Berita Terkini

KPU Kota Semarang Gelar launching Tahapan Pemilu 2024

KPU Kota Semarang Gelar launching Tahapan Pemilu 2024 #TemanPemilih Membangun sinergi yang solid untuk bersama mensukseskan pemilu, yang tidak hanya luber jurdil tapi juga bermanfaat bagi Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah. Demikian disampaikan Henry Casandra Gultom (Ketua KPU Kota Semarang) ketika memberikan sambutan selamat datang kepada Hevearita Gunaryanti Rahayu (Wakil Walikota Semarang), Izwar Aminudin (Sekretaris Daerah), Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Perwakilan Forkompimda Kota Semarang, Bawaslu, Undangan dan Media Massa. Acara launching dan nonton bareng launching tahapan Pemilu berlangsung di Ruang Astoria Dafam Hotel Semarang, Selasa 14 Juni 2022. Nanda Gultom mengatakan bahwa KPU menggelar acara launching dengan nonton bersama menyaksikan launching tahapan KPU RI. Sesuai intruksi KPU RI, acara launching dihadiri forkompimda dan KPU serta penyelenggara pemilu. Pelaksanaan tahapan yang baik dan suksesnya pemilu 2024 adalah sumbangsih dari KPU Kota Semarang dan Kita semua untuk kemajuan Bangsa Indonesia. “Saling mengisi, melengkapi dan memberikan manfaat demi kemajuan Kota Semarang dan umumnya Bangsa Indonesia”. Pemilu bisa berjalan lancar aman sukses sehat agar memberikan manfaat pada bangsa dan negara Indonesia. Melalui kanal Youtube KPU RI, Hasyim Asyari menyampaikan bahwa Azas KPU Selain Luberjurdil juga dilaksanakan secara regular setiap 5 tahun. Pemilu adalah musyawarah besar bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia.  “Pemilu adanya tiga elemen dasar yaitu Peserta pemilu, pemilih dan proses mengekspresikan pemilu” Selasa 14 Juni 2022 tepat 20 bulan sebelum hari pemungutan suara, sesuai mandat undang-undang hari ini adalah dimulainya tahapan pemilu 2024, KPU butuh dukungan dari elemen bangsa demi mensukseskannya.  Hasyim Asyari menegaskan bahwa KPU harus selalu tersenyum karena melayani adalah dengan senyum sebagai parameter pelayanan.  Acara ditutup dengan foto bersama KPU dengan wakil walikota dan seluruh hadirin. Serta membangun soliditas antara komisioner dengan sekretariat KPU Kota Semarang.

