Tahapan Pemilu Semakin Dekat, KPU Lakukan Evaluasi pada Kelurahan Partisipasi Rendah
#TemanPemilih Jelang pelaksanaan tahapan pemilihan umum serentak tahun 2024, KPU Kota Semarang semakin giat melakukan sosialisasi. Juni 2022 ini, KPU menyasar 8 kelurahan pada 8 kecamatan yang masuk kategori partisipasi rendah. Hal tersebut disampaikan oleh Henry Casandra Gultom saat membuka rapat koordinasi persiapan sosialisasi evaluasi pada kelurahan dengan partisipasi rendah pada Pemilihan Walikota Dan Wakil Walikota Semarang tahun 2020.
Rapat koordinasi berlangsung secara daring, mengundang 8 kelurahan, kecamatan dan stake holder terkait Rabu (18/5).
Tampak hadir, Ketua KPU Kota Semarang dan Anggota KPU Kota Semarang, perwakilan dari kecamatan Semarang Tengah, lurah atau perwakilan dari kelurahan Kauman, Kebon Agung, Gebangsari, Gayamsari, Randugarut dan undangan lain.
“KPU terus melakukan evaluasi dan mitigasi terhadap permasalahan yang menjadi penyebab masih rendahnya partisipasi pada kelurahan tertentu. Harapannya bisa meningkatkan partisipasi dan menemukan solusi pada permasalahan yang ada, sehingga pemilu 2024 ada peningkatan angka partisipan” tegas Nanda Gultom.
Novi Maria Ulfah (Anggota KPU divisi sosialisasi dan partisipasi masyarakat) mengatakan bahwa evaluasi yang dilakukan pada 8 kelurahan adalah bagian dari sukses pelaksanaan tahapan pemilu serentak tahun 2024.
“Salah satu yang perlu dipersiapkan dalam waktu dekat adalah sebentar lagi KPU akan melaksanakan tahapan pendaftaran partai politik calon peserta pemilu tahun 2024 dan pembentukan badan ad hock dengan masa kerja lebih dari satu tahun, butuh sosialisasi yang matang” katanya.
Perwakilan dari kelurahan mengatakan bahwa sosialisasi bisa dilaksanakan sesuai jadwal. Beberapa kelurahan perlu menyesuaikan waktu dan merubah jadwal sosialisasi pada malam hari menyesuaikan dengan calon peserta yang memiliki waktu lebih banyak pada malam hari.
Tiga kelurahan menyesuaikan waktu pelaksanaan pada malam hari diantaranya adalah kelurahan Randugarut Kebonagung, dan Gebangsari.
Sosialisasi di kelurahan mengundang penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat, tokoh agama, karang taruna, penggerak PKK, dan penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu.
Beberapa kelurahan mengatakan penyebab partisipasi rendah karena ada daftar pemilih yang masih beralamat dan ber KTP di wilayah kelurahan, namun sudah berdomisili di daerah lain.
Dari sosialisasi ini, diharapkan pemilu 2024 tingkat partisipasi masyarakat meningkat dan pemilu berlangsung sukses lancar dan aman.