengelolaan logistik. Maka operator Silog agar bekerja dengan sungguh sungguh," kata Yulianto.
Pada kesempatan yang sama, Paulus juga menyampaikan bahwa KPU Provinsi Jawa Tengah masuk dalam 10 besar Anugerah Tinarbuka yang diinisiasi oleh KIP.
"Banyak inovasi sosialisasi di Jateng. Alhamdulillah, barusan Anugerah Tinarbuka dari KIP menempatkan KPU Jateng masuk 10 besar. Dari 10 penyelenggara hanya dari KPU Jateng dan KPU DIY, sedang yang lain dari Bawaslu. Harapannya KPU Jateng bisa rangking satu", kata Paulus.
Menanggapi hal tersebut, Anggota KPU RI, August Mellaz yang hadir menyampaikan apresiasi kepada KPU kabupaten/kota yang dapat mengusung inovasi sosialisasi meskipun dengan keterbatasan SDM.
Mellaz juga mengapresiasi KPU Jawa Tengah atas peluncuran inovasi konsep sosialisasi kepada masyarakat. Ia berharap inovasi itu mampu mampu merespon dan meningkatkan kualitas dan kuantitas pelibatan publik dalam pemilu.
Terkait Pemilu 2024, pada tahun 2023 ini akan banyak kegiatan sosialisasi KPU kepada masyarakat, untuk itu mengajak satker KPU untuk mensukseskan kegiatan yang telah dirancang.
Menurutnya sosialisasi merupakan tahapan penting agar publik mengetahui tahapan Pemilu 2024 dan produk-produk di dalamnya.
"Nanti acara kirab, KPU Provinsi Jateng akan menerima 5 titik lintasan kirab. Posisi Jateng menjadi sangat penting pada tahap sosialisasi. Agenda terdekat lain bimtek, indeks partisipasi pemilu, relawan demokrasi, optimalisasi media luar ruang," tambah dia.
Mellaz juga meminta satker KPU untuk bekerjasama dengan instansi terkait untuk ikut mensosialisasiakan produk KPU terkait sosialisasi Pemilu 2024.
"Parhumas bisa mengadakan pertemuan antara KPU dengan BUMN/ BUMD untuk sosialisasi agar maskot dan jingle Pemilu 2024 bisa ditampilkan di tempat publik misal stasiun, bandara dan lainnya," kata Mellaz. (nmu/ed. Foto: dok KPU Kota Semarang)