Berita Terkini

Rakor Pemantapan Pelaksanaan Coklit Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri Rapat Koordinasi Pemantapan Pelaksanaan Coklit (pencocokan dan penelitian) Pemilu Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah di Aula Lantai 3 Kantor KPU Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (18/02). Rapat Koordinasi diselenggarakan selama dua hari (17 hingga 18 Februari 2023) menggundang Ketua Divisi Data dan Informasi dan Operator Sidalih dari 35 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Dalam arahannya, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, M. Taufiqqurohman menjelaskan coklit dalam Penyusunan Daftar Pemilih Pemilu Tahun 2024 menggunakan aplikasi mobile e-Coklit sebagai alat bantu dalam pemutakhiran data pemilih. “Pada pelaksanaan Coklit dalam Penyusunan Daftar Pemilih Pemilu Tahun 2024, terdapat hal baru yakni penggunaan aplikasi mobile e-Coklit yang bisa digunakan oleh Pantarlih sebagai alat bantu dalam pemutakhiran data pemilih," kata Taufiq. Terkait Coklit yang dilakukan oleh Pantarlih, Taufiq mengatakan, petugas pantarlih wajib menjaga kerahasiaan informasi data pemilih. "Pantarlih wajib menjaga kerahasiaan informasi daftar pemilih. dan kembali diingatkan bahwa coklit adalah bagian penting dari Penyusunan Daftar Pemilih Pemilu Tahun 2024, maka perlu dikerjakan dengan cermat," ujar Taufiqqurohman. Sementara itu, Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi Jawa Tengah, Henry Wahyono menjelaskan pertemuan ini mencari solusi dan mengumpulkan Daftar Inventaris Masalah Pelaksanaan Coklit Pemilu Tahun 2024. “Rakor ini banyak sekali permasalahan dan pertanyaan mengenai aplikasi e-coklit mobile, serta untuk solusi dan mengumpulkan Daftar Inventaris Masalah Pelaksanaan Coklit Pemilu Tahun 2024," kata Henry.  Dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Pelaksanaan Coklit Pemilu Tahun 2024, Kepala Pusdatin KPU RI Nur Wakit Aliyusron yang hadir langsung, menegaskan terkait data kependudukan yang memang terdapat invalid, akan dikordinasikan di tingkat pusat. "KPU RI rencana akan terus berkordinasi dengan Dirjen Dukcapil untuk mencari solusi mengenai data kependudukan, termasuk keterkaitan dengan kode-kode daerah yang invalid, ke depan akan disampaikan mesalah-masalah tersebut oleh Pusdatin," tandasnya.   Terakhir dalam arahannya Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah Paulus Widiyantoro, mengatakan, dapat disipakan untuk laporan perkembangan coklit yang sudah berjalan di daerah-masing. "Sudah mulai dipersiapkan laporan 10 hari perkembangan/progress Coklit yang dilakukan oleh Pantarlih dimasing-masing daerah dan sekaligus dimanfaatkan untuk evaluasi coklit, serta cepat untuk mencari solusi," jelasnya. (yts/ed. Foto: yts/KPU Kota Semarang)

Video Dukungan Jadi Opsi Terakhir untuk Verfak Bacalon Anggota DPD Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Heri Abriyanto menjelaskan kepada liaison officer (LO) Bakal Calon (Bacalon) Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2024 bahwa video dukungan dapat dilakukan jika dua mekanisme verifikasi faktual (verfak) sudah dilaksanakan sebelumnya, Jumat (17/2). "Video dukungan ini bisa sebagai bukti untuk dilakukan verfak jika yang bersangkutan sebelumnya telah dicoba untuk dilakukan verfak di tempat yang ditentukan, tetapi tidak bisa hadir. Kemudian ketika dicoba untuk di video call, yang bersangkutan juga tidak bisa. Nah opsi video itu baru bisa dilakukan," jelas Heri. Sebelumnya Divisi Teknis Penyelenggaraan tersebut mengatakan, untuk proses verfak dukungan bacalon anggota DPD pada Pemilu 2024 memiliki kemudahan, diantaranya proses verfak tidak harus melalui proses datang dari rumah ke rumah. Hal itu ia jelaskan ketika menjelaskan mekanisme verfak kepada LO pada Rakor Verfak Dukungan Bacalon Anggota DPD di aula Kantor KPU Kota Semarang, yang dihadiri juga oleh Ketua, dan Anggota, Sekretaris serta Kasubbbag Teknis & Hupmas KPU Kota Semarang. Terkait video dukungan, Heri menjelaskan kriteria video itu harus dilakukan oleh pendukung dengan membawa dokumen kependudukan dan mengutarakan dukungan kepada bakal calon. "Jadi video itu direkam dan yang bersangkutan memperlihatkan KTP serta mengatakan secara jelas kalau beliau mendukung bakal calon tertentu," tegas dia. Karena tahapan verfak DPD tidak berlangsung lama, Heri meminta LO dan bacalon untuk segera berkoordinasi dan mengabarkan jadwal kesedian dilakukan proses verfak oleh petugas KPU. Heri berharap, sebelum batas akhir proses verfak, yakni 26 Februari 2023, kegiatan verfak ini telah rampung dilakukan. "Karena waktu kita hanya satu minggu, diharapkan LO segera menyampaikan jadwal kesediaan dilakukan verfak. Jadi jika nanti ada kekurangan-kekurangan, bacalon masih memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki itu," lanjutnya. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

