Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang Divisi Teknis Penyelenggaraan, Agus Supriyono meminta para siswa dan siswi SMA Negeri 15 yang telah memiliki hak pilih dalam Pilkada 2024 untuk menggunakan hak konstitusi itu dengan penuh tanggung jawab, Rabu (11/9). Agus menambahkan, setiap suara yang diberikan oleh pemilih memiliki arti yang besar, oleh sebab itu, ia meminta para pelajar untuk tidak menganggap remeh satu suara yang diberikan ketika pemungutan suara. "Setiap suara itu penting ya. Jadi adik-adik jangan menganggap remeh satu suara itu. satu suara itu artinya satu aspirasi, jika dikumpulkan dan didukung oleh aspirasi yang sama, ini luar biasa, suara ini bisa menggerakkan, dan menjadi kebijakan pemimpin untuk publik," kata Agus. Senada dengan Agus, Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Yudi Hardianto Wibowo yang hadir sebagai narasumber kedua pada kegiatan sosialisasi Pilkada 2024, KPU Kota Semarang Goes to School SMA Negeri 15 Semarang menjelaskan bahwa para pelajar tidak boleh apatis terhadap praktik demokrasi dan politik di Indonesia. "Sekarang adik-adik mungkin masing 17 tahun, tapi coba nanti di 2045 saat usia kalian sudah matang, kalau saat ini tidak bertindak, keputusan adik-adik saat ini akan berpengaruh pada kehidupan kalian di masa depan. Jadi jangan masa bodoh, kalau nanti kondisi negara tidak baik, maka yang rugi adik-adik semua. Maka adik-adik harus terlibat di Pilkada 2024 ini," kata Yudi. Agus melanjutkan, kepekaan politik dan demokrasi harus dipelajari sejak dini agar para pelajar memiliki kepedulian pada proses demokrasi, oleh sebab itu Agus meminta para pelajar untuk belajar melibatkan diri pada kegiatan positif di lingkungan masing-masing. "Adik-adik harus aktif mengikuti kegiatan di lingkungan. Karena beginilah sistem demokrasi itu, kita melibatkan diri sebagai wujud tanggung jawab sebagai masyarakat yang baik. kalau ada rapat anak muda di RT ikut, kerja bakti ikut, pemilihan Osis ikut, gitu ya. Agar kepekaan kita kepada lingkungan ini terasah," pesan Agus. Pada Pilkada 2024, Agus juga berharap para pelajar bisa mempelajari visi dan misi paslon agar lebih mengenal calon pemimpin, dan memahami program yang akan diusungnya jika terpilih sebagai pemimpin. "Kita cermati visi dan misi calon apakah nanti calon itu akan memikirkan sekolah kita, pendidikan kita, misalnya nanti kalau terpilih sekolah tetap gratis tidak, apakah memungkinkan sekolah sampai S1 gratis, nah ini harus kita kenali agar lebih meyakinkan kita sebagai pemilih," terang Agus. Agus menjelaskan perbedaan pilihan pada pemilu dan pilkada merupakan hal yang lumrah. Meski demikian, ia berpesan bahwa perbedaan pilihan itu tidak boleh menciptakan permusuhan yang bisa mengganggu kerukunan antar warga masyarakat. "Tapi ingat, kalau berbeda tidak boleh bertengkar, sudah hal yang wajar jika kita berbeda, apalagi berbera pilihan, yang penting kita tetap memberikan kontribusi positif dan tetap menjaga kondusifitas wilayah kita," sambung Agus. Sementara itu, Yudi berpesan kepada siswa dan siswi yang berusia 16 tahun dan pada November mendatang berulang tahun untuk bisa segera melakukan perekaman KTP elektronik untuk memastikan yang bersangkutan memiliki hak pilih dalam Pilkada 2024. "Yang sudah 16 tahun, nanti November berusia 17 tahun wajib melakukan perekaman KTP karena nanti kalian sudah memiliki hak pilih, kalau bukan kita siapa lagi, jadi harus sama-sama menjaga hak pilih kita ya," kata Yudi. KPU Goes to School yang digelar di SMA Negeri 15 tersebut dimeriahkan dengan live music, dan kuis berhadiah. Pada pelajar nampak antusias mengikuti kegiatan dan kuis yang berhadiah voucher makan di kantin Sekolah SMA Negeri 15 Semarang. (rap/ed. Foto: sil/div/KPU Kota Semarang)