Berita Terkini

Mulai Distribusikan, KPU Kota Semarang Targetkan Logistik Pilkada 2024 Sampai di Seluruh Kecamatan Paling Lambat H-2 Jelang Pemungutan Suara

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang mulai melakukan distribusi logistik Pilkada 2024 berupa kotak suara dan bilik suara ke kecamatan-kecamatan di Kota Semarang, Sabtu (23/11). Berdasarkan timeline yang disusun, Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini mengatakan logistik tersebut akan sampai di 16 kecamatan di Kota Semarang pada tanggal 25 November 2024, dua hari menjelang hari pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Distribusi tersebut, lanjut Zaini akan dilakukan dalam tiga gelombang, sejak Sabtu hingga Senin (25 November 2024). "Ya, alhamdulillah proses setting dan pengepakan sudah rampung sepenuhnya, dan hari ini kita mulai distribusikan secara perdana. Ini sesuai dengan jadwal yang sudah kami tetapkan, dimulai hari ini sampai besok Senin," kata Zaini. Sementara itu, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita), yang telah membersamai KPU sejak pertama kali logistik Pilkada 2024 sampai di gudang KPU Kota Semarang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas upaya semua pihak dalam menyukseskan Pilkada 2024 di Kota Semarang. "Sejak pertama kali logistik datang saya melihat prosesnya sampai hari ini diberangkatkan ke kecamatan, terima kasih KPU dan Bawaslu, khususnya KPU yang sudah mempersiapkan logistik untuk warga Kota Semarang, dan tentunya pihak kepolisian, TNI, Pemkot Semarang dan semua pihak yang berkontribusi bersama-sama menyukseskan Pilkada 2024 ini," ujar Ita. "Semoga semua tahapan dapat sukses, lancar baik saat pemungutan penghitungan dan sampai nanti pemimpin untuk Jawa Tengah dan Kota Semarang terpilih," sambung Ita. Pada pengiriman logistik perdana tersebut, Zaini mengatakan bahwa kotak dan bilik suara akan didistribusikan ke Kecamatan Tugu, Pedurungan, Gajahmungkur, Semarang Tengah, Tembalang, dan Semarang Barat. Total kotak dan bilik untuk enam kecamatan tersebut sebanyak 5.802 buah. Jadwal Hari kedua distribusi, Minggu 24 November 2024, KPU Kota Semarang akan mengirim logistik yang sama untuk lima kecamatan, yakni, Ngaliyan, Gayamsari, Semarang Timur, Semarang Selatan, dan Semarang Utara. Jumlah kotak dan bilik untuk lima kecamatan tersebut sebanyak 3.996 buah. Sementara itu kebutuhan logistik di Kecamatan Banyumanik, Gunungpati, Genuk, dan Mijen berupa kotak dan bilik suara sebanyak 3.708 buah akan dikirim pada Senin, 25 November 2024. Untuk pengiriman logistik tersebut, KPU Kota Semarang bekerjasama dengan PT. Pos Indonesia. (rap/ed. Foto: rap/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Selenggarakan Rakor Penertiban APK Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Tahun 2024, Kamis (21/11). Kegiatan yang berlangsung di aula lantai 3 kantor KPU Kota Semarang itu mengundang LO masing-masing paslon, Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Semarang, Badan Kesbangpol Kota Semarang, Satpol PP Kota Semarang, Dinas Perhubungan Kota Semarang, Kapolretabes Semarang, Bawaslu Kota Semarang. "Berakhirnya masa kampanye besok tanggal 23 November 2024, mari kita bersama sama mengembalikan Kota Semarang menjadi Kota yang indah bebas dari atribut kampanye." Ujar Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini saat membuka acara. Zaini mengatakan, KPU sudah bersurat kepada PPK untuk mulai melakukan pembersihan APK khusus yang berasal dari anggaran KPU.  Zaini juga menyampaikan kepada LO paslon agar ikut serta dalam proses pembersihan APK yang telah dipasang. "Kami sudah bersurat kepada PPK terkait pembersihan APK yang dibiayai KPU. Kami juga sudah bersurat ke LO masing-masing Paslon untuk ikut serta dalam pembersihan APK yang telah dipasang." lanjut Zaini. Sementara itu, Anggota KPU Kota Semarang, Novi Maria Ulfah mengucapkan terima kasih kepada Badan Kesbangpol, Pemkot Semarang, dan pihak terkait yang telah memfasilitasi kegiatan pembersihan alat peraga kampanye di Pilkada 2024. "kami mohon kepada masing-masing paslon untuk ikut serta dalam pembersihan APK yang telah dipasang. Kami memgucapkan terima kasih kepada Badan Kesbangpol yang telah memfasilitasi pembersihan alat peraga kampanye," terang Novi. (awh/ed. Foto: awh/KPU Kota Semarang)