KPU dan Kesbangpol Kota Semarang Bahas Pembiayaan Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menghadiri undangan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang untuk membahas draf rencana awal pembagian pembiayaan yang dibebankan kepada APBD Kota Semarang dan APBD Provinsi Jawa Tengah pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024, Kamis, (16/2). Hadir dalam kegiatan itu Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, dan Bawaslu Kota Semarang. Di ruang rapat Kantor Kesbangpol, Jalan Pemuda Nomor 175 Semarang, Kepala Badan Kesbangpol Sapto Adi Sugihartono menyampaikan tentang Pendanaan Kegiatan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024 yang dibebankan pada APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Semarang. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Semarang (Henry Casandra Gultom) menyampaikan beberapa hal terkait anggaran yang diajukan oleh KPU Kota Semarang dan akan mencermati lagi anggaran yang akan diajukan untuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024, diantarannya perubahan standar makan dan snack, serta anggaran badan adhoc. Nanda menyampaikan, KPU Kota Semarang dalam penganggaran menganut prinsip efisiensi dan efektivitas. Dalam hal belanja atau pengeluaran dilakukan dengan perencanaan yang tepat. Hal itu demi tercapainya pelayanan yang berkualitas, khususnya dalam penyelenggaran Pemilu dan Pemilihan tahun 2024. (rhd/ed. Foto: dok KPU Kota Semarang)

KPU Gelar Peluncuran Kirab Pemilu 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Dalam rangka menyongsong satu tahun menuju hari pemungutan suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar peluncuran Kirab Pemilu Tahun 2024, Rabu (14/02).  Peluncuran Kirab itu dilakukan di 7 daerah secara serentak, dan dapat disaksikan oleh di seluruh KPU se-Indonesia melalui channel YouTube KPU RI. Pada Peluncuran Kirab Pemilu Tahun 2024 ini, KPU mengusung tema "Pemilu Sebagai Sarana Intergrasi Bangsa". Dengan harapan pemilu dapat menyatukan perbedaan pendapat dan pilihan masyarakat Indonesia. Dalam sambutannya di ruang rapat utama gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol Nomor 29 Jakarta, Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari menjelaskan, walaupun pemilu dapat dipandang sebagai persaingan untuk mendapatkan kekuasaan, namun ia berharap para pemilih tidak terlalu larut dalam suasana kontestasi antar calon.  Hasyim juga mengatakan bahwa tahapan pemilu tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa kerja sama yang solid dari seluruh pihak, baik penyelenggara pemilu di tingkat pusat maupun daerah, ataupun pihak lain yang terlibat dalam pelaksanan pemilu. "Diharapkan pemilu harus dijalankan dengan kerjasama dan soliditas, secara internal KPU juga harus dapat menjaga integritas, demokratis, damai, aman dan tertib," pesan Hasyim. Selain menyambut Pemilu 2024, kirab yang dilakukan KPU juga bertujuan sebagai sarana sosialisasi dan pendidikan pemilih mengenai parpol yang akan ikut dalam pemilu. Lebih lanjut Hasyim mengatakan, kirab ini juga sebagai sarana untuk memeriahkan tahapan pemilu dan meningkatkan keingintahuan masyarakat terhadap Pemilu 2024. Pasca membuka acara kirab, Hasyim membacakan deklarasi Pemilu Tahun 2024 yang diikuti oleh seluruh peserta kegiatan, baik yang hadir secara langsung maupun daring, dengan tujuan seluruh pihak yang terlibat dalam proses Pemilu 2024 dapat menjaga pelaksanaan tahapan agar berjalan dengan baik, bermartabat, dan demokratis. (mir/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