Kebonagung Siap Sukseskan Pemilu Serentak 2024

Kebonagung Siap Sukseskan Pemilu Serentak 2024 #TemanPemilih Dukungan dan kesiapan masyarakat menggelar pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 ditunjukan oleh tokoh masyarakat dan pemerintah kelurahan Kebonagung Semarang Timur. Hal tersebut disampaikan dalam forum evaluasi pendidikan pemilih untuk wilayah dengan tingkat partisipasi pemilih rendah  di kota Semarang dalam pemilihan walikota dan wakil walikota Semarang tahun 2020. Acara berlangsung di lantai 3 Kantor Kelurahan Kebonagung, Senin (13/6).  Dihadiri Lurah Kebonagung, LPMK, Tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, serta penyelenggara pemilu di Kebonagung. Narasumber adalah Henry Casandra Gultom (Ketua KPU Kota Semarang) dan Muhammad Amin (Ketua Bawaslu Kota Semarang) dan moderator yaitu Hari Soesilo (Sekretaris KPU Kota Semarang). Henry Casandra Gultom ( Ketua KPU Kota Semarang) pada sambutannya menyampaikan bahwa KPU melakukan evaluasi dan sosialisasi pada daerah dengan tingkat partisipasi rendah itu untuk mengetahui masalah yang ada di kebonagung dan jalan keluarnya.  "Ibu bapak tokoh masyarakat, bisa mengajak warga untuk berpartisipasi, dalam rangka untuk mengawal nasib kota Semarang kedepan. Khususnya dalam memilih pemimpin Kota Semarang.Nanda Gutom menyebutkan potensi masalah yang muncul mengapa angka partisipasi rendah adalah adanya warga yang tinggal di kelurahan Kebonagung namun bukan penduduk asli atau memiliki KTP dan KK di kebonagung namun tidak tinggal alamat yang tertera KK dan KTP. Masalah lain adalah minimnya informasi, adanya pandemi covid 19, minimnya sosialisasi dan edukasi masyarakat, pengalaman buruk terhadap pemilihan sebelumnya, atau pikiran apolitis yang menganggap pemilihan itu tidak penting. Lebih terang Nanda menegaskan bahwa Indonesia akan mencatatkan sejarah dunia bahwa akan menjalani dua jenis pemilihan di tahun yang sama yaitu pemilu lima kotak dan pemilihan kepala daerah. "Jika kita bersama dan bergandengan tangan, siap lahir batin menggelar pemilu 2024 kami yakinkan bahwa angka partisipasi di kebonagung bisa meningkat bahkan mencapai 80 %" Saat Nanda Gutom bertanya apakah Ibu bapak sebagai tokoh masyarakat Kebonagung siap mensukseskan pemilu dan pemilihan serantak tahun 2024, hadirin menjawab "Siap"   Bentuk partisipasi yang bisa dilakukan adalah dengan melaporkan apabila ada warga di sekitar yang meninggal, baru berusia 17;tahun, pindah domisili, atau baru masuk TNI atau Polri atau baru pensiun, bisa melaporkan kepada KPU. Senada, M Amin (Ketua Bawaslu Kota Semarang)  Menyampaikan bahwa kedaulatan di tangan rakyat dan dilaksanakan dalam pemilihan umum. Salah satu bentuk rakyat berdaulat adalah menjadi pemilih atau partisipasi pemilu yang diselenggarakan oleh KPU Bawaslu dan DKPP. Amin menyampaikan bahwa mensukseskan pemilu adalah tugas kita bersama sebagai tokoh masyarakat, RT RW, LPMK. Tokoh masyarakat, tokoh agama turut mensukseskan. Jumlah penduduk di Kebonagung menurut Subianto (Lurah Kebonagung) berjumlah sekitar 3500 orang dan itu angka besar yang butuh sosialisasi khusus untuk mensukseskan pemilu.  Pada Pilwakot 2020 Kebonagung terdiri atas 10 TPS dan partisipasi 59,76 % masih dibawah angka partisipasi Kota Semarang yaitu 68, 2 %.  "Semangat untuk mensukseskan ini sangat membutuhkan peran besar kita semua dalam bentuk partisipasi menjadi pemilih, sosialisasi, menjadi penyelenggara pemilu, menjadi peserta pemilu, bekerjasama dengan pemerintah dan parlemen semua bertujuan mensukseskan pemilu dan pemilihan 2024. M Amin menilai mengapa terjadi partisipasi rendah karena adanya masyarakat yang memiliki kesadaran rendah akan hak politik dan pemilu, belum terdaftar di Daftar pemilih, tidak mendapatkan undangan memilih, bekerja di luar kota, pindah alamat atau sakit. Sesi diskusi beberapa hal yang mencuat adalah soal penyelenggara terkait regulasi syarat menjadi penyelenggara, kerja keras RT dan RW agar mendapatkan apresiasi dalam bentuk insentif, kiat agar warga tertarik mencoblos dan honor bagi penyelenggara mengingat kerja keras penyelenggaraan yang begitu berat. Sesi terakhir moderator Hari Soesilo mengajak untuk menyatakan siap mensukseskan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024, disambut teriakan "siap" oleh peserta .

Teknik Penyusunan Konsideran Regulasi Pemilu Serentak 2024

Teknik Penyusunan Konsideran Regulasi Pemilu Serentak 2024 #TemanPemilih Demi menyusun peraturan  KPU dan penulisan regulasi pemilu dan pemilihan serentak 2024, KPU Kota Semarang mengikuti Bimbingan Teknis Legal Drafter Penyusunan Peraturan dan Keputusan KPU. Hadir saat itu, Suyanto (Anggota KPU Kota Semarang) Riza Setiawan (Kasubag Hukum) dan Staf Divisi Hukum Sekretariat KPU Kota Semarang. Kiki Rizkaningsih (Kasubag Hukum KPU Jawa Tengah) Moderator pada kegiatan  yang berlangsung melalui zoom meeting dan ditayangkan melalui kanal youtube JDIH KPU Provinsi Jawa Tengah. Peserta adalah Komisioner divisi hukum dan pengawasan KPU Se Jawa tengah, Kasubag Hukum dan pengawasan dan staf KPU Kabupaten Kota Se-Jawa Tengah. Narasumber hadir dari Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah Nugraha Aditya Kristanto, fungsional perancang peraturan perundang-undangan muda  Konsideran merupakan awal dari pokok pikiran atau landasan dari penyusunan regulasi. Ini sangat penting dan banyak informasi mengingat hari ini 14 Juni 2022 KPU RI akan melaunching tahapan pemilu serentak 2024. Sesuai ketentuan  PKPU No 3 tahun 2022 tentang tahapan dan jadwal penyelenggaraan pemilu tahun 2024. Konsideran adalah awalan sebuah peraturan pada halaman pertama peraturan awalan pembukaan, sesuai dengan UU 12/2011 angka 17 sampai 27 lampiran 2. Ciri konsideran biasanya diawali dengan menimbang, memuat uraian singkat mengenai pokok pikiran yang menjadi pertimbangan dan alasan pembentukan perundang-undangan. Muatan konsideran yaitu pokok peraturan perundang-undangan memuat unsur filosofis, sosiologis, dan yuridis yang menjadi pertimbangan dan alasan dibentuknya peraturan tersebut yang penulisannya ditempatkan secara berurutan dari filosofis, sosiologis, dan yuridis. Unsur filosofis biasanya kata kuncinya pancasila, cita-cita bangsa dan negara, unsur sosiologis kata kuncinya masyarakat, rakyat, kepentingan umum, unsur yuridis kata kuncinya peraturan perundang-undangan , kepastian hukum. Aditya Nugraha menyebut konsideran dalam tata bahasa peraturan KPU sudah memadai dalam peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2021 tentang tata naskah dinas KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten /Kota. Nugraha menjelaskan bagaimana urutan dalam menulis konsideran ditingkat provinsi dan kabupaten kota, bahwa di dalam menulis peraturan KPU, konsideran maka cukup menyebut pasal jika perintah langsung, jika bukan perintah langsung cukup menulis undang-undang. Di dalam menulis cukup menuliskan aturan yuridis yang paling tinggi, tidak perlu menulis semuanya. Semoga setelah bimbingan teknis yang dilakukan, kemampuan dalam membuat satu produk undang-undang staf sekretariat KPU Kota Semarang semakin baik.