KPU Gelar Bimtek Bareng PPK dan Panwascam se-Kota Semarang, Upaya Samakan Persepsi Terkait Regulasi Tungsura

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan Bimtek Terpadu Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada 2024 bersama PPK dan Panwascam se-Kota Semarang sebagai upaya untuk menyelaraskan persepsi mengenai peraturan KPU tentang pemungutan dan penghitungan suara, Selasa (19/20). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Novotel tersebut dihadiri oleh Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU Kota Semarang, dan mengundang Ketua Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, dan Wakil Dekan III Universitas Negeri Semarang (Unnes), Muhammad Azil Maskur, S.H., M.H. sebagai narasumber. Dalam sambutan dan arahan yang disampaikan oleh Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini meminta PPK, PPS dan KPPS untuk mempelajari PKPU dengan detil. Ia mengatakan, antara PPK dan Panwascam perlu menjaga pola komunikasi yang baik. Selain itu, Zaini berharap Panwascam se-Kota Semarang dan jajaran di bawahnya untuk mengutamakan fungsi pencegahan ketimbang fungsi penindakan. "Bapak/Ibu di kecamatan, di kelurahan kan sudah terbiasa bekerja berdampingan, jajan, dolan bareng, kita sama-sama bekerja sesuai tugas masing-masing, kami harap pengawas bisa mengutamakan fungsi pencegahan karena ini fungsi pertama sebelum penindakan," ujar Zaini. Zaini menambahkan, pada Pilkada 2024 tata letak TPS mengalami perubahan, kursi pengawas TPS dan saksi saat pemungutan suara berada di belakang KPPS 4 dan 5 sebagai penerima calon pemilih. Perubahan tersebut bertujuan agar petugas bisa lebih teliti terhadap pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya. "Dalam denah TPS juga sudah dirubah, pengawas dan saksi ada di daftar hadir pemilih. Jadi fungsi pencegahan memang sudah semestinya didahulukan, agar pemilih yang masuk memang berhak menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut," tambah Zaini. Terhadap kejadian khusus yang muncul di TPS, Zaini mengingatkan agar personil yang bertugas di hari H tidak terburu-buru mengambil keputusan sebelum melakukan langkah-langkah koordinatif sesuai regulasi. "Kalau ada hal-hal yang sekiranya belum jelas dan masih ragu-ragu, silahkan lihat di regulasi, buka buku panduan KPPS, lihat catatan, atau telepon PPS, PPK atau KPU nya. Tenang dulu, jangan panik dan terburu-buru ambil tindakan," sambungnya. Zaini mengatakan, KPU akan terus meng-update informasi dan kebijakan mengenai dinamika yang kemungkinan akan muncul di TPS. Oleh sebab itu ia meminta PPK, PPS dan KPPS untuk fokus mempelajari regulasi secara bersama-sama. "Tanggal 22-23 nanti ada bimtek lagi, ketua KPPS kita undang, nanti juga ada metode-metode lain agar pemahaman di KPPS menjadi lebih matang, saat ini bapak/ibu monggo mempelajari, belajar kelompok begitu agar semakin paham regulasi. Buku panduan dibaca karena kita bertugas berdasar aturan, jangan keluar dari itu," papar Zaini. Mengingat tugas penyelenggara membutuhkan integritas dan profesionalitas, Zaini berpesan kepada PPK dan Panwascam untuk tetap bekerja dengan penuh tanggung jawab sesuai tupoksi masing-masing. "Kalau ada yang berusaha memecah belah hubungan yang sudah terjalin baik ini jangan sampai terpengaruh, kita fokus menyukseskan Pilkada Serentak 2024 bekerja bersama-sama utamakan pencegahan setuju nggih," ucap Zaini. Senada dengannya, Wakil Dekan III Unnes, Muhammad Azil Maskur sebagai narasumber menjelaskan bahwa Pilkada 2024 memiliki tensi politik yang tinggi, oleh sebab itu penyelenggara pemilu harus berpegang teguh pada integritas dan azas penyelenggaraan pemilu. "Karena peserta akan melakukan cara apapun. Ini yang harus diantisipasi jangan sampai mencederai integritas bapak/ibu semua," pesan Azil. (rap/ed. Foto: div/sim/KPU Kota Semarang)