Proses Verfak Bacalon Anggota DPD Dapat Dilakukan di Kantor PPS

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Divisi Teknis Penyelenggaraan, Heri Abriyanto mengatakan, proses verifikasi faktual (verfak) dukungan bakal calon (bacalon) anggota DPD untuk Pemilu 2024 dapat dilakukan di kantor Panitia Pemungutan Suara (PPS), Senin (13/2). "Jadi bisa 2 cara, bisa door to door oleh petugas verfak, atau bisa juga meminta LO (liaison officer/petugas penghubung bacalon) untuk mengumpulkan pendukung di kantor PPS atau bisa juga di tempat lain yang disepakati," kata Heri. Heri menjelaskan, mekanisme ini sedikit berbeda dengan proses Verfak Keanggotaan Parpol Pemilu 2024 yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh KPU. "Berbeda sedikit dengan verfak parpol, kalau keanggotaan parpol secara door to door dahulu, jika tidak bisa baru dikumpulkan di kantor parpol. Jika DPD ini, bisa disepakati, apakah mau door to door, atau di kantor PPS, atau bisa juga di tempat lain yang telah disepakati," paparnya. Jika pada proses tersebut ada pendukung yang berhalangan hadir atau tidak dapat ditemui, LO bacalon dapat mengumpulkan video pernyataan dukungan terhadap bacalon. Heri menjelaskan, video tersebut dapat dikirim hingga batas waktu yang telah disepakati, yakni pada Hari Minggu, tanggal 26 Februari 2023. "Bisa juga mengirim video, batasnya sampai tanggal 26 Februari 2023. Kita sudah sepakat sampai 16.00 WIB. Tapi ini bukan harga mati ya, jadi jika memang diperlukan bisa menambah waktu," jelasnya. Batas waktu tersebut disepakati oleh KPU Kota Semarang dengan LO bacalon yang hadir karena video dukungan tersebut harus diverifikasi bersama-sama, selain itu KPU juga harus mempersiapkan dokumen untuk proses Silon (Sistem Informasi Pencalonan DPD). "Jika dikirim 23.59 WIB kita tidak ada waktu melihat bersama antara KPU, Bawaslu Kota Semarang dan LO, jadi waktu habis. Karena KPU juga ada dokumen-dokumen yang harus kita persiapkan," jelas Heri. Hal tersebut dijelaskan oleh Heri pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Verifikasi Faktual (Verfak) Dukungan Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Pemilu Serentak 2024 yang digelar di aula Kantor KPU Kota Semarang, Jalan Pemuda NOmor 175. Hadir dalam kegiatan itu anggota KPU Kota Semarang, Bawaslu Kota Semarang serta LO bacalon anggota DPD untuk Pemilu 2024. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

Pantarlih Pemilu 2024 se Kota Semarang Gelar Coklit Serentak

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id- Seluruh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 di Kota Semarang serentak melakukan proses pencocokan dan penelitian (coklit) secara door to door ke kediaman warga dan tokoh masyarakat/pemerintahan Kota Semarang, Minggu (12/2). Coklit tersebut dilakukan pasca seluruh pantarlih dilantik, dan mendapatkan materi bimbingan teknis (bimtek) coklit serta penyusunan daftar pemilih oleh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS). Selain melantik dan memberikan materi coklit, PPS di masing-masing kelurahan juga menggelar apel kesiapan pantarlih sebelum melaksanakan tugas perdananya. Dari hasil monitoring Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, pada hari Minggu 12 Februari 2023, seluruh pantarlih di Kota Semarang dapat menyelesaikan tugas untuk melakukan coklit kepada minimal lima keluarga warga Kota Semarang. Pantarlih Kota Semarang juga dapat melakukan coklit kepada beberapa tokoh pemerintahan dan masyarakat yang merupakan warga Kota Semarang, diantaranya Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari, Kepala LKPP RI, Hendrar Prihadi, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Anggota DKPP TPD Jawa Tengah, Mohamad Hakim Junaidi, Anggota KPU Provinsi Jawa Tengah, Henry Wahyono, Ketua MUI Jawa Tengah, Ahmad Daroji, Pimpinan Ponpes Assalafy Al-Asror Gunungpati, KH. Almamnuhin Kholid, serta Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU Kota Semarang. Saat melakukan proses coklit kepada tokoh-tokoh tersebut pantarlih didampingi oleh Ketua dan Anggota, Sekretaris KPU Kota Semarang, dan perwakilan PPK dan PPS di masing-masing wilayah.  Untuk proses coklit, Pantarlih Pemilu 2024 untuk Kota Semarang masih akan melaksanakan tugas hingga 14 Maret 2024. Tidak hanya melakukan tugas coklit, Pantarlih tersebut juga akan membantu PPS dan PPK Kota Semarang untuk menyusun daftar pemilih untuk Pemilu 2024. (rap/ed. Foto: dok KPU Kota Semarang)