Digitalisasi dan Akses Data Pemilu

Digitalisasi dan Akses Data Pemilu Rapat koordinasi proses digitalisasi data pemilu dilakukan pada hari Senin, 13 Juni 2022. Hadir kala itu Hari Soesilo (Sekretaris KPU Kota Semarang), Staf Divisi Hukum KPU Provinsi Jawa Tengah, jajaran Kasubag Sekretariat KPU Kota Semarang, Divisi TPH KPU Kota Semarang, Perwakilan dari Diskominfo, Disdukcapil, dan Kesbangpol Kota Semarang. Harsoes (sapaan akrab sekretaris KPU Kota Semarang) mengatakan bahwa digitalisasi data pemilu untuk mempermudah akses data oleh masyarakat umum dan khususnya partai politik.  “Agenda hari ini untuk komunikasi, koordinasi, konsolidasai agar kerjasama semakin baik dalam menyiapkan data-data yang terkait kepemiluan dan tahapan penyelengaraan pemilu di KPU Kota Semarang, termasuk didalamnya adalah program dan anggaran” Digitalisasi menurut Harsoes, akan mempermudah pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan data KPU terkait hasil pemilihan maupun tahapan. Keterbukaan data ini menjadi penting agar semua masyarakat mudah mengakses data dan semua terlayani dengan cepat dan tepat. Tobirin (kasubag TPH) mempresentasikan tayangan website KPU. Peserta rapat diminta untuk memberikan tanggapan dan saran untuk tayangan website KPU Kota Semarang. Perwakilan dari Diskominfo memberikan saran untuk menu-menu tampilan agar semakin simple, sederhana dan mudah diakses oleh pembaca. Beberapa hal yang diminta dalam penyusunan menu website, antara lain menu hasil pemilu agar dikelompokan menurut tahun pemilu dan hasil  pemilihan yaitu Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Panggung Lor dan Pemilihan Serentak 2024