Gelar Simulasi Tungsura Pilkada 2024, KPU Harap KPPS Cermat Layani Calon Pemilih di TPS

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Ahmad Zaini meminta seluruh peserta simulasi pemungutan dan penghitungan suara (tungsura) Pilkada Serentak 2024 untuk cermat dan teliti saat melayani pemilih di TPS pada Rabu, 27 November 2024 mendatang, Minggu (17/11). Pada kegiatan yang digelar di Auditorium Universitas Diponegoro (Undip) Kampus Imam Bardjo, Zaini juga meminta kepada PPK dan PPS yang hadir untuk mempersiapkan lokasi TPS yang representatif dan akses bagi seluruh pemilih. "Silahkan diperhatikan bagaimana prosesnya, apa yang kurang nanti diperbaiki berkala, tetapi yang harus saya sampaikan nanti bapak/ibu harus tenang, cermat dan teliti saat melayani para pemilih," kata Zaini saat membuka kegiatan simulasi. "Siapkan juga lokasi TPS yang representatif, luas, dan ada exit plan apabila cuaca tidak mendukung, karena bulan ini intensitas hujan sudah lumayan meningkat," sambung Zaini. Karena tidak semua pemilih bisa memilih di Kota Semarang, maka Zaini menegaskan kembali untuk mengikuti aturan dan regulasi yang berlaku, sebelum mengijinkan pemilih memberikan hak pilihnya. "Jadi perlu diingatkan terus-menerus, apa saja yang menyebabkan PSU. Ini kita hindari bersama setuju nggih. Jadi nanti kita akan beri checklist atau poin apa saja yang menyebabkan gugatan dan terutama PSU. Yang pasti apabila ada pemilih di luar Jawa Tengah, tidak bisa memilih di Kota Semarang. Nanti akan kita siapkan apa-apa saja yang perlu diperhatikan untuk dipedomani bersama," papar Zaini. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur, Forkopimda, Kesbangpol, Polres, Kejaksaan Negeri, Kodim, DPRD Kota Semarang, serta PPK, PPS, dan KPPS se-Kota Semarang. Zaini, juga menekankan pentingnya simulasi tersebut untuk memberikan pengalaman secara detail dan nyata kepada PPK dan PPS di seluruh Kota Semarang.  "Kegiatan ini dilaksanakan langsung agar PPK dan PPS dapat menyaksikan proses pemungutan suara dan penghitungan suara secara langsung," ujarnya. Simulasi ini terdiri dari tiga kegiatan utama, yakni pemungutan suara yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 13.00, penghitungan suara mulai pukul 13.00 hingga selesai, serta penggunaan aplikasi Sirekap.  Zaini mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu mempersiapkan kegiatan simulasi tersebut. Ia berharap hasil simulasi dapat dijadikan bahan evaluasi agar saat hari pemungutan suara nantinya dapat berjalan lebih lancar. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi sehingga acara ini dapat berlangsung dengan lancar. Harapan kami, hasil simulasi ini nanti PPK dan PPS dapat menyampaikan pengalaman dan masukan untuk perbaikan proses pemungutan suara di TPS," ujar Zaini. (sil/rap/ed. Foto: div/KPU Kota Semarang)

KPU Kota Semarang Gelar Pengepakan Logistik Pilkada 2024

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar pengepakan logistik Pilkada Serentak Tahun 2024 di Gudang Logistik KPU Kota Semarang dihadiri oleh Walikota Semarang, Forkompimda Kota Semarang dan Bawaslu Kota Semarang, Jumat (15/11). Jadwal pengepakan logistik pada hari pertama adalah Kecamatan Tugu (48 TPS) dan Tembalang (256 TPS). Jenis logistik yg dipacking adalah Kotak Suara Pilwakot, Kotak Suara Pilgub dan Luar Kotak.  Pengepakan dilakukan oleh para pekerja pengepakan dan diawasi oleh checker dari PPK dan PPS di wilayah kerjanya. (ayu/ed. Foto: dok KPU Kota Semarang)

