Berita Terkini

Direktur SPD Sebut Konten Edukasi Politik Sukar Keluar Dari Echo Chamber, Butuh Kolaborasi Lintas Lembaga

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), Erik Kurniawan mengatakan, konten edukasi yang dibuat oleh penyelenggara pemilu sulit menembus echo chamber-nya karena ada algoritma platform media sosial. Hal itu membuat konten edukasi kalah pamor ketimbang unggahan yang diproduksi oleh para influencer, Kamis (31/10). Erik mengatakan, ada upaya yang bisa dilakukan oleh penyelenggara pemilu agar konten edukasi tersebut bisa diterima oleh lebih banyak warganet, yakni melalui pemberdayaan dan kolaborasi antar lembaga. "Sehebat apapun konten kita, kita tidak bisa lepas oleh algoritma medsos, maka tidak akan keluar dari echo chamber-nya, ya kalaupun sudah baik, yang lihat ya itu-itu saja, tetap kita kalah dengan influencer," kata Erik. "Maka perlu upaya pemberdayaan, dan kolaborasi, lintas lembaga, organisasi, dan influencer itu juga," sambungnya. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber kegiatan Rapat Koordinasi Mitigasi Permasalahan Tahapan Kampanye Pilwakot Semarang Tahun 2024 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang di Hotel Patra Jasa. Erik melanjutkan, pada tahapan kampanye, media sosial menjadi salah satu alat yang digunakan oleh peserta pilkada dalam penyampaian visi, misi dan program.  Karena aktivitas masyarakat Indonesia di dunia maya cukup tinggi, lebih dari 70 persen populasi masyarakat menggunakan internet, dengan intensitas penggunaan dalam sehari lebih dari tiga jam maka dibutuhkan upaya untuk memberikan informasi yang benar dan mencerahkan. Selain berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memproduksi konten edukatif, ia juga menjelaskan penyelenggara pemilu perlu membuat mekanisme untuk memonitor penyebaran informasi hoaks dan kampanye negatif. "Ada beberapa cara untuk memonitor penyebaran kampanye negatif, yaitu pembentukan tim khusus multipihak untuk pengawasan, aktivitas monitoring penyebaran hoaks kampanye negatif dan lain sebagainya," kata Erik. Mengenai konten-konten informasi hoaks dan kampanye negatif, Erik mengatakan ada dua hal yang bisa dilakukan oleh warganet untuk mengantisipasi penyebarannya, yakni dengan mengetahui potensi pelanggaran di ranah siber dan imbauan. "Jadi kalau ada konten yang mempertanyakan NKRI, sara, hasutan dan ancaman, penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian jangan diikuti. Pastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi, bijak dalam bermedsos, saring sebelum sharing, dan juga laporkan dugaan pelanggaran," papar Erik. Selain Erik, rakor mitigasi permasalahan kampanye tersebut juga mengundang Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman sebagai narasumber, Polrestabes, Satpol PP, Badan Kesbangpol, LO paslon, partai politik tingkat Kota Semarang dan PPK. Hadir pada kegiatan tersebut Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini dan Anggota KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom dan Novi Maria Ulfah. (rap/ed. Foto: div/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Perbolehkan Paslon Membawa Catatan Saat Debat Publik

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Debat Publik Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang memperbolehkan paslon membawa catatan untuk pendalaman visi, misi dan program yang disampaikan, Kamis (31/10). Hal tersebut dijelaskan oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosparmas dan SDM, Novi Maria Ulfah saat menjelaskan mekanisme pelaksanaan debat publik. "Boleh membawa catatan atau dummy program andalan yang ada dalam visi, misi dan program dari masing-masing paslon," kata Novi. Pada rakor yang dihadiri oleh tim perumus, tim panelis debat pertama, LO paslon/tim pengusung, polrestabes, dishub, dan pihak terkait lainnya, Novi juga menjelaskan bahwa pelaksanaan debat terbuka paslon Pilwakot Semarang 2024 akan berlangsung selama 120 menit. "Nanti pelaksanaan debat berlangsung selama 120 menit dimulai pukul 19.00 WIB dan terbagi menjadi enam segmen debat," tambah Novi. Sementara itu dalam sambutan pembukaannya, Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini menjelaskan bahwa rakor tersebut digelar untuk membahas detil-detil pelaksanaan debat agar pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan berimbang. "Tujuannya untuk membahas tuntas perihal detil-detil pelaksanaan debat agar memenuhi unsur adil, berimbang dan non partisan serta profesional," kata Zaini. Ia menghimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga pelaksanaan debat publik agar masyarakat mendapat manfaat penuh dari pelaksanaan kegiatan tersebut. "Mohon kita jaga bersama pelaksanaan debat ini agar tujuan awalnya yakni memberikan pemahaman yang mendalam tentang visi dan misi serta program paslon kepada masyarakat itu bisa tersampaikan," papar Zaini. Disampaikan oleh tim penyiaran, mengenai soal-soal yang akan diberikan oleh paslon, nantinya akan ada 10 pertanyaan seputar tema ekonomi, infrastruktur, dan ketahanan Kota Semarang. Pelaksanaan debat publik perdana tersebut akan digelar oleh KPU Kota Semarang pada hari Jumat, 1 November 2024 di MG Setos Hotel. Selain disiarkan melalui statiun TV nasional, pelaksanaan debat Paslon Walikota dan Wakil Walikota Semarang 2024 tersebut juga akan ditayangkan secara langsung melalui channel Youtube KPU Kota Semarang. (rap/ed. Foto: div/KPU Kota Semarang)

