Skrining Keamanan Diperketat, Tim Pendukung Debat Publik Terakir Akan Pakai ID Card Ganda
Semarang, kota-semarang.kpu.go.id - Sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kerawanan pada debat publik ketiga untuk paslon Pilwakot Semarang 2024, masing-masing tim pendukung paslon akan mengenakan id card ganda, Rabu (13/11). Selain mengenakan id card berupa lanyard, 100 pendukung paslon yang akan masuk dalam ballroom debat diharuskan memakai gelang sebagai skrining ganda. Hal itu merupakan langkah evaluasi yang diterapkan oleh penyelenggara karena pada debat sebelumnya ada indikasi jumlah pendukung yang masuk dalam ballroom lebih dari jumlah yang ditentukan. "Kami evaluasi dari debat sebelumnya dan juga masukan untuk meningkatkan keamanan, nanti di debat ketiga akan diterapkan dua id card, satu berupa id card biasa yang dikalungkan, dan untuk antisipasi apabila id itu diserahkan ke orang lain, maka nanti ditambah ada gelang seperti konser itu," kata tim penyelenggara debat ketiga, TVKU. Cara tersebut dinilai lebih baik untuk menghindari penggunaan id oleh orang lain yang tidak seharusnya masuk dalam ballroom debat. "Id card kalung akan diberikan sehari sebelum pelaksanaan debat, nah untuk yang berupa gelang akan diberikan sebelum tim masuk dalam venue, kita yang akan memakaikan, agar tidak disalahgunakan," lanjut tim penyelenggara. Dalam ballroom dan venue kegiatan debat, tim pendukung juga diharuskan memakai id card ganda untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama debat berlangsung. "Jadi nanti mohon agar, bapak/ibu semua tetap mengenakan id card berupa kalung dan juga gelang. Agar selama pelaksanaan debat bisa aman dan tertib," sambungnya. Sementara itu, Anggota KPU Kota Semarang Divisi Sosparmas dan SDM, Novi Maria Ulfah mengatakan, debat publik ketiga yang akan digelar pada Jumat 15 November 2024 adalah pelaksanaan debat pamungkas. "Debat ketiga nanti menjadi debat publik penutup, karena sudah tidak ada lagi debat publik yang akan dilaksanakan oleh KPU Kota Semarang," ujar Novi. Oleh sebab itu, ia berharap seluruh pihak terkait bisa menjaga kondusifitas kegiatan, sehingga masyarakat Kota Semarang mendapatkan informasi dan manfaat sebaik-baiknya. "Kami berharap semua bisa bersama-sama menjaga ketertiban debat semua berjalan lancar dan aman, dan juga yang terpenting dari tujuan debat ini, yakni agar masyarakat bisa mendapat manfaat, bisa lebih mengenal paslon dan visi misi yang diusung," papar Novi. Debat publik ketiga akan mengusung tema Pendidikan, Kesehatan, Sosial dan Budaya Kota Semarang. Tema tersebut akan dijabarkan dalam lima sub tema. Kelima sub tema tersebut yakni pendidikan, kesehatan dan gender, kependudukan dan pemukiman, kebudayaan dan pariwisata, sosial keagamaan. Masing-masing sub tema akan berisi dua pertanyaan yang disusun oleh tim panelis. Sehingga pada debat publik ketiga, total akan ada 10 pertanyaan yang akan dielaborasi oleh masing-masing paslon. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan debat kedua, Kabag Ops Polrestabes Semarang, AKBP Asep Supiyanto mengatakan debat tersebut sudah lebih baik ketimbang debat pertama. Meski demikian menurutnya pada debat ketiga perlu ditingkatkan keamanan, dan ketertiban masa. Terutama pasca pelaksanaan debat, saat masing-masing pendukung dan paslon meninggalakan lokasi acara. Kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Debat Ketiga yang digelar di Holiday Inn Express tersebut dihadiri oleh Anggota KPU Kota Semarang, masing-masing tim pendukung dan LO paslon, Bawaslu Kota Semarang, TVKU, Patra Jasa Hotel, dan Polrestabse Semarang. (rap/ed. Foto: div/sim/KPU Kota Semarang)