Panggung Lor dan Pemilihan Serentak 2024   #TemanPemilih Demi meningkatkan angka partisipasi dalam pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024, KPU Kota Semarang mengemas acara Evaluasi Pendidikan Pemilih untuk wilayah dengan tingkat partisipasi rendah di Kota Semarang dalam pemilihan walikota dan wakil walikota semarang tahun 2020. Dilaksanakan  Kamis 9 Juni 2022 di Kelurahan Panggung Lor Kecamatan Semarang Utara. Hadir pada acara yang berlangsung di aula Kelurahan Panggung Lor, Novi Maria Ulfah (Anggota KPU Kota Semarang) Naya Amin (Anggota Bawaslu Kota Semarang) Trisno Nunung Iriantoro (Lurah)Tokoh Masyarakat, LPMK, Tokoh Pemuda, Karang Taruna, PKK dan Staf Sekretariat KPU Kota Semarang. Trisno Nunung, Lurah Panggung Lor pada sambutannya mengapresiasi kegiatan evaluasi pendidikan pemilih dan meminta peserta yang hadir agar dapat berdiskusi dengan narasumber sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilu selanjutnya.  “Terimakasih kepada hadirin atas acara yang diselenggarakan ini, mohon bisa berdiskusi dengan narasumber agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat panggung lor dalam pemilu serentak 2024 mendatang” katanya. Trisno menambahkan bahwa angka partisipasi di Panggung Lor biasanya tinggi, namun dalam Pilwakot 2020 terbilang rendah. Tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda bisa berdiskusi dengan narasumber untuk menemukan solusi agar dalam pemilu serentak tahun 2024 bisa meningkatkan angka partisipasinya. Novi Maria Ulfah mewakili ketua KPU Kota Semarang, membuka acara. Pada sambutannya mengatakan bahwa agenda bersama tokoh  masyarakat Panggung Lor merupakan  Silaturahmi yang dikemas dalam evaluasi dan  diskusi agar kedepan angka partisipasi di Kelurahan Panggung Lor maupun di Kota Semarang semakin meningkat dan lebih baik lagi.  Dalam evaluasi yang dilaksanakan, mengemuka beberapa permasalahan yang menyebabkan angka partisipasi di Panggung Lor terbilang terendah dibandingkan kelurahan lain se-kecamatan Semarang Utara.  Diantaranya karena pandemi covid 19, adanya sikap acuh dari anggota masyarakat serta ketidaksadaran politik dan arti penting pemilu, data pemilih dimana ada anggota masyarakat yang terdata penduduk Panggung Lor namun domisili di daerah lain. Masalah lainnya yaitu banyak warga Panggung Lor  bekerja di luar kota semarang dan itu menambah daftar ketidak hadiran di TPS, Novi Maria Ulfah berharap tokoh masyarakat Panggung Lor bisa semangat mensosialisasikan pemilihan serentak tahun 2024 14 Februari 2024 dan 27 Nopember 2024 supaya bisa meningkatkan partisipasi. “Harapannya bisa meningkat 70 % atau 75 % dan itu bisa diraih dengan kerja keras dan semangat dari tokoh masyarakat Panggung Lor melaksanakan sosialisasi dan Pendidikan pemilih” katanya. Novi menegaskan bahwa pendidikan pemilih dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pasal 242 undang-undang no 7 tahun 2017 yaitu melaksanakan pendidikan politik bagi pemilih untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan. KPU Kota Semarang, menurut Novi, terus berupaya memberikan informasi terkait tahapan pemilu 2024. Masyarakat bisa mengakses informasi melalui website dan media sosial KPU Kota Semarang. Diharapkan tokoh masyarakat secara masif bisa mensosialisasikan informasi kepemiluan dari KPU Kota Semarang.

Sosialisasi Dini Untuk Tingkatkan Angka Partisipasi

Sosialisasi Dini Untuk Tingkatkan Angka Partisipasi #TemanPemilih Sosialisasi pemilu lebih awal, harapannya bisa meningkatkan partisipasi kehadiran warga di Tempat Pemungutan Suara/TPS pada Pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024. Hal tersebut disampaikan oleh Suyanto (Anggota KPU Kota Semarang) saat memberikan materi sosialisasi kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, penyelenggara pemilu, LPMK, PKK dan pemerintah kelurahan kauman Kecamatan Semarang Tengah. Sosialisasi yang dimaksudkan dalam bentuk Evaluasi Pendidikan Pemilih Untuk Wilayah Dengan Tingkat Partisipasi Rendah di Kota Semarang dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Semarang tahun 2020. Berlangsung di Aula Kelurahan Kauman Selasa (7/6). Suyanto menyampaikan bahwa partisipasi warga Kota Semarang, khusus Kecamatan Semarang Tengah, tertinggi untuk kelurahan Purwodinatan (71%) terendah Kelurahan Kauman  54,28%. Maka tugas untuk mensosialisasikan pemilihan  umum dan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2024 menjadi tugas bersama. “Mari kita sosialisasikan pemilihan umum tahun 2024 yang digelar pada 14 Februari 2024 dan 27 November 2024 (Pilkada serentak) agar partisipasi di Kelurahan Kauman semakin meningkat. Mengingat hal tersebut menjadi tanggung jawab kita semua sebagai tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan dan mengajak warga menggunakan hak pilih” Arif Rahman (Anggota Bawaslu Kota Semarang) narasumber kedua, menyampaikan bahwa pada pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024 peran Bawaslu adalah melaksanakan pengawasan partisipatif, mencegah terjadinya politik uang pada pelaksanaan pemilihan. “Bawaslu mengawasi pemilu melakukan pengawasan terhadap netralitas ASN dalam pemilihan dan bentuk pengawasan lain demi terciptanya pemilu yang luberjurdil” tegas Arif. Pada Sesi diskusi, beberapa tokoh masyarakat menyanyakan bagaimana mekanisme partai politik menjadi peserta pemilu sehingga membuat tiap pelaksanaan pemilu, partai selalu bertambah banyak. Hal lain adalah bagaimana pemilihan kepada daerah di Kota Semarang khususnya walikota agar tidak terjadi calon tunggal sehingga Pilwakot lebih dinamis.

🔊 Putar Suara