Warek USM Sebut Sosialisasi Pilkada 2024 Lewat Nobar Film Tepatilah Janji Menjadi Momen Istimewa

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan) Universitas Semarang (USM) Dr. Muhammad Junaidi, S.HI.,M.H. sebut sosialisasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melalui nonton bareng (nobar) film Tepatilah Janji menjadi momen yang istimewa bagi mahasiswa dan mahasiswi kampus tersebut, Senin (28/10). Pasalnya, USM menjadi lokasi kedua penayangan film garapan sutradara Garin Nugroho di Kota Semarang untuk menyosialisasikan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024. "Hari ini menjadi momen yang istimewa, teman-teman mahasiswa juga banyak yang tersenyum, dan pakai kaos yang seragam. Event ini sebagai sarana sosialisasi KPU tentang pilkada memang perlu dan tepat, karena USM memiliki banyak mahasiswa dari berbagai daerah," kata Junaidi. Momen nobar yang dilangsungkan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah pemuda ke-96 tersebut, kata Junaidi dikemas menarik oleh KPU Kota Semarang. Ia juga mengatakan, tema pilkada dapat lebih mudah diterima oleh mahasiswa melalui sketsa yang ditampilkan dalam film tersebut. "Nobar kita setting seperti teater di tempat kita (Auditorium USM) menarik juga jadinya ya. Yang pasti tema film ini sangat berhubungan dengan pilkada dan teman-teman bisa belajar banyak," sambung dia. Mengenai tema film yang erat dengan pelaksanaan pilkada, Junaidi mengajak ratusan mahasiswa dan mahasiswi yang hadir untuk mengawal visi-misi dan program paslon agar saat terpilih bisa menepati janji-janji yang dikampanyekan. "Nah nanti akan ada gambaran bahwa janji di saat pilkada itu banyak. Mereka akan menyampaikan janji-janjinya. Apakah nantinya akan direalisasikan apabila terpilih sebagai kepala daerah? adik-adik harus banyak menelaah apakah visi dan janji itu linier dengan pelaksanaan tugasnya apa tidak," papar Junaidi. Junaidi secara khusus mengajak mahasiswa USM untuk menggunakan hak pilihnya di Hari Rabu, 27 November 2024 dan menjaga kerukunan warga untuk mewujudkan Pilkada 2024 yang baik proses dan hasilnya. "Saya berpesan gunakan hak pilih teman-teman, berbeda pilihan wajar maka tetap jaga persatuan dan menjaga pelaksanaan pilkada yang baik," tuturnya. (rap/ed. Foto: div/sim/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 dengan penuh khidmat di halaman kantor KPU Kota Semarang, Jalan Dr. Cipto Nomor 115, Senin (28/10).  Upacara dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Rendatin, M.A. Agung Nugroho dan seluruh pegawai sekretariat KPU Kota Semarang. Acara dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda. Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Rendatin, M.A. Agung Nugroho, yang bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 96 Tahun 2024. Sambutan tersebut menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Sumpah Pemuda di tengah masyarakat, terutama generasi muda, sebagai pondasi kuat untuk menghadapi tantangan global yang terus berubah.  Ia juga menegaskan bahwa kesadaran akan persatuan bangsa harus selalu dirawat dan disuarakan agar dapat menjaga keberlanjutan dan eksistensi Indonesia sebagai bangsa yang kuat dan berkarakter. "Nilai-nilai agung yang ditampilkan oleh generasi Sumpah Pemuda 1928 ini harus selalu didengung-dengungkan berkali-kali di setiap waktu untuk menguatkan kesadaran dan karakter bangsa Indonesia, dalam menghadapi pelbagai perubahan situasi dan kondisi yang sangat cepat, yang bisa menjadikan kekuatan bangsa terdegradasi hingga melemahkan daya kekuatan bangsa Indonesia untuk menjaga eksistensi kebangsaan Indonesia secara lestari," ujar Agung. Upacara ditutup dengan doa bersama, menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan Bangun Pemudi Pemuda.  Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU Kota Semarang untuk mengingatkan pentingnya Sumpah Pemuda dalam memperkokoh kebhinekaan dan menguatkan partisipasi mereka dalam demokrasi. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini diharapkan dapat semakin meningkatkan semangat patriotisme, dan kerjasama khususnya menjelang Pilkada, 27 November 2024 mendatang. (rap/ed. Foto: sim/KPU Kota Semarang)