PKPU Tungsura dan Buku Pintar KPPS Telah Terbit, KPU Minta Badan Adhoc Baca dan Pahami Regulasi

Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Pada 13 hari menjelang hari pemungutan suara Pilkada Serentak 2024 dimulai, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang meminta PPK, PPS dan KPPS untuk pelajari bersama proses dan regulasi mengenai pemungutan dan penghitungan suara secara matang, Kamis (14/11). "Tinggal H-13 menjelang 27 November 2024, ini kesempatan bapak/ibu semua untuk mendalami mekanisme pemungutan dan penghitungan suara di TPS," kata Ketua KPU Kota Semarang, Ahmad Zaini. Hal tersebut dikatakannya saat KPU Kota Semarang menggelar Rakor Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilgub Jateng dan Pilwakot Semarang Tahun 2024 bersama PPK se-Kota Semarang. Karena PKPU Tungsura dan buku pintar KPPS sudah diterbitkan, Zaini meminta PPK, PPS untuk serius memberikan bimbingan teknis kepada KPPS. "PKPU sudah ada, buku pintar sudah ada, maka kita perlu dalami dengan serius agar bisa membimtek PPS dan KPPS secara menyeluruh, mendalam, dan serius ya," lanjut Zaini. Dengan pemahaman yang menyeluruh, KPU berharap PPK dan PPS dapat menyelesaikan dinamika yang muncul saat pemungutan dan penghitungan suara. "Dengan pemahaman yang menyeluruh, kami berharap bapak/ibu semua mampu, bisa menyelesaikan apa-apa yang terjadi, kalau butuh arahan dan petunjuk silahkan kawan-kawan KPPS kita support penuh," terang Zaini. Senada dengan Zaini, Narasumber kegiatan rakor, Anggota KPU Kota Semarang periode 2018-2023, Heri Abriyanto mengatakan bahwa PPK, PPS dan KPPS perlu mempelajari regulasi dengan matang mengingat penyelenggaraan pilkada memiliki tensi politik yang lebih tinggi. "Karena kerawanan di pilkada ini tinggi sekali, maka teman-teman harus benar-benar paham regulasi ya," kata Heri. Ia mengharuskan PPK, PPS untuk meningkatkan soliditas, dan memberikan informasi sebaik mungkin kepada KPPS agar pelaksanaan tungsura dapat berjalan lancar sesuai regulasi. "Penyelenggara, baik PPK, PPS, dan KPPS, jangan santai-santai nggih, jadi siapkan sebaik mungkin terutama yang berkaitan dengan regulasi saat pemungutan suara nanti, karena sudah hafal saja belum tentu bisa saat hari H," pesan Heri. Untuk mengantisipasi PSU, Zaini kembali mengingatkan PPK untuk benar-benar memberikan bimtek sebaik mungkin kepada KPPS agar tidak ada pemilih yang tidak berhak memilih di Kota Semarang namun karena ketidaktahuan diberi kesempatan untuk memilih. "Ini harus dan perlu diulang-ulang, jangan sampai pemilih di luar Jateng yang memberikan hak pilih di Kota Semarang. Jadi kalau ada pernyataan dari manapun yang aneh-aneh atau nggampangke, jangan diterima, Karena ini tanggung jawab kita bersama," tandas Zaini. Mengenai kategori daftar pemilih, Zaini berharap PPK dan PPS bisa menjelaskan serinci mungkin agar KPPS bisa mengerti perbedaan antara kategori pemilih tersebut. Jelaskan mengenai daftar pemilih ini sesering mungkin. Baik itu DPT, DPTb, atau DPK. ini harus banyak diulang agar paham begitu nggih," kata Zaini. Selain menghadirkan Anggota KPU Kota Semarang periode 2018-2023, Heri Abriyanto sebagai narasumber, KPU Kota Semarang juga mengundang Ketua Bawaslu Kota Semarang Arief Rahman. Rakor yang berlangsung di Hotel Aston tersebut dihadiri oleh Ketua, Anggota dan Sekretaris KPU Kota Semarang. (rap/ed. Foto: div/KPU Kota Semarang)