KPU, Tim Perumus, dan Tim Panelis Tetapkan Tiga Tema Debat Paslon Pilwakot Semarang 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang bersama tim perumus serta tim panelis melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk menentukan tiga tema Debat Terbuka Antar Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Semarang Tahun 2024,Jumat (25/10). Dalam paparan yang disampaikan, tiga tema debat yang disampaikan oleh tim perumus antara lain, ekonomi dan infrastruktur dan ketahanan kota (tema debat pertama), tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik (tema debat kedua), dan mengenai pendidikan, kesehatan, dan sosial budaya (tema debat ketiga). Tema tersebut akan dimatangkan sebagai pertanyaan setelah diupdate dengan isu dan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat dan menjadi tantangan bagi pembangunan Kota Semarang. Tema dan konsep yang telah ditetapkan oleh tim perumus tersebut nantinya akan diberikan kepada tim panelis yang bertugas memberikan pertanyaan kepada masing-masing paslon di beberapa segmen debat. Debat publik tersebut, kata Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini akan dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada tanggal 1 November, 8 November, dan 15 November 2024. Pada kegiatan yang berlangsung di Puri Lobby Hotel Ciputra tersebut, masing-masing tim perumus dan tim panelis saling berkoordinasi untuk merumuskan pertanyaan debat terbuka paslon Pilwakot Semarang Tahun 2024. (sil/div/sim/ed. Foto: div/KPU Kota Semarang)

Peringati HSN 2024, KPU Gelar Nobar Tepatilah Janji di Ponpes Bilingual Fadhlul Fadhlan Semarang

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar nonton bareng Film Tepatilah Janji dengan santriwan-santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Bilingual (Bahasa Inggris & Bahasa Arab) Fadhlul Fadhlan Semarang, Selasa (22/10). Usai melaksanakan upacara peringatan HSN 2024, lebih dari 350 santri memadati halaman Ponpes Bilingual Fadhlul Fadhlan untuk bersama-sama menyaksikan film garapan sutradara Garin Nugroho. Pada pembukaan kegiatan, Anggota KPU Kota Semarang, Divisi Sosparmas & SDM, Novi Maria Ulfah mengucapkan HSN 2024 kepada santri Ponpes Bilingual Fadhlul Fadhlan. Ia mengatakan kegiatan nobar dilaksanakan oleh seluruh satker KPU seluruh Indonesia sebagai persembahan KPU dalam menyambut HSN 2024. "Hari ini KPU di seluruh Indonesia serentak memperingati Hari Santri Nasional 2024, dan di Kota Semarang khusus digelar untuk santriwan dan santriwati yang belajar di sini," kata Novi. Novi berharap, film Tepatilah Janji bisa menginspirasi santriwan dan santriwati untuk datang dan menggunakan hak pilihnya di Pilkada 2024. "Semoga dengan film ini bisa memberikan kita pelajaran, inspirasi bagi anak muda dalam proses demokrasi yang baik, dan bisa bermanfaat, serta membawa keberkahan buat kita semua," sambungnya. Ia menambahkan, bagi santri yang sudah memiliki KTP untuk bisa mengecek daftar pemilih online agar mengetahui akan nyoblos di TPS mana. "Lhat di HP kalian bisa, masuk cekdptonline.kpu.go.id nanti masukkan NIK nya nanti akan muncul di TPS berapa, kelurahan mana kecamatan mana," kata Novi. Novi mengajak para santri Ponpes Bilingual Fadhlul Fadhlan untuk menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab. "Selamat memperingati Hari Santri, dan selamat menonton film Tepatilah Janji, jangan lupa 27 November 2024, hari apa? ya betul sudah pada tahu ya, Hari Rabu mulai jam 7 sampai jam 13 gunakan hak pilihnya ya," kata Novi. Kegiatan sosialisasi di Kecamatan Mijen itu juga dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang Divisi Rendatin, M.A. Agung Nugroho. (rap/ed. Foto: sim/KPU Kota Semarang)